Sampang, 9/4 (Media Madura) – Guna mengantisipasi terjadinya aksi susulan ‘carok’ massal atau perkelahian dua kubu keluarga di Desa Ketapang Timur, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, Sabtu (8/4) kemarin, polisi menerjunkan sedikitnya 80 personel gabungan di lokasi.

“Memang benar ada 80 personel gabungan disiagakan, pasca adanya peristiwa penganiayaan yang berakibat tiga warga Desa Ketapang Timur meninggal,” ujar Kapolres Sampang AKBP Tofik Sukendar, Minggu (9/4/2017).

Berdasarkan informasi, beredar jika para pihak yang terlibat sama-sama saling tidak terima, dan beranjak melakukan pembalasan. Untuk itu, polisi memperketat penjagaan mencegah terjadinya aksi susulan.

Tofik menerangkan, ke-80 personel gabungan itu dari satuan Sabhara, Reskrim, dan Intel Polres Sampang. Mereka disebar di beberapa titik pengamanan seperti di Polsek, Puskesmas, lokasi kejadian di rumah pelaku dan korban.

“Kita laksanakan sistem rayonisasi untuk melakukan pengamanan itu, ada juga personil diterjunkan agar berkoordinasi dengan tokoh masyarakat dan tokoh agama di wilayah sekitar guna meredam situasi yang kian memanas,” terang Tofik.

Sekedar diketahui, tiga orang tewas dan dua lainnya luka-luka dalam carok massal atau perkelahian secara massal dengan menggunakan senjata jenis celurit, di Desa Ketapang, Kabupaten Sampang, Sabtu, sekitar pukul 15.30 WIB.

Korban tewas adalah Saliman (45), Mustofa (55), dan Sitina (57), sedangkan dua lainnya mengalami luka, yakni Mohammad Habibi dan Abdur Rahman.

Polisi belum bisa memastikan penyebab kejadian tersebut yang menyebabkan tiga orang tewas di lokasi dan dua lainnya luka. Namun, menurut kabar yang berkembang di masyarakat penyebab carok karena isu santet.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan