Beranda blog Halaman 1115

Program Asuransi Petani Kurang Diminati

Sampang, 9/1 (Media Madura) – Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Sampang Suyono, mengungkapkan pertanian di wilayahnya itu minim yang mendaftar program Asuransi Usaha Petani Padi (AUTP).

“Saat ini hanya 16 hektar lahan padi di Desa Panggung, Kecamatan Kota Sampang yang tercatat mengikuti program itu,” kata Suyono, Senin (9/1/2017).

Dikatakan Suyono, untuk menerapkan penanaman menggunakan teknik baru dan bisa diterima masyarakat butuh waktu bertahun-tahun untuk bisa ditiru. Bahkan, sosialisasi program itu sudah dilaksanakan. Namun dirinya tidak memungkiri jika sosialisasi yang dilakukannya kurang merata.

“Sudah berulang kali kami lakukan sosialisasi, namun masyarakat enggan mengikuti karena kembali lagi kepada anemo dan paradigma petani disini yang memang sulit dirubah. Baru ketika ada bukti nyata masyarakat akan mau mengikuti akan pentingnya asuransi itu,” tambahnya.

Suyono menjelaskan, petani yang bisa ikut mendaftarkan program AUPT minimal padi yang ditanamnya sudah berumur satu bulan. Sedangkan jumlah total lahan pertanian padi yang ada di wilayah Sampang tercatat sebanyak 36 ribu hektar.

“Jika ikut program itu yang akan diganti hanya padi yang benar gagal panen. Misal, dalam satu hektar hanya separuh yang gagal panen, maka yang diganti yang separuh itu,” jelasnya.

Suyono juga membeberkan bahwa besaran premi yang ditentukan oleh pemerintah sebesar Rp 180 ribu per-hektar. Dimana 80 persen disubsidi oleh pemerintah. Sedangkan, petani hanya membayar sekitar Rp 36 ribu dalam satu hektar luasan lahan yang ditanami petani.

“Kalau masih belum vegetatif, itu masih belum dikatakan gagal panen, karena itu tetap bisa panen. Kecuali sudah muncul kembang dan direndam banjir, maka kembang itu akan menghitam dan rusak,” tandasnya.‎

Penulis: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Respon Manajer Perssu Terhadap Hasil Kongres PSSI

0

Sumenep, 9/1 (Media Madura) – Kongres Tahunan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) sudah rampung digelar, Minggu (8/1/2016) kemarin di Bandung.

Terdapat sejumlah keputusan penting pada kongres yang digelar di Hotel Arya Duta tersebut, antara lain perubahan regulasi mengenai penggunaan jasa pemain asing, batasan umur pemain, dan pemangkasan peserta Divisi Utama di musim berikutnya.

Untuk klub ISL, penggunaan pemain asing federasi membatasi 2 pemain asing ditambah 1 asing Asia, sedangkan klub Divisi Utama dilarang menggunakan jasa pemain impor.

Masih untuk tim kasta kedua, selain dilarang diperkuat pemain asing, federasi juga membatasi usia pemain yakni maksimal umur 25 tahun, karena alasan pembinaan usia muda.

Yang lebih penting lagi, PSSI memprogramkan pemangkasan klub divisi utama secara besar-besaran, yaitu hanya tim 16 besar saja yang akan tetap berlaga di divisi utama 2018, ditambah tim degradasi ISL, promosi Liga Nusantara serta tim Play Off, selebihnya akan turun kasta tiga.

Merespon hal tersebut, Perssu Sumenep sebagai salah satu kontestan kasta kedua mengaku siap untuk mengikuti semua keputusan-keputusan regulasi yang sudah ditetapkan.

“Saya yakin PSSI sudah memikirkan matang-matang tentang apa yang dibahas dan diputuskan dalam kongres,” kata Manajer Perssu, Ahmad Fauzi via pesan BBM, Senin (9/1/2016).

“Yang jelas Perssu siap mengikuti semua pemikiran dan keputusan positif jika untuk memajukan sepak bola Nasional,” tegasnya.

Penulis: Rosy
Editor: Ahmadi

Madura United Tak Permasalahkan Pembatasan Pemain Asing

0

Pamekasan, 9/1 (Media Madura) – Madura United FC tidak mempermasalahkan pembatasan kouta pemain asing menjadi 2+1 pada kompetisi mendatang.

Aturan baru yang ditetapkan oleh PSSI, utamanya untuk klub peserta ISL 2017, bahwa masing-masing klub hanya boleh merekrut dua pemain asing dan satu pemain asing Asia.

“Dengan ketetapan pemain asing 2+1, bagi Madura United itu bukan persoalan besar,” ucap Manajer Madura United, Haruna Soemitro.

Untuk slot pemain asing, Madura United sudah lengkap. Ada Luiz Carlos Junior, dan Fabiano Beltrame. Kendati demikian, Laskar Sape Kerrab belum punya pengganti Dane Milovanovic untuk pemain asing Asia.

“Kekurangan Madura United hanya pada pemain asing Asia,” ungkapnya.

Atas dasar itu, Madura United menutup pintu bagi pemain asing non-asia yang sebelumnya sudah mengajukan lamaran untuk mengikuti seleksi.

“Itu juga menjadikan rencana seleksi terhadap Gustavo Lopes dan beberapa pemain asing non-asia yang mengajukan lamaran urung digelar,” tandas Haruna.

Pada Kongres Tahunan PSSI di Bandung, PSSI resmi mengesahkan perubahan nama lima klub peserta ISL 2017, satu di antaranya adalah nama Madura United FC. PSSI juga memgumumkan kompetisi ISL 2017 kick off 26 April mendatang.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Dua Kali Tunjangan Guru Ngaji di Sampang Salah Sasaran, Dinsos Disebut Selalu Kecolongan

Sampang, 8/1 (Media Madura) – Program pemberian dana bantuan kepada guru ngaji di Sampang, kembali dipersoalkan. Kali ini, datang dari Sekertaris Jaringan Kawal Jawa Timur (Jaka Jatim) Tamsul. Itu setelah mencuatnya 5 orang penerima tunjangan guru mengaji diketahui berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).

“Penyaluran dana bantuan guru ngaji ini harus didata ulang, karena sudah amburadul dan lagi-lagi selalu tidak tepat sasaran,” kata Tamsul, Minggu (8/1/2017).

Berdasarkan catatan mediamadura.com, buruknya data penerima tunjangan guru mengaji itu juga terjadi pada tahun 2015 lalu. Saat itu, penerima bantuan guru ngaji didapati oleh maling.

Terbaru, Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Sampang mendapati 5 penerima tunjangan guru ngaji yang berstatus PNS. Sehingga, pencairan bantuan tersebut terpaksa dibatalkan dan anggaran yang sudah disiapkan ditahan untuk dikembalikan ke Kasda.

Berkaitan dengan hal itu, Tamsul menilai bahwa selama ini Dinsos yang bertanggungjawab dari program tunjangan guru ngaji tersebut selalu kecolongan. Mengingat, data penerima tidak tepat sasaran.

“Validasi data sangat penting untuk diutamakan agar program ini tepat guna dan tepat sasaran. Sehingga betul-betul bermanfaat bagi yang berhak dan yang membutuhkan,” tegasnya.

Disisi lain, Tamsul menyakini jika masih banyak orang yang terdaftar sebagai penerima bantuan guru ngaji sejak tahun 2015 dan 2016. Namun, bantuan itu tidak pernah diterima. Belum lagi, ada satu keluarga yang berjumlah tiga orang menjadi penerima semua.

“Ini perlu didata ulang, kroscek secara benar supaya kebobrokan penerima tunjangan guru ngaji tidak terulang kembali,” imbuhnya.

Diketahui sebelumnya, 5 orang PNS penerima tunjangan itu diketahui setelah adanya verifikasi ulang yang dilakukan Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset (BPPKA) Sampang, terdapat dalam kartu tanda penduduk diketahui berstatus PNS.

Mereka berasal dari wilayah Kecamatan Pangarengan dan Jrengik. Rinciannya, 1 orang Kecamatan Pangarengan dan Jrengik ada 4 orang. Persyaratan penerima tunjangan guru ngaji itu minimal memiliki santri 10 orang dan bukan berstatus PNS.

Penulis: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Dewan Minta Program PIKK Senilai Rp 31 Miliar Wajib Dikawal

Sampang, 8/1 (Media Madura) – Setelah dianggarkan dan disetujui program Pagu Indukatif Kewilayahan Kecamatan (PIKK), sejumlah elemen masyarakat diharapkan ikut serta mengawasi realisasi program tersebut. Hal itu disampaikan Anggota Komisi I DPRD Sampang Syamsuddin.

Ia mengatakan, karena saat ini sudah masuk tahun anggaran 2017. Tentu yang menjadi perhatiannya adalah pengawasan. Sebab, ia tidak ingin program PIKK yang dianggarkan Rp 31 miliar yang merupakan program baru ini nantinya salah sasaran dan dijadikan bancakan.

”Dalam pelaksanaannya yang perlu ditekankan adalah pengawasannya, jangan sampai program ini hanya program polesan yang ujung-ujungnya hanya dijadikan bancakan,” tegas politisi asal Tanjung Kecamatan Camplong itu, Minggu (8/1/2017).

Syamsuddin juga menambahkan, lokasi yang menjadi sasaran program PIKK juga perlu dipertegas. Sebab, apabila hal itu tidak dipertegas sejak awal, nantinya terjadi tumpang tindih anggaran, karena program PIKK tersebut tidak jauh berbeda dengan program fisik.

”Program PIKK rawan disalah gunakan, jadi perlu kiranya program baru ini diawasi bersama, dan terpenting jangan sampai program ini tumpang tindih dengan program fisik lainnya ,” jelasnya.

Selain itu, Gus Syam sapaan akrabnya, juga meminta kepada para camat untuk memprioritaskan desa yang betul-betul membutuhkan perhatian dari program PIKK ini. Namun dengan catatan, lokasi yang menjadi sasaran program PIKK tersebut tidak menjadi lokasi pengerjaan proyek lainnya.

”Kami ingatkan jika program PIKK anggarannya sangat besar yakni mencapai Rp 31 miliar, jadi anggaran ini betul-betul memperhatikan kepentingan masyarakat,” paparnya.

Sekedar diketahui, program PIKK merupakan program inisitatif Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dengan target akan dibagikan kepada semua kecamatan. Program PIKK sebagai upaya untuk menampung keinginan masyarakat melalui Musrenbangcam serta bertujuan untuk pemerataan pembangunan di masing-masing wilayah kecamatan.

Penulis: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Jelang Ulang Tahun, Nama Madura United Disahkan PSSI

0

Pamekasan, 8/1 (Media Madura) – Kebahagiaan manajemen Madura United FC tentu bertambah dua kali lipat. Selain akan merayakan hari ulang tahun klub ke-1. Juga secara resmi nama Madura United telah disahkan oleh PSSI.

Madura United merupakan satu di antara lima klub yang namanya disetujui dan disahkan oleh anggota kongres pada Kongres Tahunan PSSI di Bandung.

Dengan demikian, tim berjuluk Laskar Sape Kerrab termasuk 18 peserta Indonesia Super League (ISL) 2017. PSSI selaku induk organisasi tertinggi sepak bola Indonesia mengumumkan kompetisi ISL digulirkan pada 26 April mendatang.

“Hasil Kongres Tahunan PSSI hari ini sudah selesai, utamanya tentang ketetapan nama Madura United FC yang selamanya akan menjadi entitas sepak bola Madura. Sudah satu tahun Madura United FC mengisi relung hati suporter dan warga Madura,” kata Presiden Klub, Achsanul Qosasi atau AQ.

AQ menegaskan, ke depan Madura United akan terus berbenah agar makin dihargai, baik dari sisi prestasi tim maupun kolaborasi suporter. Menjaga keberlanjutan Madura United adalah tugas semua elemen bukan hanya manajemen.

“Jadikan sepak bola sebagai sarana persahabatan, kemanapun Madura United datang, harus selalu menjadi duta Madura yang damai, rukun, dan terpuji (MadRuji),” tutup AQ.

Manajemen klub sendiri berencana merayakan ulang tahun Madura United yang ke-1 dengan acara potong tumpeng di Distro & Cafe Madura United pada 10 Januari nanti.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Warga Pamekasan Temukan Mayat Tanpa Identitas di Semak-semak

0

Pamekasan, 8/1 (Media Madura) – Warga Dusun Sumber Wulan, Desa Tanjung, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur digegerkan dengan penemuan sesosok mayat laki-laki tanpa identitas, di bawah pohon bambu, Minggu (8/1/2017) sekitar pukul 10.30 WIB.

Menurut warga sekitar, janazah Mr. X itu ditemukan oleh Supatma (50) warga Dusun Arombasan, Desa setempat sesaat ia mau mengantarkan nasi ke sawah tempat suaminya bekerja.

“Mayat Mr. X itu pertama kali ditemukan oleh warga yang mau mengantar makanan untuk orang kerja,” kata Kasubbag Humas Polres Pamekasan AKP. Osa Maliki.

Menurut Osa, warga yang menemukan langsung melaporkan ke aparat desa setempat. “Mr. X itu diperkirakan umur 35 tahun. Yang menemukan langsung melaporkan ke Sekdes Tanjung,” tambahnya.

Dari keterangan warga sekitar urai mantan Kapolsek Pegantenan itu, pria setengah baya itu memang sering berjalan tanpa tujuan, dugaan sementara ia mengalami gangguan jiwa.

“Orang itu, berada disana sudah sekitar enam bulan yang lalu, tapi warga sekitar tidak mengenalinya, saat ini mayatnya sudah di evakuasi ke Puskesmas Pademawu,” tutup Osa.

Reporter: Rifqi
Editor: Zainol

RSUD dr. Slamet Martodirdjo Angkat Tangan, Asmani Harus Dibawa ke China

0

Pamekasan, 8/1 (Media Madura) – Asmani (59) warga Dusun Batu Putih, Desa Larangan Dalam, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur penderita kanker hati harus diobati ke negeri China.

Pasalnya, pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Slamet Martidirdjo, Pamekasan sudah angkat tangan dengan alasan minimnya fasilitas.

Koordinator LSM Pamekasan yang turut mendampingi ibu dari keluarga miskin itu, Ribut Baidi menyampaikan, memang untuk penyembuhan penyakit kanker hati, hanya negara China. Akan tetapi dirinya masih mencari solusi lain selain harus ke luar negeri.

“Alhamdulillah sudah mulai membaik, tapi, masih dalam perawatan yang sangat intensif. Kalau persoalan transplansi hati memang harus di China atau Singapura. Tapi, teman-teman dari forum LSM kemarin coba cari info di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta, Insya Allah ada,” katanya pada mediamadura.com, Minggu (8/1/2017).

Namun jika, di Indonesia tidak ada, tambah Mantan Ketua Umum PMII Cabang Pamekasan, terpaksa Asmani harus dibawa dan diobati di luar negeri, dan membutuhkan dana yang sangat besar.

“Ia butuh dana sebesar Rp 500 juta untuk keluar negeri, makanya kami bersama BEM Unira dan PMII Cabang Pamekasan akan turun jalan untuk cari donasi sebesar 500 juta,” tambah Ribut.

Sementara Direktur RSUD dr. Slamet Martodirdjo Pamekasan, dr. Farid Anwar membenarkan perihal dimaksud, bahwa rumah sakit yang ia pimpin hanya bisa mengoperasi untuk mengeluarkan cairan yang ada di perut serta perawatan lainnya.

“Memang betul disini (RSUD) tidak bisa mengobati secara total pada penyakitnya Ibu Mani (Asmani) dan yang bisa menanganinya di China itupun kalau ada yang mau donor hati,” tuturnya singkat.

Reporter: Rifqi
Editor: Zainol

Sebelum Nikah, Bayu Gatra Temui Suporter Madura United

0

Pamekasan, 8/1 (Media Madura) – Winger Madura United FC, Bayu Gatra Sanggiawan menemui komunitas suporter di salah satu rumah makan di Kabupaten Pamekasan, Minggu (8/1/2017) pagi.

Itu dilakukan sebelum sang pemain melaksanakan pesta pernikahannya. Bayu Gatra datang langsung dari Jember dan ditemui oleh suporter Taretan Dhibik (sebutan fans Madura United). Bayu Gatra ke Pamekasan didampingi ibunya, Hj Siti Khalifah.

Pertemuan dengan suporter untuk meminta doa atas pernikahannya dengan Venty Dwi Pratiwi. Keduanya akan melangsungkan pesta pernikahan pada 17 Januari mendatang.

“Sekalian saya mau antar undangan pada sanak famili di Pamekasan,” kata pemain yang memiliki darah keturunan Madura itu.

Selain itu, Bayu Gatra berharap ada perwakilan suporter datang pada resepsi pernikahannya di Ledokombo, Jember.

“Bagaimanapun, dalam perjalanan karier saya sebagai pemain bola, suporter adalah separuh jiwa,” imbuhnya.

Ketua Taretan Dhibik, Bambang Priyanto menuturkan, pertemuan yang terbilang singkat ini menjadikannya tambah dekat dengan sang pemain. Utamanya, dengan keluarga besar Bayu Gatra.

“Pamitan dan permohonan restu pada kami, menjadikan kami makin dekat dengannya. Suasana kekeluargaan seperti ini sangat sulit kami dapatkan,” tutupnya Bambang Priyanto.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Pelaksanaan Lelang Jabatan Strategis Buram

Sampang, 7/1 (Media Madura) – Kekosongan jabatan strategis di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sampang terus mendapat sorotan tajam dari Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sampang. Komisi yang membidangi pemerintahan ini berharap agar kekosongan jabatan ini segera dilakukan pelelalangan jabatan.

Sebab, beberapa hari ini dengan adanya jabatan yang dimandatkan kepada pelaksana tugas (Plt) kurang berjalan maksimal. Seperti halnya yang terjadi di sekretariat dewan, dimana plt sekretaris dewan kurang maksimal dalam menjalankan fungsinya sebagai plt sekwan.

”Mutasi jabatan sudah dilakukan pada akhir tahun 2016 lalu, tinggal saatnya keseriusan pemkab mengisi 4 jabatan yang dibiarkan kosong,” ujar Anggota Komisi I DPRD Sampang Syamsuddin.

Ditambahkan Syamsuddin, dengan adanya kekosongan yang dijabat oleh plt tentu akan berdampak buruk terhadap pelayanan. Apalagi pejabat yang menjabat merangkap jabatan. Sehingga secara tidak langsung dalam pelayanannya akan timpang.

”Tahapan-tahapan pelelangan jabatan seharusnya sudah dipersiapakan sejak sekarang, Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) harus bergerak cepat,” pintanya.

Hal senada disampaikan oleh Anggota Komisi I DPRD Agus Husnul Yakin, kekosongan jabatan strategis itu kiranya perlu segera diisi, namun dengan catatan lelang jabatan harus profesional dan bersih dari praktik-praktik KKN.

”Pelaksanaan lelang jabatan harus bersih dan profesional, jangan sampai panitia lelang memihak salah satu calon pejabat yang mengisi kekosongan jabatan ini, dan tepenting figurnya sesuai dengan latar belakang pendidikan dan keahliannya,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sampang Slamet Terbang menyatakan, kekosongan jabatan sudah menjadi perhatian seriusnya badannya. Menurutnya, dalam menggelar lelang perlu proses dan tahapan. Sehingga untuk menuju pelaksanaan lelang membutuhkan waktu yang tidak sedikit.

”Kalau target lelang jabatan sudah kami canangkan digelar pada bulan ini atan Februari mendatang, butuh proses, tahapan dan waktu,” jelasnya.

Terpisah, Asisten III Setkab Sampang Rochim Mawardi mengaku sudah mengingatkan BKD agar segera bertindak cepat dalam mengatasi kekosongan jabatan ini. Bahkan, ia berharap Januari ini lelang jabatan sudah digelar.

”Saya sudah mengingatkan, supaya dipercepat, memang mendesak, namun yang jelas lelang jabatan ini masih butuh koordinasi dengan pusat dan provinsi,” tukasnya.

Penulis: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi