Beranda blog Halaman 980

Serapan APBD Minim, DPRD Pamekasan Sebut OPD Tak Kerja

Pamekasan, 7/6 (Media Madura) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan, Madura, Jawa Timur menuding Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lelet. Karena di pertengahan tahun serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) masih minim.

Ketua Komisi 1 DPRD Kabupaten Pamekasan, Ismail menilai kinerja OPD masih jalan di tempat, artinya selama ini tidak bekerja.

“Itu artinya OPD tidak kerja, paling serapan yang banyak keluar hanya gaji saja,” katanyaz Rabu (7/6/2017).

Mantan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Pamekasan itu mewanti-wanti, jika sampai saat ini proyek pengerjaan tidak terlaksana maka dipastikan akan menyisakan banyak SILPA (Sisa lebih Pembiayaan Anggaran Tahun Berjalan).

“Kalau sampai sekarang proyek fisik belum mulai, itu malah akan menyisakan Silpa,” tambahnya.

Ismail menguraikan, kendalanya ada dibagian perencanaan yang justru tidak pernah maksimal dalam kinerjanya. “Coba lihat di daerah lain, proyek fisik justru sudah dimulai di bulan kedua,” jelasnya.

“Kalau tiap tahun seperti ini, saya minta pak bupati bertindak tegas,” tandasnya.

Sementata Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Pemkab Pamekasan, Taufikurrahman mengakui, bahwa per 30 Mei, serapan APBD baru 20,7 persen atau sekitar Rp 434,7 miliar yang rata-rata untuk keperluan belanja pegawai, seperti gaji dan kebutuhan lainnya.

“Artinya, masih tersisa Rp 1,66 triliun, karena proyek fisik belum jalan,” katanya.

Untuk rincian realisasi pendapatan sebesar Rp 707,06 miliar per 30 Mei. Realisasi belanja Rp 413,247 miliar. Dari kalkulasi itu menghasilkan surplus Rp 293,812 miliar yang tersimpan di kas daerah (Kasda).

Reporter: Rifqi
Editor: Ahmadi

Akun Facebook Pejabat Teras Sumenep Ini Bikin Heboh, Postingannya “Mesum”

0

Sumenep, 7/6 (Media Madura) – Warganet, khususnya asal Kabupaten Sumenep dibuat heboh oleh postingan salah satu pejabat teras Setkab Sumenep di akun Facebooknya. 

Ya, akun bernama Abd Kahir, yang diketahui Kepala Bidang ESDM dan SDA itu memposting sesuatu yang berbau konten pornogragrafi. 

Pada postingan pertama, sekitar pukul 09.00 WIB, ia menulis “Adohhh… PANT*T AKU GATAL NIHH… TOLONG GARUKIN DONG…”.

Lalu disusul postingan kedua, “ADA NGGK YANG BISA TEMANIN AKU GITUAN… TAPI HARUS YANG MACO YAHH…”.

Tak berselang lama, kembali ia menulis hal yang aneh, kalimatnya pun lebih tidak senonoh, “ADUHH BANGG ENAK BANGG AH AH AH AH AH,” tulisnya. 

Alhasil, status facebook yang tidak wajar itupun mendapat respon dari para netizen, khususnya yang mengenal dia ssbagai pejabat publik. 

Kebanyakan mereka menanggapi priharin, dan sebagian menucurigai akun tersebut sudah kena bajak.

Usut punya usut, ternyata akun bernama Abd Kahir itu memang dalam kendali hacker, itu diketahui setelah media ini mengonfirmasi ke nomor kontaknya yang bersangkutan. 

“Ya mas, akun facebook saya memang kena hacker, jadi kepada teman-teman saya mohon maaf bila ada postingan yang kurang berkenan,” jawab Kahir singkat via telepon. 

Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada postingan baru di akun tersebut, baik dari pihak peretas maupun dari klarifikasi dari pemilik akun. 

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

Malam Ini di SGB, Adu Ketajaman Odemwingie Vs Boaz Solossa

0

Pamekasan, 7/6 (Media Madura) – Adu ketajaman dua striker akan mewarnai duel antara Madura United dan Persipura Jayapura pada pekan ke-10 Liga 1 di Stadion Gelora Bangkalan, Rabu (7/6/2017) malam ini.

Laskar Sape Kerrab memiliki Peter Odemwingie, dan Boas Solossa di kubu tim tamu, Mutiara Hitam-julukan-Persipura. Siapa yang lebih tajam?.

Peter Odemwingie statusnya di Madura United adalah marquee player. Namun, Odemwingie membuktikan bahwa Madura United tak sia-sia mengeluarkan dana besar telah memboyongnya ke Pulau Garam. Kendati usianya sudah tidak muda lagi, Odemwingie tetap konsisten dan menunjukkan kelasnya sebagai striker top dunia.

Bahkan, banyak media menyebut Odemwingie adalah marquee player tersubur hingga pekan ini.

Sudah tampil 8 kali di Liga 1, Odemwingie mencetak 5 gol untuk Madura United. Jumlah itu menempatkannya di posisi kedua daftar top skor sementara di bawah, Reinaldo Costa, yang mengemas 7 gol.

Sementara itu, Boaz Solossa adalah andalan lini depan Persipura. Boaz merupakan mesin gol utama Mutiara Hitam. Striker asal Papua itu sudah mencetak 4 gol, dan ada di bawah Peter Odemewingie.

“Boaz adalah striker terbaik di Indonesia, tapi Peter Odemwingie saat ini marquee player terbaik,” kata Pelatih Madura United, Gomes De Oliviera.

Madura United tentu berharap pada ketajaman Odemwingie untuk menjaga keangkeran SGB malam nanti. Terlebih, Odemwingie sedang on fire.

“Mari kita lihat malam ini sebagai sesama yang terbaik di Liga ini. Kandang kami harus dijaga dengan baik, agar tim tamu tidak bawa pulang poin dari sini,’ tandas pria asal Brasil tersebut.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Menteri Rini Tak Tertarik Kunjungi Pulau Giliyang

0

Sumenep, 7/6 (Media Madura) – Menteri BUMN, Rini Soemarno tampaknya belum tergoda dengan salah satu wisata unggulan Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Pulau Giliyang. 

Meski ditawarkan berkunjung ke pulau oksigen tersebut, Rini tidak menunjukkan ketertarikannya. Padahal datang kesana diyakini bikin awet muda.

“Sudahlah..saya sudah tua, biar Bapak Menteri Pertanian saja yang masih muda (datang ke Giliyang),” ucapnya saat berkunjung ke Sumenep kemarin, Selasa (6/6/2017).

Dia bercerita, bahwa setiap melakukan kunjungan kerja, dirinya kerap memperoleh informasi-informasi baru, termasuk ketika datang ke Sumenep. 

“Di Sumenep saya banyak sekali mendapatkan informasi-informasi baru, dan itu sangat penting untuk menopang kinerja kami,” akunya. 

Oleh sebab itu, walau dirinya menyatakan tak akan berkunjung ke wisata kesehatan Pulau Giliyang, dia berjanji akan mengupayakan adanya dermaga yang memadai, agar akses kesana lebih mudah.

“Ya, pasti kami upayakan agar kedepan dibangun dermaga-dermaga yang dapat memudahkan akses kesana,” tegasnya. 

Sebelumnya, didepan dua Menteri Kabinet Kerja yang datang ke Sumenep, Bupati A Busyro Karim menyempatkan mempromosikan wisata-wisata menarik yang ada di Sumenep. 

Bahkan tak segan, orang nomor satu di pemerintahan itu mengajak kedua menteri untuk menyempatkan diri berkunjung ke salah satu objek wisata, salah satunya Pulau Giliyang. 

Sayang, agenda padat para menteri nampaknya tidak mengizikan untuk memenuhi undangan sang Bupati. Sehingga harapan nenambah tamu menteri tidak terwujud. 

Tercatat, baru dua menteri yang secara khusus menikmtai destinasi wisata Giliyang, keduanya adalah Menteri Pemuda dan Olah Raga (Menpora), Imam Naharawi dan Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa. 

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

Perssu Sumenep Kehilangan Sang Kapten Hingga Akhir Musim

0

Semenep, 7/6 (Media Madura) – Musim ini tampaknya memang bukan milik Perssu Sumenep, tidak cukup penampilan yang tak kunjung membaik, juara 3 Indonesia Soccer Championship (ISC) 2016 ini terus ditimpa musibah. 

Terbaru, Perssu dipastikan kehilangan satu pemain pilarnya, Joko Sugiarto, diprediksi sampai dengan musim ini selesai, apalagi jika Perssu tidak lolos putaran grup. 

Pemain yang selalu mengenakan ban kapten ini dijatuhi sanksi berupa larangan beraktifitas sepakbola di lingkunagn PSSI selama 10 bulan.

“Pemain Perssu Real Madura, Joko Sugiarto terbukti mencekik dan memukul wasit pada pertandingan Kalteng Putra FC vs Perssu,” demikian tertulis dalam putusan Komdis PSSI tanggal 1 Juni 2017.

Selain sanksi terhadap pemain, Komdis juga memutuskan sanksi berupa kepada Tim Perssu sebesar Rp 10.000.000,- karena supporter Perssu melakukan pelemparan botol.

Maka, lengkaplah penderitaan yang dialami tim berjukuk Laskar Kuda Terbang ini. Sebab sebelumnya Perssu juga telah didenda Rp 25.000.000,- akibat  pemukulan yang dilakukan LOC Perssu dan pelemparan botol ke bench pemain Persewangi Banyuwangi.

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

Daging Impor tak Diminati di Sumenep

Sumenep, 7/6 (Media Madura) – Kepala Dinas Peternakan dan Tanaman Pangan Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur mengklaim, daging sapi impor kurang diminati masyarakat setempat. 

“Dari pantauan kami, tidak ada temuan daging impor, sepertinya memang tidak diminati, karena daging lokal lebih enak,” ujar Edy Sutrisno usai memantau daging di Pasar Anom Baru setempat, Senin (5/6/2017).

Tidak hanya daging impor, dia juga mengaku pihaknya tidak menemukan daging beku maupu jeroan diperjualbelikan pedagang.

“Tidak ada (pedagang yang menjual daging beku dan jeruan),” sambungnya. 

Menurutnya, daging yang dijual di pasar tradisional di Sumenep murni daging sapi lokal, sama sekali tidak ditemukan daging aneh-aneh.

“Selain tidak ada temuan, kebutuhan daging selama ramadan hingga lebaran nanti juga kami pastikan cukup, bahkan lebih,” ucapnya.

Maklum, Kabupaten Sumenep memang dikenal sebagai daerah yang memiliki populasi sapi terbesar di Indonesia, bahkan setiap tahunnya mampu memproduksi tidak kurang dari 359 ribu ekor sapi.

Sehingga, untuk memenuhi permintaan pasar saat ramadan dan lebaran, Kabupaten paling timur madura ini tidak perlu impor maupun menjual daging beku.

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

Surat Pengajuan Fadhilah Jadi Bupati Sampang Molor

Sampang, 7/6 (Media Madura) – Surat pengajuan Wakil Bupati Sampang Fadhilah Budiono menjadi Bupati definitif ternyata molor. Hal itu diketahui setelah rombongan DPRD Sampang melakukan kunjungan kerja ke Pemerintah Provinsi Jatim.

Molornya usulan DPRD Sampang terkait pemberhentian KH A Fannan Hasib berhalangan tetap atau meninggal dunia itu karena berkas surat pengajuan baru dikirimkan kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pada Jumat 26 Mei 2017 kemarin.

“Kok bisa molor ya, ternyata setelah kami korscek Pemprov Jatim baru mengirimkan surat pengajuan ke Kemendagri pada 26 Mei. Padahal legislatif Sampang sudah mengusulkan setelah rapat paripurna hari Senin 15 Mei,” kata Anggota Komisi I DPRD Sampang Rahmad Hidayat, Rabu (7/6/2017).

Politisi PKS itu mengaku tidak ingin berspekulasi lebih jauh, mengingat sampai saat ini belum ada kejelasan dari pihak Pemprov Jatim tentang molornya pengiriman surat pengajuan tersebut.

Terpenting, menuturnya DPRD Sampang sudah berpatokan pada Undang-Undang nomor 10 tahun 2016 pasal 173 ayat 4 berbunyi apabila Bupati behalangan tetap maka dalam waktu sepuluh hari DPRD mengusulkan kepada Mendagri melalui Gubernur Jatim agar Wakil Bupati ditetapkan sebagai Bupati.

Dengan demikian, ia berharap Mendagri melakukan percepatan untuk segera memberikan respon terkait posisi Wakil Bupati saat ini untuk diangkat menjadi Bupati Sampang definitif dengan sisa waktu sekitar 8 bulan.

“Kami belum menerima kepastiannya, yang jelas sesuai aturannya dari tanggal pengiriman 26 Mei itu selama 30 hari masa kerja sudah ada jawaban dari Kemendagri,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Bagian Pemerintahan dan Otonomi Daerah Pemkab Sampang Anang Djunaedi, menjelaskan apapun keputusan dari Kemendagri akan dijadikan patokan. Alasan itu bukan tanpa sebab dikarenakan pihaknya dalam kondisi tersebut hanya sebatas posisi penerima keputusan.

“Hingga saat ini kami belum menerima surat pemberitahuan ataupun surat keputusan dari pihak Mendagri, jadi kami hanya menunggu saja hasil pengajuan yang dilakukan oleh DPRD Sampang,” jelasnya.

Anang menambahkan, selama ini polemik posisi Wakil Bupati Sampang tidak mempengaruhi kinerja Fadhilah Budiono, pasalnya pihaknya hingga kini masih mengantongi surat tugas dari Gubernur Jatim.

Sekedar diketahui, pengajuan Wakil Bupati Sampang Fadhilah Budiono menjadi Bupati definitif terus menjadi kontroversi dan perbincangan hangat masyarakat umum. Karena disatu sisi, Wakil Ketua I DPRD Sampang Fauzan Adima pernah berujar bahwa surat pengajuan sudah disetujui dan ada jawaban dari Kemendagri. Padahal, sampai saat ini secara resmi Kemendagri belum memberikan keputusan dan surat pengajuan baru dikirim.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Jelang Lebaran, Sopir Bus Angkutan Umum di Sampang Dites Urine

Sampang, 6/6 (Media Madura) – Para pengemudi armada bus angkutan umum menjalani tes kesehatan dan urine di pintu masuk Kota Sampang Jalan Jaksa Agung Suprapto, Selasa (6/6/2017) pukul 08.30 WIB tadi pagi.

Hal ini untuk memberikan keamanan dan kenyamanan pengemudi dan para pemudik menjelang lebaran 2017 yang menggunakan jasa transportasi bus. Hasil tes urine tersebut semua sopir bus negatif mengkonsumsi narkoba.

“Hasil tes urine sementara didapat pengemudi negatif. Untuk itu, bisa dipastikan pengemudi angkutan umum yang melintasi di Sampang sudah layak dan baik,” ujar Kasat Lantas Polres Sampang AKP Erika Purwana Putra, Selasa.

Tak hanya itu, pengemudi bus angkutan umum juga dicek fisiknya seperti tekanan darah. Tanpa dipastikan mereka dalam pengaruh minuman beralkohol.

Dalam operasi itu, Satlantas Polres Sampang bersama tim gabungan dari Dinas Kesehatan, Badan Narkotika Kabupaten (BNK), Dinas Perhubungan (Dishub).

“Hasil penindakan tilang ada 20 pelanggaran dari kendaraan roda empat dan angkutan umum, rata-rata karena terkendala kelengkapan surat seperti SIM,” jelasnya.

Ditempat yang sama, Kabid Perhubungan Darat Dinas Perhubungan (Dishub) Sampang Eko Heriyanto, menambahkan pihaknya dalam kegiatan kali ini masih fokus terhadap emisi gas buang bus angkutan umum.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Khawatir Penanganan Hukum Pemberantasan Pungli Mandek, Ini Kata Polisi

Sampang, 6/6 (Media Madura) – Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resort Sampang Ajun Komisaris Polisi Hery Kusnanto, memastikan penanganan hukum pemberantasan pungli di wilayah itu tetap terus diproses hingga berkas perkasa dilimpahkan ke meja hijau.

“Tetap terus berlanjut penanganan hukumnya, hanya prosedur proses hukum tipikor tidak semudah dengan perkara lain,” kata Hery mewakili Kapolres Sampang AKBP Tofik Sukendar, Selasa (6/6/2017).

Pernyataan tegas itu disampaikan karena selama ini proses hukum dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan tim saber pungli Polres Sampang menjadi buah bibir masyarakat dan penanganannya dikhawatirkan mandek.

Diakuinya, dari beberapa tersangka pengungkapan kasus dugaan korupsi hasil OTT tim saber pungli tidak dilakukan penahanan karena ancaman hukuman hanya 3 tahun penjara dan tersangka wajib lapor selama 2x seminggu atau tahanan kota.

“Memang tahanan kota semua para tersangka ini serta wajib lapor hari senin dan kamis, ditahan atau tidak tergantung penyidik karena ada syarat obyektif dan subjektif,” jelasnya.

Sejauh mana penanganan hukum kasus yang melibatkan 11 PNS Sampang dalam OTT terkait perizinan pendirian minimarket. Hery menjelaskan, berkas perkara tersebut saat ini masih berada di penyidik Polres Sampang dan belum dilakukan pelimpahan kepada jaksa.

“Masih disini karena untuk melengkapi berkas yang kurang sesuai petunjuk jaksa. Sedangkan status mereka itu masih penangguhan penahanan dari istri masing-masing tersangka, bukan Plt Bupati Fadhilah Budiono,” ujar Hery.

Dirinya menegaskan, dari 3 perkara pemberantasan pungli yang menjerat para abdi negara tersebut semua dilakukan oleh tim saber pungli. Itu pun tidak harus berkoordinasi dengan tim Yustisi. Hanya setelah itu hasilnya baru bisa dikoordinasikan untuk melaporkan.

“Kalau penegakan hukum dari polisi sama jaksa, tim lainnya pembinaan, penyuluhan. Semua kasus ini masuk kategori penindakan yaitu polisi karena mempunyai surat perintah tugas (sprint) penangkapan, yang lain tidak punya wewenang,” terangnya.

Catatan mediamadura.com, tim saber pungli dalam kurun waktu lima bulan terakhir di tahun 2017 ini berhasil mengungkap 3 perkara kasus dugaan korupsi pungli di Sampang.

Rinciannya, pada Kamis 16 Februari lalu, 11 PNS di lingkungan Pemkab Sampang ditangkap terkait perizinan pendirian minimarket. Serta Kamis 1 Juni kemarin, 8 PNS Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagprin) terkait manipulasi karcis hewan sapi di Pasar Margalela. Lalu, pada Senin 5 Juni, polisi menangkap 2 PNS Dinas Kesehatan terkait kasus suap bidan PTT.

Menanggapi hal itu, Plt Bupati Sampang Fadhilah Budino saat mencoba ditemui di kantornya belum bisa memberikan penjelasan karena yang bersangkutan banyak kesibukan rapat kerja diluar dinas.

Sementara itu, Sekjen Jaringan Kawal Jawa Timur (Jaka Jatim) di Sampang Tamsul, mengaku tetap menghormati proses hukum yang ditangani Polres Sampang dalam pemberantasan pungli.

Dengan demikian, diharapkan semua tidak terlepas sebagai fungsi dan kewenangan atas dasar Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 87 Tahun 2016 tentang Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar.

“Kasus OTT di Sampang inikan ada tim juga. Laksanakan tahapan proses hukum sesuai Perpres,” tuturnya.

Ia menambahkan, atas dasar pertimbangan itu tim saber pungli diminta untuk berkoordinasi dengan tim lain. Sehingga pembagian tugas penanganan proses hukum diketahui secara jelas dan transparansi ke publik.

“Jangan sampai tidak melibatkan dengan tim lainnya. Ini juga mengantisipasi penanganan proses hukum yang selama ini terkesan mandek dan sebagai ‘kedok’ saja,” tandasnya.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Persepam MU Kembali Gelar Latihan

Pamekasan, 6/6 (Media Madura) – Tim keseblasan Persepam Madura Utama (Persepam MU) kembali menggelar latihan rutin setelah libur awal ramadan.

Pelatih Persepam MU, Rudy William Keljtes, mengungkapkan, sekalipun kompetisi Liga 2 masih diliburkan selama sebulan lebih atau selama Ramadan 1438 Hijriyah, ia tetap nenggelar latihan.

“Latihan sejak sepekan lalu, yakni terhitung sejak tim mulai kembali berkumpul di Pamekasan, Selasa (30/5/2017) lalu,” katanya, Selasa (6/6/2017).

Latihan diperlukan agar kondisi Anak asuhnya tetap bugar dan fit. Sehingga saat kompetisi bergulir, kondisi pemain sudah siap. Tidak hanya itu, latihan tersebut juga dilakukan sebagai upaya agar tetap fokus dan komitmen untuk memberikan yang terbaik bagi tim.

“Kami tetap latihan, karena Persepam memiliki ambisi lolos ke Liga 1 musim depan, makanya kami sangat keras kepada anak-anak (pemain),” tambahnya.

Saat ini klub berjuluk Laskar Sapeh Ngamok itu, berada di posisi 6 klasemen sementara Grup 5 Liga 2, mereka baru mengoleksi 7 poin dari 5 laga yang dijalani.

Raihan poin tersebut sama dengan yang diraih tiga tim lain, yakni Martapura FC, Persinga Ngawi dan PSIM Yogyakarta.

Sementara Persatu Tuban dan Madiun Putra FC dengan raihan 8 poin, berada di puncak dan runner up klasemen, sedangkan penghuni dasar klasemen ditempati Persebaya Surabaya dengan 5 poin dan PSBI Blitar dengan 3 poin.

Reporter: Rifqi
Editor: Ahmadi