Beranda blog Halaman 1015

Hari Ini, Ribuan Siswa SMA di Sampang Ikuti UNBK

0

Sampang, 10/4 (Media Madura) – Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMA baik negeri dan swasta digelar di wilayah pendidikan Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, Senin (10/4/2017).

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Pemprov Jawa Timur wilayah Sampang Subaidi menyebutkan, ada sebanyak 3.026 siswa SMA mengikuti UNBK selama 4 hari, mulai hari ini Senin (10/4) hingga Kamis (13/4) mendatang.

“Hari ini UNBK pertama diikuti ribuan siswa dengan mata ujian Bahasa Indonesia,” ucap Subaidi, Senin.

Dirinya menuturkan, dari 3.026 siswa menggelar UNBK itu terdiri dari siswa SMA negeri sebanyak 1.423 dan SMA swasta 1.603 siswa.

Mereka terdiri dari 60 lembaga SMA yakni 36 SMA penyelenggara dan 24 SMA gabungan. Untuk 36 SMA penyelenggara diantaranya 9 lembaga negeri dan 27 lembaga swasta.

“Saat ini di lingkungan Disdik tingkat SMA sudah menggunakan UNBK dan tidak ada yang menggunakan ujian kertas dan pensil. Kecuali wilayah pendidikan dibawah naungan Kamenag sebagian kecil UNKP,” jelasnya.

Dia menambahkan, dalam UN kali ini pelaksanaan, pengelolaan, pengawasan dan kesiapan jalannya UNBK, sepenuhnya dibawah wewenang Pemprov Jawa Timur.

Hal tersebut berdasarkan amanat Undang-undang pemerintahan daerah, dimana sejak 2017, kewenangan seluruh satuan pendidikan tingkat menengah atas yakni SMA dan SMK di Pemerintah Kota wajib diambil alih oleh Pemerintah Provinsi.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Bertemu di Satu Acara Bupati dan Mantan Bupati Pamekasan Ini Pelukan

Pamekasan, 10/4 (Media Madura) – Bupati Pamekasan Achmad Syafii bertemu dengan mantan bupati Pamekasan Kholilurrahman dalam acara pelantikan bersama DPC PAN se Kabupaten Pamekasan yang digelar di gedung serba guna jalan Kabupaten. Senin 10/04/2017) siang.

Dalam kesempatan itu kedua tokoh yang pada Pilkada tahun 2013 lalu bertarung sangat sengit itu justru nampak akrab, berpelukan dan saling cium pipi.

Momentum tersebut mendapatkan tepuk tangan dari kader PAN yang memenuhi aula gedung tempat acara pepantikan itu berlangsung. Bupati yang mengenakan pakaian safari warna cokelat itu kemudian duduk di kursi paling tengah yang telah dipersiapkan oleh panitia, sementara Kholilurrahman memilih duduk di sisi timur kursi bagian depan.

Hingga berita ini ditulis, acara masih berlangsung. Belum ada keterangan reami terkait kedatangan Kholilurrahman yang saat ini menjabat sebagai anggota DPR RI ini dalam acara pelantikan DPC PAN Pamekasan ini, mengingat ia merupakan salah satu tokoh yang digadang-gadang akan maju pada Pilkada Pamekasan tahun 2018 mendatang.

Penulis : Arif
Editor : Ahmadi

Transaksi Sabu, Dua Warga Manding Sumenep Diciduk Polisi

Sumenep, 10/4 (Media Madura) – Dua warga Kecamatan Manding, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur diciduk Satreskoba Sumenep, Minggu (9/4/2017) malam sekitar pukul 23.45 WIB. 

Keduanya bernama Masruna (37) asal Dusun Cekkor Desa Gunung Kembar dan Rasid (64) asal Dusun Gua Desa Manding Timur, mereka ditangkap lantaran kedapatan melakukan transaksi narkoba jenis sabu.

“Marsuna ditangkap di teras rumah milik Ram di Desa Kasengan Kecamatan Manding, sedangkan Abd Rasyid ditangkap di rumahnya,” terang Kabag Humas Polres Sumenep, AKP Suwardi, Senin (10/4/2017).

Suwardi menerangkan, penangkapan bermula dari informasi masyarakat, bahwa akan ada transaksi Narkotika jenis sabu di Desa Kasengan.

Lalu petugas melakukan lidik, dan pada hari Minggu sekitar jam 23.45 WIB petugas melihat Masruna berada di teras rumah milik warga dengan gerak gerik mencurigakan.

Ketika petugas mendekati, terlapor membuang bungkusan plastik kecil warna hitam. Karena curiga, lalu petugas memeriksa bungkusan tersebut, dan ternyata di dalamnya berisi 1 (satu) poket/kantong plastik kecil berisi Narkotika jenis sabu. 

“Saat diitunjukan kepada Masruna, ia mengakui sabu dimaksud adalah miliknya yang dibeli dari Abd Rasyid,” bebernya.

Bermodal pengakuan tersangka pertama, petugas langsung melakukan pengembangan, yakni bergerak ke rumah Abd Rasyid dan menangkapnya. 

“Dia (Abd Rasyid) juga mengakui kalau sabu yg diamankan Masruana adalah hasil beli dari dirinya,” jelasnya. 

Saat ini, keduanya sudah digelandang ke Mapolres Sumenep guna menjalani penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut. 

Adapun barang bukti yang diamankan petugas, dari tangan Masruna berupa satu kantong plastik klip kecil berisi Narkotika jenis sabu berat kotor 0,76 gram, satu buah HP merek Nokia warna hitam, satu unit sepeda motor merek Honda Supra X warna hitam Nopol M 3907 WW.

Sedangkan dari Abd Rasyid, diamankan satu buah Hp merek Nokia warna hitam dan uang tunai sebesar Rp 500.000.

“Keduanya terancam pengetrapan Pasal 114 ayat (1) Sub Pasal 112 ayat (1) jo Pasal 132 ayat (1) UU 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika,” tandas Suwardi.

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

Stop Pembelian Pemain, Inilah Wajah Baru Skuad Madura United di Liga 1

0

Pamekasan, 10/4 (Media Madura) – Janji Madura United mempertahankan sekitar 70 hingga 80 persen pemain lamanya benar-benar mereka tepati. Namun, di sisi lain Laskar Sape Kerrab menjadi tim paling rajin berburu pemain baru.

Sudah puluhan pemain datang melamar untuk berkostum Madura United. Namun, juga banyak pemain yang dicoret. Alasannya, karena pemain yang bersangkutan tidak sesuai kebutuhan tim. Ada pula pemain yang hanya dikontrak selama satu turnamen. Sebut saja, Chan IL Jung.

Saat ini, Madura United sudah mengantongi 27 pemain. 17 pemain di antaranya merupakan wajah lama, selebihnya adalah wajah-wajah baru. Mereka diproyeksikan untuk kompetisi Liga 1 2017.

Fabiano Beltrame, Munhar, Rendi Siregar, Guntur Ariyadi, Herry Prasetyo, Angga Saputra, Joko Ribowo, Asep Berlian, Slamet Nurcahyo, Bayu Gatra, Engelberd Sani, Elthon Maran, Rishadi Fauzi, Dane Milovanovic, dan Guy Junior adalah pemain lama tim skuad Madura United.

Sementara, 12 pemain anyar mereka adalah, Fachrudin Aryanto, Irianto (U-22), Rifat Marasambessi (U-22), Andik Rendika Rama, Redouane Zerzouri, Tanjung Sugianto (U-22), Rizky Dwi (U-22), Fandi Eko Utomo, Fredy Isir, Saldi (U-22), Greg Nwokolo, dan Peter Odemwingie (marquee player).

Menurut Manajer Madura United, Haruna Soemitro, jika jumlah dalam skuad Laskar Sape Kerrab sudah ideal. Untuk itu, Madura United memastikan untuk menghentikan pembelian pemain.

“Komposisi pemain Madura United sudah cukup. Tidak ada rencana lagi untuk mendatangkan pemain asing, baik itu marquee player atau lainnya,” kata Haruna.

Berikut 27 pemain Madura United di Liga 2017:

Kiper
Herry Prasetyo.
Angga Saputra
Joko Ribowo

Stoper
Fachruddin W Aryanto
Fabiano Beltrame
Munhar
Guntur Ariyadi

Wing Bek
Rifat Marasambessi (U22)
Rendi Siregar
Andik Rendika Rama
Erianto (U22)

Gelandang
Dane Milovanovic
Ridouane Ziszouri
Asep Berlian
Tanjung Sugiarto (U22)
Risky Dwi Febrianto (U22)
Slamet Nurcahyo

Winger
Bayu Gatra Sanggiawan
Engelberd Sani
Eliazer Thoncy Maran
Fandi Eko Utomo.
Fredi Isir
Saldi

Striker
Guy Junior Nke Ondoua
Greg Nwokolo
Peter Ozasze Odimwingie
Rishadi Fauzi

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Anggota Dewan Desak Masterplan Pariwisata Pamekasan Segera Diselesaikan

0

Pamekasan, 10/4 (Media Madura) – Anggota DPRD Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Moh Ali mendesak Dinas Pariwisata untuk segera menyelesaikan masterplan pengembangan dan pengelolaan pariwisata kabupaten tersebut.

Ketua Fraksi Partai Demokrat ini menuturkan, masterplan tersebut sangat penting mengingat saat ini pemerintah kabupaten setempat sangat gencar mendorong pengembangan pariwisata di wilayah itu.

“Kalau masterplan-nya saja belum selesai bagaimana pariwisata kita ini bisa terkelola dengan baik, jelas itu tidak mungkin. Makanya masterplan ini selesaikan dulu baru kita bicara langkah selanjutnya,” katanya kepada wartawan. Senin (10/04/2017) pagi.

Ali, sapaan akrab legislator dari daerah pemilihan (Dapil) 3 yang meliputi Kecamatan Waru, Batumarmar dan Pasean ini menegaskan, jika Dinas Pariwisata benar-benar serius dalam mengembangkan pariwisata Pamekasan, maka seluruh perencanaan, baik jangka pendek maupun jangka panjang harus sudah dipersiapkan.

“Kalau semua dokumen perencanaan pengembangan pariwisata itu tidak ada berarti kan dinas pariwisata tidak serius mengembangkan pariwisata kita,” tegasnya.

Menamggapi hal itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan ( Kadisparibud) Kabupaten Pamekasan, Akhmad Sjaifuddin menuturkan, pihaknya sedang menyusun dokumen perencanaan pengelolaan dan pengembangan pariwisata Kabupaten Pamekasan dan telah berusaha sangat keras untuk menyelesaikan dokumen tersebut.

“Selama ini kita memang belum mempunyai dokumen perencanaan pariwisata dalam skala makro, sehingga kami perlu membuat dokumen itu dan kami berupaya dengan sungguh-sungguh untuk menyelesaikan itu semua,” katanya.

Ahmad sapaan akrabnya juga menguraikan, pengembangan pariwisata daerah diatur dalam Permen Pariwisata Nomor 10 tahun 2016 yakni tentang Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah (RIPPDA) dan penyusunan tersebut membutuhkan Perda yang prosesnya cukup panjang dan biaya yang cukup besar.

“Rencana induk pengembangan pariwisata daerah ini butuh proses panjang, dan ini kita usulkan pada anggaran 2018 mendatang karena pada anggaran tahun ini sudah tidak memungkinkan,” pungkasnya.

Penulis : Arif
Editor : Ahmadi

Kecelakaan Beruntun Terjadi di Sumenep, Tiga Orang Dikabarkan Kritis

0

Sumenep, 9/4 (Media Madura) – Korban kecelakaan beruntun yang terjadi di Jalan penghubung Kecamatan Lenteng-Ganding, tepatnya di Desa Lenteng Barat, Kecamatan Lenteng, Sumenep, Jawa Timur dikabarkan dalam kondisi kritis dan empat lainnya luka-luka, Minggu (9/4/2017).

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun di tempat kejadian perkara, kecelakaan beruntun tersebut terjadi sekitar pukul 18.00 WIB.

“Dari arah barat melaju tiga sepeda motor dengan kecepatan sedang. Sementara dari arah timur melaju satu sepeda motor dengan kecepatan tinggi,” kata salah seorang saksi mata di TKP kepada mediamadura.com.

Akibatnya, sepeda motor yang berada paling depan bertabrakan, sehingga akhirnya dua pengendara motor lain yang tepat berada dibelakangnya tak bisa terhindar dari kecelakaan.

“Kalau tidak salah, empat orang mengalami luka-luka dan tiga orang kritis, dan langsung dibawa ke Puskesmas Ganding,” ujarnya.

Dua orang pengendara diketahui merupakan warga Desa Batu Ampar, Kecamatan Guluk-Guluk. Kemudian dua orang lainnya berasal dari Desa Rombiya, Kecamatan Ganding.

“Sementara tiga pengendara yang krtitis belum diketahui identitasnya,” sambungnya.

Dikonfirmasi secara terpisah, Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Suwardi membenarkan peristiwa tabrakan beruntun yang terjadi antar pengendara motor itu.

Kecelakaan beruntun itu berawal dari Sepeda Motor Honda Beat Nopol M-3242-AY dikemudikan Sipul yang berboncengan dengan Rosi melaju dari arah timur dan mendahului sepeda motor roda 3.

Kemudian dari arah barat melaju sepeda motor Honda Yamaha Mio J NoPol M-5555-WW yang dikendarai oleh Suhri hendak mendahului sepeda motor Honda Supra didepannya.

“Tabrakan beruntun antara sepeda motor Honda Beat dan sepeda motor Yamaha Mio J terjadi di badan jalan, sehingga sepeda motor Honda Supra 125 tidak bisa menghindar,” paparnya.

Saat ini, semua korban sudah dievakuasi ke Puskesmas Ganding untuk mendapatkan perawatan medis.

“Semua korban luka-luka langsung dibawa ke Puskesmas Ganding, sementara kendaraannya mengalami kerusakan parah,” tandasnya.

Reporter: Panji Agira
Editor: Zainol

Pemuda Asal Banyuates Dianiaya Hingga Tewas

0

Sampang, 9/4 (Media Madura) – Muddasir warga Dusun Budauh, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, tewas di tengah perjalanan pulang dan ditemukan warga di Dusun Galis, Desa Lar-Lar, Kecamatan Banyuates, pada Minggu (9/4/2017) pagi pukul 09.00 WIB.

Pemuda yang masih berumur 19 tahun itu pertama kali ditemukan H. Untung, dengan kondisi terlentang bersimbah darah karena menderita luka bacok akibat senjata tajam jenis celurit di bagian leher belakang selebar 20 cm dan pelipis mata selebar 12 cm.

Muddasir merupakan korban penganiayaan oleh pelaku bernama Safudin (35) warga Dusun Galis, Desa Lar-Lar.

Pukul 07.30 WIB, Muddasir pamit kepada ayahnya, Amseh (50) untuk mengantarkan istrinya, Ulfa (18) di rumah Desa Rabiyan Kecamatan Ketapang. Sesampainya di rumah mertua, korban beranjak kembali pulang tanpa ditemani sang istri ke rumahnya di Dusun Budauh.

Namun, di tengah perjalanan pulang dengan mengendarai sepeda motor Honda Beat berwarna putih, korban dihadang dan dicegat pelaku.

“Saat kejadian warga tidak ada yang tahu, tapi ditemukan setelah terkapar di lokasi, sehingga langsung melapor ke H. Duri Kades setempat agar disampaikan ke polisi,” terang Abd Malik warga setempat, Minggu (9/4/2017).

Sementara itu, Kapolres Sampang AKBP Tofik Sukendar, membenarkan kejadian penganiayaan yang berujung satu korban tewas. Hingga kini, polisi masih mengejar pelaku yang telah melarikan diri.

“Kita masih lakukan penyelidikan untuk ditindaklanjuti dan tunggu perkembangannya. Intinya semua personel sudah kita kerahkan agar ada titik terang dari kasus itu,” ujarnya.

Polisi belum bisa memastikan penyebab meninggalnya Muddasir. Namun, menurut kabar yang berkembang di masyarakat penyebabnya adalah Muddasir telah menjadi korban begal motor. Sebab, motor korban sudah tidak berada di lokasi kejadian.

“Pada saat anggota polsek tiba di lokasi hanya ditemukan korban sudah dalam keadaan meninggal dunia,” tandasnya.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Zainol

Polisi Perketat Lokasi ‘Carok’ Massal di Ketapang

0

Sampang, 9/4 (Media Madura) – Guna mengantisipasi terjadinya aksi susulan ‘carok’ massal atau perkelahian dua kubu keluarga di Desa Ketapang Timur, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, Sabtu (8/4) kemarin, polisi menerjunkan sedikitnya 80 personel gabungan di lokasi.

“Memang benar ada 80 personel gabungan disiagakan, pasca adanya peristiwa penganiayaan yang berakibat tiga warga Desa Ketapang Timur meninggal,” ujar Kapolres Sampang AKBP Tofik Sukendar, Minggu (9/4/2017).

Berdasarkan informasi, beredar jika para pihak yang terlibat sama-sama saling tidak terima, dan beranjak melakukan pembalasan. Untuk itu, polisi memperketat penjagaan mencegah terjadinya aksi susulan.

Tofik menerangkan, ke-80 personel gabungan itu dari satuan Sabhara, Reskrim, dan Intel Polres Sampang. Mereka disebar di beberapa titik pengamanan seperti di Polsek, Puskesmas, lokasi kejadian di rumah pelaku dan korban.

“Kita laksanakan sistem rayonisasi untuk melakukan pengamanan itu, ada juga personil diterjunkan agar berkoordinasi dengan tokoh masyarakat dan tokoh agama di wilayah sekitar guna meredam situasi yang kian memanas,” terang Tofik.

Sekedar diketahui, tiga orang tewas dan dua lainnya luka-luka dalam carok massal atau perkelahian secara massal dengan menggunakan senjata jenis celurit, di Desa Ketapang, Kabupaten Sampang, Sabtu, sekitar pukul 15.30 WIB.

Korban tewas adalah Saliman (45), Mustofa (55), dan Sitina (57), sedangkan dua lainnya mengalami luka, yakni Mohammad Habibi dan Abdur Rahman.

Polisi belum bisa memastikan penyebab kejadian tersebut yang menyebabkan tiga orang tewas di lokasi dan dua lainnya luka. Namun, menurut kabar yang berkembang di masyarakat penyebab carok karena isu santet.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Zainol

Banjir Rendam Tiga Desa dan Dua Kelurahan di Sampang

0

Sampang, 9/4 (Media Madura) – Banjir akibat meluapnya Sungai Kali Kamuning dan Sungai Berkodes Napo Omben membuat tiga desa dan dua kelurahan terendam. Diantaranya, Desa Pasean, Panggung, dan Desa Gunung Maddah. Serta, dua kelurahan lainnya yakni Kelurahan Dalpenang dan Kelurahan Rongtengah.

Hingga kini, pukul 18.00 WIB banjir masih menggenangi wilayah Kota Sampang. Banjir masuk ke pemukiman warga sejak Minggu (9/4/2017) pagi pukul 06.00 WIB.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sampang Wisnu Hartono, mengatakan banjir menggenangi kota tersebut setelah hujan deras mengguyur wilayah utara.

“Intensitas hujan tinggi terjadi di utara, sehingga banjir ini merupakan air kiriman masuk ke kota,” ujar Wisnu, Minggu (9/4/2017) siang.

Wisnu mengatakan, genangan banjir akan lebih tinggi, sebab selain air laut pasang, hingga kini hujan masih mengguyur di sebagian wilayah utara Sampang.

Dirinya menuturkan, ketinggian air seperti di Desa Tanggumong mencapai 30-50 cm, Desa Pasean genangan banjir terjadi di Dusun Lembung serta di ruas jalan desa dan pemukiman warga dengan ketinggian antara 10-20 cm.

Sedangkan, Desa Panggung antara 30 hingga 40 cm dan di Desa Gunung Maddah, yakni di Dusun Glisgis ketinggian genangan banjir antara 40hingga 50 cm.

Untuk di Kelurahan Dalpenang genangan banjir terjadi di Jalan Imam Bonjol depan SMP 6 sekitar dengan ketinggian antara 40 hingga 50 cm, Jalan Suhadak depan SMK I sekitar antara 40 hingga 50 cm, Jalan Suhadak depan Pasar Sore Deggedek dengan ketinggian genangan antara 50 hingga 60 cm.

Selanjutnya di Jalan Imam bonjol depan SDN Dalpenang l sampai dengan kantor RRI sekitar 50-60 cm, Jalan Melati 50-60 cm, Jalan Mawar 30-40 cm, Jalan Panglima Sudirman 30-40 cm, Jalan KH Hasyim Ashari 30-40 cm, Jalan Teratai 20-30 cm, Jalan Seruni 20-30 cm, Jalan Kamboja 20-30 cm, Jalan Cempaka 20-30 cm, dan di Jalan Kenanga dengan ketinggian genangan antara 20 hingga 30 cm.

Di Kelurahan Rongtengah genangan banjir akibat luapangan Sungai Kalikamuning terjadi di Jalan Pahlawan, yakni di Masjid Agung Sampang dengan ketinggian genangan antara 50 hingga 60 Cm.

“Selain itu area Monumen Trunojoyo Sampang digenangi banjir dengan ketinggian 50-60 cm, Jalan Merapi 50-70 cm, Jalan Bahagia ketinggian air 10-20 cm dan di Jalan Trunojoyo sekitar 5 cm,” terang Wisnu.

Tak hanya itu, akibat banjir merendam sebanyak tujuh sekolah di Kota Sampang. Rinciannya, SDN Gunung Maddah III di Dusun Glisgis Desa Gunung Maddah, SMPN 6 di Jalan Imam Bonjol, SMKN I di Jalan Suhadak, SDN Dalpenang III di Jalan Imam Bonjol, dan SDN Dalpenang l di Jalan Imam Bonjol, serta SDN Rongtengah I di Jalan Trunojoyo dan SDN Rongtengah II di Jalan Bahagia Sampang.

“Fasilitas umum juga terdampak banjir yaitu Pasar Sore Deggedek di Jalan Suhadak Sampang,” terangnya.

Akibat banjir ini, arus lalu lintas dari Kota Sampang menuju Kecamatan Omben lumpuh, dan demikian juga arus lalu lintas jurusan Kabupaten Pamekasan menuju Bangkalan yang melalui Kota Sampang.

“Tapi sementara ini petugas lalu lintas terpaksa mengalihkan melalui jalur alternatif, yakni melalui Jalan Samsul Arifin dan Jalan Makbul,” tandasnya.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Zainol

Abdullah Hidayat Diluruk Belasan Pemuda, Ada Apa?

0

Sampang, 9/4 (Media Madura) – H. Abdullah Hidayat (AB) selaku Ketua Umum Persatuan Sepakbola Sampang (Persesa) diluruk belasan pemuda mengatasnamakan Trunojoyo Mania (Truman), Sabtu (8/4) kemarin.

Kedatangan pemuda suporter bola di kediaman Abddullah akrap di sapa Jih AB di Desa Bringin Nunggal Kecamatan Torjun itu sebagai bentuk kekecewaan terhadap manajemen Persesa yang dinilai lepas tangan. Sebab, klub kebanggaannya tersebut tidak berlaga di kompetisi Liga 3 di tahun 2017.

“Apalagi sudah tiga tahun ini Persesa tidak pernah berlaga, untuk itu kami mendesak kepada manajemen agar mengikutsertakan di kompetisi Liga 3 musim ini,” ujar Ketua Trauma Sampang Husaini, Sabtu (9/4).

Selama ini, Truman Sampang mengaku resah. Alasan itu bukan tanpa sebab, dikarenakan manajeman Persesa belum ada persiapan dalam menghadapi Liga 3. Bahkan, mereka juga mengeluruk kediaman Waketum Persesa Aliyil Farmadi di Sampang.

“Tapi kami tidak bertemu Farmadi dengan alasan sedang keluar kota,” jelasnya.

Husaini menuturkan, hasil pertemuan dengan H. Abdullah Hidayat bahwa memang belum ada persiapan untuk menyongsong di Liga 3 bagi tim sepakbola Persesa karena tidak ada dukungan yang nyata dari Pemkab Sampang. Sehingga, dalam waktu dekat direncanakan mengadakan rapat konsilidasi untuk persiapan Liga 3.

“Manajemen tidak bisa bergerak sendiri tanpa adanya dukungan dari Pemkab terutama dalam pendanaan. Makanya Persesa sampai saat ini masih belum optimis bisa mendapatkan suntikan dana dari APBD,” ungkapnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi melalui saluran telepone H. Abdulah Hidayat belum bisa memberikan keterangan karena nomor yang biasa dihubungi bernada tidak aktif. Begitupun, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sampang Moh. Syarifudin.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Zainol