Sumenep, 22/6 (Media Madura) – Kemarau basah diprediksi kembali melanda wilayah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur dan sekitarnya.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kalianget, Achmad Zubakti mengatakan, BMKG memprediksi, hujan masih akan turun hingga pertengahan Bulan Juli.

“Tahun ini memang kembali terjadi kemarau basah, namun dengan intensitas hujan rendah,” terangnya.

Namun, meski intensitas hujan rendah, kemarau basah akan tetap mempengaruhi tanaman para petani, seperti tembakau dan juga garam.

“Intensitas hujan akan lebih kecil dibandingkan kemarau basah pada tahun lalu, tapi mungkin berpengaruh bagi beberapa tanaman musiman,” ujarnya.

Sementara itu, salah seorang petani garam asal Desa Karanganyar, Kecamatan Kalianget, Syamsuri menuturkan, dengan cuaca sekarang, perani garam mulai harap-harap cemas.

Pasalnya, adanya turun hujan secara berkala sejak beberapa pekan terakhir, otomatis berdampak terhadap produksi garam, bahkan menggeser masa produksi.

“Kalau musim seperti sekarang kami tidak bisa berbuat apa-apa, bahkan sampai bulan ini kami masih ragu untuk memulai pengaraman, ya karena masih sering turun hujan” tuturnya

Kata dia, pada tahun-tahun sebelumnya, bulan Juni sebagian petani biasanya sudah memasuki masa panen, tapi tahun ini mereka masih persiapan lahan garam.

“Biasanya kalau Juni sudah masuk masa mau panen, tapi sekarang masih garap lahan, jadi sejak kemarin, petani memang khawatir terjadi kemarau basah lagi seperti tahun kemarin,” tukasnya.

Kekhawatiran akan gagal panen juga menimpa para petani tembakau. Tanam tembakau yang saat ini sudah memasuki pertengahan musim juga sangat riskan kalau sering diguyur hujan.

“Ya, kalau terlalu sering kena hujan, juga bisa bikin gagal panen mas, karena biasanya daun tembakau yang keseringan kena hujan menjadi buruk, bahkan bisa saja mati,” ungkap Mat Muhri, petani tembakau asal Kecamatan Lenteng.

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan