Sumenep, 1/4 (Media Madura) – Para Kepala Desa di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur mulai menunjukkan rasa geram dengan pendistribusian rastra 2017 yang tak kunjung jelas.

Bahkan mereka menuding, Kepala Bagian Perekonomian Setkab Sumenep kurang proaktif dalam berkoordinasi dengan pemerintah pusat soal kejelasan rastra tersebut. 

“Percuma kabar tentang naiknya pagu rastra di Kabupaten Sumenep, kalau daftar penerima manfaatnya belum diketahui, padahal ini sudah masuk bulan ke empat,” kata Sekretaris Asosiasi Kepala Desa (AKD) Sumenep, Abd. Hayat, Sabtu (1/4/2017).

Kata Hayat, ditataran masyarakat bawah, masalah pendistribusian rastra menjadi sangat pelik ketika terjadi keterlambatan dalam pendistribusiannya, apalagi sudah lambat 3 bulan.

“Kalau ada keterlambatan, kami lagi yang disalahkan. Kalau sekarang bagaimana, sudah bulan ke empat loh, tapi masih nggak jelas,” imbuhnya.

Untuk itu, Kepala Desa Pinggir Papas, Kecamatan Kalianget itu mengatakan, pihaknya sepakat dalam waktu dekat akan mendatangi Kantor Pemkab Sumenep untuk mempertanyakan kejelasan pendistribusian rastra yang menurutnya sudah terlambat begitu lama. 

Untuk diketahui, Kabag Perekonomian Pemkab Sumenep, Mustangin sebelumnya sudah memastikan pagu rastra untuk Sumenep tahun ini mengalami peningkatan, yaitu sebanyak 128.016 Daftar Penerima Manfaat

(DPM) dengan jumlah pagu 1.920 ton, 24 kilo per bulan atau 23.042 ton, 880 kilo dalam setahun.

Namun, sebelum adanya data by name by address warga yang masuk DPM itu, Pemkab tidak berani menerbitkan surat perintah pendistribusian rastra. Sebab data tersebut satu-satunya rujukan tim rastra untuk mendistribusin bantuan tersebut ke penerima. 

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan