Sampang, 22/6 (Media Madura) – Sebanyak 1.900 Guru Tidak Tetap (GTT) di wilayah Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur belum menerima honor. Keterlambatan itu dialami GTT SD dan SMP sejak bulan Januari hingga Juni 2017.

Mereka mengeluh karena sebelumnya sudah ada kesepakatan akan dicairkan pada bulan puasa. Namun sampai saat ini honor tak kunjung cair.

“Gaji GTT memang minim sekitar Rp200-300 ribu, ditambih honor belum cair, semoga secepatnya bisa cair sebelum lebaran ini,” tutur Adam Wardiyanto salah satu GTT asal SDN Pamolaan 2 Camplong Kabupaten Sampang, Rabu (21/6/2017) kemarin.

Adam mengatakan, di tahun 2016 lalu proses awal insentif bisa cair per-tiga bulan sekali. Yakni, terhitung sejak Oktober-Desember 2016.

“Intinya masalah ini terus membelit terhadap GTT, kalau sebelumnya karena ada peralihan wewenang dari Pemprov Jatim,” ucap

Adam salah satu guru sejak tahun 2004 itu mengaku kecewa keterlambatan honor tersebut. Sebab, keinginan GTT bisa cair untuk digunakan selama kebutuhan lebaran.

Sementara itu, Kabid Guru dan Tenaga Kependidikan Disdik Sampang Achmad Mawardi, menjelaskan alasan belum dicairkannya honor GTT karena berbenturan dengan pengeluaran yang dicairkan dari dana BOS. Sebab, satu nama tidak boleh menerima insentif dari dua sumber.

”Memang bulan puasa cair, seandainya tidak terjadi seperti ini. Jadi tidak boleh double counting. Maka dari itu, akan akan berkordinasi ulang dengan pemerintah daerah dalam pencairannya,” dalihnya.

Tahun lalu, lanjut Mawardi, masih aman-aman saja karena juknis BOS berbeda dengan tahun ini. Honor dari BOS lebih dari Rp 200 ribu dan tidak ada peraturan. Karena dari BOS namanya honor GTT dan yang dikelola olehnya juga bernama honor GTT.

“Nah makanya tidak boleh diberikan ke satu orang, persoalan ini sudah dijelaskan ke GTT kok melalui UPT masing-masing,” tandasnya.

Reporter : Ryan Hariyanto
Editor : Arif

Tinggalkan Balasan