Pamekasan, (Media Madura) – Tiga laga tersisa di Super League 2025-2026 akan menjadi penentuan bagi Madura United FC untuk memastikan diri tetap bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia musim depan.
Saat ini, Laskar Sape Kerrab berada di posisi ke-14 klasemen sementara dengan koleksi 32 poin dari 31 pertandingan. Hasil itu diraih dari delapan kemenangan, delapan kali imbang, dan 15 kekalahan. Madura United sejauh ini mencetak 33 gol dan kebobolan 49 kali.
Posisi tersebut membuat Madura United unggul lima poin atas Persis Solo yang berada di batas atas zona degradasi. Meski sudah sedikit menjauh dari zona merah, peluang bertahan masih belum sepenuhnya aman.
Sebab, kehilangan poin dalam tiga pertandingan terakhir bisa berdampak besar terhadap nasib tim asal Pulau Madura itu.
Pada laga terdekat, Madura United akan menghadapi ujian berat saat bertandang ke markas Bhayangkara FC pada pekan ke-32, Senin (11/5/2026). Pertandingan itu menjadi kesempatan penting bagi skuad asuhan Rakhmad Basuki untuk mencuri poin demi memperbesar peluang bertahan.
“Selama ini kami selalu meminta semua pemain agar tidak panik dan tetap fokus di setiap pertandingan, khususnya dalam tiga laga sisa kompetisi musim ini,” ujar Asisten Madura United, Rakhmad Basuki.
Setelah menghadapi Bhayangkara FC, Madura United dijadwalkan melawan PSIM Yogyakarta pada Minggu (17/5/2026), sebelum menutup musim dengan menjamu PSM Makassar di Stadion Gelora Bangkalan pada Sabtu (23/5/2026).
Coach RB sapaan akrabnya menilai peluang timnya untuk bertahan masih cukup terbuka.
Menurutnya, jadwal yang tersisa relatif lebih ringan dibanding beberapa pesaing langsung di papan bawah.
Meski begitu, ia mengingatkan seluruh pemain agar tetap waspada dan tidak kehilangan fokus di setiap laga.
“Kami meminta seluruh pemain agar tidak lengah. Setiap pertandingan ke depan harus dimaksimalkan. Dengan catatan, kami tidak boleh kehilangan poin lagi di sisa laga,” pungkas Coach RB, (Znl/Arif)


