Beranda blog

Idul Adha 2026, PDI Perjuangan Pamekasan Bagikan 25 Sapi Kurban

0

Pamekasan, (Media Madura) – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pamekasan membagikan 25 ekor sapi kurban kepada masyarakat pada Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.

Sekretaris DPC PDI Perjuangan Pamekasan, Nadi Mulyadi, mengatakan hewan kurban tersebut berasal dari Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, MH Said Abdullah, dan Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Dapil Madura, Hj Ansari.

“Sebanyak 10 ekor sapi berasal dari Bapak MH Said Abdullah dan 15 ekor lainnya dari Ibu Hj. Ansari,” ujar Nadi.

Menurutnya, hewan kurban tersebut disalurkan melalui struktur partai, pondok pesantren, dan masjid yang tersebar di sejumlah wilayah di Kabupaten Pamekasan.

Nadi menjelaskan, dua ekor sapi ditempatkan untuk operasional DPC, sementara masing-masing daerah pemilihan mendapatkan satu ekor sapi kurban. Sisanya disalurkan ke berbagai lokasi lainnya.

“Pembagian dilakukan secara bertahap agar daging kurban bisa dirasakan lebih merata oleh masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, momentum Idul Adha menjadi ajang mempererat kebersamaan sekaligus bentuk kepedulian sosial kepada warga yang membutuhkan.

“Semoga bantuan ini bisa membawa manfaat dan kebahagiaan bagi masyarakat,” pungkasnya. (*/Znl)

Idul Adha 1447 H, PT Empat Sekawan Mulia Sembelih 16 Ekor Sapi Kurban

0

Pamekasan, (Media Madura) — Aroma daging kurban dan kesibukan panitia mewarnai halaman PT Empat Sekawan Mulia (ESM) pada perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Sejak pagi, para pekerja dan tampak semangat menyembelih hingga mendistribusikan daging kurban.

Di tengah aktivitas itu, senyum para karyawan terlihat saat menerima pembagian daging yang setiap tahun menjadi tradisi perusahaan. Bagi sebagian pekerja, momentum tersebut bukan sekadar pembagian bantuan, melainkan bentuk kebersamaan dan kepedulian perusahaan kepada para karyawan serta masyarakat sekitar.

PT Empat Sekawan Mulia (ESM), perusahaan yang bergerak di bidang industri hasil tembakau (IHT), istikamah melaksanakan kurban pada Hari Raya Idul Adha tahun.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, perusahaan bersama unit usaha di bawah naungan Empat Sekawan Grup tetap menggelar penyembelihan hewan kurban sebagai bagian dari komitmen sosial perusahaan.

Pada Idul Adha 1447 Hijriah, PT ESM menyembelih 16 ekor sapi yang kemudian dagingnya dibagikan kepada seluruh karyawan dan masyarakat sekitar perusahaan.

“Syukur Alhamdulillah, pada lebaran Idul Adha tahun ini, PT Empat Sekawan Mulia berkurban sebanyak 16 ekor sapi,” kata Human Resource Development (HRD) PT ESM Nailatul Amaliyah di sela kegiatan penyembelihan kurban, Kamis (28/5/2026).

“Keenam belas ekor sapi itu terdiri dari, 7 di pabrik induk, 2 di Lombok, 1 di Palengaan, 4 di Sumenep, sementara duanya disalurkan melalui institusi dan perorangan,” imbuhnya.

Naila mengungkapkan, kegiatan kurban tersebut tidak hanya menjadi rutinitas tahunan perusahaan, tetapi juga bentuk rasa syukur sekaligus upaya mempererat hubungan antara perusahaan, karyawan, dan masyarakat.

Naila menuturkan, semangat berbagi pada momentum Idul Adha diharapkan dapat menghadirkan kebahagiaan bagi para penerima manfaat, terutama masyarakat yang membutuhkan.

Selain menjadi tradisi perusahaan, kegiatan kurban itu juga memperlihatkan budaya gotong royong yang masih terjaga di lingkungan kerja PT ESM. Sejumlah karyawan terlihat ikut membantu proses pemotongan, pengemasan, hingga pendistribusian daging kurban.

Bagi sebagian warga sekitar, pembagian daging kurban dari perusahaan menjadi berkah tersendiri yang selalu dinantikan setiap Hari Raya Idul Adha. (*/Znl)

Saat Wukuf di Arafah, Taufadi dan Istri Dapat Hadiah Terindah: Putrinya Hafal 30 Juz

0

Pamekasan, (Media Madura) – Di tengah jutaan doa yang melangit di Padang Arafah, pasangan suami istri asal Pamekasan, H. Taufadi dan Hj. Ansari, menerima kabar yang membuat hati mereka bergetar haru.

Saat keduanya sedang menjalani wukuf pada 9 Dzulhijjah 1447 Hijriah atau 26 Mei 2026, putri pertama mereka, Ihda Nazilla Taufadi, menuntaskan hafalan Al-Qur’an 30 juz.

Bagi keluarga itu, momen tersebut terasa begitu istimewa. Di saat jutaan umat Islam memohon ampun dan keberkahan di Tanah Suci, kabar bahagia datang dari Tanah Air. Seolah menjadi hadiah spiritual yang tak pernah mereka bayangkan sebelumnya.

Nazilla bukanlah anak yang tiba-tiba sampai di titik itu dengan mudah. Selama enam tahun terakhir, siswi kelas XII MA Pondok Pesantren Kota (PPK) Alif Laam Miim Surabaya itu menempuh perjalanan panjang bersama ayat-ayat suci Al-Qur’an.

Hari-harinya dihabiskan dengan setoran hafalan, murojaah, serta menjaga disiplin di tengah kehidupan pesantren. Saat banyak remaja seusianya larut dalam hiruk-pikuk dunia luar, Nazilla memilih jalan yang sunyi dekat dengan Al-Qur’an.

Enam Tahun Bersama Al-Qur’an

Pesantren yang berada di kawasan Kebonsari, Surabaya, itu memang dikenal kuat dalam pendidikan karakter dan pembinaan hafalan Al-Qur’an. Di tempat itulah Nazilla ditempa hingga akhirnya mampu menyelesaikan hafalan 30 juz.

Di Tanah Suci, sang ayah yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pamekasan tak mampu menyembunyikan rasa syukurnya.

“Selama enam tahun berjuang, Alhamdulillah bisa menyelesaikan hafalan ke-30 saat kami berada di Padang Arafah saat wukuf. Semoga menjadi perhiasan, perisai dan menjadi keberkahan dalam menjalankan kehidupanmu, sholehah,” tulis H. Taufadi melalui story WhatsApp miliknya.

Perasaan serupa juga diungkapkan sang ibunda, Hj. Ansari, yang saat ini menjabat anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Dapil Jatim XI Madura.

“MasyaAllah, bertepatan dengan Hari Arafah saat kami wukuf mendapatkan hadiah terbaik darimu, Nak Sholehah. Semoga menjadi ilmu yang barokah. Terima kasih telah berjihad untuk kami,” tulisnya penuh haru.

Menjaga Hafalan, Menjaga Kehidupan

Bagi Nazilla sendiri, perjuangan menghafal Al-Qur’an bukan sekadar capaian akademik atau kebanggaan keluarga. Ada doa panjang yang ia simpan di balik setiap ayat yang dihafalnya.

“Saya ingin Al-Qur’an ini menjadi mahkota untuk orang tua saya kelak di akhirat, dan menjadi cahaya untuk hidup saya,” ungkapnya.

Kalimat itu sederhana, tetapi terasa begitu dalam. Sebab di usianya yang masih muda, Nazilla telah memahami bahwa hafalan Al-Qur’an bukan hanya tentang mengingat ayat demi ayat, melainkan tentang menjaga cinta kepada firman Allah sepanjang hidup.

Ia mengakui perjalanan tersebut tidak mudah. Ada lelah, ada jenuh, bahkan ada saat-saat ingin menyerah. Namun, keinginan membahagiakan kedua orang tuanya selalu membuatnya bertahan.

“Alhamdulillah, ini bukan perjuangan yang mudah. Tapi saya selalu ingat tujuan saya, ingin membahagiakan orang tua dan menjaga Al-Qur’an seumur hidup saya,” ujarnya dengan suara bergetar.

Nazilla juga menyampaikan rasa terima kasih kepada keluarga dan para guru yang selama ini mendampinginya.

“Saya hanya ingin membuat abi dan ummi, seluruh keluarga besar kami, guru-guru kami, bahagia dunia akhirat. Semoga hafalan ini bisa menjadi hadiah terbaik untuk mereka,” katanya lirih.

Perjalanan Nazilla tentu belum selesai. Tantangan berikutnya justru lebih besar, yakni menjaga hafalan agar tetap kuat sekaligus mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Namun, di tengah zaman yang serba cepat dan penuh distraksi, pilihan jalan hidup yang diambil Nazilla menjadi pengingat bahwa masih ada anak muda yang memilih menenangkan hati bersama Al-Qur’an.

Dan di Padang Arafah, di tengah lautan manusia yang sedang berdoa, dua orang tua itu menerima hadiah paling indah dari putri mereka, hafalan 30 juz yang lahir dari perjuangan, doa, dan cinta. (Znl/Arif)

Pengurus POBSI Pamekasan Potong dan Bagikan Daging Kurban

0

Pamekasan, (Media Madura) – Pengurus Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Kabupaten Pamekasan menggelar kegiatan pemotongan hewan kurban dan membagikan dagingnya kepada masyarakat pada momentum Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Kamis (28/5/2026).

Kegiatan sosial tersebut berlangsung di Kelurahan Kolpajung, Kecamatan Pamekasan, dan dihadiri langsung oleh Ketua POBSI Pamekasan Moh. Sahur Abadi bersama jajaran pengurus, pelatih, hingga atlet biliar binaan daerah.

Dalam kegiatan itu, POBSI Pamekasan menyembelih satu ekor sapi dan satu ekor kambing. Daging kurban kemudian dikemas menjadi ratusan paket untuk dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Ketua POBSI Pamekasan Moh. Sahur Abadi menyatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk rasa syukur dan harapan agar organisasi yang dipimpinnya itu dapat berjalan dengan baik dan mampu membina atlet agar berprestasi.

“Kami ingin keberadaan POBSI di Pamekasan tidak hanya berfokus pada pembinaan atlet dan prestasi olahraga saja, tetapi juga memberikan dampak sosial yang nyata dan positif bagi masyarakat luas,” ujarnya.

Sahur berharap, kegiatan seperti ini dapat mempererat kebersamaan antar pengurus, pelatih, dan atlet, sekaligus membangun citra positif olahraga biliar di tengah masyarakat.

Proses pemotongan hingga distribusi daging kurban dilakukan secara gotong royong oleh pengurus dan atlet binaan POBSI Pamekasan. Selain menjadi ajang berbagi, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu menumbuhkan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial di kalangan generasi muda pecinta olahraga biliar di Kabupaten Pamekasan. (*/Znl)

Warga Ucapkan Terima Kasih Atas Bantuan Daging Kurban dari Tokoh PDI Perjuangan

0

Pamekasan, (Media Madura) – Warga di sejumlah desa di Kabupaten Pamekasan, menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan daging kurban yang disalurkan para tokoh PDI Perjuangan pada momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.

Pembagian daging kurban tersebut sebelumnya dilakukan melalui kegiatan penyembelihan tiga ekor sapi kurban yang dipusatkan di Desa Campor, Kecamatan Proppo, Rabu (27/5/2026). Daging kemudian dibagikan langsung kepada masyarakat di beberapa dusun dan desa sekitar.

Salah satu warga, Mariyeh, warga Dusun Jelbudan, Desa Campor, mengaku bersyukur karena masih mendapat perhatian melalui pembagian daging kurban tersebut.

“Alhamdulillah, terima kasih atas bantuan daging kurbannya. Semoga yang berkurban diberikan kesehatan dan rezeki yang berkah,” ujarnya.

Ucapan serupa juga disampaikan Hasin, warga Dusun Guluguh, Desa Campor. Ia menilai kegiatan berbagi kurban itu sangat membantu masyarakat, terutama dalam momen Iduladha.

“Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut setiap tahun karena sangat bermanfaat bagi warga,” katanya.

Sementara itu, Hallih, warga Dusun Pujtana, Desa Banyupelle, Kecamatan Palengaan mengaku senang karena pembagian dilakukan langsung kepada masyarakat sehingga lebih merata.

Rasa syukur juga diungkapkan Mattalih, warga Dusun Ra’as, Desa Banyupelle. Menurutnya, bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian nyata kepada masyarakat kecil.

Hal senada disampaikan Salla, warga Dusun Corokcok, Desa Banyupelle. Ia berharap silaturahmi antara tokoh masyarakat dan warga tetap terjalin dengan baik melalui kegiatan sosial seperti kurban Iduladha.

Anggota DPRD Pamekasan, Sahur Abadi, mengatakan kegiatan kurban tersebut merupakan bentuk kepedulian dan kebersamaan dengan masyarakat di momen Idul Adha.

Menurut politisi PDI Perjuangan itu, semangat berbagi harus terus dijaga agar manfaat kurban benar-benar dirasakan masyarakat yang membutuhkan.

“Kami bersyukur kegiatan kurban ini bisa berjalan lancar dan masyarakat dapat merasakan manfaatnya. Semoga kebersamaan dan gotong royong seperti ini terus terjalin,” kata Sahur.

Mantan aktivis PMII itu juga menyampaikan terima kasih kepada para tokoh PDI Perjuangan yang telah memberikan hewan kurban untuk masyarakat Pamekasan.

Tiga ekor sapi kurban tersebut berasal dari Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, MH. Said Abdullah, Ketua DPC PDI Perjuangan Pamekasan, H. Taufadi, serta anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Dapil Madura, Hj. Ansari. (Znl/Arif)

Idul Adha, Sahur Abadi Potong 3 Sapi Kurban dan Salurkan pada Warga

0

Pamekasan, (Media Madura) – Anggota DPRD Kabupaten Pamekasan, Sahur Abadi, memotong dan menyalurkan tiga ekor sapi kurban kepada warga pada momen Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah di Desa Campor, Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan, Rabu (27/5/2026).

    Kegiatan tersebut berlangsung sederhana namun penuh kebersamaan. Warga bersama tokoh masyarakat setempat ikut terlibat dalam proses penyembelihan hingga pembagian daging kurban kepada masyarakat.

    Daging kurban kemudian dikemas dan dibagikan langsung ke rumah-rumah warga agar penyalurannya lebih merata dan tepat sasaran.

    Sahur Abadi mengatakan, tiga ekor sapi kurban itu berasal dari sejumlah kader dan tokoh PDI Perjuangan. Di antaranya dari Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, MH. Said Abdullah, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pamekasan, H. Taufadi, serta anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Dapil Madura, Hj. Ansari.

    Pengemasan hewan kurban sebelum dibagi-bagikan ke warga

    Menurut Sahur, kegiatan kurban ini bukan hanya bentuk ibadah, tetapi juga menjadi sarana memperkuat kepedulian sosial dan kebersamaan antarwarga.

    “Momentum Idul Adha ini menjadi pengingat untuk saling berbagi dan membantu masyarakat yang membutuhkan. Semoga daging kurban yang dibagikan bisa bermanfaat bagi warga,” ujarnya.

    Sahur juga berharap kegiatan sosial semacam itu dapat terus dilakukan setiap tahun sebagai bentuk kedekatan antara wakil rakyat dengan masyarakat.

    “Semoga silaturahmi tetap terjaga dan semangat gotong royong di tengah masyarakat semakin kuat,” tandasnya. (Znl/Arif)

    Catatan Haji Taufadi: Menanti Puncak Haji dengan Doa dan Kekhawatiran

    0

    Makkah, (Media Madura) – Salah seorang jamaah asal Kabupaten Pamekasan, Taufadi, membagikan catatan perjalanannya selama menjalani ibadah haji di Makkah. Dalam kisahnya, ia menceritakan suasana menjelang puncak ibadah haji atau Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina), yang penuh harap sekaligus rasa cemas.

    Setelah menyelesaikan umrah wajib, Taufadi bersama jamaah lainnya memanfaatkan waktu dengan memperbanyak ibadah di Masjidil Haram. Namun tidak sedikit jamaah memilih beribadah di masjid sekitar hotel demi menjaga kondisi fisik menjelang Armuzna.

    “Banyak jamaah sengaja mengurangi aktivitas di luar hotel karena cuaca sangat panas dan tenaga harus benar-benar disiapkan untuk puncak haji,” tulisnya.

    Mobilisasi jamaah menuju Arafah dijadwalkan berlangsung Senin, 25 Mei 2026, bertepatan dengan 8 Dzulhijjah 1447 Hijriah. Kloter SUB-74 yang diikutinya menjadi salah satu rombongan terakhir yang diberangkatkan dari sektor 4.

    Menurut Taufadi, penjelasan dari petugas pembimbing haji tentang kondisi Armuzna membuat dirinya cukup khawatir. Ia membayangkan padatnya pergerakan jamaah, kemungkinan harus berjalan kaki jauh, hingga situasi di Muzdalifah dan Mina yang sering kali tidak mudah diprediksi.

    “Penjelasan itu terasa merinding, membuat bulu kuduk saya berdiri,” ungkap pria yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pamekasan itu.

    Rasa cemas itu semakin terasa setelah sang istri, Hj. Ansari, yang pernah menjadi pengawas haji saat bertugas di Komisi VIII DPR RI pada 2025, membenarkan bahwa situasi yang dijelaskan memang nyata terjadi di lapangan.

    “Tiba-tiba istri saya berbisik, ‘Makanya perbanyak istighfar dan doa, jangan tenang-tenang saja’,” tulisnya.

    Taufadi mengaku pengalaman haji reguler tahun ini sangat berbeda dibanding saat dirinya berhaji menggunakan visa Furoda pada 2019 lalu. Saat itu, menurutnya, hampir seluruh fasilitas terasa lebih nyaman dan terkoordinasi, mulai dari hotel yang dekat dengan Masjidil Haram, tenda Mina yang nyaman, hingga akses bus khusus menuju lokasi ibadah.

    Karena itu, ia dan keluarga mulai menyusun strategi agar pelaksanaan ibadah berjalan lancar, terutama saat lempar jumrah. Ia berencana membadalkan lempar jumrah Aqabah untuk istrinya pada hari pertama, sementara ibunya tetap melaksanakan sendiri karena kondisi fisiknya masih kuat.

    Selain menjaga kondisi fisik, jamaah juga terus diingatkan agar fokus pada niat ibadah dan memperbanyak doa. Berbagai kegiatan seperti istighasah, tahlil, khatmil Qur’an, hingga yasinan bersama rutin dilakukan jamaah kloter SUB-74 di hotel.

    Menurut Taufadi, pembekalan dari para petugas haji menjadi pengingat penting bahwa Armuzna adalah fase paling berat sekaligus paling sakral dalam ibadah haji.

    “Pelaksanaan Armuzna adalah puncak ibadah haji yang serba mungkin dan tidak mungkin. Apa yang diperkirakan mudah bisa menjadi sulit, dan apa yang diperkirakan sulit justru bisa menjadi mudah,” tulisnya.

    Di akhir pembekalan, Taufadi mendapat pesan mendalam dari Alwi Beiq yakni diingatkan untuk memperbanyak doa saat di Arafah, terutama memohon ampunan dan keselamatan bagi keluarga.

    “Ya Allah, entaskanlah hamba, orang tua hamba, istri atau suami hamba, mertua hamba, serta anak-cucu hamba dari api neraka,” menjadi doa yang paling ditekankan menjelang Armuzna. (Znl/Arif)

    Tulisan kiriman H. Taufadi langsung dari Tanah Suci Makkah.

    Bantah Terlibat Penipuan Haji Plus, Kuasa Hukum NQ Angkat Bicara

    Pamekasan, (Media Madura) – Kuasa hukum NQ, Noor Fajari Roziq, angkat bicara terkait laporan dugaan penipuan program haji plus yang menyeret nama kliennya di Kabupaten Pamekasan. Ia menegaskan, persoalan yang dilaporkan Abd. Warits bukan merupakan tindak pidana penipuan maupun penggelapan, melainkan persoalan perdata antara konsumen dan perusahaan travel penyelenggara.

    Fajar, sapaan akrab Noor Fajari Roziq, mengatakan, NQ hanya berstatus sebagai marketing di PT Solution Indonesia dan tidak memiliki keterlibatan langsung dalam transaksi keuangan antara calon jemaah dengan pihak perusahaan.

    “NQ ini hanya marketing PT Solution terkait program haji plus. Dari awal tidak ada unsur paksaan. Saudara Warits sendiri yang tertarik mengikuti program tersebut,” ujar Noor Fajari Roziq kepada wartawan, Senin (25/5/2026) sore.

    Ia menjelaskan, Warits dan NQ telah saling mengenal cukup lama sebelum program itu ditawarkan. Pada Agustus 2022, Warits disebut datang sendiri ke kantor PT Solution yang saat itu berada di wilayah Patemon untuk melakukan pendaftaran.

    Menurut Fajar, seluruh proses transaksi dilakukan langsung dengan kepala cabang PT Solution bernama Ika Yuniasih, bukan dengan NQ secara pribadi. “Transaksi terjadi langsung dengan kepala cabang bernama Ika Yuniasih. Jadi bukan dengan NQ,” katanya.

    Fajar memaparkan, pembayaran pertama dilakukan sebesar Rp20 juta dengan keterangan biaya awal program haji plus PT Solution. Selanjutnya, pembayaran kedua sebesar Rp30 juta dilakukan ke rekening yang sama, sehingga total dana yang disetorkan mencapai Rp50 juta.

    Dana tersebut, kata dia, diperuntukkan bagi program keberangkatan haji plus dengan estimasi keberangkatan pada tahun 2025.

    Namun di tengah perjalanannya, PT Solution Indonesia disebut mengalami persoalan internal setelah kepala cabang atas nama Ika Yuniasih meninggal dunia akibat kecelakaan di ruas Tol Solo-Ngawi pada Mei 2023.

    Peristiwa itu, menurut Fajar, berdampak besar terhadap manajemen perusahaan hingga sejumlah calon jemaah program promo haji plus gagal diberangkatkan.

    “Travel ini menjadi amburadul setelah kepala cabang meninggal. Dampaknya bukan hanya satu orang, tetapi sejumlah jamaah promo juga gagal berangkat,” jelasnya.

    Meski demikian, Fajar menyebut pihak NQ telah berupaya membantu mencarikan solusi agar Warits tetap dapat berangkat haji melalui travel lain pada tahun 2024. Namun, terdapat tambahan biaya yang harus dibayarkan karena perpindahan program keberangkatan tersebut.

    “Sudah ditawarkan solusi agar tetap bisa berangkat melalui travel lain, tetapi ada tambahan biaya sekitar Rp125 juta. Itu karena program sebelumnya bermasalah di cabang,” ujarnya.

    Fajar kembali menegaskan bahwa inti persoalan berada pada PT Solution sebagai perusahaan penyelenggara, bukan kepada NQ yang hanya bertugas sebagai marketing.

    “Permasalahan saudara Warits itu dengan pemilik PT, bukan dengan personal NQ. Karena NQ tidak terlibat dalam transaksi,” tegasnya.

    Ia juga mengungkapkan bahwa saat proses somasi sebelumnya, pihak kuasa hukum telah menyarankan agar persoalan tersebut diselesaikan langsung dengan PT Solution pusat melalui jalur perdata.

    “Bahkan saat somasi dulu, sudah disarankan agar langsung ke PT Solution pusat dan jangan menyangkutpautkan NQ,” katanya.

    Selain itu, Fajar mempertanyakan narasi yang menyebut adanya banyak korban dalam persoalan tersebut. Sebab, hingga saat ini, menurutnya, hanya Abd. Warits yang secara resmi mengajukan laporan maupun gugatan.

    “Korban yang mana? Yang menggugat hanya Warits. Dan beliau sendiri juga sudah mengatakan tertarik ikut program itu tanpa ada paksaan,” ujarnya.

    Pihak NQ sendiri mengaku keberatan dengan tudingan yang berkembang di tengah masyarakat dan menilai tuduhan tersebut telah mencemarkan nama baik kliennya.

    “NQ merasa difitnah. Sampai saat ini juga belum pernah dipanggil. Kami juga meminta agar ada permintaan maaf secara terbuka melalui media atas tudingan yang diarahkan kepada klien kami,” pungkasnya. (Znl/Arif)

    Warga Pamekasan Laporkan Oknum PNS Dugaan Penipuan Haji Plus, Rugi Rp50 Juta

    Pamekasan, (Media Madura) – Seorang warga Kabupaten Pamekasan, Abd. Warits, melaporkan dugaan penipuan program haji plus yang diduga melibatkan seorang oknum PNS.

    Kasus tersebut kini ditangani Polres Pamekasan setelah sebelumnya sempat dilaporkan ke Polda Jawa Timur.

    Abd. Warits mengaku awalnya tertarik mengikuti program haji plus setelah melihat promosi yang sering diunggah oleh oknum tersebut pada Agustus 2022. Dalam promosi itu disebutkan jamaah bisa berangkat haji sekitar tahun 2025 tanpa ada tambahan biaya.

    “Saat itu dijelaskan kalau programnya promo dan tidak ada biaya tambahan. Karena itu saya tertarik ikut bergabung,” ujarnya, Sabtu (23/5/2026).

    Namun setelah menunggu cukup lama hingga mendekati jadwal keberangkatan, ia justru mendapat kabar bahwa dirinya gagal berangkat. Tak hanya itu, ia juga diminta menambah biaya dalam jumlah tertentu.

    Menurutnya, kondisi itu membuat keluarganya kesulitan. Orang tuanya yang sebelumnya berharap bisa berangkat haji akhirnya tidak mampu memenuhi tambahan biaya tersebut.

    Berdasarkan Surat Tanda Penerimaan Laporan Polisi (STTLP), korban mengalami kerugian sekitar Rp50 juta. Dalam laporan itu disebutkan dugaan tindak pidana penipuan atau perbuatan curang terkait program haji plus di Pamekasan.

    Saat ini, pihak Polres Pamekasan masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mendalami laporan tersebut. (Znl/Arif)

    Madura United Bertahan di Super League, Persis Solo Turun ke Liga 2

    0

    Bangkalan, (Media Madura) – Madura United memastikan diri tetap bertahan di Super League musim depan setelah meraih kemenangan penting atas PSM Makassar pada laga terakhir musim 2025/2026.

    Bermain di Stadion Gelora Bangkalan, Sabtu (23/5/2026), Laskar Sape Kerrab sukses menundukkan Juku Eja dengan skor 2-0 tanpa balas.

    Kemenangan tersebut menjadi penentu nasib Madura United di papan bawah klasemen. Tambahan tiga poin membuat tim asal Pulau Garam itu finis dengan koleksi 35 poin dan aman dari degradasi.

    Di sisi lain, hasil ini sekaligus memastikan Persis Solo turun ke Liga 2 musim depan. Meski Persis juga menang atas Persita Tangerang pada hari yang sama, mereka hanya mengoleksi 34 poin dan gagal keluar dari zona degradasi.

    Persis pun melengkapi tiga tim yang terdegradasi dari Super League musim ini.

    Asisten Pelatih Madura United, Rakhmad Basuki, mengaku bersyukur atas hasil yang diraih timnya.

    “Alhamdulillah hari ini kami diberikan kemenangan dan memastikan tetap bertahan di Liga 1 musim depan. Ini perjuangan seluruh anggota tim,” ujarnya usai pertandingan.

    Coach RB sapaan akrabnya, menilai laga berjalan cukup sulit, terutama di babak pertama karena para pemain terlihat tegang menghadapi permainan PSM Makassar yang tampil baik.

    Namun memasuki babak kedua, Madura United mulai mampu mengontrol jalannya pertandingan.

    “Di babak kedua pemain bermain lebih tenang dan mengikuti instruksi dengan baik. Alhamdulillah game plan berjalan sesuai rencana,” tambahnya.

    Hal senada disampaikan pemain Madura United, Gio Numberi. Ia bersyukur timnya mampu melewati tekanan dan tetap bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

    “Bukan hanya karena kerja keras pemain, tapi semua elemen tim juga ikut membantu. Kami bangga bisa membawa Madura United tetap bertahan di Liga 1,” pungkasnya. (Znl/Arif)