Beranda blog Halaman 1024

Persepam MU Akui Kesulitan Datangkan Pemain Berkualitas, Ini Penyebabnya

0

Pamekasan, 2/4 (Media Madura) – Ketatnya aturan Liga 2 2017 membuat manajemen Persepam Madura Utama (P-MU) mengaku kesulitan mendatangkan sejumlah pemain berkualitas.

PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB), selaku operator kompetisi telah merumuskan setiap klub peserta Liga 2 hanya diizinkan memiliki lima pemain berusia 25 tahun ke atas.

“Buntutnya, makin banyak tim yang berburu pemain muda. Apalagi mereka juga harus bersaing dengan klub Liga 1 yang juga memburu pemain di bawah usia 23 tahun,” kata Asisten Manajer P-MU, Nadi Mulyadi.

Dia mengatakan, dengan adanya regulasi tersebut, klub tidak bisa membentuk tim sesuai rencana.

“Karena persaingan perburuan pemain saat ini sangat ketat sekali. Keberatan terhadap regulasi juga percuma, karena sudah menjadi keputusan. Kita harus menghormati dan menghargai itu.” tambah Nadi.

Kendati demikian, Nadi tetap optimistis mampu mendatangkan pemain bagus dalam daftar skuad Laskar Sape Ngamok. Atau akan terus menciptakan pemain berkualitas, seperti yang dilakukan P-MU dulu.

“Filosofi yang masih melekat dalam Persepam adalah memberikan kesempatan kepada pemain muda. Menyenangkan melihat hasil yang telah kami raih, orang-orang akan memandang Persepam dengan cara berbeda khususnya siapa pemain terbaiknya. Tapi percayalah kepada saya, pemain muda akan selalu menjadi jiwa Persepam,” imbuhnya.

Sesuai hasil manager meeting pendaftaran pemain periode pertama dimulai pada tanggal 1-30 April 2017, sedangkan pendaftaran pemain periode kedua pada akhir putaran 1-14 hari putaran 2 grup stage.

Reporter: Rifqi
Editor: Zainol

Jelang Bergulirnya Liga 2 Achmad Syafii Minta Warga Pamekasan Doakan Persepam MU

0

Pamekasan, 2/4 (Media Madura) – Jelang bergulirnya liga 2 ketua umum Persepam MU, Ach. Syafii meminta warga Pamekasan dan warga Madura, mendoakan Persepam MU agar menjadi juara.

Sebab, kata pria yang saat ini menjabat sebagai Bupati Pamekasan ini, tanpa doa restu serta dukungan semua pihak, Persepam MU tidak bisa berbuat apa-apa.

“Kami dari manajemen, memohon doa restu dari warga Pamekasan dan Madura, agar bisa menjadi yang terbaik tahun ini. Ini waktu yang tepat untuk mengangkat sepakbola Pamekasan menjadi yang terbaik di Indonesia,” ungkapnya.

Orang nomor satu di lingkungan Pemkab Pamekasan ini juga berharap agar pencinta sepak bola untuk bersatu, memberi dukungan pada Laskar Sape Ngamok, sebab Persepam MU harus melewati perjalanan terjal di penyisihan grup Liga 2. Persepam MU tergabung dengan klub-klub besar dalam kancah sepakbola Indonesia seperti PSIM Jogyakarta, Martapura FC dan Persebaya Surabaya.

Syafii juga mengundang seluruh penggiat olahraga, instansi pemerintah, pihak swasta, para sponsor, suporter, media, dan seluruh lapisan masyarakat untuk dapat menyaksikan setiap pertandingan Persepam MU untuk memberikan suntikan semangat bagi pemain yang bertarung di lapangan agar bisa memenangkan pertandingan dan mengharumkan nama Pamekasan.

“Saya sangat berharap semuanya memberi dukungan, dalam bentuk menyaksikan langsung atau menggelar nonton bareng ditempat atau dimana sahabat-sahabat Persepam berada, secara serentak mendoakan kemenangan Persepam,” pintanya.

Bahkan, ia akan memfasilitasi nonton bareng di pendopo Ronggosukawati bersama warga Pamekasan saat Persepam MU bertanding di kandang lawan.

Penulis : Rif
Editor : Zainol

Madura United Bantai PSS Sleman di Maguwoharjo

0

Pamekasan, 1/4 (Media Madura) – Madura United membantai PSS Sleman di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (1/4/2017) malam. Laga bertajuk uji coba tersebut berakhir dengan skor 0-3.

Bermain di hadapan pendukung Super Elang Jawa-julukan-PSS Sleman, Laskar Sape Kerrab memperlihatkan dominasi sejak menit pertama.

Tidak ingin malu tampil di hadapan publik sendiri, PSS Sleman juga memberi perlawanan berarti bagi tim tamu. Sehingga, tidak ada gol tercipta hingga menit ke-35 dari kedua tim.

Di menit ke-40, Bayu Gatra membawa Madura United unggul sementara atas PSS Sleman. Gol pemain asal Jember, Jawa Timur tersebut membuat suporter tuam rumah terdiam.

Sementara, tuan rumah mengalami kesulitan hebat untuk menembus kokohnya benteng pertahanan tim tamu. Hingga jeda, skor 0-1 untuk Madura United.

Laga uji coba tersebut, betul-betul dimanfaatkan pelatih Gomes De Oliviera untuk melihat kemampuan masing-masing pemain Madura United.

Di babak kedua, Gomes melakukan delapan kali pergantian pemain. Hanya, Fabiano Beltrame, Fachrudin Aryanto, dan kiper Herry Prasetyo yang bermain selama 90 menit.

Hasilnya memuaskan, Madura United mampu menambah koleksi gol mereka di babak kedua. Dua gol mereka sarangkan ke gawang tuan rumah. Gol tercipta melalui pemain pengganti. Yakni Rishadi Fauzi ’75 dan Fandi Eko Utomo ’89.

Sedangkan, tiga pergantian pemain yang dilakukan pelatih PSS Sleman, Fredy Muly belum juga menujukkan ketajamannya. Mereka tetap tidak bisa membobol gawang Madura United hingga babak kedua usai.

Laga sepanjang babak pertama dan kedua berlangsung dengan tensi tinggi menjurus keras. Tercatat ada 7 kartu kuning yang dikeluarkan wasit pertandingan di laga ini. 5 kartu kuning diterima tuan rumah. Dua kartu kuning milik Madura United.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Ratusan Guru Honorer K2 di Pamekasan Tak Digaji, Ismail: Kasihan Mereka

0

Pamekasan, 1/4 (Media Madura) – Dihapusnya gaji guru honorer Kategori Dua (K2) oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Madura, Jawa Timur mendapat perhatian serius DRPD setempat.

Ketua Komisi 1 DPRD Kabupaten Pamekasan, Ismail mengatakan, seharusnya penghapusan itu tidak boleh terjadi. Pemkab harus bertanggungjawab atas nasib para guru honorer.

Selama ini, Ismail memang getol menyuarakan agar kesejahteraan guru honorer diperhatikan oleh pemerintah. Bahkan, ia bersama anggota komisi 1 pernah mendampingi guru honorer berunjuk rasa ke Jakarta beberapa waktu lalu.

Namun faktanya, sebanyak 109 guru honorer tingkat SMA di wilayah itu hingga kini tidak digaji. Itu setelah gaji mereka diambil alih pemerintah provinsi Jawa Timur sejak akhir 2016. Atas dasar itu, Pemkab tidak punya kewenangan untuk menggaji mereka.

“Tapi, seharusnya Pemkab memback up masalah ini. Kasihan mereka jika nasibnya kayak gini. Apalagi pemerintah provinsi terkesan tidak memberikan kejelasan,” ucap mantan aktivis PMII itu.

Menurutnya, jumlah keseluruhan guru honorer di bumi Gerbang Salam sebanyak 1.262 orang. Selain tersebar di tingkat SMA dan yang sederajat, juga tersebar di sejumlah instansi.

“Pemkab seharusnya tidak menghapus anggaran sebagai bentuk antisipasi sesuatu di luar dugaan. Seperti yang terjadi saat ini,” tegasnya.

Yang paling memperhatikan, insentif yang diterima guru honorer cukup kecil, yakni Rp 600 per bulan. Dia menilai, itu tidak sebandingan dengan pengabdian mereka untuk kemajuan bangsa Indonesia, utamanya Pamekasan.

“Mereka memiliki tanggungan keluarga atau anak yang harus menjadi perhatian pemerintah. Masa mereka mau ngutang selama satu tahun, kan tidak mungkin. Kasihan mereka,” imbuh Ismail.

Untuk itu, pihaknya berencana membahas persoalan ini dengan eksekutif dalam hal ini Dinas Pendidikan setempat. Guna mencari solusi terbaik.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Pendistribusian Rastra 2017 Tak Jelas, Kepala Desa di Sumenep Mulai Geram

Sumenep, 1/4 (Media Madura) – Para Kepala Desa di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur mulai menunjukkan rasa geram dengan pendistribusian rastra 2017 yang tak kunjung jelas.

Bahkan mereka menuding, Kepala Bagian Perekonomian Setkab Sumenep kurang proaktif dalam berkoordinasi dengan pemerintah pusat soal kejelasan rastra tersebut. 

“Percuma kabar tentang naiknya pagu rastra di Kabupaten Sumenep, kalau daftar penerima manfaatnya belum diketahui, padahal ini sudah masuk bulan ke empat,” kata Sekretaris Asosiasi Kepala Desa (AKD) Sumenep, Abd. Hayat, Sabtu (1/4/2017).

Kata Hayat, ditataran masyarakat bawah, masalah pendistribusian rastra menjadi sangat pelik ketika terjadi keterlambatan dalam pendistribusiannya, apalagi sudah lambat 3 bulan.

“Kalau ada keterlambatan, kami lagi yang disalahkan. Kalau sekarang bagaimana, sudah bulan ke empat loh, tapi masih nggak jelas,” imbuhnya.

Untuk itu, Kepala Desa Pinggir Papas, Kecamatan Kalianget itu mengatakan, pihaknya sepakat dalam waktu dekat akan mendatangi Kantor Pemkab Sumenep untuk mempertanyakan kejelasan pendistribusian rastra yang menurutnya sudah terlambat begitu lama. 

Untuk diketahui, Kabag Perekonomian Pemkab Sumenep, Mustangin sebelumnya sudah memastikan pagu rastra untuk Sumenep tahun ini mengalami peningkatan, yaitu sebanyak 128.016 Daftar Penerima Manfaat

(DPM) dengan jumlah pagu 1.920 ton, 24 kilo per bulan atau 23.042 ton, 880 kilo dalam setahun.

Namun, sebelum adanya data by name by address warga yang masuk DPM itu, Pemkab tidak berani menerbitkan surat perintah pendistribusian rastra. Sebab data tersebut satu-satunya rujukan tim rastra untuk mendistribusin bantuan tersebut ke penerima. 

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

Sering Disebut-sebut Terlibat Kasus Raskin, Kasat Reskrim Sumenep Dibidik Bareskrim Polri

Sumenep, 1/4 (Media Madura) – Buntut dari namanya yang kerap disebut-sebut terlibat dalam kasus raskin, Kasat Reskrim Polres Sumenep, AKP Moh Nur Amin kini menjadi bidikan Bareskrim Polri.

Hal itu bermula dari upaya Koalisi LSM Sumenep berkirim surat ke Kasat Reskrim untuk mempertanyakan soal dugaan keterlibatannya pada kasus dugaan penyelewengan raskin sebagaimana yang disampaikan oleh tersangka kasus raskin HM Izzat kepada beberapa wartawan.

“Namun, surat yang kami kirim tertanggal 07 Maret 2017 kepada pak Kasat Reskrim Polres Sumenep itu tidak direspon,” ujar Bagus Junaidi dalam keterangan rilisnya.

Karena tidak mendapatkan jawaban, akhirnya mereka untuk kali kedua mengirimkan surat kembali, tepatnya pada 11 Maret 2017, yang mana isi surat tetap sama seperti pada surat yang pertama, namun terhadap surat ke-2 ini juga tidak ada respon.

“Selanjutnya kami berkirim surat ke-3 kepada AKP Moh Nur Amin yaitu pada tanggal 15 Maret 2017 dengan isi surat yang sama seperti pada surat pertama dan kedua. Dan terhadap surat ke-3 ini juga tetap tidak ada tanggapan apapun,” sesalnya.

Namun Bagus mengatakan, semua surat yang ditujukan kepada Kasat Reskrim Polres Sumenep itu diberikan tembusan kepada Bapak Kapolri, Cq. Bareskrim, Cq. Direktorat Tipikor di Jakarta.

Kemudian pada 29 Maret 2017, lanjut Bagus, dirinya menerima surat dari Bareskrim Polri dengan isi pemberitahuan bahwa Direktorat Tipikor akan menindak lanjuti untuk memproses secara hukum atas dugaan keterlibatan AKP Moh Nur Amin selaku Kasat Reskrim Polres Sumenep.

“Dengan respon Bareskrim Polri ini, kami sangat mengapresiasi dan mendukung sepenuhnya kepada Bareskrim Polri untuk mengusut tuntas oknum anggotanya, agar masyarakat percaya hukum tudak pandang bulu, dan kedepannya kami pasti akan terus mengawal proses hukum ini sampai tuntas,” harapnya. 

Reporter: Rosy 
Editor: Ahmadi

Penyeru Khilafah Unjuk Gigi di Sumenep, Lihat Nih Aksinya…

0

Sumenep, 1/4 (Media Madura) – Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur tampaknya mulai tak malu menunjukkan jati dirinya di depan publik, walaupun keberadaannya kerap ditentang karena dikaitkan dengan kelompok Islam non pancasialis.

Dengan mengerahkan pasukan berompi orange, lengkap dengan atribut bendera Rasulullah dan khas HTI lainnya, kelompok ini mengawali aksinya di depan Masjid Jamik Sumenep, pada Sabtu (1/4/2017) pagi.

Rupa-rupanya mereka tengah mempersiapkan diri untuk menggelar konvoi menuju perbatasan Pamekasan-Sumenep guna mengantarkan sebagian jamaahnya yang akan ikut aksi damai di Surabaya besok.

Ketua HTI Sumenep, Moh Ruslli ditemui di lokasi mengungkapkan, bahwa konvoi tersebut adalah program pengurus HTI daerah untuk solidaritas aksi damai yang digagas HTI Jawa Timur. 

“Jadi, kami dari Sumenep ke perbatasan Pamekasan, dari Pamekasan dilanjutkan oleh HTI Pamekasan ke perbatasan Sampang, begitu seterusnya hingga Surabaya,” katanya. 

Jamaah HTI pembentangan poster panjang bertuliskan “Lailaha Illallah” di depan Masjid Jamik Sumenep

Namun demikian, Rusly mengklaim, aksi tersebut bukanlah apa-apa, melainkan hanya upaya mengenalkan panji-panji Rasulullah, yang mungkin masyarakat Islam belum banyak mengetahui.

“Kita ingin mengenalkan Panji Rasulullah, bahwa Rasulullah memiliki dua bendera bertuliskan kalimat Tauhid, yang berwarna hitam namanya Ar-Rayah dan yang warna putih namanya Al-Liwa’,” jelasnya. 

Berdasarkan pantauan mediamadura.com, aksi dimulai dengan pembentangan poster panjang bertuliskan “Lailaha Illallah” oleh jamaah perempuan, pembagian brosur, serta konvoi keliling kota sebelum bergerak ke Pamekasan. 

“Untuk kegiatan ini, kita hanya kerahkan konvoi 20 sepeda motor dan 10 mobil, dan kita juga dikawal Kepolisian,” pungkasnya. 

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

Agustus Mendatang, Gerindra Akan Deklarasikan Calon Bupati Pamekasan

Pamekasan, 1/4 (Media Madura) – DPC Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) berencana mengumumkan calon bupati yang mereka dukung pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) Pamekasan 2018 mendatang.

“Kalau tidak ada kendala, Insya Allah bulan Agus mendatang, kami akan mendeklarasikan (calon bupati Pamekasan),” kata Ketua DPC Partai Gerindra Pamekasan, Agus Sujarwadi kepada media.

Sejatinya, Gerindra adalah koalisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Saat itu, Gerindra mengusung Kholilurrahma dan Moh Masduki (Kompak) pada Pilkada 2012 silam, dan kalah.

Akan tetapi, saat ini Gerindra menyatakan pisah dari PKB. Bahkan, memastikan tidak ingin mendukung lagi Kholilurrahman yang rencananya akan kembali maju pada Pilkada Pamekasan mendatang.

Terlebih, rekom PKB kini sudah turun kepada Badrut Tamam. Dukungan PKB kepada Badrut Tamam sudah diumumkan pada acara pelantikan DPC PKB Pamekasan yang dihadiri langsung Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar dan Ketua DPW PKB Jawa Timur, Abdul Halim, di Gedung Islamic Center, Senin (27/3/2017) lalu.

“PKB secara tegas akan mengusung calon Bupati sendiri. Maka dari itu, kami akan mengusung calon Bupati juga,” imbuh Agus.

Agus mengklaim sudah mendapat dukungan tiga partai politik (Parpol) besar. Sehingga niatnya untuk mengusung calon bupati sendiri diyakini berjalan mulus.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Kadisdik Pamekasan Dilelang

Pamekasan, 1/4 (Media Madura) – Jabatan kepala dinas pendidikan (Kadisdik) Pamekasan, Madura, Jawa Timur akhirnya resmi dilelang secara terbuka.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKP-SDM) Pemkab Pamekasan, Lukman Hedi Mahdia mengatakan, lelang jabatan tersebut untuk para Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang berminat dan memenuhi syarat.

“Yang berminat bisa langsung mendaftarkan diri dengan persyaratan yang telah ditentukan,” katanya, Sabtu (1/4/2017).

Adapun pendaftarannya tambah Lukman, dimulai dari tanggal 3–13 April 2017 pada setiap jam kerja di kantor BKP-SDM jalan Bonorogo Nomor 80 Pamekasan.

“Persyaratan umumnya, sehat jasmani dan rohani, status PNS di Jawa Timur, berusia maksimal 57 tahun, memiliki pangkat paling rendah Pembina (IV/a) bagi pejabat Struktural, dan Pembina Tingkat I (IV/b) bagi pejabat Fungsional,” tambahnya.

Adapun Kualifikasi akademik pelamar, minimal Sarjana (Strata 1) atau yang sederajat pada perguruan tinggi dengan akreditasi minimal B.

Untuk diketahui, kurang lebih satu tahun jabatan Kadisdik Pamekasan diisi oleh pelaksana tugas (Plt) Moch. tarsun, setelah Moh Yusuf Suhartono pensiun.

Reporter: Rifqi
Editor: Ahmadi

Meski Menang, Gomes Sayangkan Banyak Peluang Terbuang

0

Pamekasan, 31/3 (Media Madura) – Pelatih Madura United, Gomes De Oliviera menyayangkan peluang-peluang timnya yang terbuang. Walaupun Laskar Sape Kerrab meraih kemenangan 2-0 atas lawannya, Persipur Purwodadi.

“Banyak ciptakan peluang, sayang tidak jadi gol,” kata pria asal Brasil ini usai pertandingan, Jumat (31/3/2017) malam.

Pada pertandingan yang berlangsung di Stadion Moch Soebroto, Kota Magelang, dalam laga kedua turnamen Magelang Cup 2017, Madura United bisa saja menang lebih dari dua gol.

Namun, sejumlah peluang emas tidak mampu dimaksimalkan dengan baik oleh mereka. Terlebih, dua kali peluang hanya membentur tiang.

“Tapi, cara yang mereka lakukan untuk menciptakan peluang itu sangat penting untuk saya. Ya, kita akan perbaiki finishing touch. Tapi, pergerakan mereka sudah luar biasa tadi,” imbuhnya.

Selain itu, Gomes juga memuji kerja keras anak asuhnya yang mempertahankan kemenangan hingga laga bubaran.

Madura United harus bermain dengan 10 pemain. Menyusul kartu kuning kedua Dane Milovanovic. Dane diusir wasit di menit ke-36.

“Kita tampil baik sekali. (Miskipun) min satu pemain mereka tetap kuasai lapangan, kuasai ball position. Dan, itu bagus,” tandas Gomes.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi