Beranda blog Halaman 966

Anggaran Sarung Lebaran Dinsos Tembus Rp 550 Juta

Sampang, 22/6 (Media Madura) – Dinas Sosial Kabupaten Sampang menyedot anggaran cukup tinggi untuk satu kegiatan pengadaan barang menjelang Lebaran Idul Fitri 1438 Hijriyah.

Bukan tanpa alasan, sebab pengadaan sarung lebaran, baju koko, dan mukena tahun 2017 dianggarkan sebesar Rp 550 juta. Jumlah itu lebih tinggi dibandingkan tahun 2016 yakni Rp 375 juta.

Kepala Dinsos Kabupaten Sampang Moh Amirullah, melalui Kabid Pemberdayaan Insriyani Krisnawati, mengatakan pagu awal pengadaan barang sebesar Rp 550 juta dengan harga perkiraan sendiri (HPS) Rp 548.130.000. Dana itu untuk 4.000 pcs item. Rinciannya 2.000 pcs sarung lebaran, 1.000 baju koko, dan 1.000 mukena.

“Pengadaan sarung lebaran, baju koko, dan mukena ini sudah direalisasi dan dibagikan kepada penerima bantuan sosial seperti yayasan pondok pesantren di Sampang,” katanya, Kamis (22/6/2017).

Insriyani akrab disapa Bu Titik itu menjelaskan, pengadaan barang tersebut dimenangkan oleh pihak rekanan CV. Sumber Agung beralamat di Jalan Jaksa Agung Suprapto dengan harga penawaran Rp. 453.200.000.

Sayangnya, ia tak mau menjelaskan secara detail nama penerima bantuan sosial itu dengan alasan lupa. Namun, pihaknya yakin pengadaan barang terealisasi sesuai juknis.

“Lebih jelasnya silahkan tanya ke bagian Barang dan Jasa Pemkab Sampang, karena saya lupa,” dalihnya.

Sementara itu, Sekjen Jaka Jatim Tamsul, mengaku kaget tingginya anggaran pengadaan sarung lebaran, baju koko, dan mukena. Padahal, kegiatan tersebut pernah dilaporkan ke Kejaksaan Negeri Sampang pada 2016 lalu karena terindikasi dugaan korupsi.

Apalagi, kata Tamsul, jika melihat sarung yang beredar dengan merk lokal Abu Ulfa, harga dipasaran hanya berkisar Rp. 50.000 – Rp. 60.000.

“Tidak menutup kemungkinan tahun ini juga begitu, bisa jadi Mark up anggaran pengadaan sarung itu, apalagi harga tidak sesuai juknis,” tandasnya.

Reporter : Ryan Hariyanto
Editor : Arif

Jelang Lebaran, Bupati Pamekasan Tinjau Kesiapan Beberapa Tempat Vital

Pamekasan, 22/6 (Media Madura) – Bupati Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Achmad Syafii melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke sejumlah tempat vutal untuk memantau kesiapan pelayanan jelang Hari Raya Idul Fitri 1438 H, Kamis (22/6/2017).

Beberpa layanan yang didatangi oleh orang nomor satu di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, yaitu terminal Ronggosukowati, perbaikan dua jembatan, Puskesmas Tlanakan, Pasar Branta Kecamatan Tlanakan, dan Rumah Sakit Unum Daerah (RSUD) dr. Slamet Martodirdjo Pamekasan.

“Kami sudah beberapa kali rapat koordinasi dan beberapa tempat yang kita kunjungi sudah siap semua. Termasuk juga perbaikan jembatannya sudah siap, Alhamdulillah lancar dan instansi terkait sudah siap,” katanya di sela-sela sidak.

Usai mendatangi beberapa tempat vital di wilayah Kecamatan Tlanakan, Politisi Partai Demokrat yang di dampingi Kapolres Pamekasan, AKBP Nowo Hadi Nogroho dan Kadisperindag Bambang Suprapto itu, ia mendatangi salah satu swalayan di Jalan Stadion dan melanjutkan perjalanan ke sejumlah tempat di wilayah Kecamatan Pantai Utara (Pantura).

“Kami akan memastikan masayarakat aman dan nyaman dalam merayakan lebaran nantinya, makanya tahun ini kami tambah ke utara karena jalan di utara semakin bagus dan luas, ada kemungkinan banyak pemudik lewat jalan utara,” tambah Syafii.

Dari sekian swalayan yang ia datangi, ia tidak menemukan Makanan dan Minuman (Mamin) yang dijual dalam kondisi melewati masa jual atau membahayakan, dan memastikan aman untuk di konsumsi oleh konsemen.

Prinsipnya, lanjut dia, semua pelayanan dan fasilitas umum selama momentum mudik hingga balik lebaran dalam kondisi siap. Termasuk Puskesmas dan RSUD guna mengantisipasi sesuatu yang tidak diinginkan.

“Tetapi kami berharap tidak banyak terjadi kejadian, terutama kecelakaan lalu lintas, antisipasi tetap kami maksimal. Secara umum kami siap,” tutup mantan Anggota DPR RI tersebut.

Reporter: Rifqi
Editor : Arif

Telat Gabung Pasca Lebaran, Pemain Madura United Bakal Disanksi

0

Pamekasan, 22/6 (Media Madura) – Manajemen Madura United mengaku sudah menyiapkan sanksi tegas bagi para pemain yang telat gabung pasca libur Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriah.

Seperti diketahui, Fabiano Beltrame dkk. sudah meninggalkan mess pemain sejak, Rabu (21/6/2017) kemarin. Manajemen klub memberikan pemain jatah libur Lebaran selama sepekan ke depan. Dipastikan, para pemain pulang ke kampung halaman masing-masing.

Manajer Madura United, Haruna Soemitro menegaskan, keputusan adanya sanksi ini telah disampaikan kepada para pemain. Pemain, menurut Haruna, sudah harus kembali ke mess pemain pada 28 Juni mendatang.

Semua punggawa Laskar Sape Kerrab mengambil jatah libur itu. Bedanya, tiga pemain asing mereka sudah lebih dulu izin pulang ke negaranya masing-masing, seperti Peter Odemwingie (Inggris), Greg Nwokolo (Nigeria), dan Dane Milovanovic (Australia).

“Semuanya harus profesioanal dan tepat waktu saat diminta bergabung kembali. Jika kami memberikan reward dalam prestasi, tentunya juga ada punishment (sanksi) terhadap pelanggaran,” kata Haruna.

Libur selama sepekan yang diberikan kepada pemain dirasa sangat cukup. Pemain bisa memanfaatkan waktu itu sebaik mungkin untuk merayakan Hari Kemenangan bersama keluarga yang dicintai.

“Libur telah tiba. Mari jalin silaturahmi dengan sanak famili, keluarga, tetangga, kolega dan seluruh saudara sesama muslim. 28 Juni kita harus bersama lagi,” ucap Presiden Klub, Achsanul Qosasi.

Madura United terhitung memiliki waktu yang mepet menggelar latihan rutin usai libur Lebaran. Sebab, pada 4 Juli mendatang, mereka akan melakukan laga away pekan ke-12 Liga 1 berjumpa Borneo FC.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Enam Bulan, Ribuan GTT Sampang Belum Terima Honor

0

Sampang, 22/6 (Media Madura) – Sebanyak 1.900 Guru Tidak Tetap (GTT) di wilayah Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur belum menerima honor. Keterlambatan itu dialami GTT SD dan SMP sejak bulan Januari hingga Juni 2017.

Mereka mengeluh karena sebelumnya sudah ada kesepakatan akan dicairkan pada bulan puasa. Namun sampai saat ini honor tak kunjung cair.

“Gaji GTT memang minim sekitar Rp200-300 ribu, ditambih honor belum cair, semoga secepatnya bisa cair sebelum lebaran ini,” tutur Adam Wardiyanto salah satu GTT asal SDN Pamolaan 2 Camplong Kabupaten Sampang, Rabu (21/6/2017) kemarin.

Adam mengatakan, di tahun 2016 lalu proses awal insentif bisa cair per-tiga bulan sekali. Yakni, terhitung sejak Oktober-Desember 2016.

“Intinya masalah ini terus membelit terhadap GTT, kalau sebelumnya karena ada peralihan wewenang dari Pemprov Jatim,” ucap

Adam salah satu guru sejak tahun 2004 itu mengaku kecewa keterlambatan honor tersebut. Sebab, keinginan GTT bisa cair untuk digunakan selama kebutuhan lebaran.

Sementara itu, Kabid Guru dan Tenaga Kependidikan Disdik Sampang Achmad Mawardi, menjelaskan alasan belum dicairkannya honor GTT karena berbenturan dengan pengeluaran yang dicairkan dari dana BOS. Sebab, satu nama tidak boleh menerima insentif dari dua sumber.

”Memang bulan puasa cair, seandainya tidak terjadi seperti ini. Jadi tidak boleh double counting. Maka dari itu, akan akan berkordinasi ulang dengan pemerintah daerah dalam pencairannya,” dalihnya.

Tahun lalu, lanjut Mawardi, masih aman-aman saja karena juknis BOS berbeda dengan tahun ini. Honor dari BOS lebih dari Rp 200 ribu dan tidak ada peraturan. Karena dari BOS namanya honor GTT dan yang dikelola olehnya juga bernama honor GTT.

“Nah makanya tidak boleh diberikan ke satu orang, persoalan ini sudah dijelaskan ke GTT kok melalui UPT masing-masing,” tandasnya.

Reporter : Ryan Hariyanto
Editor : Arif

Produsen Petasan di Sumenep Diamankan, 5 Kg Handak Disita

Sumenep, 22/6 (Media Madura) – Kepolisian Resort (Polres) Sumenep, Madura, Jawa Timur berhasil menangkap seorang produsen petasan jenis sreng dor, Rabu (21/6/2017) sekira pukul 20.30.

Ia adalah Ahmad Junaidi Alias Jon, warga Dusun Gedungan Barat, Desa Gedungan, Kecamatan Batuan.

“Tersangka kami grebek di rumahnya, setelah lebih dulu melalui serangkaian pengintaian,” ujar Kabag Humas Polres Sumenep, AKP Suwardi.

Dari tangan tersangka, diamankan 2.100 sreng dor siap jual, 9 gulungan terbuat dari kertas, 1 kardus berisi kertas bekas dan 3 karung berisi selongsong sreng dor terbuat dari kertas .

Kemudian 1 karung berisi serbuk warna hitam, toples kecil berisi sumbu, ember berisi sreng dor tanpa sumbu, timbangan manual, palu, besi kecil, takaran serbuk warna silver, gayung kecil, ayakan dan 1 ikat lidi daun kelapa.

“Kami juga menyita kurang lebih 5 kg serbuk warna silver, masing-masing dibungkus 3 plastik berisi seberat 1,5 kg dan satu toples plastik kerang lebih seberat 3,5 Kg,” terang Suwardi.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 1 ayat (1) Undang-undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang Bahan Peledak (Handak) dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Reporter: Rosy
Editor Ahmadi

BMKG Kalianget Sumenep: Kemarau Basah Masih akan Berlanjut

0

Sumenep, 22/6 (Media Madura) – Kemarau basah diprediksi kembali melanda wilayah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur dan sekitarnya.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kalianget, Achmad Zubakti mengatakan, BMKG memprediksi, hujan masih akan turun hingga pertengahan Bulan Juli.

“Tahun ini memang kembali terjadi kemarau basah, namun dengan intensitas hujan rendah,” terangnya.

Namun, meski intensitas hujan rendah, kemarau basah akan tetap mempengaruhi tanaman para petani, seperti tembakau dan juga garam.

“Intensitas hujan akan lebih kecil dibandingkan kemarau basah pada tahun lalu, tapi mungkin berpengaruh bagi beberapa tanaman musiman,” ujarnya.

Sementara itu, salah seorang petani garam asal Desa Karanganyar, Kecamatan Kalianget, Syamsuri menuturkan, dengan cuaca sekarang, perani garam mulai harap-harap cemas.

Pasalnya, adanya turun hujan secara berkala sejak beberapa pekan terakhir, otomatis berdampak terhadap produksi garam, bahkan menggeser masa produksi.

“Kalau musim seperti sekarang kami tidak bisa berbuat apa-apa, bahkan sampai bulan ini kami masih ragu untuk memulai pengaraman, ya karena masih sering turun hujan” tuturnya

Kata dia, pada tahun-tahun sebelumnya, bulan Juni sebagian petani biasanya sudah memasuki masa panen, tapi tahun ini mereka masih persiapan lahan garam.

“Biasanya kalau Juni sudah masuk masa mau panen, tapi sekarang masih garap lahan, jadi sejak kemarin, petani memang khawatir terjadi kemarau basah lagi seperti tahun kemarin,” tukasnya.

Kekhawatiran akan gagal panen juga menimpa para petani tembakau. Tanam tembakau yang saat ini sudah memasuki pertengahan musim juga sangat riskan kalau sering diguyur hujan.

“Ya, kalau terlalu sering kena hujan, juga bisa bikin gagal panen mas, karena biasanya daun tembakau yang keseringan kena hujan menjadi buruk, bahkan bisa saja mati,” ungkap Mat Muhri, petani tembakau asal Kecamatan Lenteng.

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

Cuaca Ekstrem Perpanjang Karut-Marut Program Mudik Gratis Pemprov Jatim 2017

0

Sumenep, 22/6 (Media Madura) – Penderitaan calon penumpang mudik gratis Program Pemprov Jatim di Pelabuhan Kalianget, Kabupaten Sumenep, Madura terus berlanjut.

Usai terlantar gara-gara penundaan jadwal akibat dari kapal penumpang Express Bahari C9 dalam perbaikan pasca mengalami kandas, kini calon penumpang harus kembali menelan pil pahit.

Pasalnya, pemberangkatan kapal Express Bahari C9 yang direncanakan mengangkut pemudik gratis jalur Kalianget-Kangean pada trip kedua, Rabu (21/6/2017) pukul 15.00 WIB, terpaksa digagalkan karena cuaca buruk.

Alhasil, ratusan calon penumpang tujuan berbagai Kepulauan Sumenep kembali terlantar karena harus menginap di pelabuhan, sambil menunggu cuaca membaik.

“Dalam perjalanan dari Kangean ke Kalianget sudah dihadang cuaca ekstrem. Sehingga kapal tidak berani berangkat lagi,” kata Moch Iksan, Kepala Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kalianget, Rabu (21/6/2017).

Kata Iksan, para pemudik gratis rencananya akan diberangkatkan pada Kamis (22/6/2017) pukul 05.00 WIB dari Pelabuhan Kalianget. Tapi jika cuaca di lautan membaik.

“Insyaallah pagi ini kapal akan berangkat lagi, untuk hari ini akan ada dua trip di jalur Kalianget-Kangean,” ucapnya.

Untuk diketahui, Kapal Express Bahari 9C mikik PT Sakti Inti Makmur (SIM) yang merupakan pemegang tender mudik gratis Pemprov Jatim, hingga kini baru memberangkat pemudik satu kali, yakni Rabu (21/6/2017) pukul 05.00 WIB dengan 402 penumpang.

Padahal jadwal semula, mudik gratis rute Kalianget-Kangean sebanyak enam kali trip dari Tanggal 19 sampai dengan 24 Juni atau satu trip setiap hari. Namun, jadwal tersebut amburadul akibat ketidaksiapan perusahan dalam mengatisipasi berbagai hambatan seperti kapal pengganti ketika kapal utama tak bisa beroperasi.

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

Pemberangkatan Haji dan Nomor Porsi Bisa Dicek Secara Online

Sampang, 21/6 (Media Madura) – Kepala Seksi Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama (Kamenag) Sampang Syamsuri, mengungkapkan tahun ini Calon Jamaah Haji (CJH) yang sudah mendaftar dan mendapat nomor porsi bisa mengkroscek keberangkatannya melalui sistem online.

“Cek online ini untuk mendapatkan informasi keberangkatan lebih pasti. Berdasarkan nomor porsi haji itu calon jemaah bisa mengecek keberangkatannya sehingga dapat mempersiapkan segala sesuatunya dengan lebih matang,” ucap Syamsuri, Rabu (21/6/2017).

Menurutnya, nomor porsi merupakan nomor antrean untuk berangkat haji yang didapat ketika jemaah menyetor uang di bank. Perkiraan keberangkatan haji bisa dilakukan via online sehingga tidak menyita waktu.

Caranya, bisa membuka aplikasi playstore di smartphone, cari dan dowload aplikasi “Cek Porsi Haji”. Kemudian anda bisa mendowload dan diinstal. Setelah berhasil, akan ada nomor porsi, masukkan 10 digit nomor porsi Biaya Penyelenggaraan Ibadah haji (BPIH) dan tekan enter.

“Nanti langsung keluar nama lengkap dengan tahun pemberangkatan haji,” jelasnya.

Kata Syamsuri, aplikasi tersebut merupakan pencanangan Kementerian Agama RI. Tujuannya untuk mempermudah masyarakat atau CJH mengetahui posisi keberangkatan haji, legalitas pemberangkatan, serta antisipasi terjadinya calo haji bodong yang meresahkan masyarakat.

“Insyaalah untuk tahun ini kalau tidak ada perubahan kelompok terbang (Kloter) haji asal Sampang yaitu kloter 56 dan 57,” tandasnya.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Tokoh Kiai Pengaruhi Perjalanan Politik Sampang

Sampang, 21/6 (Media Madura) – Geliat pergelaran Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Sampang terus menjadi perbincangan menarik. Bukan karena partai politik yang akan mengusung jagoannya dalam politik lima tahunan tersebut, melainkan lebih pada teka teki sosok bakal calon yang siap bertanding menduduki posisi Sampang 1.

Berbagai pengamat politik berbicara, jika sosok seorang tokoh ulama masih mendominasi untuk perebutan sebagai pemenang dalam Pilkada Sampang tahun 2018 mendatang. Sebab kondisi Kabupaten Sampang didominasi peran ulama dalam segala aspek kebijakan.

“Sampang ini yang kuat pada figur, bukan parpol yang mengusung, jadi pemilihan figur yang pas besar kemungkinan akan keluar sebagai pemenang, terlebih kiai dan ulama yang dicalonkan,” kata Arman Syahputra pengamat politik dan hukum di Sampang.

Menurutnya, masa keemasan pengaruh tokoh ulama di Sampang masih menjadi barometer utama, bahkan sejak tahun 1990 ulama merupakan pangkuan utama dalam segala hal.

“Sampang dan daerah tapalkuda masih sangat dipengaruhi oleh ulama, bukan tidak mungkin 2018 ini ulama tetap akan mendominasi, salah satu contoh, pileg 2014 lalu, sejumlah tokoh parlemen Sampang berangkat dari restu ulama dan kiai,” tambahnya.

Walaupun, lanjut Arman, berjalannya waktu peran ulama mulai mengalami penurunan, namun tidak signifikan. Pasalnya kekuatan ulama mulai terfokus pada nasionalis dengan azas keagamaan. Sehingga tokoh ulama menjadi lebih berafiliasi pada pergerakan politik yang praktis.

“Patut untuk diwaspadai peran dan pengaruh ulama, karena jelas sampai saat ini ulama dan santri yang ada masih punya peranan yang besar bagi masyarakat,” jelasnya.

Untuk itu, Pilkada Sampang mendatang yang paling patut diwaspadai yakni pada kesamaan antara ulama dan tokoh ulama yang akan dikeluarkan untuk pencalonan nantinya. Besar kemungkinan kesolidan tersebut menjadi bumerang bagi tokoh nasionalis yang notabennya berangkat bukan dari unsur aliran.

“Kalau kiai bersatu, bukan tidak mungkin kemenangan di depan mata,” tandasnya.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Temuan BPOM Surabaya Jadi Tamparan Bagi Dinas Kesehatan Sampang

0

Sampang, 21/6 (Media Madura) – Pengawasan terhadap peredaran makanan dan minuman yang mengandung bahan kimia berbahaya di wilayah Kabupaten Sampang patut dipertanyakan. Sebab, selama ini Dinas Kesehatan Kabupaten Sampang terkesan angkat tangan.

Alasan itu bukan tanpa sebab, karena Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Surabaya saat sidak di bazar takjil Ramadhan di kawasan Monumen Sampang telah menemukan 4 makanan positif mengandung boraks dan 2 minuman mengandung rhodamin B atau pewarna tekstil, pada Senin (19/6) kemarin.

“Kami memang belum sidak ke sejumlah bazar takjil bulan puasa ini karena masih fokus sidak ke beberapa sekolah sekitar,” dalih Sekretaris Dinas Kesehatan Sampang Asrul Sani, Rabu (21/6/2017).

Untuk itu, pihaknya berjanji akan lebih intensif dalam melakukan pengawasan keberadaan mamin. Namun saat ini dinasnya masih keterbatasan angaran dalam melakukan pemeriksaan makanan.

“Nanti kita akan lakukan tindak lanjut untuk mengecek ke tempat pengolahannya dan menyampaikan kepada mereka yang bersangkutan untuk lebih berhati-hati dalam memilih bahan makananan,” pungkasnya.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi