Beranda blog Halaman 1028

Ini yang Dilakukan Kodim 0826 Pamekasan di Minggu Militer

0

Pamekasan, 29/3 (Media Madura) – Puluhan anggota Kodim 0826 Pamekasan, Madura, Jawa Timur mengikuti latihan Minggu Militer di lapangan Makodim setempat, Rabu (29/3/2017).

Minggu Militer rutin digelar di akhir bulan Maret. Dengan materi pertolongan pertama di lapangan (Long Malap). Dipimpin langsung, petugas kesehatan dari Pos Kes 05.10.19 Kodim 0826 Pamekasan, Siti Nurul Jannah Amd. Kep dan Slamet Jufriyanto Amd. Kep.

Para anggota, dibekali sejumlah materi macam penanganan korban tenggelam, pemberian napas buatan, dan penanganan korban patah tulang.

Pasi Ops Kodim 0826 Pamekasan, Kapten Inf Yainaroh mengatakan, seluruh prajurit sangat antusias mengikuti materi Long Malap.

“Di mana setiap anggota harus mampu menguasai materi ini. Agar dapat memberikan bantuan dengan cepat dan tepat. Sehingga si korban dapat bertahan sampai ke tempat pertolongan selanjutnya, baik di Puskesmas maupun rumah sakit terdekat,” katanya.

Lebih lanjut, Yainaroh mengungkapkan, kemampuan ini harus benar-benar dimiliki oleh setiap prajurit Kodim 0826 Pamekasan dalam menghadapi dan mendukung tugas-tugas operasi perang maupun tugas kemanusiaan.

“Kamibmengharapkan kepada seluruh anggota dalam melaksanakan kegiatan Minggu Militer ini dapat melaksanakan kegiatan dengan sunguh-sunguh dan penuh semangat serta rasa tanggung jawab sehingga latihan yang kita laksanakan ini dapat bermanfaat,” imbuhnya.

Apalagi materi ini sudah sering dilaksanakan mulai dari lembaga pendidikan hingga sekarang. Sehingga latihan yang kita laksanakan dapat meningkatkan profesionalisme prajurit dalam melaksanakan tugas pokok satuan kedepan,” pungkasnya.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Ketua DPRD Sumenep Gagas Pembahasan Raperda di Komisi

Sumenep, 29/3 (Media Madura) – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Herman Dali Kusuma mewacanakan Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tahun 2017 tidak lagi dipansuskan. 

Tetapi dia menggagas akan dibahas di masing-masing Komisi. Pasalnya, melalui pembahasan di komisi – komisi akan sesuai dengan counter part-nya, serta meminimalisir adanya sisa Raperda yang tidak terbahas.

“Karena dengan menyerahkan pembahasan kepada komisi, pembahasan Raperda dapat lebih efektif, dan dimungkinkan tidak meninggalkan sisa,” ujar Herman. 

Berdasarkan pengalaman di tahun-tahun sebelumnya, kata Politisi PKB ini, pembahasan Raperda dengan membentuk pansus, sulit dapat menuntaskan Raperda yang sudah dicanangkan. 

“Jika masih dibentuk pansus, sulit pembahasan Raperda tahun ini bisa tuntas. Dan yang jelas kami akan usulkan itu, agar pembahasannya nantinya disesuaikan dengan konterpart-nya masing-masing,” terangnya.

Namun demikian, hal itu masih sekedar wacana yang akan diusulkan, sedangkan keputusannya didasarkan pada kesepakatan angota dewan yang lain. 

“Kami belum bisa memastikan ini sukses, namun kami akan coba mengajukan saat rapat pembahasan,” tandasnya.

Sementara itu, setidaknya ada 23 Raperda yang rencananya masuk pembahasan anggota DPRD Sumenep pada tahun ini, dengan rincian 7 Raperda merupakan usulan ekskutif, 10 Raperda usulan legislatif dan 6 Raperda sisa tahun kemarin. 

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

Tenggak Miras Oplosan, Nyawa Mahasiswa di Sumenep Melayang

0

Sumenep, 29/3 (Media Madura) – Diduga akibat menenggak minuman keras oplosan, Hariono (22) Dusun Karangkonga, Desa Saseel, Kecamatan Sapeken Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur tewas mengenaskan.

Mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Sumenep itu diduga mengoplos 1 liter spirtus dengan 10 gelas minuman kemasan Ale-ale rasa strawberry, Senin (27/3).

“Korban meninggal dunia pada hari Selasa (28/3) sekira pukul 19.00 WIB saat perjalanan naik becak dari rumah kontrakan Fajri Jalan Teuku Umar belakang Puskesmas Pandian menuju Puskesmas Pandian,” terang Kabag Humas Polres Sumenep, AKP Suwardi, Rabu (29/3/2017).

Dijelaskannya, sekitar empat hari yg lalu korban bertengkar dengan istrinya. Sejak saat itu, korban meninggalkan istrinya di rumah kontrakannya Jl. Urip Sumoharjo Desa Pabian, Kecamatan Kota Sumenep untuk tinggal di rumah kontrakan milik Fajri.

Kemudian pada hari Minggu (26/3/2017) siang korban bersama 5 temannya, yakni Khoirullah, Ilham, Fajri, Wafi dan Irfan menggelar pesta miras oplosan anggur merah 2 botol, anggur putih 2 botol dan bir Balige 2 botol di rumah kontrakan Khoirullah.

“Lalu pada hari Senin (27/3/2017) malam, korban bersama Khorullah kembali melakukan pesta miras oplosan, dengan mencampur 1 liter spirtus dengan 10 gelas Ale-ale rasa strawberry,” beber Suwardi. 

Sejak saat itu, korban tak sadarkan diri dan ketika terbangun ia mengalami muntah-muntah lalu tertidur. Namun Karena hingga sore korban masih belum sadar, Khoirullah menelpon Fajri agar menjemput korban.

Dari kontrakan Khoirullah korban kemudian dipindah ke rumah kos Fajri. Sekitar pukul 18.00 WIB Fajri melihat mulut korban mengeluarkan busa, dan ketika berusaha digerakkan ternyata korban sudah tidak merespon.  

“Teman-temannya berusaha melarikan korban ke Puskesmas Pandian. Namun sesampainya di Puskesmas korban sudah dinyatakan meninggal dunia,” pungkas Suwardi. 

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

PPP Pamekasan Terancam Tak Bisa Usung Calon Bupati

Pamekasan, 29/3 (Media Madura) – Konflik internal Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) berbuntut panjang, kondisi tersebut membuat partai dengan logo kakbah ini di Kabupaten Pamekasan terancam tidak bisa memberangkatkan calon bupati.

Ketua DPC PPP Pamekasan kubu Djan Faridz, KH Kholil Muhammad kepada mediamadura.com, tidak menampik jika partainya terancam tidak bisa memberangkatkan kandidat calon Bupati Pamekasan pada Pilkada Pamekasan mendatang, jika tidak terjadi kesepakatan bersama dengan kubu Romahurmuziy, terkait calon yang akan diusung.

“Meskipun kondisinya di pusat begitu kita di Pamekasan ini tetap satu suara, asal calon itu disepakati. Kalau tidak disepakati dan tidak satu suara otomatis gugur PPP secara kelembagaan. Artinya jauh-jauh harus ada komunikasi inten siapa, bagaimana (calon bupati yang akan diusung),” katanya, Rabu (29/03/2017) pagi.

Ditegaskan, saat ini yang sah secara hukum dan bisa memberangkatkan dan merekomendasikan calon ke KPU adalah kubu Djan Faridz meskipun oleh pemerintah hingga saat ini belum disahkan.

Dampak dari dualisme kepemimpinan itu, kata KH Kholil Muhammad, untuk memberangkatkan calon bupati di Pilkada Pamekasan harus direkom oleh dua kubu, yakni kubu Djan Faridz dan kubu Romahurmuziy.

Sementara itu, Sekjen DPC PPP Pamekasan kubu Romahurmuziy, Wazirul Jihad mengatakan, pihaknya akan melakukan perekoman kandidat calon Bupati Pamekasan sesuai dengan prosedur yang ada dan yang mempunyai legal formal, secara administasi negara yang mempunyai hak adalah kubu Romahurmuziy.

Tetapi meskipun demikian, kata dia, di Kabupaten Pamekasan PPP secara kultur tetap satu suara dan tidak terpecah, bahkan akan membicarakan terkait perekoman kandidat calon Bupati Pamekasan bersama kubu Djan Faridz.

“Kalau secara kultural ini sudah selesai, maka secara administratif ini bisa dilakukan (mendaftarkan calon). Kalau di pusat itu kan beda,” pungkasnya.

Di Kabupaten Pamekasan PPP merupakan pemenang Pemilu Legislatif dengan perolehan kursi terbanyak yakni 9 kursi dan bisa memberangkatkan calon sendiri tanpa harus berkoalisi dengan partai lainnya.

Seperti diketahui, saat ini jumlah kursi di DPRD Pamekasan sebanyak 45 kursi, 9 diantaranya berasal dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), 5 anggota asal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), 5 anggota asal Partai Amanat Nasional (PAN), 5 anggota asal Partai Demokrat, dan 5 anggota asal Partai Bulan Bintang (PBB).

Selain itu, 4 anggota asal Partai Golongan Karya (Golkar), 4 anggota asal Partai Nasional Demokrat (Nasdem), 3 anggota asal Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), 3 anggota asal Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan 2 anggota asal PDI-Perjuangan.

Penulis: Arif
Editor: Ahmadi

Antrean Haji di Sumenep Kini 20 Tahun

Sumenep, 28/3 (Media Madura) – Antrean haji di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur kini lebih cepat. Hal itu menyusul dikembalikannya kuota haji Indonesia dari pemerintahan Arab Saudi dan penambahan sebanyak 52.000.

Kasi Haji dan Umroh Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sumenep, A Rifa’i Hasyim menjelaskan, masa tunggu calon jemaah haji (CJH) Sumenep pada tahun lalu diprediksi mencapai 25 tahun.

“Tetapi tahun ini, kami lihat di Siskohat, masa tunggu Sumenep berkurang menjadi 20 tahun,” kata Rifa’i, Sabtu (28/3/2017).

Menurut mantan Kasi Pendidikan Madrasah (Pendma) Kemenag itu, apabila CJH mendaftar hari ini, lalu dicek di Siskohat haji, maka diketahui prediksi berangkat melaksanakan rukun Islam yang ke lima pada tahun 2037 mendatang.

Namun demikian, dia menegaskan, antrean 20 tahun tersebut hanya prediksi saja, bisa jadi tidak sampai 20 tahun atau bisa lebih sedikit.

“Namanya prediksi ya, bisa kurang bisa lebih dari 20 tahun. Tapi kami harap, masyarakat yang sudah masuk daftar tunggu agar bersabar menunggu sampai waktunya tiba,” tukasnya. 

Penulis: Rosy
Editor: Ahmadi

Nelayan Pulau Giliyang Ditemukan Tewas dengan Bekas Sabetan Sajam

0

Sumenep, 28/3 (Media Madura) – Seorang nelayan bernama Makqi, warga Dusun/ Desa Bancamara, Pulau Giliyang Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep, Masura, Jawa Timur ditemukan tewas di pinggir pantai dalam kondisi mengenaskan.

Pasalnya, bapak yang diperkirakan berusia 60 tahun tersebut tewas dengan luka di leher bagian belakang hingga kedua telinga, dan diduga luka akibat benda tajam.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh Kepolisian setempat, sebagaimana disampaikan Kabag Humas Polres Sumenep, AKP Suwardi, bahwa peristiwa bermula ketika korban bersama istrinya, Misnawa hendak mengecat perahu miliknya. 

“Perahu korban ini terletak di Dusun Bancamara Barat, Desa Bancamara, Kecamatan Dungkek,” terang Suwardi. 

Setibanya di lokasi, korban menyuruh istrinya untuk membeli nasi, Misnawa pun berangkat sesuai perintah suaminya itu. Namun sekembalinya dari warung, justru Misnawa tidak mendapati suaminya di perahunya tadi.

Karena suaminya tidak ada, Misnawa kemudian pulang untuk mencari korban, tapi korban tidak ada di rumahnya. Akhirnya dia kembali lagi ke perahunya.

“Lalu Misnawa mencoba mencari keatas perahu, benar saja dia menemukan suaminya tetapi sudah dalam kondisi tak bernyawa dengan kedua tangannya memegang tali tampar,” bebernya. 

Kata Suwardi, polisi belum mengetahui penyebab kematian korban, karena saat ini pihaknya baru melakukan beberapa tindakan, seperti mendatangi TKP, meminta VER mayat, menyita barang bukti berupa kaos dan celana pendek yang dipakai korban.

“Selanjutnya kami akan melakukan pemeriksaan terhadap para saksi dan melakukan penyelidikan,” tandasnya. 

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

Menengok Eksotisme Air Terjun “Aeng Merah” di Sumenep

0

Sumenep, 28/3 (Media Madura) – Sumenep merupakan salah satu Kabupaten yang letaknya berada di posisi paling timur dari pulau Madura, dan masih bagian dari Provinsi Jawa Timur.

Sumenep dikenal dengan wilayah paling luas di Madura, terutama pada bagian lautnya dan terdiri dari beberapa pulau. Sebagai konsekuensi, Sumenep banyak menyimpan potensi wisata, salah satu yang paling terkenal saat ini pulau Gili Labak dan Pulau Gili Iyang.

Konsekuensi nyata lainnya, meski tidak harus pergi jauh ke Kepulauan yang tersebar di laut Sumenep, Sumenep sudah banyak memiliki tempat wisata mantap, terutama wisata alamnya.

Memang, sebagian potensi wisata itu sudah ada yang tergarap dengan baik, dan sebagian masih belum dilirik, salah satunya adalah wisata air terjun yang berlokasi di Desa Aeng Merah, Kecamatan Batu Putih. 

Objek keren itu kini masih belum menjadi jujukan utama pengunjung. Selain karena letak geografisnya yang tergolong pedalaman, wisata yang masih tergolong baru ini juga jauh dari jantung kota.

Meski demikian, wisata air terjun yang diberi nama “Air Terjun Aeng Merah” ini masih asri dan eksotis, sehingga sangat layak dijadikan destinasi berlibur.

Yang lebih menarik lagi dari wisata ini, lokasinya relatif aman untuk dikunjungi, mengingat airnya yang bersih dan belum terkontaminasi dengan zat-zat kimia.

Dilihat dari kedalamannya pun sangat aman untuk dijadikan sebagai tempat berenang ria untuk sekedar mengusir penat dari aktifitas sehari-hari.

Wisata “Aeng Merah” ini didominasi oleh tetumbuhan di sekelilingnya, sehingga terasa sejuk dan rindang, bebatuannya yang tidak licin dan tidak membahayakan juga menjadi salah satu alasan kita akan sulit berpaling ketika sudah pernah singgah disana.

Jadi, berapa lamakah anda mampu menunda untuk mengunjunginya?

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

Polisi Sumenep Bongkar Bisnis Mobil dan Motor Bodong

Sumenep, 28/3 (Media Madura) – Bisnis jual beli mobil dan motor yang diduga hasil kejahatan alias bodong berhasil dibongkar Kepolisian Resort (Polres) Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Alhasil, Jufriady (38) yang diduga sebagai pelaku ditangkap di sebuah gudang penyimpanan barang bukti yang berlokasi di Dusun Langgundi Timur, Desa Lembung Timur, Kecamatan Lenteng.

“Tersangka membeli ranmor tanpa dilengkapi dengan bukti kepemilikan yang sah dan patut diduga hasil kejahatan dari seseorang bernama Risman asal Surabaya,” ungkap Kabag Humas Polres Sumenep, AKP Suwardi, Selasa (27/3/2017).

Dalam bisnisnya itu, kata Suwardi, tersangka kemudian menjual dan mengirimkan ranmor tersebut kepada orang bernama As’ari di Kepulauan Kangean.

“Jadi, tersangka mendapat keuntungan dari hasil jual beli ranmor tersebut. Menurut pengakuannya, ia telah menjalankan bisnis ini sejak tahun 2013 hingga sekarang,” bebernya.

Barang bukti yang diamankan petugas berupa 1 unit sepeda motor merek Honda Vario tahun 2017 warna putih Nopol B 4887 TKJ, 1 unit sepeda motor merek Honda Vario, tahun 2017, warna putih tanpa nopol, dan 1 unit sepeda motor merek Honda CB 150 R tahun 2016 warna hitam Nopol B 3964 PDJ.

Kemudian 1 unit sepeda motor merek Yamaha R-15 tahun 2016 warna hitam, tanpa nopol, 1 unit mobil merek Suzuki Pick Up warna hitam Nopol B 9221 SAH, dengan STNK an. HERMANTO alamat Jl. Delima 1 RT 002 RW 004 Permata Hijau Jakarta, serta 1 unit mobil merek Daihatsu Terios warna hitam Nopol M 1922 AA, dengan STNK an. HALIMATUS ZAHRAH alamat Dusun Berjateh Laok, Desa Bungbaruh, Kecamatan Kadur Pamekasan. 

Menurut Suwardi, perbuatan Jufriady ini diduga melanggar Pasal 480 ke 1e, 2e KUHP yakni melakukan sekongkol, menyimpan, membeli, menjual, dan mendapatkan untung dari barang yang diketahui atau patut disangka diperoleh dari kejahatan kejahatan.

“Selanjutnya akan kami kembangkan kepada tersangka lain, dan dilanjutkan dengan upaya paksa berupa penahanan,” tandasnya. 

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

Gomes Puji Pertahanan Madura United

0

Pamekasan, 28/3 (Media Madura) – Pelatih Madura United, Gomes De Oliviera mengaku gembira melihat performa timnya saat berlaga di turnamen Cilacap Cup 2017.

Bahkan, pelatih asal Brasil ini secara khusus memberikan pujian untuk pertahanan Laskar Sape Kerrab.

Madura United bukan hanya keluar sebagai jawara. Akan tetapi, membukukan clean sheet pada turnamen yang digelar dalam rangka memperingati hari jadi Kabupaten Cilacap ke-161 itu.

“Kemarin mereka sangat konsentrasi untuk menjaga lawan 90 menit. Hasilnya sangat baik, tidak kebobolan,” kata Gomes.

Madura United gantian akan mengarungi turnamen Magelang Cup 2017, yang bergulir, Rabu (29/3/2017) besok, di Stadion Moch Soebroto Kota Magelang.

“Mereka harus stabil seperti itu untuk kompetisi nanti. Kita harus berlatih terus untuk tetap menjaga kompak defense kita ini agar tetap bagus ke depan,” tegasnya.

Terkait performa pemain anyarnya, Redouane Zerzouri dan gol semata wayangnya ke gawang Bhayangkara FC, Gomes punya penilaian tersendiri. Menurutnya, Zerzouri adalah sosok playmaker yang diinginkan Madura United.

“Dia tidak mengecewakan, dia sangat baik dalam dua pertandingan ini. Dia bantu tim kita ini untuk lebih kuat, lebih baik dalam kreativitas permainan,” imbuh dia.

“Saya mau dia tetap seperti itu, lebih berkembang lagi, karena satu kompetisi yang berat akan dihadapi di depan,” sambung Gomes.

Selain itu, Gomes memberi acungan jempol atas penampilan pemain mudanya, Sadli yang turut mengantarkan Madura United juara Cilacap Cup.

“Cukup memuaskan dalam dua pertandingan kemarin,” Gomes menandaskan.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

DPRD Sumenep Gelar Sidang Paripurna Laporan Hasil Reses

Sumenep, 27/3 (Media Madura) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur menggelar sidang Paripurna laporan hasil Serap Aspirasi (Reses) tahun 2017.

Namun tidak semua menghadiri sidang penting tersebut, karena hanya 29 orang dari 50 anggota dewan yang hadir.

Menurut Sekretaris Dewan (Sekwan), Moh Mulki, sebagian anggota yang tidak hadir karena izin dan sebagian yang lain absen tanpa keterangan.

“Tetapi sidang tetap kourum, karena sudah 50 % +1 dari anggota dewan yang ada,” terang Sekretaris DPRD Sumenep, Moh Mulki, Senin (27/3/2017).

Selain dihadiri para wakil rakyat, sidang Paripurna itu dihadiri pihak ekskutif, yakni Wakil Bupati Sumenep, Achmad Fuazi, Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), dan juga para Camat.

Diantara isi laporan hasil reses yang disampaikan sejumlah fraksi, terdapat persoalan listrik di Kepulauan, banyaknya kerusakan jalan protokol, dan persoalan masyarakat yang masih banyak belum bisa baca tulis.

“Kami harap hasil reses ini membuahkan hasil sesuai yang diimpikan masyarakat. Karena hasil reses akan sia-sia apabila tidak ada kerjasama yang baik antara legislatif dan eksekutif,” ucap Ketua DPRD setempat, H Herman Dali Kusuma pada awak media.

Sementara itu, Achmad Fauzi, untuk menindak lanjuti hasil reses para anggota dewan dengan konstituennya, pihaknya akan segera menyerahkan isi laporan ke kepada SKPD terkait untuk kemudian diakomodir dalam program pemerintah.

“Sesuai laporan hasil reses anggota dewan dari tahun ketahun tidak beda jauh, mulai dari persoalan kerusakan jalan dan juga air bersih, semua itu tidak mungkin kami selesaikan dalam kurun waktu satu tahun. Tetapi pasti akan diselesaikan secara bertahap,” tukas Fauzi. 

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi