Beranda blog Halaman 1027

Pujian Gomes untuk Pemain Lapis Kedua Madura United

0

Pamekasan, 29/3 (Media Madura) – Pelatih Madura United, Gomes De Oliviera menurunkan pemain-pemain lapis kedua mulai dari lini belakang hingga depan.

Joko Ribowo yang sejatinya kiper kedua Laskar Sape Kerrab juga dimainkan sejak babak pertama.

Meski demikian, Madura United tetaplah Madura United. Meskipun menurunkan pemain cadangan saat melawan PSMP Mojekerto pada turnamen Magelang Cup 2017 di Stadion Moch Soebroto, Kota Magelang, Rabu (29/3/2017) sore, Madura United tetap meraih poin penuh.

Selain itu, untuk kali pertama, Gomes tidak menurunkan para pemain asingnya di babak pertama. Formasi 4-3-3 tetap menjadi andalan Gomes di laga itu.

Lini tengah yang biasanya dipercayakan kepada duet Dane Milovanovic-Slamet Nurcahyo, lebih memainkan Fandi Eko dan Rizki Dwi. Cuma Asep Berlian pemain inti Madura United yang bermain sepanjang 90 menit.

Di pos belakang, Gomes memang mamasang Munhar berduet dengan Fachrudin Aryanto serta Andik Rendika Rama yang notabene tim utama. Tapi di babak kedua, Gomes memasukkan Iksan Hadi. Satu-satunya pemain asing yang diturunkan di laga iti adalah Fabiano Beltrame.

Kemudian, perubahan paling mencolok terjadi di baris depan Madura United. Rishadi Fauzi dan Rossy Noprihanis yang kerap menghangatkan bangku cadangan, dimainkan tanpa tergantikan. Juga memainkan pemain mudanya, Saldi.

Penampilan gemilang para pemain pelapis itu membuat Gomes puas dan bangga. Karena bermain mengesankan saat melumat PSMP Mujekerto dua gol tanpa balas. Menurutnya, timnya telah menunjukkan performa terbaik mereka dan bekerja keras.

“Mereka semangat, mereka kompak, main sebagai tim bukan per individu dan mereka menangkan pertandingan paling penting,” kata Gomes usai pertandingan, Rabu (29/3/2017).

Kemenangan dari PSMP Mojekerto, imbuh dia, menjadi bekal timnya menghadapi pertandingan kedua Magelang Cup melawan Persipur Purwodadi, 31 Maret mendatang. “Setiap awal satu kompetisi sangat penting kita menangkan pertandingan itu,” ujarnya.

Melihat pertandingan lawan PSMP, Gomes tidak membantah jika masih ada hal yang perlu dievaluasi dari timnya. Gomes mengkritik permainan tempo pelan timnya kontra PSMP Mojekerto.

“Temponya agak pelan, kita harus naikkan tempo lagi untuk pertandingan berikutnya,” jelasnya.

Hasil ini, membuat Slamet Nurcahyo dan kawan-kawan meraih kemangan ketiga secara beruntun dalam tour mereka di Jawa Tengah. Menariknya, di tiga pertandingan itu sama-sama mengemas kemenangan dua gol tanpa balas. Baik, di Cicalap Cup maupun Magelang Cup sendiri.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Lawan Gresik United, P-MU Kembali Telan Kekalahan

0

Pamekasan, 29/3 (Media Madura) – Persepam Madura Utama (P-MU) kembali menelan kekalahan atas Gresik United kala melakoni laga uji coba kedua di Stadion Tri Dharma, Gresik, Rabu (29/3/2017) sore.

Pada laga itu, Laskar Sape Ngamok harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor 2-4.

Dua gol tim besutan Rudy William Kaltjes itu, disarangkan oleh Dimas Galih Gumilang dan Fajar Legian Siswanto. Sedangkan gol tim berjuluk Laskar Joko Samudro itu, tiga gol lahir dari Patric Dasilva, satu gol lainnya disumbangkan Rendy Saputra.

Pelatih kepala P-MU Rudy William Keltjes menuturkan, penyebab kekalahan yang dialami anak asuhnya karena faktor mental. Sehingga Gresik United memanfaatkan peluang itu.

“Anak-anak tadi masih takut salah dan takut dibentur oleh lawannya yang lebih besar,” katanya usai laga.

Rudy mengakui, secara keselurahan, tim kebanggan masyarakat Madura sudah bagus terutama pemain inti. “Babak pertama kami turunkan pemaim inti dan berhasil cetak dua gol,” terangnya.

Namun di babak kedua, intensitas serangan P-MU menurun sehingga harus kebobolan dua gol atas tim satu level diatasnya. Maklum, yang diturunkan rata-rata pemain pelapis.

Sebalumnya, kedua kesebelasan pernah melakoni uji coba di Stadion Gelora Ratu Pamellingan (SGRP) Pemekasan, P-MU menyerah 0-1 atas Gresik United.

Reporter: Rifqi
Editor: Ahmadi

Jurnalis Sampang Galang Dana untuk Keluarga Alm Agus Metro TV

0

Sampang, 29/3 (Media Madura) – Sebagai bentuk solidaritas sosial, sejumlah jurnalis yang bertugas di wilayah Kabupaten Sampang menggalang dana diperuntukkan kepada keluarga alm Agus Surachman Wartawan Metro TV, Rabu (29/3/2017).

Penggalangan dimulai di kantor DPRD Sampang dan dilanjutkan ke sejumlah kantor instansi pemerintahan. Banyak para wakil rakyat menyisihkan uangnya untuk menyumbangkan untuk meringankan beban keluarga yang ditinggalkan.

Apalagi, saat ini alm Agus masih meninggalkan seorang putra bernama Moh Risqi Budimansyah yang baru berumur 13 tahun dan duduk di bangku SD.

“Ini sebagai bentuk rasa prihatin dan kepedulian kepada keluarga alm Agus yang meninggal dunia karena menderita penyakit komplikasi,” terang Koordinator aksi Rosy Abdillah wartawan JTV.

Aksi penggalangan dana untuk mengenang jasa dan kebaikan mantan Ketua PWI Sampang tersebut mendapat tanggapan positif dari para wakil rakyat. Sebab, aksi penggalangan dana ini murni atas ide bersama dan permintaan dari sejumlah pihak.

”Meski hasilnya tidak terlalu besar, semoga bisa meringankan beban keluarga korban, semoga sumbangan dana ini bisa dimanfaatkan untuk pendidikan anaknya almarhum,” harapnya.

Anggota Fraksi Gerindra Sohebus Sulton mengapresiasi penggalangan dana di lingkungan kantor DPRD yang dilakukan oleh para rekan-rekan jurnalis Sampang.

”Kami bangga terhadap kekompakan dan solidaritas teman-teman jurnalis, semoga apa yang dilakukan teman-teman jurnalis bermanfaat dan bernilai ibadah,” singkatnya.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Gugur di Penetapan Balon Kades, Pemkab Sarankan Warga Gugat ke PTUN

0

Sampang, 29/3 (Media Madura) – Warga Desa Tambak, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, kembali meluruk dan mengepung kantor Pemkab Sampang, pada Rabu (29/3) tadi pagi pukul 09.00 WIB. Setelah sebelumnya melakukan aksi yang sama, Senin (27/3) malam pukul 18.00 WIB kemarin.

Mereka tetap memprotes karena Mustoyib dinyatakan gugur alias tidak lolos oleh Panitia Pemilihan Kepala Desa (P2KD) dalam penetapan Bakal Calon (Balon) Kepala Desa (Kades) di Desa Tambak.

“Panitia yang menyeleksi nama-nama balon kades menyalahi aturan yang ditetapkan Peraturan Bupati Sampang Nomor 31 tahun 2015 tentang pencalonan Kades yang disepakati oleh sesepuh dusun sebagai utusan, tidak adanya sistem demokrasi yang transparan tentang pedoman dan teknis pembentukan BPD,” terang Ach Mustofa Kamil warga Desa Tambak kepada wartawan, Rabu (29/3/2017).

Dirinya menilai, alasan masyarakat memilih Mustoyib tak lain mantan Kades Tambak itu dikarenakan pernah berpengalaman selama 8 tahun. Sehingga tak hanyal, jika balon kades bisa dijabat orang dari luar desa meski berpendidikan tinggi.

Ratusan masa mengelilingi kantor Pemkab Sampang meminta transparansi dan kebijakan penetapan balon kades di Desa Tambak Kecamatan Omben

“Itu sudah memenuhi poin plus pernah jadi Kades Tambak, masak kades incumben dinyatakan gugur. Ini tidak adil dan warga tidak setuju kades dijabat orang dari luar desa, hanya ingin putra desa sendiri,” tegasnya.

Untuk itu, masa pendukung Mustoyib menuntut agar penetapan nama balon kades di Desa Tambak kembali diulang karena cacat hukum alias tidak sah, musyawarah perlu melibatkan tokoh masyarakat, dan menolak pelaksanaan pilkades.

Pantuan mediamadura.com, perwakilan warga Desa Tambak diperkenankan masuk mengklarifikasi hasil tes tahapan uji kompetensi balon kades dan ditemui pejabat penting di aula Pemkab Sampang.

Selang sekitar 1 jam, hasil pembahasan itu menyepakati sesuai arahan Pemkab Sampang jika persoalan penetapan balon kades yang dinilai tidak transparan dan cacat hukum untuk diproses di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

“Saya memberikan peluang kepada penasehat hukum Mustoyib untuk segera membuat sanggahan ini melalui hukum yang ada. Apalagi kalau nanti yang akan berangkat ke pengadilan tidak ada kendaraan saya siapkan,” kata Wakil Bupati Sampang Fadhilah Budiono di hadapan ratusan warga.

Sementara itu, Penasehat Hukum Mustoyib, Abdul Fatah mengatakan setelah adanya persoalan administrasi dalam tahapan penetapan balon kades tersebut akan dibawa ke PTUN. Nanti dalam tuntutannya di pengadilan yakni meminta membekukan pelaksanaan dan tahapan pilkades, termasuk penggugatan terhadap pihak BPD dan P2KD.

“Kami akan meminta putusan sela kepada hakim PTUN untuk dibekukan. Sehingga nantinya tahapan pelaksanaan dibubarkan, BPD juga harus membentuk P2KD baru,” ujarnya.

Diketahui sebelumnya, dalam aturannya jika terdapat 7 nama balon kades maka 2 diantaranya dinyatakan gugur dan tersisa 5 nama balon kades. Dua nama itu nampaknya menimpa kepada putra Desa Tambak yakni Mustoyib tak lain balon kades pertahana, serta Abd Malik.

Berikut urutan dan hasil uji tes ke-7 balon Kades. Ahmad Nuryadi (Yayan) dengan skor 63,27; Fathurrozi skor 56,50; Ali Mustofa 53,30; Moh Faruq skor 49,23; Alan Kaisan 48,70; Mustoyib 38,72; Abd Malik 37,05.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Madura United Libas PSMP Mojekerto di Stadion Moch Soebroto

0

Pamekasan, 29/3 (Media Madura) – Madura United masih terlalu tangguh bagi PSMP Mojekerto. Pada pertandingan pembuka turnamen Magelang Cup 2017, Rabu (29/3/2017) sore, di Stadion Moch Soebroto Kota Magelang, Laskar Sape Kerrab menang 2-0 atas PSMP.

Pertarungan kedua tim beda kasta tersebut, didominasi anak asuh Gomes De Oliviera sejak menit awal.

Meski demikian, Madura United yang turun dengan pemain mudanya, bahkan tanpa pemain asing di babak pertama, masih kesulitan mencetak gol cepat.

PSMP Mojekerto mampu meredam serangan Munhar dan kawan-kawan. Sehingga babak pertama berakhir dengan skor kecamata.

Di babak kedua, Madura United baru bisa memecah kebuntuan. Mereka mampu menyarangkan dua gol ke gawang Putut Wijiarto dalam waktu tidak kurang 8 menit. Melalui, Fabiano Beltrame ’51, dan Rishadi Fauzi ’59.

Itu tidak lepas dari pergantian pemain yang dilakukan pelatih Gomes De Oliviera. Munhar dan Fachrudin ditarik keluar digantikan Fabiano Beltrame dan Iksan Hadi.

Di menit ke-63, pelatih Redi S memasukkan Ricky Kambuana untuk menambah daya gedor lini depan PSMP Mojekerto. Namun demikian, pergantian pemain tidak mengubah keadaan dan mereka tetap tertinggal 2-0 hingga babak kedua berakhir.

Di laga kedua, Madura United akan menghadapi Persipur Purwodadi. Sementara, PSMP Mojekerto ditunggu PPSM Sakti Magelang. Dua laga ini masih dihelat di Stadion Moch Soebroto Kota Magelang, pada 31 Maret.

Susunan pemain:

Madura United FC – Joko Ribowo (PG), Guntur Ariyadi, Fachrudin, Munhar, Andik Rendika Rama, Asep Berlian, Rizky Dwi, Rossi Noprihanis, Fandi Eko, Saldi, dan Rishadi Fauzi adalah starting XI Madura United menghadapi PSMP Mojekerto.

Cadangan – Angga Saputra (PG), Fabiano Beltrame, Iksan Hadi, Dane Milovanovic, Slamet Nurcahyo, Redoaune Zerzouri, Guy Junior

Pelatih – Gomes De Oliviera

PSMP Mojekerto – Putut Wijiarto (PG), Djayusman Triasdi, Mujib Riduan, Wahyu Saputra, Susilo, Heri Saputra, Finky, Ongen Fajar, Dede, Muhammad Isa, Indra Setiawan

Cadangan – Hendra Susilo (PG), Ade Kristiawan, Rezzi Syafrianto, Hariyanto, Krisnat Septiawan, Fajar Cahyo Wibowo, Ricky Kambuaya

Pelatih – Redi S

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Mutasi Kepsek di Sumenep Kembali Ditolak Wali Murid

0

Sumenep, 29/3 (Media Madura) – Mutasi Kepala Sekolah (Kepsek) kembali mendapat penolakan wali murid, kali ini giliran wali murid Sekolah Dasar (SD) Kecer Desa Kecer, Kacamatan Dasuk, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur yang menggelar aksi penolakan tersebut.

Mereka menggelar aksi di depan pintu gerbang sekolah dengan membawa sejumlah poster berisi penolakan atas kebijakan Dinas Pendidikan (Disdik) setempat mengganti Kepsek lama ke Kepsek baru. 

Salah satu wali murid, Suriyanto (39) mengatakan, wali murid tidak menghendaki pergantian Kepsek lantaran Kepsek lama dianggap sudah bagus dan diterima oleh masyarakat, siswa dan wali murid.

“Pak Bukhari (Kepsek lama.red), sudah puluhan tahun mengajar di SD Kecer ini, yang selanjutnya menjadi Kepsek, selama itu ia sosok yang mampu memberikan semangat untuk siswa berprestasi.” ungkapnya pada awak media.

Hal senada juga diungkapkan wali murid lain, bahkan wli murid yang enggan namanya dimediakan itu mengancam, jika tuntutan mereka tidak dupenuhi, maka para wali murid sepakat akan memberhentikan anaknya untuk bersekolah di SD tersebut.

“Bukan hanya memberhentikan anak-anak, kami juga akan gusur sekolah ini, jika kebijakan pemerintah tetap memutasi pak Bukhari,” ancamnya.

Sementara itu, akibat aksi para wali murid yang digelar di jam efektif tersebut, kegiatan belajar mengajar di sekolah itu jadi terganggu, hanya sekitar separuh dari junlah siswa yang datang ke sekolah.

“Prihatin sih mas, karena hampir 50 persen anak-anak tidak masuk sekolah,” kata salah satu guru pengajar, Anni.

Dia berharap, pemerintah atau Disdik setempat segera mencarikan solusi terbaik agar aktifitas belajar mengajar cepat kembali kondusif, karena jika aksi terus berlanjut, dia khawatir yang menjadi korban adalah anak didiknya.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Sumenep, A. Shadik memberikan tanggapan singkat dengan adanya penolakan tersebut. Sebab kata Shadik, mutasi Kepala Sekolah adalah hal biasa. 

“Ya itu kan hal yang wajar, Kepsek dimutasi, guru dimutasi, aturan memang menunjukkan seperti itu.” tetangnya singkat. 

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

Pemkab Sampang Tekankan Infrastruktur dan Kesehatan di Murenbang

Sampang, 29/3 (Media Madura) – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kabupaten Sampang tahun 2017 yang dibuka oleh Wakil Bupati Fadhilah Budiono Rabu (29/3) pagi pukul 09.30 WIB berlangsung sukses.

Kegiatan yang diikuti Forpimda, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para Camat dan undangan lainnya digelar di Pendopo Bupati Sampang, dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) tahun 2018 dengan tema “Peningkatan Kualitas Pelayanan Dasar Penanggulangan Bencana dan Daya Saing Ekonomi Daerah menuju Kabupaten Sampang yang Bermartabat”.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Sampang Fadhilah Budiono mengatakan pelaksanaan musrenbang merupakan amanat UU Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dan UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah. Sesuai amanat UU 25/2004, pemerintah daerah diwajibkan menyusun RKPD yang merupakan penjabaran dari rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD).

“Pemerintah daerah wajib menyelenggarakan musrenbang secara berjenjang mulai dari tingkat desa/kelurahan, kecamatan sampai ke tingkat kabupaten sebagaimana yang telah kita gelar hari ini untuk penyusunan RKPD,” kata Fadhilah.

Fadhilah Budiono memberikan penghargaan kepada Camat Kota Sampang dan Camat Camplong sebagai pelaksana terbaik penyusunan RKPD 2018 di Musrenbang Kabupaten 2017.

Dirinya menegaskan, nantinya proses perencanaan peningkatan pembangunan menjadi prioritas mulai dari infrastruktur jalan dan kesehatan. Mengingat, musrenbang merupakan instrumen perencanaan pembangunan nasional/daerah yang secara yuridis, strategis dan teknis harus dilakukan di setiap jenjang pemerintahan.

“Permasalahan mendasar yang tidak lepas dari kemiskinan, pendidikan, dan kesehatan ini menjadi target kedepan. Maka itu untuk meningkatkan capaian kinerja pembangunan daerah terutama menjelang tahun terakhir masa kepemimpinan Al Falah ini pada 2018 mendatang, yakin bisa tercapai,” tegasnya.

Untuk itu, lanjut Fadhilah, kebijakan yang perlu diperhatikan dalam kegiatan Musrembang kali ini akan dipersiapkan melaksanakan Musrembangnas di Jakarta. Sebab, kegiatan tersebut tidak hanya sebagai usulan dan program, melainkan menjadi tolak ukur perkembangan pembangunan dan SDM Sampang kedepan membawa kesejahteraan masyarakat adil dan makmur.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Sampang Tony Moerdiwanto, menjelaskan puncak kegiatan musrenbang ini setelah menggelar musrenbangdes di 180 desa dan di 14 kecamatan se Kabupaten Sampang untuk konsultasi publik yang bertujuan penyempurnaan RKPD memuat prioritas pembangunan daerah, pagu indikatif pendanaan berdasarkan fungsi OPD.

“Serta mengklarifikasi usulan program dan kegiatan yang telah disampaikan masyarakat kepada pemerintah daerah melalui musrenbang di tingkat desa/Kelurahan maupun kecamatan,” terang Tony.

Sebelum kegiatan itu selesai, Fadhilah Budiono memberikan penghargaan sebagai pelaksana terbaik penyusun RKPD 2018 kepada Camat Kota Sampang Suryanto dan Cmat Camplong Taufik, didampingi Sekda Puthut Budi Santoso, Ketua DPRD Imam Ubadillah, dan Kepala Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) IV I Gusti Ngurah Indra Setiabudi mewakili Gubernur Jatim Soekarwo.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

DPRD Pamekasan Temukan Obat Nyaris Expired Saat Sidak

Pamekasan, 29/3 (Media Madura) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan, Madura, Jawa Timur menemukan obat yang nyaris expired atau hampir kadaluarsa, Rabu (29/3/2017).

Dengan banyaknya obat yang hampir tidak bisa digunakan itu, Ketua Komisi IV DPRD Pamekasan, Mohammad Sahur Abadi menduga ada permainan di kalangan elit saat pengadaannya.

“Saya mengira ada yang tidak beres dalam pengadaannya, masak pengadaan tahun 2016 sudah mau kadaluarsa,” katanya.

Ditambahkan oleh Mantan Aktifis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Pamekasan itu, dirinya langsung menyita beberapa bungkus obat yang hampir kadaluarsa, diantaranya obat jenis pil di Puskesmas Larangan, dan satu kantong infus di Puskesmas Kadur.

“Kita ambil bungkusnya sebagai barang bukti, dan kita agendakan akan panggil SKPD terkait,” tambahnya.

Sementara kepala Puskesmas Larangan, Swiandini Kumala menyatakan, obat-obat yang sudah hampir kadaluarsa itu akan dikembalikan ke dinas kesehatan (Dinkes) pasalnya instansinya hanya menerima berbentuk barang.

“Obat-obat yang hampir kadaluarsa akan dikembalikan, ke Dinkes,” katanya singkat.

Reporter: Rifqi
Editor: Ahmadi

Uji Coba Lawan Gresik United, P-MU Bawa Misi Balas Dendam

0

Pamekasan, 29/3 (Media Madura) – Persepam Madura Utama (P-MU) kembali mengagendakan uji coba dengan salah satu klub Liga 1 yakni Gresik United sebagai persiapan menyambut Liga 2.

Dalam akun instagram resmi klub berjuluk Laskar Sapeh Ngamok itu, uji coba dengan Gresik United akan mengusung misi balas dendam. Sebab pada uji coba sebelumnya yang digelar di Pamekasan, P-MU takluk dengan skor tipis 0 – 1.

“Uji coba kali ini mengusung misi balas dendam atas kekalahan 0-1 di Stadion Gelora Ratu Pamellingan (SGRP) Pamekasan beberapa waktu yang lalu,” tulisnya.

Dijelaskannya, uji coba tersebut akan dimanfaatkan dengan baik oleh tim pelatih untuk mencoba beberapa pemain yang baru bergabung dengan skuad, yakni Jufrianto dan Ahmad Fathoni.

Uji coba tersebut akan berlangsung di markas tim berjuluk Laskar Joko Samudro yakni Stadion Petrokimia Gresik sore ini pukul 15.00 WIB.

“Semua pemain akan diboyong ke Gresik. Tim sudah berangkat hari Selasa kemarin,” kata Asisten Manajer (Asmen) P-MU, Nadi Mulyadi.

Reporter: Rifqi
Editor: Ahmadi

Madura United Tanpa Pemain Asing Ladeni PSMP Mojekerto di Magelang Cup

0

Pamekasan, 29/3 (Media Madura) – Untuk kali pertama, Pelatih Madura United, Gomes De Oliviera tidak akan menurunkan pemain asingnya ketika meladeni lawannya, yakni PSMP Mojekerto.

Kedua tim bakal bentrok di laga pembuka turnamen Magelang Cup 2017 di Stadion Moch Soebroto Kota Magelang, nanti sore, Rabu (29/3/2017), kick off pukul 15.30 WIB.

“Tidak ada pemain asing yang disiapkan sejak menit awal,” kata pelatih asal Brasil tersebut.

Selain itu, tampaknya Gomes juga masih menyimpan gelandang andalan mereka, Slamet Nurcahyo. Bahkan, kedua winger lincah mereka, Bayu Gatra dan Engelberd Sani tidak masuk starting XI.

Joko Ribowo (PG), Guntur Ariyadi, Fachrudin, Munhar, Andik Rendika Rama, Asep Berlian, Rizky Dwi, Rossi Noprihanis, Fandi Eko, Saldi, dan Rishadi Fauzi adalah starting XI Madura United menghadapi PSMP Mojekerto.

“Kita kasih kesempatan secara maksimal kepada pemain muda di pertandingan nanti. Selama belum kompetisi dimulai, mereka harus sama-sama solid saat harus bermain dalam kondisi apapun dan juga dengan siapapun di tim ini,” pungkas Gomes.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi