Beranda blog Halaman 988

Gomes Optimis Peter Odemwingie Mampu Bobol Gawang Arema

0

Malang, 13/5 (Media Madura) – Pelatih Madura United, Gomes De Oliviera optimis strikernya, Peter Odemwingie mampu membobol gawang Arema FC kala kedua tim berjumpa pada pekan keenam Liga 1, di Stadion Kanjuruhan, Malang, Minggu (14/5/2017) besok.

Sejak menduduki top skor sementara, Odemwingie memang menjadi andalan bagi lini depan Laskar Sape Kerrab. Kemampuannya dalam membobol gawang lawan patut diacungi jempol, padahal usianya sudah tidak muda lagi. Hingga pekan kelima, mantan penyerang Stoke City itu telah mengoleksi empat gol.

“Harapan kita semua, Peter (Odemwingie) tetap produktif. Besok bisa cetak gol di gawang Arema dan membawa Madura United,” kata Gomes.

Tumpuan harapan Gomes tak hanya diembankan terhadap Odemwingie saja dalam hal mencetak gol. Striker lainnya macam Greg Nwokolo, Saldi, Bayu Gatra, dan striker anyarnya Boubacar Sanogo diharapkan dapat membantu Madura United menang di kandang Singo Edann.

“Yang pasti kita main untuk memenangkan pertandingan. Persiapan sudah dilakukan tinggal menunggu pertandingan besok,” ucapnya.

Pelatih asal Brasil ini mengakui jika anak asuh Aji Santoso memiliki pertahanan yang bagus. Kendati begitu, Gomes tidak khawatir. Sebab menurutnya, dirinya masih punya satu hari untuk menyusun strategi. Gomes akan maksimalkan kesempatan itu saat menjajal rumput Kanjuruhan sebelum pertandingan.

“Masih ada satu kali lagi latihan, mencoba lapangan. Semua pemain mau tampil dengan baik. Tim sangat semangat kalau lawan Arema,” tegas Gomes.

Ke Malang, Gomes memboyong semua pemainnya. Kondisi ini tidak seperti biasanya. Dalam pertandingan tandang lainnya, biasanya Gomes hanya membawa 18 pemain. Syukurnya, imbuhnya, semua pemain dalam kondisi fit.

“Semua pemain bisa tampil besok. Semua siap dimainkan. Bahkan, persiapan sudah, dan semua pemain dalam kondisi fit,” tandasnya.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Miras Oplosan Kembali Renggut Nyawa Seorang Pemuda di Sumenep

0

Sumenep, 13/5 (Media Madura) – Seperti tak ada jeranya, minuman keras oplosan kembali memakan korban, kali ini seorang pemuda di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur harus kehilangan nyawa dengan sia-sia.

Ahmad Farhan, warga Dusun Dedder, Desa Cangkreng, Kecamatan Lenteng telah meninggal dunia lantaran diduga pesta miras oplosan. 

“Korban meninggal di RSUD Moh Anwar Sumenep tadi pagi sekira jam 08.00 WIB,” terang Kabag Humas Polres Sumenep, AKP Suwardi, Sabtu (13/5/2017).

Suwardi menerangkan, korban diduga menggelar pesta miras pada Kamis malam (1/5/2017) sekira pukul 24.00 WIB di teras rumah Sinyo, tetangganya.

Lalu, keesokan harinya, korban menginap di rumah Ajib, dan kepada temannya itu, ia sempat mengeluh sakit perut dan sesak.

“Kepada Ajib, korban mengaku sakit perut gara-gara habis minum-minuman keras, tetapi tidak bilang dengan siapa saja,” bebernya.

Kemudian pada hari Sabtu (13/5/2017) pukul 04.30 WIB korban dibawa oleh orang tuanya ke Puskesmas Lenteng untuk berobat. Tapi oleh petugas korban dirujuk ke RSUD MOH ANWAR untuk mendapatkan tindakan medis. 

“Tapi setelah beberapa jam berada di RSUD, korban meninggal dunia,” terang Suwardi.

Sementara itu, tutur Suwardi, keluarga korban menolak untuk dilakukan visum dengan membuat surat pernyataan, karena pihak keluarga sudah menerima dengan pristiwa nahas tersebut.

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

Batal Serbu Malang, Ini yang Akan Dilakukan Suporter Madura United

0

Pamekasan, 12/5 (Media Madura) – Madura United benar-benar akan berjuang sendirian ketika meladeni Arema FC di Stadion Kanjurahan, Malang, pada pekan keenam Liga 1, Minggu (14/5/2017) mendatang.

Pasalnya, empat komunitas suporter yang tergabung dalam Madura Bersatu sudah bulat tidak akan mengadakan tour ke Malang. Yakni, Peccot Mania Sumenep, Taretan Dhibi’ Pamekasan, Truman Sampang, dan K-conk Mania Bangkalan,

“Kita tadi sudah ketemu dengan panpel Arema, kemudian mereka menyatakan welcome untuk suporter Madura hadir di Malang. Tapi, kita dari Taretan Dhibi’ sudah sepakat tidak akan mengadakan tour ke Malang,” kata salah satu pentolan Taretan Dhibi’, Darma, Jumat (12/5/2017).

Pertemuan dengan panpel Arema digelar di Mapolda Jawa Timur, Jumat (12/5/2017). Empat komunitas suporter di Madura diundang dalam rapat tersebut. Namun, hanya perwakilan Taretan Dhibik yang datang memenuhi undangan. Ketidakhadiran ketiga komunitas suporter itu pun telah diwakilkan masing-masing polres.

“Itu dilakukan untuk menjaga keamanan. Meskipun sudah welcome, kami tetap tidak akan berangkat,” tegasnya.

Dipastikan tidak bisa mendampingi tim kebanggaannya ke markas Singo Edan. Namun, mereka kompak akan menggelar nonton bareng (nobar) di masing-masing kabupaten. Sebagai bentuk dukungan moril terhadap perjuangan Fabiano Beltrame dan kawan-kawan yang akan berduel lawan Arema.

“Mungkin nanti kita adakan acara lain seperti halnya nobar. Rekan kami K-conk juga tidak akan berangkat. Di sana mereka sudah difasilitasi nobar, demikian juga teman-teman suporter Truman dan Peccot, tidak akan berangkat dan akan mengadakan nobar,” tandasnya.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Aset Sampang Senilai Rp 650 Miliar Buram

Sampang, 12/5 (Media Madura) – Sekretaris Jaringan Kawal Jawa Timur (Jaka Jatim) Tamsul, membeberkan hilangnya keberadaan aset daerah Pemkab Sampang senilai Rp 650 miliar. Ia mengindikasi buramnya keberadaan aset itu memang disengaja dan saat pengadaan diduga fiktif karena tidak terpantau oleh Inspektorat.

“Sangat fantastis aset daerah yang hilang ini, temuan ini berdasarkan hasil audit BPK,” katanya, Jumat (12/5/2017) siang.

Hilangnya aset sebesar Rp 650 miliar itu tidak bisa dipertanggung jawabkan. Neraca keuangan per-31 Desember 2015 saldo aset sebesar Rp 1.179.586.004.802. Sedangkan aset yang sudah dibeli sebanyak Rp 650.463.459.089 tidak ada rinciannya dan tidak ditelusuri keberadaannya. Jumlah sebesar Rp 73.822.394.209 sudah ada rinciannya dan belum dapat diyakini asersi hak dan kewajiban atau meragukan.

Tamsul menuturkan, dari Rp 650 miliar itu merupakan akumulasi aset daerah sejak tahun 2004 hingga tahun 2015. Untuk itu, ketidakjelasan keberadaana aset tersebut penegak hukum agar melakukan penyelidikan terhadap hilangnya aset.

“Kami akan lakukan, akan menelusuri per-OPD. Berapa nilai OPD yang hilang. Atau bisa dikatakan barangnya tidak ada akan tetapi data-datanya ada ini kita akan kita telusuri,” jelasnya.

Dirinya menyampaikan, pihaknya juga akan memperdalam tentang surat keputusan (SK) bupati tentang penghitungan aset atau penghapusan aset. Karena ia menduga SK bupati itu bermasalah. Sebab, di dalam penghapusan aset ada beberapa prosedur tentang apa yang harus dilakukan.

Ia juga menyakini bahwa ada beberapa SK bupati tentang penghapusan aset bermasalah. Kemungkinan hal tersebut sengaja dibuat karena untuk mengelabuhi dan keberadaan jumlah aset yang diduga lenyap.

Bahkan, kemungkinan ketika pihaknya menelusuri kehilangan aset Rp 650 miliar tersebut akan bertambah. Salah satu contohnya pengadaan buku perpusatakaan yang hilang.

”Terutama kita melihat sisi pemanfaatan barang dan masa waktunya barang habis pakai dan lainnya Ini yang akan kita telusuri,” ujarnya.

”Walaupun ratusan miliar ini milik kita bersama (masyarakat sampang). Terlepas transfer bukan dari pemerintah daerah atau memang berasal APBD kita,” paparnya.

Tamsul menambahkan, hilangnya aset daerah berdasarkan hasil audit BPK. Perhitungan tidak dilakukan sejak Mei 2015. Sedangkan pada 2016 masih belum dihitung.

”Pada 2015 pengadaan barang dan jasa juga belanja modal belum kita telusuri secara mendalam,” imbuhnya.

Hingga kini, saat dikonfirmasi kepada Inspektur Pemkab Sampang Suharjanto belum bisa memberikan keterangan. Berkali dihubungi tidak ada jawaban meski pesan singkat dilayangkan.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Demi Pilkades Sampang Aman, Polisi Gelar Doa Bersama

Sampang, 12/5 (Media Madura) – Berbagai upaya dilakukan Kepolisian Resort Sampang untuk menjaga keamanan Kota Bahari menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak yang akan digelar pada Selasa 16 Mei 2017 besok.

Selain menyiapkan strategi pengamanan, jajaran kepolisian juga menggelar doa bersama. Seperti yang dilakukan Polres Sampang dan Kodim 0828 Sampang. Mereka melakukan gelar doa bersama untuk pengamanan pelaksanaan pilkades.

Doa bersama sekaligus memperingati Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW digelar di halaman Mapolres Sampang Jalan Jamaludin, Jumat (12/5/2017) malam pukul 19.00 WIB. Kegiatan ini dipimpin oleh Kapolres Sampang AKBP Tofik Sukendar dan Dandim Letkol Inf Indrama Bodi.

AKBP Tofik mengatakan momentum tersebut juga menjadi ajang silaturahmi bagi TNI-Polri dalam rangka membangun kebersamaan dan sinergitas dalam mengamankan Kabupaten Sampang.

“Polri dan TNI harus bersatu padu dan tetap menjaga persatuan kesatuan untuk mempererat bangsa, jangan mudah terprovokasi hal apapun apalagi menjelang pilkades ini,” ujar Tofik.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga diharapkan semakin menguatkan soliditas TNI-Polri agar pengamanan pilkades serentak yang diikuti 31 desa di Sampang berjalan aman dan kondusif.

“Untuk itu, kami melakukan doa bersama agar pelaksanaan pilkades nanti bisa berlangsung dengan aman dan lancar,” jelasnya.

Sementara itu, Letkol Inf Indrama Bodi, menyatakan bahwa pihaknya terus menjaga keamanan dan ketertiban selama proses pelaksanaan pilkades serentak. Untuk itu juga, diharapkan kerja sama dengan para ulama dan tokoh masyarakat serta instansi dalam mensukseskan pesta demokrasi tingkat desa tersebut.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Tergiur Uang Arisan, Mutam Bunuh Tetangganya dengan Sadis

Sumenep, 12/5 (Media Madura) – Sabiye, warga Dusun Raas, Desa Masalima, Kecamatan Masalembu, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur tewas di tangan tetangganya yang hanya beda dusun.

Nenek berusia 60 tahun itu tewas dengan kondisi mengenaskan, yakni kepala pecah, muka hancur dan bagian tubuh luka-luka.

“Korban ditemukan bersimbah darah oleh Samsul Arifin dan menantunya, H. Rahim di belakang rumah sendiri,” terang Kabag Humas Polres Sumenep, Jum’at (12/5/2017).

Usut punya usut, ternyata pelakunya tidak lain adalah Mutam, seorang perempuan berusia 30 tahun, warga Dusun Ambulung, Desa setempat.

“Hasil penyelidikan polisi, indikasi kuat korban dianiaya berujung pembunuhan sadis,” beber Suwardi.

Diceritakan, bahwa setiap sore hari korban punya aktivitas mengumpulkan atau menagih uang arisan dengan cara berkeliling ke rumah-rumah warga termasuk rumah pelaku.

“Mungkin pelaku tergiur dengan uang yang dipegang korban, sehingga dia nekat melakukan upaya perampasan pakaa dengan tindakan penganiayaan,” jelasnya.

Dugaan polisi, korban dibunuh di ruang mesin belakang rumah pelaku dengan cara memukul korban menggunakan kayu balok. Kemudian diseret ke belakang rumah dan menutupnya dengan karung bekas.

“Berdasarkan barang bukti uang yang kami amankan, besaran uang yang hendak dikuasai pelaku hanya sebesar Rp1.776.000,-,” sambugnya.

Tambah Suwardi, saat ini pelaku sudah dijebloskan ke jeruji besi Polsek Masalembu untuk menjalani pemerimsaan lebih lanjut.

Reporter: Rosy
Editor: Zainol

Satu Peserta Lelang Jabatan Terancam Tak Lolos

Sampang, 12/5 (Media Madura) – Dari 37 peserta lelang jabatan, satu diantaranya terancam tidak lolos menjalani tes lanjutan uji kompetensi. Pasalnya, berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 11 Tahun 2017, batas usia peserta lelang jabatan maksimal 56 tahun.

Data diterima mediamadura.com, satu peserta itu bernama Kusno Abdullah yang saat ini berumur 57 tahun dan mendaftarkan di OPD Satpol PP Sampang.

“Ada satu orang memang yang berumur diatas 56 tahun,” terang Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Sampang Slamet Terbang, Jumat (12/5/2017) pagi.

Kendati demikian, Slamet mengklaim satu peserta itu masih bisa dilanjutkan. Sebab, aturan tersebut sebelum diberlakukannya PP Nomor 11 Tahun 2017.

“Masih bisa kok, Mas,” ujarnya.

Pukul 08.30 WIB tadi pagi, sebanyak 37 pejabat di lingkungan Pemkab Sampang menjalani tes lanjutan berupa penulisan makalah di aula salah satu hotel di Jalan Panglima Kecamatan Kota Sampang.

Tes lanjutan itu sebagai uji seleksi kompetensi lelang jabatan yang dibuka pendaftaran sejak 3 April lalu. Mereka dinyatakan lulus uji seleksi oleh tim panitia.

“Saat ini mereka sedang uji tes penulisan makalah. Nah, untuk uji wawancara kemungkinan besok (13/5),” kata Slamet.

Dia menuturkan, sistem penulisan makalah mulai dari tata cara pembuatan judul, latar belakang, fakta dan data, program kerja, dan kesimpulan. Semua disesuaikan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang dituju.

“Penulisan makalah ini sampai batas waktu selama 60 menit. Terpenting penulisannya tidak bolehlepas visi misi Pemkab Sampang periode tahun 2013-2018,” katanya.

Dirinya menyampaikan, dari 37 peserta yang lulus mengikuti lelang jabatan tersebut akan diambil 5 peserta di masing-masing bidang atau instansi. Selanjutnya, mengerucut 3 nama besar peserta di setiap Dinas, dan akan disampaikan langsung oleh Plt Bupati Sampang Fadhilah Budiono.

Sedangkan, ke-37 peserta itu memperebutkan empat OPD Pemkab Sampang, diantaranya Sekretaris DPRD ada 8 peserta, Dinas Pendidikan sebanyak 5 peserta, Satpol PP dengan 16 peserta, dan Dinas Perumahan Rakyat ada 8 peserta.

Diketahui sebelumnya, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Sampang, membeberkan 37 pejabat yang lolos seleksi itu di antaranya.

Kepala Satpol PP, terdiri dari 16 peserta: Abdus Syakur, Kusno Abdullah, Suryanto, Yulis Juwaidi, Mohammad Fadeli, R. Chalilurrachma, Arief Budianshor Munikra, M. Tholkhah, Achmad Kusairi, Jaya Abrianto, Hamdani, Moh. Farid Makruf, M. Misdawi, Hj. Chairiyah, Moch Sutrisno.

Kepala Dinas Pendidikan, terdiri dari 5 peserta: H.M. Jupri Riyadi, Ahmad Mawardi, Nor Alam, Imam Sanusi, Sutrisno.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat,  terdiri dari 8 peserta: Suparto, Ummi Hanik Laila, Satriyo Wahyudi, Susanta, ABD Hannan, Anang Djonaedi, Moh Zainullah, Majid Syamroni.

Sekretaris DPRD Kabupaten Sampang, terdiri dari 8 peserta: Moh Anwari Abdullah, M. Wasaton Hadi, Harunur Rasyid, Jameiral Urip, Anwar, Heru Cahyono, Taufikurrahman, Tri Jayadi.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Siapa Sosok Pengganti Bupati Sampang, Ini Kata Gubernur Jatim Soekarwo

Sampang, 12/5 (Media Madura) – Bupati Sampang KH A Fannan Hasib berhalangan tetap atau meninggal dunia pada Rabu (3/5/2017) kemarin. Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) segera mungkin memutuskan pengganti posisi kepala daerah definitif tersebut. Siapakah penggantinya?

Berikut tanggapan Gubernur Jawa Timur Soekarwo kepada mediamadura.com, Kamis (11/5) malam. Ia mengaku masih menunggu hasil sidang rapat paripurna DPRD Sampang terkait pemberhentian Bupati Sampang KH A Fannan Hasib.

“Saya minta DPRD Sampang rapat paripurna untuk bisa segera menghentikan statusnya alm KH A Fannan Hasib sebagai bupati,” kata Soekarwo ditemui di Sampang saat menghadiri Haul Akbar di Desa Gersempal Omben, Kamis malam.

Soekarwo akrap disapa Pak De Karwo itu menyampaikan setelah rapat paripurna tersebut legislatif bisa mengusulkan pengganti bupati. Selanjutnya, usulan disampaikan kepada Kemendagri melalui Gubernur.

“Nanti turun, apakah Fadhilah yang pernah menjabat bupati dua periode boleh menjadi Pj atau masih Plt. Secara aturan di UU kalau bupati meninggal atau berhalangan tetap maka wakilnya (yang menggantikannya),” ungkapnya.

Kendati demikian, ia mengingatkan Fadhilah tetap menjadi Plt Bupati Sampang hingga batas akhir bulan Februari 2018 mendatang. Meski jabatan bupati merupakan jabatan politik.

Namun, sampai saat ini yang menjadi persoalan adalah tidak adanya regulasi atau UU mengatur peristiwa yang terjadi di Sampang itu.

Sehingga, Pemerintah Provinsi Jatim masih menunggu keputusan dari Kemendagri. Hanya, pihaknya mengusulkan kepada wakil bupati untuk melanjutkan masa sisa jabatan selama delapan bulan.

”Masalahnya itu Pak Fadhilah ini sudah dua kali menjabat bupati. Nah, itu diperbolehkan atau tidak. Solusi hukumnya seperti apa, kami serahkan kepada Mendagri. Disana yang menentukan semua,” tuturnya.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Ratusan Warga Ngeluruk Kantor Camat Omben

Sampang, 12/5 (Media Madura) – Polemik pelaksanaan pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak bagi 31 Desa di Kabupaten Sampang yang akan digelar pada 16 Mei mendatang terus bermunculan.

Tadi siang, Jumat (12/5/2017) pukul 14.00 WIB, ratusan warga di Desa Omben, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, melakukan aksi turun jalan ke kantor kecamatan. Aksi demo itu menuntut agar pelaksanaan pilkades tetap berjalan sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Sebab, sebelumnya pelaksanaan pilkades di desa tersebut dikabarkan pihak Panitia Pemilihan Kepala Desa (P2KD) tidak ingin melanjutkan tahapan proses pemilihan. Karena dari tiga nama calon kades, satu diantaranya meninggal dunia yakni Ahmad Rifa’i Aziz akibat serangan jantung.

“Pilkades harus dilaksanakan, jangan menunda proses pemilihan,” kata Muis Sakrani perwakilan warga Desa Omben saat berorasi, Jumat (12/5/2017).

Muis mengatakan, jika tahapan pilkades di desanya ditunda dikhawatirkan roda pemerintahan di tingkat desa terancam vakum. Tak terkecuali, pembangunan dan pelayanan masyarakat.

“Kami tidak muluk-muluk tentang hal ini, aturan dan mekanisme harus dijalankan,” tegasnya.

Menanggapi aksi demo, Camat Omben Yudhi Adidarta, menyampaikan pihaknya masih menunggu perintah tim kabupaten dalam hal ini Plt Bupati Sampang Fadhilah Budiono.

“Kita tunggu surat perintahnya bagaimana, karena masih di perjalanan,” jelasnya.

Secara tegas, Yudhi menuturkan terkait pelaksanaan pilkades di Desa Omben tetap akan digelar sesuai jadwal pada 16 Mei mendatang. Hal itu sesuai aturan Peraturan Bupati (Perbup).

“Tetap lanjut, karena tidak ada aturan untuk ditunda. Jadi harus dilaksanakan,” tegasnya.

Sekedar diketahui, terjadinya rencana penundaan tahapan pilkades di desa itu karena adanya sebagian aspirasi masyarakat untuk menggantikan salah satu bacakades atas nama Ahmad Rifa’i Azis yang meninggal dunia. Namun hal itu tidak ada dalam aturan yang membolehkan.

”Tetap akan digelar, karena tahapan pilkades saat ini hanya tinggal selangkah lagi yakni penetapan Daftar pemilih sementara (DPS) menjadi Daftar Pemilih Tetap (DPT),” tandas Kasi Aparatur Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sampang AK Zaifullah beberapa waktu lalu.

Ketiga nama bakacalon yang ditetapkan, diantaranya Ahmad Rifa’i Azis, Bahruddin dan Moh Romli. Karena Ahmad Rifa’i azis meninggal dunia, atas kesepakatan Panitia Pelaksana Pemilihan Kepala Desa (P2KD) setempat kemudian akan dilakukan penundaan.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Innalillah, Sengketa Tanah di Sumenep Berujung Maut

0

Sumenep, 12/5 (Media Madura) – Sengketa tanah di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur harus berujung maut. 

Rahem (50), warga Desa Karang Anyar, Kecamatan Kalianget meninggal saat Majelis Hakim Pengadilan Agama menggelar Pemeriksaan Setempat (PS) di lokasi sengketa tanah waris ini. Jum’at (12/5/2017).

Seperti diberitakan, kasus sengketa tanah ini melibatkan Mamluatul (anak angkat Hj. Maryam), warga Desa Karang Anyar, Kecamatan Kalianget sebagai tergugat, dan Musura/ Masduri, warga Desa Marengan Laok, Kecamatan Kalianget sebagai penggugat. 

Rahem merupakan suami dari tergugat Mamluatul yang pada saat digelar PS turut serta turun ke objek sengketa yang berada ditengah-tengah persawahan.

Infornasi yang didapat mediamadura.com di TKP, korban tiba-tiba jatuh pingsan dilokasi tanah sengketa di Desa Kacongan, Kecamatan Kota Sumenep.

Bahkan dengan dibantu petani, ia harus digotong dari lahan persawahan dengan akses sulit menuju jalan raya yang berjarak sekitar 2 km.

Karena korban tidak kunjung sadar, kemudian oleh keluarganya dibawa ke rumah sakit terdekat dengan mobil angkutan umum. 

“Korban jatuh pingsan disaat mengikuti pemeriksaan setempat (PS), kemudian langsung kami bawa ke rumah sakit,” kata Ardhi, kerabat korban, Jumat (12/5/2017).

Namun, meski sudah diupayakan pertolongan medis, tutur Ardhi, nyawa korban tidak tertolong, karena diketahui telah meninggal dunia setelah tiba di RSUD Moh Anwar Sumenep.

“Tapi kami tidak tahu, apa telah meninggal diperjalanan atau tidak, diketahui sudah tidak bernyawa sesampainya di RSUD,” ujarnya. 

Dugaan para saksi mata di TKP, korban mengalami struk atau serangan jantung, karena keluar suara ngorok serta air liur dari mulut korban. 

Saat ini, korban telah dibawa pulang oleh keluarganya untuk disemayamkan, dan hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan dari tim medis dan pihak Kepolisian terkait meinggalnya korban. 

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi