Beranda blog Halaman 981

Dalami OTT Dua Pejabat Dinkes Sampang, 7 Bidan PTT Diperiksa

Sampang, 6/6 (Media Madura) – Untuk mendalami kasus dugaan korupsi suap yang menjerat dua pejabat PNS Dinas Kesehatan Kabupaten Sampang dalam operasi tangkap tangan (OTT), polisi memeriksa 7 bidan Pegawai Tidak Tetap (PTT).

Kapolres Sampang AKBP Tofik Sukendar, melalui Kasat Reskrim AKP Hery Kusnanto, mengatakan ke-7 bidan PTT diperiksa penyidik sebagai saksi dan korban. Mereka merupakan orang yang berada di lokasi saat dugaan kasus suap itu terjadi.

“Selain mengamankan dua orang PNS Dinkes Sampang, 7 bidan PTT kita periksa untuk dimintai keterangan sebagai saksi dan korban. Salah satu bidan itu dari Puskesmas Sokobanah,” kata Hery ditemui di ruangannya, Selasa (6/6/2017).

Saat ini, status dua orang PNS Dinkes Sampang itu ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan barang bukti yang cukup. Kedua tersangka itu yakni Slamet Riyadi (SR) menjabat Kasubag Umum dan Kepegawaian, dan stafnya Mohammad Atik (MA).

Dalam OTT Tim Satuan Tugas (Satgas) Reskrim Polres Sampang pada Senin (5/6/2017) kemarin sekitar pukul 11.30 WIB di kantor Dinkes Sampang, polisi berhasil menyita barang bukti uang senilai Rp 4.700.000.

Uang suap itu diduga untuk memuluskan pemberkasan bidan PTT yang sebelumnya sudah diangkat CPNS untuk menjadi PNS. Total bidan PTT di Sampang sebanyak 113 orang.

Dari kejadian itu, selain mengamankan barang bukti uang, polisi juga mengamankan berkas bidan PTT ke CPNS, catatan penerima uang, daftar nama bidan PTT se Kabupaten Sampang.

“Per bidan bervariatif, hanya saja waktu OTT ada 7 bidan PTT ini dengan uang total Rp 4,7 juta yang dimasukkan ke dalam amplop,” jelasnya.

“Kita tunggu perkembangan pemeriksaan dan tidak menutup kemungkinan ada tersangka lain karena masih melihat aliran dana itu,” imbuh Hery.

Ancaman hukuman kedua tersangka dikenakan pasal 5 ayat 2 junto pasal 12 A Undang-Undang RI nomor 20 tahun 2001 perubahan UU no 31 tahun 1999 tentang tindak pidana pemberantasan korupsi dengan hukuman 3 tahun penjara.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

PT Garam Akhirnya Dipulangkan Lagi ke Sumenep

Sumenep, 6/6 (Media Madura) – Kedatangan Menteri BUMN, Rini Soemarno ke Kabupaten Sumenep, Masura, Jawa Timur hari ini (6/6/2017) membawa angin segar. 

Pasalnya, Menteri Rini memastikan tahun 2018 mendatang PT Garam akan kembali ngantor di Sumenep, setelah berapa tahun minggat ke Surabaya.

“Kedatangan kami kesini sekaligus ingin memberitahukan bahwa mulai tahun 2018, PT Garam akan ngantor lagi di Kalianget,” ucapnya.

Kata Rini, ngantornya kembali PT Garam di Sumenep tidak lain ingin membangkitkan kembali ekonomi di Pulau Madura khususnya Sumenep melalui produksi garamnya.

“Kami juga akan membangun pabrik garam industri di sumenep,” jelasnya. 

Sementara itu, Bupati Sumenep, A Busyro Karim sangat mengapresiasi adanya keputusan tersebut. Sebab, dengan pindahnya kembali kantor PT. Garam ke Sumenep, akan berdampak baik terhadap peningkatan PAD.

“Kami jika begitu (PT. Garam kembali). Jadi tidak akan seperti kemarin-kemarin, dimana ketika demo ke Bupati, tapi sumbangan ke PAD ke nggak ada,” tukasnya. 

Penulis : Rosy
Editor: Ahmadi

Pencuri Motor di Sumenep Dilumpuhkan Petugas

0

Sumenep, 6/6 (Media Madura) – Nur Aliman (21), warga Dusun Paoan, Desa Soddara, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, dilumpuhkan petugas, Senin (5/6/2017).

Ali mendapatkan hadiah timah panas lantaran berusaha melarikan diri dan melawan petugas saat kepergok mencuri motor di depan salah satu rumah kos Desa Gunggung, Kecamatan Batuan.

“Dia ini melawan ke petugas, sudah diberi tembakan peringatan tapi tetap abai, akhirnya kita tembak,” kata Kabag Humas Polres Sumenep, AKP Suwardi, Selasa (6/6/2017).

Akibat dari tembakan itu, pelaku dapat dilumpuhkan petugas, sementara dia menderita luka di betis bagian kanan.

Suwardi menerangkan, peristiwa tersebut berawal saat Wahyu Hidayat (36), warga Jl. Kartini, Kelurahan Kepanjen, Kecamatan Kota memarkir motornya di depan rumah kos milik Suwardi, sekitar pukul 19.00 WIB.

“Lalu pelaku datang dan hendak mencuri motor tersebut, tapi aksinya ketahuan dan langsung diteriki maling oleh pemiliknya,” bebernya. 

Alhasil, warga setempat yang mendengar teriakan langsung bertadangan untuk menangkap pelaku. Kebetulan, di lokasi juga ada petugas yang tengah hunting, sehingga pelaku dengan mudah bisa diringkus. 

“Saat ini, kasus ini tengah kami dalami, apakah curanmor ini motif pribadi atau bagian dari komplotan,” tukasnya. 

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

Curhat ke Menteri BUMN, Bupati Sumenep: Listrik di Sumenep Takut Adzan

Sumenep, 6/6 (Media Madura) – Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur kedatangan dua Menteri sekaligus, yakni Menteri Pertanian, Andi Arman Sulaiman dan Menteri BUMN, Rini Sumarno.

Kunjungan kerja dua Menteri Kabinet Kerja tersebut dalam rangka peningkatan lahan tambah tanam padi, jagung, kedelai dan launching kartu tani di Desa Baraji, Kecamatan Gapura, Selasa (6/6/2017).

Kepada Rini Sumarno, Bupati Sumenep, Busyro Karim curhat sejumlah hal, diantaranya berkaitan dengan listrik yang belum menyeluruh di Sumenep.

“Bu Menteri, di Sumenep memiliki 126 Pulau, dan baru dua pulau yang teraliri listrik 24 jam, yakni Pulau Sepudi dengan 2 Kecamatan dan tahun ini Pulau Giliyang,” ucap Busyro dalam sambutannya.

Busyro menuturkan, aliran listrik di Kepulauan Sumenep memang jauh dari maksimal, hal itu lantaran Sumenep meliliki ratusan pulau. 

“Di Sumenep itu ada istilah listrik takut Adzan, karena nyala habis Maghrib sebelum Subuh sudah padam,” ungkapnya disambut tawa hadirin.

Selain itu, di Kepulauan Sumenep juga memiliki masalah menyangkut telekomunikasi, dimana sebagian pulau masih kesulitan jaringan telekomunikasi, sehingga sedikit mengganggu aktifitas masyarakatnya.

“Orang pulau Sumenep itu juga ada istilah sanggup beli HP, tapi tidak sanggup beli sinyal, itu karena koneksi jaringan belum menyeluruh,” sambungnya. 

Bak gayung bersambut, Menteri Rini Sunarno pun menjawab tegas curhatan-curhatan bupati. Bahwa kedepan, masalah listrik di Sumenep akan menjadi antensi pihaknya. 

“Saya juga akan berkomunikasi dengan pihak Telkom agar masalah koneksi telekomunikasi ini teratasi dan menjangkau seluruh daerah Sumenep,” tandasnya. 

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

Terlibat Kecelakaan, Pemuda Asal Kepulauan Sumenep Meninggal Dunia

0

Pamekasan, 6/6 (Media Madura) – Akhmad Wazirul Jihad (18), warga asal Dusun Somor Agung, Desa Banbaru, Kecamatan/Kepulauan Giligenting, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur meninggal dunia setelah terlibat kecelakaan di Desa Kramat, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan, Selasa (6/6/2017) sekitar pukul 06.00 WIB.

Menurut warga sekitar, peristiwa itu terjadi karena korban diduga mengantuk. Ia mengendarai motor Honda Beat warna putih bernomor Polisi (Nopol) M 6212 W, melaju dari arah Sampang menuju Pamekasan.

“Mungkin ia ngantuk dan langsung menabrak bis mini yang melaju dengan kecepatan pelan dari arah berlawanan,” kata warga sekitar, Subahri.

Akibat menabrak bis mini bernopol M 7342 UA itu, pemuda itu langsung meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP).

“Ini terjadi tepat di sebelah barat jembatan Penanggung, Desa Kramat, Tlanakan yang saat ini juga sedang dalam perbaikan jembatan,” tambahnya mengakhiri percakapannya.

Korban langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Slamet Martodirdjo. Sementara sopir bis mini masih menjalani perawatan di RSUD yang sama.

Reporter: Rifqi
Editor: Ahmadi

Gomes Tak Khawatir Jamu Persipura Tanpa Fachrudin-Slamet

0

Pamekasan, 6/6 (Media Madura) – Dua pemain andalan Madura United, Fachrudin Aryanto dan Slamet Nurcahyo dipastikan absen saat menjamu Persipura Jayapura pada pekan ke-10 Liga 1, di Stadion Gelora Bangkalan, Rabu, (7/6/2017) besok.

Menanggapi hal itu, Pelatih Gomes De Oliviera mengaku tak khawatir tanpa dua pemain pilarnya menjamu Persipura Jayapura. Menurutnya, meski tanpa Fachrudin dan Slamet, tim besutannya masih bisa tampil optimal.

”Tidak masalah tanpa Fachrudin (absen karena memperkuat Timnas) dan Slamet Nurcahyo (absen karena akumulasi kartu kuning),” kata Gomes.

Dengan absennya Slamet, sepertinya Fandi Eko Utomo akan mendapatkan tanggung jawab lebih besar di lini tengah. Sinyal kuat Fandi akan mengisi lubang yang ditinggalkan Slamet, karena Gomes puas dengan performa Fandi pada laga sebelumnya, dan mencetak satu gol untuk kemenangan timnya.

“Saya berharap dia (Fandi Eko Utomo.red) bisa cetak gol lagi. Juga perlu dicatat masih ada Greg Nwokolo yang saat ini makin baik dan makin bugar,” ujarnya.

Sementara untuk menggantikan peran Fachrudin, Gomes pun sudah menyiapkan penggantinya. Munhar disebut-sebut Gomes untuk diduetkan kembali dengan Fabiano Beltrame di lini belakang Madura United. Duet keduanya, diyakiini mampu menghalau segala serangan Boaz Solossa dkk.

“Ada Munhar yang saya lihat sangat siap untuk pertandingan Rabu. Kami meyakini tim kami masih dalam momentum luar biasa dengan penuh semangat,” tegas Gomes.

Gomes menambahkan, Madura United bertekad mempertahankan tren positif mereka, namun Gomes tidak meremehkan Persipura meski sedang terluka. Gomes menyatakan, Persipura adalah tim kuat dan sudah memiliki nama besar.

“Jadi tidak ada alasan untuk tidak mempersiapkan pertandingan besok untuk satu tujuan, harus menang. Bagi Madura United, tujuh pertandingan belum kalah masih jauh jika dibandingkan tahun lalu yang pernah 10 kali tidak pernah kalah,” terangnya.

“Persipura memiliki nama besar dan juga pemain yang sering menyulitkan dimanapun mereka bermain. Kesiapan fisik, mental dan juga kekompakan sangat penting untuk pertandingan Rabu.” Pungkas Gomes.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Kedatangan Menteri Pertanian di Sumenep Disambut Aksi Mahasiswa

0

Sumenep, 6/6 (Media Madura) – Sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Universitas Wiraraja (Unija) Kabupaten Sumenep membuat sambutan khusus kedatangan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman.

Mentan datang ke Sumenep dalam agenda kunjungan kerja dalam rangka peningkatan lahan tambah tanam padi, jagung, kedelai dan launching kartu tani. 

Sementara mahasiswa tidak menyia-nyiakan kedatangan Mentan tersebut untuk menyampaikan aspirasi dengan cara menggelar aksi demontrasi.

Masalah penyempitan lahan pertanian menjadi inti dari aspirasi mereka, bahwa Kabupaten Sumenep sudah mengalami krisis agraria akibat banyaknya tanah yang dikuasai investor asing. 

“Ini masalah serius, kami harus sampaikan, karena bapak Menteri Pertanian wajib tahu, bahwa tanah-tanah subur disini sudah banyak dijual,” kata koordinator aksi, Agus Wahyudi, Selasa (6/6/2017).

Dia menyebut, tidak kurang dari 500 hektar tanah produktif beralih fungsi menjadi perumahan, pertokoan dan bangunan-bangunan lain. 

Katanya, peralihan lahan secara massif terjadi di banyak Kecamatan, seperti Kecamatan Talango, Gapura, Dungkek, Batang-Batang, Manding, Dasuk, Lenteng, Bluto, Kalianget, Ambunten, Pasongsongan dan Kecamatan Kota. 

“Dengan begini, mustahil kesejahteraan sosial akan terwujud jika masalah ini dibiarkan, bahkan ketahanan pangan yang diinginkan pak Presiden juga tidak mungkin terjadi,” ungkapnya. 

Oleh sebab itu, mahasiswa meminta, masalah krisis agraria di Sumenep menjadi perhatian Menteri Pertanian, karena jika penyempitan lahan terus berlanjut, bukan tidak mungkin suatu saat lahan subur akan musnah. 

“Kondisi ini patut jadi keprihatinan kami, dan mestinya juga menjadi keprihatinan bersama, karna ini menyangkut keberlangsungan hidup petani,” tandasnya. 

Aksi yang digelar di persimpangan depan rumah Dinas Wakil Bupati itu tidak berlangsung lama, usai berorasi secara bergantian, mahasiswa membubarkan diri dengan tertib walau tanpa pengawalan pihak Kepolisian. 

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

Lima Hari Aliran Listrik di Pamekasan Padam 22 Jam

0

Pamekasan, 5/6 (Media Madura) – Hingga hari kelima bulan Juni 2017, Perusahaan Listrik Negara (PLN) di Kabupaten Pamekasan, Madura telah melakukan pemadaman sebanyak 22 jam dengan dalih perbaikan dan pembangunan penyulang baru.

Pada Senin (5/6/2017), pemadan kembali terjadi dengan dalih pembangunan penyulang baru, yakni Penyulang Karang Durin.

Padahal pembangunan penyulang Karang Durin ini sudah diumumkan sebulan lalu, dan sudah sering dilakukan pemadaman.

Seperti yang diumumkan Manajer PLN Area Pamekasan Novi Widya Ningsih, lokasi padam meliputi Desa Billaan, Pangorayan, Pangtonggal, Panglemah, Campor, Jambaringin, Desa Panagguan, Pangbatok, Desa Badung, Srambah dan sekitarnya.

“Estimasi pemadaman mulai jam 08.00 hingga 15.00 WIB,” katanya seperti yang disampaikan di group WA “Pamekasan Berteman”, Senin (5/6/2017) pagi.
Berikut rincian pemadangan aliran listrik di Pamekasan terhitung mulai 1 Juni 2017 seperti dilansir situs penawarta.com:

1). Kamis (1/6/2017) aliran listrik akan kembali padam, yakni di Jalan Trunojoyo, Jalan Raya Penglegur, Jalan Raya Tlanakan, Ceguk, Perum Graha, Jalmak Tinggi, Bukek, Larangan Tokol dan Sekitarnya. Estimasi pemadaman sekitar 6 jam, mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 14.00 WIB.

2). Sabtu (3/6/2017) aliran listri di Pamekasan, padam lagi selama dua jam. Pemadaman terkait adanya kegiatan pemeliharaan Jaringan Perbaikan LBS masjid loskontak yang bersifat urgency,” kata Manajer PT PLN Rayon Pamekasan Novi Widya Ningsih. Lokasi padam meliputi Desa Nyalabuh Laok, Jalan Dirgahayu, Kelurahan Bugih, Jalan Pintu Gerbang, Desa Nyalabuh Daya, Tana Celleng, Desa`Larangan Badung, Desa Akkor, Plakpak, Toronan, Blumbungan, Larangan, dan semua desa di Kecamatan Kadur, serta sekitarnya.

3). Minggu (4/6/2017) aliran listrik kembali padam selama 7 jam dengan lokasi di Jalan Trunojoyo, Jalan Raya Panglegur, Jalan Raya Tlanakan, Ceguk, Perum Graha, Perum Tlanakan Indah, Jalmak Tinggi, Desa Bukek, Larangan Tokol dan sekitarnya. Penyebabnya, karena pembangunan penyulang baru.

4). Senin (5/6/2017) aliran listrik di Pamekasan padam mulai Pukul 08.00 WIB hingga pukul 15.00 WIB. Alasannya pembangunan penyulang baru dengan lokasi pemadaman meliputi Desa Billaan, Pangorayan, Pangtonggal, Panglemah, Campor, Jambaringin, Desa Panagguan, Pangbatok, Desa Badung, Srambah dan sekitarnya.

5). Pemadaman dengan alasan pembangunan lokasi penyulang baru Karang Durin ini telah disampaikan pihak PLN lebih dari empat kali berturut-turut sejak Mei 2017 dengan lokasi yang sama. (*)

Satpol PP Sampang Sisir Warung Makan dan Baliho Tak Berizin

Sampang, 5/6 (Media Madura) – Sejumlah warung makan yang berada di kawasan terminal Kota Sampang, tak luput dari penyisiran Satpol PP setempat.

Kegiatan kali ini, petugas hanya memberikan imbauan terhadap pemilik warung makan yang sengaja buka di siang hari di bulan puasa. Selain itu, baliho yang diduga tak berizin ditertibkan sepanjang jalan protokol, Senin (5/6/2017) siang.

Kepala Bidang (Kabid) Penegakan Perda dan Ketertiban Umum (PPKU) Dinas Satpol PP Sampang Chairijah, mengatakan pemberian imbauan kepada pemilik warung karena sebelumnya sudah menyebarkan surat edaran (SE).

Bahkan, saat ini terminal Sampang menjadi kewenangan provinsi sehingga petugas hanya berkoordinasi serta memberikan imbaun. Mengingat, warung makan di terminal disediakan bagi para musafir.

“Pemilik warung di terminal sudah diberi tahu, makanya tadi kita bersama petugas Dishub Provinsi memberikan himbuan karena itu kewenangannya bukan daerah. Selanjutnya kita akan melakukan penelusuran lagi terhadap warung makan,” ujarnya mewakili Plt Kepala Satpol PP Sampang Rudi Setiadhy, Senin.

Dirinya mengungkapkan penertiban baliho berdasarkan Perda nomor 7 tahun 2011 tentang perizinan tertentu dan Perbup nomor 60 tahun 2015 tentang paten pelaksana administrasi terpadu kecamatan.

“Nah kita juga menertibkan baliho bersama tim dari kecamatan dan BPKAD, targetnya untuk menurunkan baliho tidak berizin, rusak, melintang di jalan raya dan habis masa berlakunya,” kata Chairijah.

Hasil penyisiran itu, petugas mengamankan 4 buah baliho, 10 buah spanduk, 4 buah banner. Penertiban dilakukan dari Jalan Jaksa Agung Suprapto, Jalan KH. Wahid Hasyim, Jalan Trunojoyo, Jalan Agus Salim, hingga Jalan Diponegoro.

Terpisah, Ketua Komisi I DPRD Sampang Aulia Rahman, meminta Satpol PP tidak tebang pilih dalam menegakkan aturan Jika di lokasi ditemukan ada pelanggaran agar langsung ditertibkan. Termasuk warung makan yang buka pada siang hari.

“Apalagi mayoritas penduduk Sampang umat muslim semua, ini demi menjahaga kelancaran dalam menjalankan ibadah puasa harus ditertibkan,” tegasnya.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Tante dan Keponakan di Sampang Kompak Jadi Bandar Sabu

Sampang, 5/6 (Media Madura) – Peredaran narkoba di wilayah hukum Kabupaten Sampang tak kunjung ada hentinya. Sebab, polisi baru ini mengamankan satu keluarga yang kompak sama-sama menjalankan bisnis narkoba antara keponakan dan tante.

Ia adalah inisial SA (41) dan YA (40). Keduanya warga Dusun Gruggak, Desa Sejati, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang. Mereka diketahui sebagai bandar sabu di wilayah Kecamatan Camplong.

Kapolres Sampang AKBP Tofik Sukendar, melalui Kasat Narkoba AKP Arief Kurniadi, mengatakan penangkapan tersangka dilakukan pada Minggu (21/5/2017) kemarin pukul 19.00 WIB. Barang bukti yang berhasil diamankan dari dua orang yang masih kerabat keluarga itu seberat 13,3 gram sabu.

Dari tangan tersangka SA, polisi mengamankan barang bukti berupa 10 poket sabu dengan berat 11,08 gram. Sedangkan, 3 poket sabu seberat 2,22 gram didapat dari tersangka YA.

“Pengungkapan kasus ini berawal dari penangkapan tersangka SA yang ditangkap dirumahnya, dari hasil pengembangan penyelidikan dan pengakuan keponakan (SA) itu anggota langsung menangkap tantenya yakni YA karena sama-sama menjalankan bisnis narkoba,” kata Arief ditemui diruangannya, Senin (5/6/2017).

Arief menjelaskan, kedua pelaku tersebut sudah menjadi incaran polisi atau target operasi sejak dua bulan sebelum penangkapan. Untuk itu, polisi segera menangkap kedua pelaku berkat laporan masyarakat.

Kedua tersangka kini dijerat dengan pasal 114 ayat 2 sub pasal 112 ayat 2 Undang-Undang RI 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan pidana penjara paling lama 20 tahun.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi