Beranda blog Halaman 1029

Dua Lokalisasi Terselubung di Sumenep Sisergap, Ini Hasilnya… 

Sumenep, 27/3(Media Madura) – Karena menjalankan lokalisasi terselubung, dua rumah warga yang ada di Dusun Ares Deje, Desa Beluk Ares, Kecamatan Ambunten, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, disergap Kepolisian setempat, Senin (27/3/2017).

Hasilnya, seorang lelaki dan seorang perempuan, diciduk saat tengah asyik “indehoy” dalam kamar, seorang wanita lainnya, diamankan saat sedang menunggu pelanggan serta pemilik rumah bernama Abdur.

“Dua orang kami amankan di rumah Addur. Sedang satu wanita lainnya diamankan di rumah Pak Ibnu, yang diduga sedang menunggu pelanggan,” kata Kabag Humas Polres Sumenep, AKP Suwardi.

Identitas pasangan mesum yang diciduk dari rumah milik Abdur, masing-masing bernama Hazizur Rohen (pria) , warga Dusun Masjid, Desa/ Kecamatan Talango, Era (wanita), warga Kabupaten Lumajang.

Sedangkan dari rumah milik Pak Ibnu, polisi mengamankan perempuan atas nama Farida, Warga Batu Marmar, Kabupaten Pamekasan.

“Pak Abdur dan Pak Ibnu selaku pemilik rumah juga kami amankan, karena ulahnya menjalankan bisnis esek-esek telah meresahkan warga,” paparnya.

Saat ini, kata Suwardi, mereka berikut satu unit sepeda motor Honda Vario warna hitam dengan nomor polisi M 3953 VS yang diduga milik Hazizur Rohen, diamankan di Mapolres Sumenep.

“Mereka akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut untuk kemudian diambil tidakan selanjutnya,” pungkasnya. 

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

Ketua DPW PKB Jatim: Pilkada 2018 Pamekasan Kami Akan Usung Ra Badrut

Pamekasan, 27/3 (Media Madura) – Ketua Dewan Perwakilan Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa (DPW PKB) Jawa Timur, Halim Iskandar, menyatakan akan merekomendasikan Badrut Tamam, menjadi calon Bupati Pamekasan, pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2018 mendatang.

Hal itu dikatakan oleh Gus Halim sapaan akrabnya Halim Iskandar, saat menghadiri pelantikan DPC PKB Pamekasan di gedung Islamic Center, Senin (27/3/2017).

Menurutnya, Baddrut Tamam layak dan mampu memimpin Pamekasan, apalagi ia sudah terbukti membangun Madura setelah dua periode menjadi Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jatim.

“Pada pilkada mendatang PKB akan usung Ra Badrut Tamam untuk menjadi calon bupati,” katanya dengan diiringi tepuk tangan para undangan.

Halim mengakui, rekomendasi tersebut memang belum diajukan ke Dewan Pengurus Pusat (DPP), akan tetapi ia yakin DPP akan menyetujui permintaannya.

“Kami akan mengawal ke DPP agar Ra Baddrut disetujui DPP, mohon izin Pak Ketum,” tambahnya.

Sementara Baddrut Tamam, menyatakan 100% siap untuk dicalonkan menjadi Bupati Pamekasan, dan dalam waktu dekat dirinya akan segera melakukan konsolidasi politik dengan parpol lain.

“Kalau perintah Partai saya siap,” kata Badrut singkat.

Reporter: Rifqi
Editor: Ahmadi

Bupati Pamekasan Hadiri Pelantikan DPC PKB

Pamekasan, 27/3 (Media Madura) – Bupati Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Achmad Syafii mengadiri pelantikan Dewan Pengurus Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (DPC PKB), Senin (27/3/2017) siang di gedung Islamic Center, Jalan Panglegur.

Pada kesempatan itu, dalam sambutannya, orang nomor satu di lingkungan pemerintah kabupaten (Pemkab) Pamekasan itu berharap agar para pengurus setelah terlantik dapatnya melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya.

“Saya ucapkan selamat atas dilantiknya para pengurus PKB dari tingkatan cabang, sampai anak ranting,” kata Syafii.

Ditambahkan oleh Syafii, dengan setelah terlantiknya kepengurusan yang baru mudah-mudahan semangat dalam berpolitik semakin menggelora.

“Para pengurus yang baru dilantik semoga tetap konsisten dalam berpolitik, utamanya dalam membantu rakyat kecil,” tambahnya.

Apalagi, urai Politisi Partai Demokrat itu, pada tahun yang akan datang masuk pada tahun politik, sehingga para kader parpol yang berbeda pilihannya agar tidak saling sikut.

“Kalau nantinya di Pilkada semua kader partai dibawah tidak boleh saling memojokkan apalagi sampai bertengkar, intinya satu untuk rakyat,” urai Syafii.

Reporter: Rifqi
Editor: Ahmadi

Badan Kepegawaian Mulai Data dan Verifikasi Sekdes PNS Tak Difungsikan

Sampang, 27/3 (Media Madura) – Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Sampang Slamet Terbang melalui Kabid Mutasi Arief Lukman Hidayat, mengaku segera menindaklanjuti nasib puluhan Sekretaris Desa (Sekes) berstatus PNS yang tidak difungsikan sebagai aparatur desa.

“Saat ini kami tengah berupaya melakukan pendataan dan verifikasi kepada Sekdes PNS yang sudah tidak difungsikan, jadi tinggal menyeleksi,” katanya.

Namun saat ini BKPSDM belum berani melakukan penarikan kepada Sekdes PNS karena terbentur aturan Kemendagri nomor 45 tahun 2014. Dimana dalam aturan itu Sekdes PNS bisa dimutasi ketika sudah menjalan tugas di desa minimal 6 tahun.

”Kemungkinan besar yang akan ditarik dari desa yang sudah tercatat mengabdi lebih dari 6 tahun, kalau belum sampai 6 tahun kemungkinan tetap akan dibiarkan,” jelasnya.

Yoyok panggilan akrapnya Arief Lukman Hidayat menuturkan, dalam menyikapi persoalan adanya Sekdes PNS yang tidak difungsikan di desa, sementara waktu pihaknya sudah mengkoordinasikan dengan pihak kecamatan dengan cara ditempatkan di kantor kecamatan.

“Meksi ada desakan penarikan, kami tidak ingin gegabah semua ada prosedurnya. Sebab sampai saat ini surat keputusan (SK) tetap berstatus sebagai Sekdes PNS,”terangnya.

Dirinya menambahkan, untuk kapan verifikasi itu dilakukan pihaknya berjanji berusaha secepat mungkin verifikasi diselesaikan, jika tidak ada kendala pada bulan April mendatang semuanya sudah tuntas.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Malam Ini Kantor Pemkab Sampang Didemo, Ini Penyebabnya

0

Sampang, 27/3 (Media Madura) – Puluhan warga dari Desa Tambak, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, malam ini pukul 18.00 Senin (27/3/2017) mengeluruk kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang.

Mereka memprotes penetapan bakal calon kepala desa di Desa Tambak menjelang pelaksanaan pilkades dinilai tidak transparan. Sebab, dari 7 nama bakal cakades hanya 5 lolos menjadi bakal cakades.

“Padahal dua nama bakal cakades semuanya memenuhi syarat sesuai aturan,” terang salah satu bakal cakades di Desa Tambak yang enggan disebutkan namanya, Senin malam.

Untuk itu, kedatangannya ke kantor Pemkab Sampang meminta ketegasan dan transparansi keputusan penetapan bakal cakades menjelang pilkades serentak yang akan digelar pada 16 Mei 2017 mendatang.

“Kami rela datang malam hari agar penetapan bakal cakades transparan,” tegasnya.

Pantuan mediamadura.com, hingga kini puluhan warga masih mengeluruk kantor Pemkab Sampang. Kedatangan warga itu mendapat penjagaan ketat dari Kepolisian Resor Sampang.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Tidak Berizin, Umbul-umbul Rokok Diturunkan

Pamekasan, 27/3 (Media Madura) – Sekitar 24 umbul-umbul rokok yang dipasang di pinggir jalan protokol Kota Pamekasan, Madura, Jawa Timur ditertibkan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) setempat karena tidak berizin, Senin (27/3/2017).

“Hasil koordinasi dengan Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Satu Atap umbul-umbul itu tidak berizin, kami langsung bergerak melakukan penurunan paksa umbul-umbul yang melanggar itu,” kata Kepala seksi (Kasi) Penyelidikan dan Penyidikan Satpol PP Pamekasan, Yusuf Wibiseno.

Ditambahkan oleh Yusuf, selain tidak mengantongi izin, umbul-umbul di sepanjang Jalan Jokotole, Desa Buddagan, Kecamatan Pademawu itu juga melanggar Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 18 Tahun 2011 tentang Penyelenggaraan Reklame, yang direvisi ke Perbup Nomor 16 Tahun 2016.

“Regulasi tersebut mengatur tempat yang boleh dan tidak untuk iklan rokok. Jadi, ada dua pelanggaran pada umbul-umbul yang kami turunkan,” tambahnya.

“Pertama tidak berizin, dan juga penempatan iklan rokok di pinggir jalan protokol yang melanggar Perbup,” sambungnya.

Puluhan umbul-umbul itu langsung diamankan ke kantor Satpol PP Pamekasan, di jalan Pamong Praja Nomor 2.

Reporter: Rifqi
Editor: Ahmadi

Persoalan Sepele, Syafii Bacok Tukang Becak

0

Pamekasan, 27/3 (Media Madura) – Syafii, tukang becak, warga Desa Trasak, Kecamatan Larangan, Pamekasan, Madura, Jawa Timur membacok Suharjono atau yang akrab disapa Parjo, sesama tukang becak, warga Kelurahan Kangenan karena persoalan sepele, Senin (27/3/2017) siang, di Jalan Trunojoyo.

Menurut Munadi, warga setempat, pembacokan tersebut berawal saat Syafii menyuruh korban agar berpindah tempat, karena tempatnya (Klinik kesehatan) mau dibersihkan.

“Pak Syafii selain tukang becak juga jadi tukang bersih-bersih klinik itu,” katanya.

Dimungkinkan, tambah Munadi, korban tidak mau pindah sehingga terlibat cekcok dan berakhir dengan pembacokan.

“Yang dibacok agak parah di bagian belakang lehernya, korban langsung dibawa ke rumah sakit,” terangnya.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Pamekasan, AKP Bambang Hermanto membenarkan insiden berdarah tersebut.

“Ya betul ada kejadian pertikaian tukang becak, sekarang pelaku sudah diamankan dan korban di rumah sakit,” katanya singkat.

Reporter: Rifqi
Editor: Ahmadi

Rekruitmen PTT Bidan Dinkes Pamekasan Terindikasi Dijual-belikan

Pamekasan, 27/3 (Media Madura) -Rekruitmen Pegawai Tidak Tetap (PTT) tenaga kesehatan kebidanan pada dinas kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur diindikasikan terjadi jual-beli.

Kabar yang beredar, pada rekruitmen bidan yang akan ditempatkan di masing-masing desa itu, oleh Dinkes dipatok seharga dari Rp 20 juta hingga Rp 40 juta.

“Kabarnya demikian, jadi kalau mau sukwan (suka relawan) bidan harus bayar dari Rp 20 sampai Rp 40 juta,” kata salah seorang warga yang tidak mau disebut identitasnya pada wartawan, Senin (27/3/2017).

Menurut pria berbadan gempal itu, selain para calon PTT itu disuruh membayar dengan harga fantastis, ada pula yang sifatnya dipesan oleh kelompok-kelompok tertentu.

“Bisa ditawar tapi kalau ada yang nitip, dan yang nitip juga banyak, ada yang dari LSM dan ada anggota DPRD,” tambahnya.

Menurut pria berkaca mata itu, jika hal itu dibiarkan maka akan menjadi preseden buruk yang berakibat pada kurang maksimalnya pelayanan pada masyarakat kecil dibawah.

“Ini jangan dibiarkan, kalau dibiarkan maka yang yang menjadi korban rakyat,” ujarnya.

Sementara, Sekretaris Dinkes Pamekasan, Moh Ali Maksum mengatakan, perihal rekruitmen tenaga medis tersebut berada di Asisten Sekretariat Daerah (Setda) Pamekasan.

“Mohon maaf silahkan tanya ke Bu Yus asisten, saya lagi mimpin rapat,” katanya di balik telepon.

Reporter: Rifqi
Editor: Ahmadi

Badan Kepegawaian Mulai Data dan Verifikasi Sekdes PNS Tak Difungsikan

Sampang, 27/3 (Media Madura) – Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Sampang Slamet Terbang melalui Kabid Mutasi Arief Lukman Hidayat, mengaku segera menindaklanjuti nasib puluhan Sekretaris Desa (Sekes) berstatus PNS yang tidak difungsikan sebagai aparatur desa.

“Saat ini kami tengah berupaya melakukan pendataan dan verifikasi kepada Sekdes PNS yang sudah tidak difungsikan, jadi tinggal menyeleksi,” katanya.

Namun saat ini BKPSDM belum berani melakukan penarikan kepada Sekdes PNS karena terbentur aturan Kemendagri nomor 45 tahun 2014. Dimana dalam aturan itu Sekdes PNS bisa dimutasi ketika sudah menjalan tugas di desa minimal 6 tahun.

”Kemungkinan besar yang akan ditarik dari desa yang sudah tercatat mengabdi lebih dari 6 tahun, kalau belum sampai 6 tahun kemungkinan tetap akan dibiarkan,” jelasnya.

Yoyok panggilan akrapnya Arief Lukman Hidayat menuturkan, dalam menyikapi persoalan adanya Sekdes PNS yang tidak difungsikan di desa, sementara waktu pihaknya sudah mengkoordinasikan dengan pihak kecamatan dengan cara ditempatkan di kantor kecamatan.

“Meksi ada desakan penarikan, kami tidak ingin gegabah semua ada prosedurnya. Sebab sampai saat ini surat keputusan (SK) tetap berstatus sebagai Sekdes PNS,”terangnya.

Dirinya menambahkan, untuk kapan verifikasi itu dilakukan pihaknya berjanji berusaha secepat mungkin verifikasi diselesaikan, jika tidak ada kendala pada bulan April mendatang semuanya sudah tuntas.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Perantas IX Ponpes Sumber Mas : “Hari Ini Bangun Tenda, Besok Bangun Bangsa,”

0

Sumenep, 26/3 (Media Madura) – Perkemahan bertajuk Lomba Prestasi Pramuka Perkemahan Temu Akrab dan Persahabatan (Perantas IX) Pondok Pesantren Sumber Mas, Rombiya Barat, Kecamatan Ganding, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur resmi dibuka, Minggu (26/3/2017).

Ajang lomba yang memperebutkan Piala Wakil Bupati Sumenep itu akan berlangsung selama 3 hari sampai dengan Selasa (28/3/2017), dan dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep, A. Shadik.

“Saya mewakili Bapak Wakil Bupati dan Pemerintah Kabupaten Sumenep menyampaikan terima kasih dan selamat atas diselenggarakaannya kegiatan ini,” kata A. Shadik dalam sambutannya mewakili Wabup Achmad Fauzi. 

Shadik yang bertindak sebagai inspektur upacara pembukaan itu juga mengungkapkan, pihaknya sangat mengapresiasi, karena kegiatan-kegiatan kemah gerakan pramuka sangat penting untuk terus digelar, dalam rangka menumbuh kembangkan dan membentuk pribadi-pribadi tangguh calon pemimpin masa depan. 

Sebab kata dia, sejarah mencatat, gerakan pramuka sudah banyak melahirkan tokoh-tokoh emas yang mampu berkontribusi besar dalam pembangunan bangsa di eranya masing-masing.

“Jadi yang kami harapkan, sesuai dengan tema yang diusung pada kegiatan kali ini, jika hari ini bangun tenda, maka besok bangun bangsa,” ujarnya. 

Di akhir sambutan dia berpesan, agar kegiatan dapat berjalan dengan baik, jujur dan menjunjung sportifitas, dan ketika sudah selesai kegiatan, nilai-nilai yang didapatkan dapat diaplikasikan dikehidupan sehari-hari. 

“Selamat berproses, selamat berlomba dan Salam Pramuka,” teriaknya. 

Pada acara pembukaan ini, tidak hanya dihadiri oleh Kadisdik Sumenep, juga tampak hadir perwakilan Kwarcab, Mapolsek Ganding, dan Makodim Ganding. Sementara Kwarran dan Camat Ganding berhalangan.

Untuk peserta, ajang Perantas IX kali ini, terdapat puluhan regu peserta, delegasi dari berbagai lembaga dan Pondok Pesantren di Madura, diantaranya delegasi dari Ponpes Mabaul Ulum Bata-Bata Pemekasan dan Ponpes Al-Amien Prenduan Sumenep. 

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi