Beranda blog Halaman 1116

Pohon Tumbang Lumpuhkan Jalur Pamekasan-Sumenep

0

Pamekasan, 7/1 (Media Madura) – Dua pohon di pinggir jalan raya di Desa Sumedangan, Kecamatan Pademawu, Pamekasan, Madura, Jawa Timur tumbang, Sabtu (7/1/2016) petang. Akibatnya, jalur utama Pamekasan-Sumenep lumpuh.

Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pamekasan Budi Cahyono mengatakan, dua pohon tumbang dan melumpuhkan jalan Provisi yang menghubungan Pamekasan-Sumenep akibat hujan disertai angin kenjang.

“Pohon tumbang terjadi di dua titik yakni di Jalan Desa dan Jalan Provinsi,” kata Budi kepada media di Pamekasan, Sabtu petang.

Pohon yang tumbang berukuran kurang lebih 30 centimeter dan ketinggian 8 meter. Petugas membutuhkan masing-masing waktu 30 menit untuk mengevakuasi kedua pohon tersebut. Pohon tumbang yang menutup jalan Provinsi yang dievakusi lebih dulu oleh petugas dibantu warga setempat.

“Kita evakuasi yang menutup akses jalan Provinsi dulu,” ucapnya.

Petugas menemui kesulitan saat proses evakuasi pohon tumbang karena minim lampu penerangan. Tetapi evakuasi tetap dilakukan. Evakuasi dilakukan dengan cara memotong pohon.

“Lokasinya juga gelap dan tersangkut jaringan listrik sehingga kami kesulitan untuk melakukan evakuasi,” imbuh Budi.

Budi menghimbau kepada masyarakat untuk waspada dan tidak berada di bawah pohon saat terjadi hujan deras yang disertai angin. Sebab dalam sebulan terakhir banyak kejadian pohon tumbang di Pamekasan. Ia juga berharap agar masyarakat segera melapor jika ada pohon tumbang agar segera dievakuasi.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Disdik Sampang Gantung Kekosongan Jabatan Kepsek

Sampang, 7/1 (Media Madura) – Kekosongan jabatan Kepala Sekolah (Kepsek) di tingkat Sekolah Dasar (SD) masih terjadi meski sudah memasuki tahun 2017. Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sampang selalu beralasan mengalami kesulitan mencari calon figur yang akan dijadikan kepsek.

Plt Kepala Disdik Sampang Rochim Mawardi mengaku belum bisa berbuat banyak. Karena, saat ini ia masih baru menjabat sebagai plt kepala disdik. Tapi yang jelas, sebelumnya persoalan kekosongan kepsek sudah menjadi salah satu perhatian serius pemerintah setempat.

“Beberapa waktu lalu sejumlah calon kepsek sudah dilakukan wawancara. Untuk itu, tidak menutup kemungkinan pengisian kekosongan jabatan kepsek sudah menunggu hitungan hari,” singkat Rochim Mawardi yang juga menjabat sebagai Asisten III di balik telepon, Sabtu (7/1/2017).

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPRD Sampang Maniri menilai lambannya pengisian kekosongan jabatan kepsek merupakan kelalaian dari Disdik. Menurutnya, Disdik sudah tanggap dengan cara mengantisipasi sebelum masa jabatan kepsek itu berakhir.

”Harapan kami pada akhir tahun 2016 lalu kekosongan kepsek ini sudah teratasi, namun kenyatannya masih nihil sampai sekarang,” jelasnya.

Dijelaskan Maniri, sudah saatnya persoalan yang berhubungan dengan kepsek ini menjadi perhatian serius Disdik. Ia tidak ingin kekosongan kepsek ini menjadi benang kusut yang tak kunjung ada kepastian.

Sekedar diketahui, kekosongan jabatan itu hanya ada 10 sekolah belum memiliki kepsek definitif. Sehingga, adanya kekosongan jabatan kepsek dikhawatirkan akan mengganggu terhadap proses belajar mengajar.

Sebab, secara tidak langsung ketika tanpa kepsek definitif segala kebijakan maupun persoalan masih akan dilimpahkan ke disdik setempat.

Penulis: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Infrastruktur Wilayah Perbatasan Terabaikan

Sampang, 7/1 (Media Madura) – Akses transportasi yang berada di wilayah perbatasan nampaknya minim perhatian dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang, Madura, Jawa Timur.

Itu terlihat, area perbatasan wilayah Kabupaten Pamekasan-Sampang tepatnya di Desa Tlambah, Kecamatan Karangpenang, Kabupaten Sampang.

Banyak infrastuktur jalan rusah parah. Termasuk jalan poros desa yakni jalan menuju ke Dusun Lembanah, Desa Tlambah juga rusak. Selain itu, jembatan penghubung antar dusun yang ada di Dusun Lembanah juga hanya sebatas rakitan bambu yang hampir ambruk.

”Kalau jalan disini banyak yang rusak, meski sudah puluhan tahun tak kunjung diperbaiki,” ujar Said warga sekitar, Sabtu (7/1/2017).

Said juga menuturkan, jalan yang rusak kurang lebih sepanjang 7 kilo meter, dan seringkali pengendara sepeda motor terjatuh, karena banyak kubangan air dan lumpur di sepanjang akses jalan itu.

Bukan hanya itu, warga lainnya Baihaki juga memaparkan, selain akses jalan, jembatan di pelosok desa juga tanpa ada perhatian, seperti jembatan yang ada di Dusun Lembanah, Desa Tlambah. Dimana karena tidak ada perhatian warga sekitar membuat sendiri jembatan yang terbuat dari rakitan bambu.

”Kalau hampir roboh kami perbaiki sendiri dengan cara gotong-royong, biasanya kekuatan jembatan ini hanya bertahan satu tahun saja,” jelasnya.

Menurut Baihaki, jembatan penghubung antar dusun itu biasa dijadikan akses bagi warga, siswa dan guru. Dengan kondisi itu ia berharap kepada pemerintah setempat agar memperhatikan kondisi infrastruktur, khususnya di wilayah perbatasan.

”Kami hidup di perbatasan merasa terabaikan dan kurang diperhatikan, banyak infrastuktur yang kurang dibiarkan rusah parah, bahkan ada akses jembatan yang tak tersentuh perbaikan sama sekali, semoga saja pemerintah memperhatikan nasib kami,” harapnya.

Penulis: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Pelimpahan Berkas Dua Tersangka Kasus Korupsi DD Ditunda, Begitupun Pengumuman Nama Tersangka Baru

0

Sampang, 7/1 (Media Madura) – Kepolisian Daerah Jawa Timur bakal memastikan tersangka baru kasus dugaan korupsi penyalahgunaan Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) di wilayah Kedungdung, Kabupaten Sampang, Madura. Sabtu (7/1/2016).

Namun, rencana itu terpaksa ditunda. Meski sebelumnya, pengumuman nama akan dilakukan pada Jumat (6/1/2017) kemarin.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Marenga mengatakan, alasan penundaan pengumuman nama tersangka baru itu karena Polda Jatim disibukkan dengan kegiatan internal. Salah satunya pergantian Kapolda baru dari Irjen Pol Anton Setiadji ke Irjen Pol Machfud Arifin yang masih berlangsung.

“Saya sudah tanya ke Reskrimsus, seminggu ini kita memang ada acara pergantian Kapolda baru, yang sabarlah, saya pasti umumkan,” katanya di balik telepon.

Selain penundaan nama tersangka baru, juga rencana pelimpahan dua berkas ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim. Yakni terhadap dua orang yang ditetapkan sebagai tersangka, Camat Kedungdung Ach Junaidi, dan Kasi Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) H Kun Hidayat.

“Termasuk berkas dua tersangka AJ dan KH itu juga ditunda. Sekalian nanti bareng. Nanti kita umumkan (nama tersangka baru) dan berkas dua tersangka kita limpahkan,” tandasnya.

Penulis: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Warga Gladak Anyar Khawatir Banjir Susulan

0

Pamekasan, 7/1 (Media Madura) – Ruddin (54) warga Kelurahan Gladak Anyar, Kecamatan Kota, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur khawatir terjadi banjir susulan setelah Selasa (3/1/2017) lalu wilayah itu direndam banjir setinggi 2 hingga 3 meter.

Kekhawatiran itu, kata Ruddin, karena cuaca saat ini masih sering terjadi hujan lebat, apalagi tanggul penahan air yang ambruk masih belum diperbaiki.

“Saya beserta warga lainnya disini (Kelurahan Gladak Anyar) khawatir ada banjir lagi, Mas,” katanya di kediamannya saat ditemui mediamadura.com, Sabtu (7/1/2017).

Menurutnya, jika hujan lebat hanya terjadi di wilayahnya, tidak akan terjadi luapan sungai di sisi barat rumahnya. Akan tetapi jika hujan terjadi di wilayah pantura Pamekasan seperti di Kecamatan Palengaan dan Pegantenan kemungkinan besar banjir kembali merendam rumahnya.

“Meskipun disini hujan deras tidak berpengaruh Mas, tapi kalau di wilayah utara hujan kami harus siap-siap, apalagi sudah berawan kayak itu,” tuturnya sambil menunjuk ke arah utara.

Sementara Hartati, mengungkapkan, dirinya tidak butuh bantuan banyak kepada pemerintah, yang dibutuhkan agat pemerintah segera memperbaiki tanggul yang ambruk.

“Kami tidak butuh bantuan, yang kami butuhkan tanggul itu segera diperbaiki, biar hidup kami disini nyaman dan aman,” tuturnya.

Reporter: Rifqi
Editor: Zainol

Patrich Wanggai Tinggalkan Madura United

0

Pamekasan, 7/1 (Media Madura) – Penyerang Patrich Steve Wanggai resmi meninggalkan Madura United FC. Kabarnya, kesebelasan Pusamania Borneo FC (PBFC) yang menciduk pemain asal Papua itu dari Laskar Sape Kerrab.

Patrich Wanggai bergabung dengan klub asal Pulau Garam pada putaran kedua Torabika Soccer Championship (TSC) 2016.

Di bawah asuhan pelatih Gomes De Oliviera, Wanggai menemukan kembali ketajamannya sebagai striker paling ditakuti pemain lawan. Tercatat Wanggai mengoleksi tiga gol bersama Madura United untuk waktu yang sangat singkat.

“Selamat jalan dan terima kasih Patrich Wanggai. Terima kasih kebersamaannya selama setengah musim terakhir,” tutur Presiden Klub, Achsanul Qosasi.

AQ sapaan akrabnya mengikhlaskan hengkangnya Wanggai dari Madura United. Pihaknya pun mendoakan mantan pemain timnas itu langsung mendapat tempat di klub barunya.

“Madura United mengikhlaskan Wanggai setelah menerima penjelasan-penjelasan darinya,” imbuhnya.

Wanggai di awal-awal konpetisi putaran kedua memang sulit menembus skuad inti Madura United. Terlebih harus menepi cukup lama akibat cedera yang dialaminya. Wanggai baru banyak dimainkan menjelang kompetisi berakhir dan tampil cukup mengesankan.

“Persaingan yang sangat kompetitif di lini depan Madura United musim depan memang tidak bisa menjamin seorang pemain akan selalu mendapatkan tempat sebagai starting seiring akan bergabungnya striker terbaik lokal ke Madura United,” tandas AQ.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Harga Cabai di Pamekasan Tembus Rp 120 Ribu Per Kilogram

0

Pamekasan, 7/1 (Media Madura) – Harga cabai rawit di pasar tradisional Desa Duko Tikur, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur tembus Rp120 ribu per kilogram.

Menurut Kusnan, melambungnya harga salah satu kebutuhan dapur tersebut sudah terjadi beberapa hari lalu. “Itu terjadi dari kemarin, padahal kemarin masih Rp 100 ribu per kilogram,” katanya, Sabtu (7/1/2017).

Menurut pria yang kesehariannya menjual pentol keliling itu, harga Rp120 ribu per kilogram itu pada cabai rawit merah, sedangkan yang warna hijau sebesar Rp 30 ribu per kilogram.

“Yang mahal itu yang tua, atau yang warna merah, tapi kalau yang hijau tergolong murah,” tambah Kusnan.

Diuraikan oleh Kusnan, tingginya harga cabe tersebut karena cabai di kalangan petani mengalami kerusakan, sehingga kekurangan itu berakibat pada tingginya harga.

“Tapi yang naik bukan hanya disini (Pasar Duko) di pasar lain juga demekian,” urainya.

Hal senada dikatakan oleh Rahmah, harga cabai naik bukan hanya terjadi di Pasar Duko, di Pasar tradisonal Keppo juga mengalami kenaikan.

“Di pasar Keppo, juga naik mas, tapi kalau sudah butuh tetap membeli kok,” tutur ibu dua anak yang mengaku penjual krupuk sambel itu.

Reporter: Rifqi
Editor: Zainol

Pulau Gili Labak Paling Banyak Dikunjungi Wisatawan Manca

0

Sumenep, 7/1 (Media Madura) – Meski baru kesohor sekitar dua tahun terakhir, nama Pulau Gili Labak nampaknya sudah cukup mendunia dan tidak asing lagi bagi para pelancong luar negeri.

Hal itu bedasarkan data kunjungan wisata di Kabupaten Sumenep tahun 2016, Gili Labak menjadi destinasi yang paling banyak dikunjungi wisatawan manca (wisman), mengalahkan objek wisata lainnya.

Pada tahun kemarin, pulau kecil yang masuk Kecamatan Talango itu berhasil menyedot 300 wisman, lebih banyak dari Museum dan Kraton yang terdiri dari 289 dan Pantai Lombang 244 wisman.

Wajar jika Gili Labak kini mulai menjadi primadona destinasi berlibur. Pasalnya, keindahan pulau yang dulu dikenal pulau tikus itu tak terbantahkan, pantai dengan pasir putihnya memang memanjakan mata, disokong dengan terumbu karang dan sangat bagi pecinta snorkling.

Dalam data tersebut tidak disebutkan dari negara mana saja para wisatawan tersebut berasal, namun secara umum pengunjung berasal dari Asia hingga eropa.

Ya, sebetulnya dari sisi segi jumlah pengunjung secara keseluruhan memang masih relatif rendah, karena dalam setahun hanya ada 33.719 orang yang datang menghabiskan liburannya disana, masih kalah jauh dari wisata religi Asta Tinggi yang mencapai 198.250 pengunjung dalam setahun.

Tentu selanjutnya,adalah tugas pemerintah daerah untuk terus mempromosikan, tidak hanya Gili Labak, juga objek wisata lainnya yang ada di Sumenep, agar lebih dikenal dan memantik orang untuk datang, baik itu wisman atau wisnus.

Tidak cukup sampai disitu, meningkatkan fasilitas serta mempermudah akses ke tujuan wisata juga jauh lebih penting, ditambah dengan pendidikan pada masyarakat bagaimana menjadi tuan rumah, supaya yang sudah datang dapat membawa pulang kesan baik. Sehingga, masih mau kembali dengan mengajak lebih banyak keluarga, teman atau kerabat.

Apalagi pemerintah tengah mencanangkan program visit year tahun 2018 mendatang, serta menargetkan 10 juta kunjungan dalam setahun. Tentu, hanya dengan terus berbenah program tersebut bisa terwujud.

Penulis: Rosy
Editor: Ahmadi

Uji Coba Madura United Lawan Penang FA Gagal

0

Pamekasan, 7/1 (Media Madura) – Pertandingan uji coba antara Madura United FC dengan klub asal Malaysia, Penang FA yang rencananya akan dihelat di negeri Jiran pada 13 Januari mendatang gagal digelar.

“Rencana pertandingan ke Penang terpaksa kami gagalkan. Karena ada beberapa komitmen dari tuan rumah sebagaimana disampaikan dalam undangan banyak berubah dan lebih banyak yang tidak bisa dipenuhi,” kata Manajer Madura United, Haruna Soemitro.

Selain itu, ungkap Haruna, tidak ada pertandingan pengganti setelah membatalkan pertandingan melawan Penang FA. Kecuali fokus untuk melengkapi skuad menyonsong kompetisi 2017.

“Sementara fokus kami untuk melengkapi tim dan sebagian akan diperkenalkan pada pertandingan untuk memeriahkan pernikahan Bayu Gatra di Jember,” imbuh Haruna.

Pasukan Laskar Sape Kerrab bakal menyambangi kediaman Bayu Gatra di Ledokombo, Jember. Guna menghadapi pertandingan persahabatan melawan tim lokal Ledokombo, 16 Januari mendatang.

Laga persahabatan melawann tim Ledokombo memang sangaja dipersiapkan oleh manajemen Madura United sebagai hadiah pernikahan Bayu Gatra dengan Venty Dwi Pratiwi. Resepsi pernikahan winger Madura United tersebut digelar 17 Januari.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

DPRD: Tanggul Ambruk Ancam Keselamatan Warga Sekitar Sungai

0

Pamekasan, 6/1 (Media Madura) – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Halili mengungkapkan tanggul ambruk sepanjang 40 meter akibat banjir mengancam keselamatan warga di sekitar sungai Kaloang jika tidak segera diperbaiki.

Sehingga menurutnya, tanggul yang ambruk di Kelurahan Gladak Anyar itu harus diprioritaskan perbaikannya. Mengingat saat ini kondisi pemukiman warga di sisi aliran kali Kaloang rawan bajir susulan.

“Ini harus disegerakan, karena jika tidak, air akan mudah meluap karena tanggul penahan airnya jebol,” katanya, Jumat (6/1/2017) usai tinjau lokasi banjir.

Ditambahkan oleh Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu, dirinya turun langsung kelokasi untuk mendengar aspirasi dari warga terdampak.

“Ternyata mereka menginginkan tanggul segera diperbaiki dan dilakukan perbersihan kali dari pohon bambu,” tambah Halili.

Ia berjanji akan mengawal percepatan pembanguan parapet agar segera dilakukan perbaikan. Dengan cara berkoordinasi dengan instansi terkai.

“Saya sendiri yang akan mengawal ini, biar cepat dikerjakan,” tutup Halili.

Reporter: Rifqi
Editor: Zainol