Sumenep, 7/6 (Media Madura) – Kepala Dinas Peternakan dan Tanaman Pangan Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur mengklaim, daging sapi impor kurang diminati masyarakat setempat. 

“Dari pantauan kami, tidak ada temuan daging impor, sepertinya memang tidak diminati, karena daging lokal lebih enak,” ujar Edy Sutrisno usai memantau daging di Pasar Anom Baru setempat, Senin (5/6/2017).

Tidak hanya daging impor, dia juga mengaku pihaknya tidak menemukan daging beku maupu jeroan diperjualbelikan pedagang.

“Tidak ada (pedagang yang menjual daging beku dan jeruan),” sambungnya. 

Menurutnya, daging yang dijual di pasar tradisional di Sumenep murni daging sapi lokal, sama sekali tidak ditemukan daging aneh-aneh.

“Selain tidak ada temuan, kebutuhan daging selama ramadan hingga lebaran nanti juga kami pastikan cukup, bahkan lebih,” ucapnya.

Maklum, Kabupaten Sumenep memang dikenal sebagai daerah yang memiliki populasi sapi terbesar di Indonesia, bahkan setiap tahunnya mampu memproduksi tidak kurang dari 359 ribu ekor sapi.

Sehingga, untuk memenuhi permintaan pasar saat ramadan dan lebaran, Kabupaten paling timur madura ini tidak perlu impor maupun menjual daging beku.

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan