Sampang, 21/6 (Media Madura) – Geliat pergelaran Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Sampang terus menjadi perbincangan menarik. Bukan karena partai politik yang akan mengusung jagoannya dalam politik lima tahunan tersebut, melainkan lebih pada teka teki sosok bakal calon yang siap bertanding menduduki posisi Sampang 1.

Berbagai pengamat politik berbicara, jika sosok seorang tokoh ulama masih mendominasi untuk perebutan sebagai pemenang dalam Pilkada Sampang tahun 2018 mendatang. Sebab kondisi Kabupaten Sampang didominasi peran ulama dalam segala aspek kebijakan.

“Sampang ini yang kuat pada figur, bukan parpol yang mengusung, jadi pemilihan figur yang pas besar kemungkinan akan keluar sebagai pemenang, terlebih kiai dan ulama yang dicalonkan,” kata Arman Syahputra pengamat politik dan hukum di Sampang.

Menurutnya, masa keemasan pengaruh tokoh ulama di Sampang masih menjadi barometer utama, bahkan sejak tahun 1990 ulama merupakan pangkuan utama dalam segala hal.

“Sampang dan daerah tapalkuda masih sangat dipengaruhi oleh ulama, bukan tidak mungkin 2018 ini ulama tetap akan mendominasi, salah satu contoh, pileg 2014 lalu, sejumlah tokoh parlemen Sampang berangkat dari restu ulama dan kiai,” tambahnya.

Walaupun, lanjut Arman, berjalannya waktu peran ulama mulai mengalami penurunan, namun tidak signifikan. Pasalnya kekuatan ulama mulai terfokus pada nasionalis dengan azas keagamaan. Sehingga tokoh ulama menjadi lebih berafiliasi pada pergerakan politik yang praktis.

“Patut untuk diwaspadai peran dan pengaruh ulama, karena jelas sampai saat ini ulama dan santri yang ada masih punya peranan yang besar bagi masyarakat,” jelasnya.

Untuk itu, Pilkada Sampang mendatang yang paling patut diwaspadai yakni pada kesamaan antara ulama dan tokoh ulama yang akan dikeluarkan untuk pencalonan nantinya. Besar kemungkinan kesolidan tersebut menjadi bumerang bagi tokoh nasionalis yang notabennya berangkat bukan dari unsur aliran.

“Kalau kiai bersatu, bukan tidak mungkin kemenangan di depan mata,” tandasnya.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan