Pamekasan, 7/6 (Media Madura) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan, Madura, Jawa Timur menuding Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lelet. Karena di pertengahan tahun serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) masih minim.

Ketua Komisi 1 DPRD Kabupaten Pamekasan, Ismail menilai kinerja OPD masih jalan di tempat, artinya selama ini tidak bekerja.

“Itu artinya OPD tidak kerja, paling serapan yang banyak keluar hanya gaji saja,” katanyaz Rabu (7/6/2017).

Mantan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Pamekasan itu mewanti-wanti, jika sampai saat ini proyek pengerjaan tidak terlaksana maka dipastikan akan menyisakan banyak SILPA (Sisa lebih Pembiayaan Anggaran Tahun Berjalan).

“Kalau sampai sekarang proyek fisik belum mulai, itu malah akan menyisakan Silpa,” tambahnya.

Ismail menguraikan, kendalanya ada dibagian perencanaan yang justru tidak pernah maksimal dalam kinerjanya. “Coba lihat di daerah lain, proyek fisik justru sudah dimulai di bulan kedua,” jelasnya.

“Kalau tiap tahun seperti ini, saya minta pak bupati bertindak tegas,” tandasnya.

Sementata Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Pemkab Pamekasan, Taufikurrahman mengakui, bahwa per 30 Mei, serapan APBD baru 20,7 persen atau sekitar Rp 434,7 miliar yang rata-rata untuk keperluan belanja pegawai, seperti gaji dan kebutuhan lainnya.

“Artinya, masih tersisa Rp 1,66 triliun, karena proyek fisik belum jalan,” katanya.

Untuk rincian realisasi pendapatan sebesar Rp 707,06 miliar per 30 Mei. Realisasi belanja Rp 413,247 miliar. Dari kalkulasi itu menghasilkan surplus Rp 293,812 miliar yang tersimpan di kas daerah (Kasda).

Reporter: Rifqi
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan