Sumenep, 29/3 (Media Madura) – Diduga akibat menenggak minuman keras oplosan, Hariono (22) Dusun Karangkonga, Desa Saseel, Kecamatan Sapeken Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur tewas mengenaskan.

Mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Sumenep itu diduga mengoplos 1 liter spirtus dengan 10 gelas minuman kemasan Ale-ale rasa strawberry, Senin (27/3).

“Korban meninggal dunia pada hari Selasa (28/3) sekira pukul 19.00 WIB saat perjalanan naik becak dari rumah kontrakan Fajri Jalan Teuku Umar belakang Puskesmas Pandian menuju Puskesmas Pandian,” terang Kabag Humas Polres Sumenep, AKP Suwardi, Rabu (29/3/2017).

Dijelaskannya, sekitar empat hari yg lalu korban bertengkar dengan istrinya. Sejak saat itu, korban meninggalkan istrinya di rumah kontrakannya Jl. Urip Sumoharjo Desa Pabian, Kecamatan Kota Sumenep untuk tinggal di rumah kontrakan milik Fajri.

Kemudian pada hari Minggu (26/3/2017) siang korban bersama 5 temannya, yakni Khoirullah, Ilham, Fajri, Wafi dan Irfan menggelar pesta miras oplosan anggur merah 2 botol, anggur putih 2 botol dan bir Balige 2 botol di rumah kontrakan Khoirullah.

“Lalu pada hari Senin (27/3/2017) malam, korban bersama Khorullah kembali melakukan pesta miras oplosan, dengan mencampur 1 liter spirtus dengan 10 gelas Ale-ale rasa strawberry,” beber Suwardi. 

Sejak saat itu, korban tak sadarkan diri dan ketika terbangun ia mengalami muntah-muntah lalu tertidur. Namun Karena hingga sore korban masih belum sadar, Khoirullah menelpon Fajri agar menjemput korban.

Dari kontrakan Khoirullah korban kemudian dipindah ke rumah kos Fajri. Sekitar pukul 18.00 WIB Fajri melihat mulut korban mengeluarkan busa, dan ketika berusaha digerakkan ternyata korban sudah tidak merespon.  

“Teman-temannya berusaha melarikan korban ke Puskesmas Pandian. Namun sesampainya di Puskesmas korban sudah dinyatakan meninggal dunia,” pungkas Suwardi. 

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan