Beranda blog Halaman 1014

Kejari Sampang Musnahkan 83 Barang Bukti Perkara Narkotika

Sampang, 11/4 (Media Madura) – Kejaksaan Negeri Sampang melakukan pemusnahan sejumlah barang bukti hasil tindak pidana umum narkotika selama tahun 2016, Selasa (11/4/2017) pagi.

Pemusnahan dimulai pukul 09.30 WIB dipimpin langsung Kepala Kajari Sampang Adhi Prabowo, dan dihadiri Wakil Bupati Fadhilah Budiono, Kapolres AKBP Tofik Sukendar, Dandim 0828 Sampang Letkol Inf Indrama Bodi.

Dalam pemusnahan kali ini kasus narkotika menjadi dominan sebanyak 83 perkara, dengan rincian, narkotika jenis sabu-sabu seberat 116,306 gram, daun ganja kering 829,19 gram, dan 300 butir pil jenis double L. Serta, barang bukti lainnya.

“Dari 83 perkara narkotika itu dari tahun 2016 dan terakhir inkrah tahun 2017,” singkat Kajari Sampang Adhi Prabowo, Selasa.

Terpisah, Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Sampang, Tulus Ardiansyah mengatakan, rekapitulasi pemusnahan sejumlah barang bukti itu berdasarkan putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap. Hasil penyitaan dari pelaku tindak kejahatan periode 2016 hingga 2017.

“Selain barang bukti narkotika yang dimusnahkan juga seperti alat hisab sabu dan lainnya,” jelasnya.

Dia menambahkan, pemusnahan barang bukti tersebut juga merupakan wujud penolakan beredarnya barang haram yang kian merusak generasi penerus anak bangsa.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Disebut Kota Bahari, Pelacuran Bebas Marak di Sampang

0

Sampang, 11/4 (Media Madura) – Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, menjadi sebutan Kota Bersih, Agamis, Harmonis, Aman, Rapi, dan Indah (Bahari). Namun kondisi itu tidak sebanding dengan maraknya pelacuran bebas belakangan ini.

Longgarnya pengawasan dari aparat Kepolisian dan Satpol PP, membuat citra Kabupaten Sampang tercoreng. Pasalnya, lokasi pelacuran sendiri yang berada di taman kota tepatnya di depan kantor Pemkab Sampang Jalan Jamaludin tidak hanya dimanfaatkan pasangan muda-mudi sebagai tempat mesum.

Penelusuran mediamadura.com, pada Selasa (11/4) dini hari pukul 01.00 WIB, tampak terlihat empat sampai lima orang waria berpakaian molek sering mangkal di tempat tersebut. Bahkan, para waria itu kebiasaan mangkal hingga larut malam menjelang pukul 05.00 WIB pagi hari.

Tempat itu dimanfaatkan mereka dikarenakan kondisi yang gelap, dan juga longgarnya pengawasan dari petugas berwajib. Sehingga para waria itu dengan sesuka hati mangkal dan melayani pelanggannya.

“Ngapain takut ada razia mas, Satpol PP nya takut kalau sudah disedot,” ujar salah satu waria inisial Bunga dengan lenggang-lenggongya itu, Selasa.

Ironisnya lagi, berdasarkan pengakuan Bunga, banyak pemuda yang masih berumur 18 tahun menjadi langganannya. Dia berasal dari salah satu santri pondok pesantren.

“Kadang eksekusinya di sini (taman kota), ada yang dibawa ke tempat kos kita, mereka yang bayar lah,” jelasnya.

Mangkalnya para waria di pusat kota itu mendapat respon dari salah satu tokoh pemuda di Sampang, Moh Salim. Ia mengatakan, aparat hukum seharusnya tanggap menyikapi penyakit masyarakat. Sebab, sebagai putra daerah tidak ingin menjadi contoh buruk jika Kota Sampang tercoreng. Apalagi, lokasi pelacuran itu tak jauh berada di kediamannya.

“Jangan tidur terus polisi sama Satpol PP harus siaga berpatroli, ini akan ada banyak dampak seperti tindakan kriminal,” terangnya.

Sementara itu, Kapolres Sampang AKBP Tofik Sukendar mengaku sampai saat ini belum menerima laporan adanya lokasi yang dicurigai sebagai tempat prostitusi yang dilakukan waria. Untuk itu, pihaknya akan menindaklanjuti penyakit masyarakat tersebut.

“Soal prostitusi sampai saat ini belum memonitor secara jelas karena tidak ada laporan masuk kepada kami, tapi tidak menutup kemungkinan tetap mengantisipasi titik lokasi yang dicurigai untuk ditindaklanjuti,” tegasnya.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Wabup Pamekasan Resmikan Masjid Baitul Muflihin di Desa Pamaroh

0

Pamekasan, 11/4 (Media Madura) – Masjid Baitul Muflihin telah diresmikan. Peresmian masjid yang berlokasi di Dusun Sumber Waru, Desa Pamaroh, Kecamatan Kadur itu ditandai pengguntingan pita dan penandatanganan prasasti oleh Wakil Bupati Pamekasan, Khalil Asy’ari, Selasa (11/4/2017) pagi.

Pengguntingan pita dan penandatanganan tersebut turut disaksikan para ulama, tokoh masyarakat, dan para undangan. Kemudian dilanjutkan peninjauan ke dalam masjid.

Ketua Panitia Pambangunan Masjid Baitul Muflihin, H Khotib mengatakan, sumber dana pembangunan masjid merupakan sumbangan Syeikh Abdulllah Muhammad As-Saflan Al-Ghomidi, Jedda, Arab Saudi. Selain sumbangan para dermawan dan warga setempat.

“Jadi, anggaran pembangunan masjid menghabiskan sebesar Rp 1 miliar lebih. Termasuk pembayaran kuli bangunan,” katanya, Selasa (11/4/2017).

Pengerjaan pembangunan masjid yang berdiri di atas tanah waqah itu dilakukan secara gotong royong. Waktu pengerjaan pembunganan selama setahun lebih. “Pembangunannya dimulai dari bulan Januari 2016,” imbuhnya.

Masjid yang dibangun cukup mewah dominasi warna putih itu memiliki panjang 15 meter dengan lebar 17 meter. Menurutnya, selain untuk kepentingan ibadah, masjid Baitul Muflihin juga bisa ditempati kegiatan-kegiatan sosial.

Sementara itu, Wakil Bupati Pamekasan, Khalil Asy’ari dalam sambutannya berharap, agar keberadaan masjid betul-betul dimanfaatkan dengan baik. Utamanya untuk sarana ibadah masyarakat sekitar.

“Dengan harapan, semoga dimafaatkan sebagai tempat ibadah oleh masyarakat Desa Pamaroh,” tandasnya.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

DKR Sampang Pertanyakan Klaim Asuransi Jiwa Kecelakaan

Sampang, 10/4 (Media Madura) – Banyak masyarakat umum yang menjadi korban kecelakaan tidak mendapat santunan asuransi jiwa. Untuk itu, lembaga dari Dewan Kesehatan Rakyat (DKR) Sampang mendatangi kantor Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Sampang, Senin (10/4/2017) siang.

Ketua DKR Sampang Iqbal Fathoni, mengatakan selama ini bantuan jika ada warga yang mengalami kecelakaan lalu lintas di jalan raya masih buram alias saling lempar tanggungjawab baik aparat polisi, PT Jasa Raharja, maupun Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

“Ada tiga warga korban laka lantas melapor kepada kami bahwa dibiarkan begitu saja tanpa ada penanganan hingga meninggal, ini karena lepas tangan pihak terkait soal asuransi jiwa,” ujar Iqbal Fathoni, Senin.

Ketiga warga itu yakni Syaiful warga Desa Blu’uran Kecamatan Karang Penang, Isrun warga Kecamatan Camplong, dan Saimah Desa Gunung Eleh Kecamatan Kedungdung.

Iqbal akrab disapa Bung Fafan itu, menuturkan sesuai aturan UU Nomor 33 dan 34 Tahun 1964 tentang dana kecelakaan lalu lintas, besaran klaim atau santunan yang diberikan untuk masing-masing korban kecelakaan sebesar Rp 10 juta dan maksimal Rp 25 juta jika meninggal dunia.

Santunan tersebut pasti dibayarkan apapun penyebab kecelakaannya. Baik karena murni kecelakaan atau pun karena kelalaian. Kecelakaan yang tidak mendapatkan klaim hanya berlaku bagi kecelakaan tunggal.

Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Kantor Layanan Operasional Kabupaten Sampang Endah Purwandari, mengaku dalam persoalan Klaim asuransi jiwa korban kecelakaan tersebut pihak pertama PT. Jasa Raharja, dan pihak kedua ialah BPJS Kesehatan.

Cara klaim itu sendiri yakni BPJS akan memproses jika ada garansi letter atau surat keterangan dari PT. Jasa Raharja (Persero).

“Kami akan menerima klaim asuransi jiwa dari pemohon setelah adanya garansi letter dari pihak pertama yakni PT. Jasa Raharja, yang menerangkan bahwa pemohon ini tidak menjadi tanggungjawabnya,” katanya.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Sampang AKP Erika Purwana Putra, menerangkan dalam kasus kecelakaan merupakan sudah masuk ranah tindak pidana sesuai UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang lalu lintas. Jadi bukan sekedar melaporkan dan kemudian mendapatkan asuransi. Tetapi, setiap kali mengeluarkan laporan polisi ada penyelesaian secara hukum.

“Semua proses itu harus mengikuti prosedur dan tidak gegabah dalam mendapatkan asuransi jiwa,” ungkapnya.

Erika menambahkan dalam waktu dekat pihak terkait akan melakukan MoU tentang penanganan laka tunggal serta untuk mengetahui masing-masing ranah klaim asuransi jiwa.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

PAN Pamekasan Beri Lampu Hijau Usung Kholilurrahman sebagai Calon Bupati

Pamekasan, 10/4 (Media Madura) – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur memberikan lampu hijau kepada mantan Bupati Pamekasan periode 2009-2013, Kholilurrahman untuk kembali mencalonkan pada Pilkada 2018 mendatang.

Ketua DPD PAN Pamekasan, Heru Budi Prayitno mengatakan, saat ini di internal PAN, hanya dirinya yang direkomendasikan maju sebagai cabup 2018 mendatang.

“Tapi partai tetap menberikan lampu hijau pada cabup diluar kader termasuk KH Kholil,” katanya usai pelantikan DPC PAN se-Pamekasan, Senin (10/4/2017).

Namun, tambah Heru, setiap calon yang akan diberangkatkan oleh partai berlambang matahari itu, akan dilakukan tes and propertest.

“Ya tentunya semua harus dilalui aturan mainnya, baik oleh kader sendiri atau calon luar kader,” tambahnya.

Sementara, wakil ketua DPW PAN Jawa Timur, Achmad Rubaei menyatakan, semua cabup yang mendaftar ke partainya akan diterima dan akan diverifikasi, termasuk KH Kholilurrahman.

“Ya kita beri kesempatan pada KH Kholil tentunya dengan beberapa persyaratan,” katanya.

“Selain itu juga akan dilihat peluangnya apakah layak atau tidak,” sambungnya.

Reporter: Rifqi
Editor: Ahmadi

Belum Beli Komputer, Puluhan Sekolah di Sampang Ujian Pakai Kertas dan Pensil

0

Sampang, 10/4 (Media Madura) – Belum semua lembaga sekolah di wilayah Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, menerapkan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Sebagian besar sekolah masih menggunakan kertas dan pensil (UNKP).

Berdasarkan data kantor Kementerian Agama (Kamenag) Sampang, menyebutkan dari total 86 lembaga sekolah yang menjadi tangungan Kamenag itu sebanyak 30 lembaga Madrasah Aliyah (MA) swasta masih mengikuti ujian kertas dan pensil atau disebut dengan Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil (UNKP) tahun 2017.

“Total ada 86 lembaga MA terdiri dari 30 MA swasta menerapkan UNKP dan 56 MA negeri memakai UNBK,” kata Kepala Kamenag Sampang Juhedi saat memantau UN di MAN 1 Sampang, Senin (10/4/2017) pagi.

Juhedi menuturkan, ke-86 lembaga itu terdiri dari 1 MA Negeri Sampang dan 85 MA swasta. Jumlah siswa peserta UNBK dan UNKP sebanyak 3.735 siswa.

Belum bisa melaksanakan UNBK itu dikarenakan adanya kendala, diantaranya fasilitas komputer yang belum memadai di setiap masing-masing sekolah.

“Target kami tahun depan mudah-mudahan bisa UNBK semua,” ucapnya. 

Pantuan dilapangan, untuk peserta UNKP yang bergabung di penyelenggara MA Negeri 1 Sampang ada lima lembaga MA swasta. Terdiri dari, MA As-Syaahidin, MA Nahdlatut Tholibin, MA Tashwirul Afkar, MA Baitus Sholeh, dan MA Mambaul Ulum Kedungdung. Jumlah peserta sendiri sebanyak 163 siswa.

Sementara itu, satu dari 30 lembaga MA yang menerapkan UNKP yaitu MA Tashwirul Afkar Kecamatan Kedungdung. Alasan belum bisa melakukan UNBK itu selain terkendala fasilitas komputer juga belum adanya persiapan dari para peserta.

“Waktunya juga mepet dan semoga tahun depan kami usahakan gelar UNBK,” jelas Hasbullah guru MA Tashwirul Afkar.

Reporter : Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Rudy William Kaltjes Dapuk Fauzan Jadi Kapten Persepam MU

0

Pamekasan, 10/4 (Media Madura) – Pelatih Persepam MU Rudy William Kaltjes berpotensi mendapuk Fauzan Jamal untuk menjadi kapten tim, dalam mengarungi liga 2.

Dikatakan Opa Rudi, Fauzan mempunyai jiwa kepemimpinan dan mempunyai komunikasi yang baik dengan seluruh pemain meskipun posisinya kurang ideal, di mana Fauzan merupakan pemain di posisi back kiri.

“Fauzan itu bagus dalam berkomunikasi, berani menegor pemain suaranya besar dan lantang,” katanya kepada wartawan usai memimpin latihan sore di lapangan kowel. Senin (10/04/2017).

Rudy Keltjes, yang merupakan pelatih kenamaan keturunan Belanda (lahir dari ayah keturunan Belanda, Theodorees Keltjes dan ibu asli Situbondo) itu berharap, Fauzan mampu menjalankan tugas dan memimpin rekan-rekannya dengan baik, baik di lapangan maupun di luar lapangan.

Selain Fauzan, dalam tim Laskar Sape Ngamok ini juga terdapat pemain-pemain yang mempunyai kemampuan kepemimpinan yang baik, yakni Faris Aditama, Fajar Legian, Denis Safrianto dan sejumlah pemain lain.

Penulis : Arif
Editor : Ahmadi

Pelantikan DPC PAN Jadi Ajang Bertemunya Calon Bupati Pamekasan

Pamekasan, 10/4 (Media Madura) – Pelantikan bersama DPC PAN se Kabupaten Pamekasan yang digelar di gedung serba guna jalan Kabupaten menjadi ajang bertemunya sejumlah tokoh yang akan maju pada Pilkada serentak tahun 2018 mendatang.

Nampak hadir dalam acara tersebut KH Kholilurrahman, Badrut Tamam, Suli Faris, Agus Sujarwadi dan Kholil Asy’ari, sementara Halili dan Taufadi tidak nampak dalam acara itu karena saat ini sedang menunaikan ibadah umroh. Selain itu juga hadir para ketua partai.

Tidak hanya itu, acara tersebut juga dihadiri ketua DPW PAN Jawa Timur Masfuk, anggota DPR RI dari PAN Achmad Rubaie. Bupati Pamekasan Achmad Syafii juga hadir dalam acara tersebut.

Ketua DPC PAN Pamekasan Heru Budi Prayitno menuturkan, dalam acara tersebut pihaknya sengaja mengundang seluruh ketua-ketua partai dan tokoh-tokoh masyarakat termasuk tokoh yang digadang-gadang maju pada Pilkada Pamekasan tahun 2018 mendatang.

Dari kiri: Suli Faris, KH Kholilurrahman dan Badrut Tamam saling berjabat tangan

“Ini adalah momen politik yang sangat penting, jadi dengan hadirnya tokoh-tokoh ini kondisi perpolitikan di Pamekasan semakin dinamis, tidak statis,” katanya kepada wartawan ditemui di sela-sela acara tersebut. Senin 10/04/2017) siang.

Disinggung terkait arah dukungan PAN Pamekasan terhadap salah satu kandidat calon bupati, ia justru menegaskan jika PAN masih akan melakukan konsolidasi internal.

Dikatakan, PAN sebagai pemilik 5 kursi di DPRD Pamekasan akan memperioritaskan kader, tetapi tidak menurup kemungkinan mendukung calon di luar kader partai yang ingin berangkat dari partainya itu.

Penulis : Arif
Editor : Ahmadi

Polisi Bekuk Pelaku Pembunuhan di Banyuates

Sampang, 10/4 (Media Madura) – Pelaku pembunuhan terhadap korban Muddasir (30) warga Dusun Budauh Desa Lar-Lar Kecamatan Banyuates Kabupaten Sampang berhasil ditangkap polisi.

Dia inisial S (35). Pelaku ditangkap usai pengejaran selama 1×24 jam beserta barang bukti sebilah celurit yang masih ada bekas darah.

Kasat Reskrim Polres Sampang AKP Hery Kusnanto, mengatakan saat ini pelaku sudah ditahan di Polsek Banyuates untuk menjalani pemeriksaan.

“Setelah diperiksa pasti nanti dikirim ke Mapolres Sampang,” ucapnya, Senin (10/4/2017).

Hery menuturkan, motif dari kejadian berdarah itu adalah kesalahpahaman antar pelaku dan korban. Saat itu, sebelum kejadian perkelahian berujung maut karena korban mengantarkan istrinya mengendarai sepeda motor Honda Beat berwarna putih.

Saat berpapasan dengan pelaku, motor korban dibleyer. Dari itulah, korban merasa tersinggung. Sehingga, setelah korban balik arah mengantar istrinya, ternyata memang ditunggu oleh pelaku.

“Akhirnya perkelahian terjadi dan mereka duel dengan mengunakan senjata tajam,” imbuhnya.

Lanjut Hery, kedua orang tersebut sama-sama mengunakan senjata tajam yakni celurit dan pisau. Pelaku memegang celurit dan korban memakai pisau.

“Sementara menurut pengakuan pelaku motifnya hanya salah paham, dan hingga saat ini masih menjalani pemeriksaan, nanti kita kabari lagi,” tandasnya.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Pelaku Penganiayaan di Sampang Ditangkap Polisi

Sampang, 10/4 (Media Madura) – Polisi berhasil menangkap satu pelaku pembunuhan dalam kasus penganiayaan atau perkelahian massal antar dua kubu keluarga di Desa Ketapang Timur, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang, yang terjadi pada Sabtu (8/4) sore kemarin.

Dia adalah inisial T (40) warga Desa Ketapang Timur. Ia berperan ikut serta dalam peristiwa perkelahian yang berujung tiga nyawa melayang di lokasi kejadian soal isu santet.

“Ya dia (T-red) ditangkap di rumahnya dan dibekuk 1×24 jam pasca kejadian penganiayaan di Ketapang Timur,” ujar Kapolres Sampang AKBP Tofik Sukendar didampingi Kasat Reskrim AKP Hery Kusnanto, Senin (10/4/2017) pagi.

Tofik menuturkan, T ditangkap karena ada ikut serta peritiwa perkelahian tersebut. Saat ditangkap, pelaku tanpa ada perlawanan. Awal kejadian, pelaku bersama Habibi dan Saliman ngeluruk rumah Mustofa. Kedatangannya untuk mengklarifikasi karena merasa telah menjadi korban dugaan santet.

“Kasus ini masih dalam pengembangan, kita tunggu saja lebih lanjutnya,” terangnya.

Dari tangan pelaku, polisi berhasil menyita barang bukti beruta sajam jenis celurit yang masih bersimbah darah.

Tak hanya itu, mengantisipasi terjadinya aksi pertikaian susulan atau perkelahian dua kubu keluarga tersebut polisi menerjunkan 80 personel gabungan baik dari satuan Sabhara, Reskrim dan Intel.

Pasalnya, dari informasi beredar jika para pihak yang terlibat sama-sama saling tidak terima dan beranjak melakukan pembalasan. Untuk itu, polisi memperketat penjagaan mencegah terjadinya aksi susulan.

“Untuk saat ini sudah kita tarik pengamanan dan kondisinya sudah aman dan kondusif,” tandasnya.

Sekedar diketahui, dalam peristiwa itu tiga orang tewas dan dua lainnya luka-luka dalam perkelahian secara massal itu.

Korban tewas adalah Saliman (45), Mustofa (55) dan Sitina (57), sedangkan dua lainnya mengalami luka, yakni Mohammad Habibi dan Abdur Rahman.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi