Sumenep, 1/4 (Media Madura) – Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur tampaknya mulai tak malu menunjukkan jati dirinya di depan publik, walaupun keberadaannya kerap ditentang karena dikaitkan dengan kelompok Islam non pancasialis.

Dengan mengerahkan pasukan berompi orange, lengkap dengan atribut bendera Rasulullah dan khas HTI lainnya, kelompok ini mengawali aksinya di depan Masjid Jamik Sumenep, pada Sabtu (1/4/2017) pagi.

Rupa-rupanya mereka tengah mempersiapkan diri untuk menggelar konvoi menuju perbatasan Pamekasan-Sumenep guna mengantarkan sebagian jamaahnya yang akan ikut aksi damai di Surabaya besok.

Ketua HTI Sumenep, Moh Ruslli ditemui di lokasi mengungkapkan, bahwa konvoi tersebut adalah program pengurus HTI daerah untuk solidaritas aksi damai yang digagas HTI Jawa Timur. 

“Jadi, kami dari Sumenep ke perbatasan Pamekasan, dari Pamekasan dilanjutkan oleh HTI Pamekasan ke perbatasan Sampang, begitu seterusnya hingga Surabaya,” katanya. 

Jamaah HTI pembentangan poster panjang bertuliskan “Lailaha Illallah” di depan Masjid Jamik Sumenep

Namun demikian, Rusly mengklaim, aksi tersebut bukanlah apa-apa, melainkan hanya upaya mengenalkan panji-panji Rasulullah, yang mungkin masyarakat Islam belum banyak mengetahui.

“Kita ingin mengenalkan Panji Rasulullah, bahwa Rasulullah memiliki dua bendera bertuliskan kalimat Tauhid, yang berwarna hitam namanya Ar-Rayah dan yang warna putih namanya Al-Liwa’,” jelasnya. 

Berdasarkan pantauan mediamadura.com, aksi dimulai dengan pembentangan poster panjang bertuliskan “Lailaha Illallah” oleh jamaah perempuan, pembagian brosur, serta konvoi keliling kota sebelum bergerak ke Pamekasan. 

“Untuk kegiatan ini, kita hanya kerahkan konvoi 20 sepeda motor dan 10 mobil, dan kita juga dikawal Kepolisian,” pungkasnya. 

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan