Beranda blog Halaman 989

Madura FC tanpa Okto Maniani Hadapi Semeru FC

0

Sumenep, 12/5 (Media Madura) – Madura FC dipastikan tak akan diperkuat salah satu pemain andalannya, Oktovianus Maniani saat menghadapi Semeru FC dalam kanjutan Liga 2 Indonesia, Sabtu (12/5/2017).

Pelatih Madura FC, Salahudin mengkonfirmasi, jika Okto mengalami cidera saat bermain menghadapi PS Sumbawa Barat, dan saat ini masih dalam tahap penyembuhan. 

“Melawan Semeru FC, kita tidak bisa memainkan Okto karena masih proses penyembuhan cidera,” katanya, Jumat (12/5/2017).

Namun demikian, lanjut Salahudin, pemain lainnya dalam kondisi siap untuk dimainkan, termasuk beberapa pemain yang sebelumnya juga mengalami cidera.

“Yang pasti, kita akan maksimalkan pemain yang ada (dibawa) untuk mencuri poin di Lumajang,” ungkapnya. 

Untuk diketahui, dalam tiga pertandingan awal, Okto bisa dibilang sudah menjadi tulang punggung tim, karena dalam laga-laga tersebut Okto selalu dimainkan, bahkan diturunkan sebagai starter.

Kontribusi mantan pungga Tim Nasional itu terhadap tim juga cukup besar, sebab dia sudah menyumbang dua gol untuk Laskar Joko Tole.

“Saya tegaskan, kita tidak pernah tergantung pada satu dua pemain saja, semua komponen tim penting dalam setiap pertandingan,” tegas Salahudin. 

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

Lanjutan Sengketa Tanah, Hakim PA Sumenep Lakukan Pemeriksaan Setempat

Sumenep, 12/5 (Media Madura) – Majelis Hakim Pengadilan Agama (PA) Sumenep, Madura, Jawa Timur yang menangani kasus sengketa tanah mrlanjutkan proses hukum dengan melakukan Pemeriksaan Setempat (PS), Jumat (12/5/2017).

Kasus sengketa ini melibatkan anak angkat Hj Maryam, warga Desa Karang Anyar, Kecamatan Kalianget sebagai tergugat, dan Musura/ Masduri, warga Desa Marengan Laok, Kecamatan Kalianget sebagai penggugat. 

Sedangkan lokasi tanah seluas 1380 M2 berada di Desa Kacongan, Kecamatan Kota (utaranya bandara Trunojoyo).

“Jadi hari ini, 2 anggota Majelis Hakim didampingi Panitera Pengganti melakukan PS ke objek sengketa di Desa Kacongan,” tutur Kuasa Hukum tergugat, Sulaisi. 

Dalam PS tersebut, dituturkan Sulaisi, melibatkan banyak pihak, diantaranya beberapa orang yang menjadi saksi di Pengadilan, meski mereka bukan orang yang tidak memiliki hak terhadap objek sengketa. 

“Sementara penggugat yang namanya Musura ini tidak berada di lokasi,” sambungnya. 

Saat pemeriksaan setempat, lanjut dia, ditemukan perbedaan batas-batas objek antara versi penggugat dengan fakta, bahwa ternyata objek yang digugat tidak sesuai. 

“Saat ditanya apa betul objek ini yang disengketakan, ya kami jawab dan menyatakan bahwa ini objeknya, dimana dalam menurut tergugat adalah sengekata waris, sementara versi kami adalah tanah hak milik dari Mamluatun yang dihibahkan oleh orang tua angkatnya, Hj Siti Maryam,” bebernya. 

Sayangnya, saat beberapa media meminta konfirmasi langsnung ke pihak Majelis Hakim dan Panitera yang turun ke lokasi melakukan pemeriksaan setempat, tak satupun dari mereka yang mau membuka suara dengan alasan masih pemeriksaan. 

“Maaf mas, ini masih pemeriksaan, belum bisa disimpulkan,” jawabnya singkat. 

Sementara, masih menurut penuturan Sulaisi, usai pemeriksaan setempat tersebut, Majelis Hakim masih mengagendakan pemeriksaan lanjutan dengan meminta keterangan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sumenep.

“Pada tanggal 1 Juni mendatang, akan dilanjutkan pemeriksaan dengan meminta keterangan pihak BPN,” jelasnya.

Sebagaimana dibeberkan Sulaisi bebrapa waktu silam, konon, tanah seluas 1380 M2 tersebut oleh Hj. Maryam dapatkan dari hasil membeli kepada seseorang, dan sekarang oleh Hj. Maryam sudah disertifikat atas nama keturunannya.

“Persepektif kami, gugatan ini adalah gugatan waris, tetapi bagi kami itu bukan tanah waris, itu adalah hak milik seseorang yang orangnya masih hidup sekarang,” kata Sulaisi pada awak media, Rabu (5/4/2017).

Sulaisi menceritakan, sebetulnya sudah sekian lama tanah tersebut dikuasi kliennya, baru dua tahun yang lalu ada beberapa orang yang mengaku-ngaku hak waris, bahkan di persidangan terungkap sampai menurunkan preman agar Hj. Maryam tidak lagi menguasai tanah itu.

“Nah, kesimpulan kami, ini terkesan dipaksakan, seolah-olah tanah ini tanah waris, padahal bukan,” bebernya.

Yang paling menarik, kata Sulaisi, penggugat menggunakan senjata, bahwa Hj. Maryam dikatakan sebagai istri kedua H. Saleh, sehingga dianggap tidak berhak atas tanah itu.

“Sebenarnya yang berhak menggugat ini adalah klien saya, dengan gugatan penyerobotan tanah, dan prosesnya di PN bukan di PA. Tetapi ini dibalik, mereka melaporkan lebih dulu dengan gugatan waris,” terang Mantan Ketua Cabang HMI Pamekasan ini.

Oleh karena itu, dia mewakili klieannya berharap, Majelis Hakim klir dalam memutuskan perkara tersebut sesuai dengan fakta-fakta di persidangan.

“Ini sudah dilaporkan polisi, namun prosesnya masih menunggu perkara ini selesai dulu,” tutupnya.

Penulis: Rosy
Editor: Ahmadi

Kapolres Sumenep Turun Tangan “Perangi” Calo SIM, Tapi Hasilnya…

Sumenep, 12/5 (Sumenep) – Kapolres Sumenep, Madura, Jawa Timur, AKBP Joseph Ananta Pinora mendadak mendatangi tempat pendaftaran Surat Izin Mengemudi (SIM) di Kantor Satlantas setepat, Jumat (12/5/2017).

Buakan tanpa alasan, pelayanan SIM di kantor setempat selama ini kerap dikeluhkan masyarakat yang hendak mendaftar.

Pasalnya, ditengarai petugas pendaftar SIM memelihara calo sehingga biaya pendaftaran SIM menjadi sangat tinggi. Bayangkan, untuk biaya SIM C saja, informasinya mencapai Rp 500 ribu – Rp 650 ribu.

Sayangnya, sidak oleh pimpinan tertinggi Korp Bhayangkara Sumenep itu, tak satupun berhasil ditemukan calo yang diduga biasa berkeliaran di tempat tersebut.

“Kita belum temukan oknum calo dalam pembuatan SIM, para calon pembuat SIM tampak mengikuti seluruh prosedur yang berlaku,” terang Pinora, usai menggelar Sidak.

Proses pembuatan SIM memang tidaklah mudah, karena ada beberapa material yang harus dikuasai pemohon. Selain mengikuti uji materi, calon pembuat harus lulus uji praktik.

“Hasil pengamatan tadi, dari 9 pemohon SIM yang uji materi, hanya ada 3 orang yang lolos menuju uji praktik, itu artinya prosedur berjalan baik,” jelasnya.

Pinora berjanji, jika memang ditemukan ada percaloan dalam pembuatan SIM, dirinya siap melalukan tindakan dan penangkapan terhadap oknum calo yang sudah meresahkan tersebut.

“Kalau ada calo, langsung saja laporkan kepada kami. Silahkan hubungi nomer Hp saya langsung. Supaya tidak sampai meresahkan masyarakat,” pungkasnya.

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

Siap Hajar Arema, Ini 25 Pemain Madura United yang Diboyong ke Malang

0

Pamekasan, 12/5 (Media Madura) – Madura United ditunggu lawan berat akhir pekan ini. Skuad asuhan Gomes De Oliviera akan mendatangi markas Arema FC, pada pekan keenam Liga 1, 14 Mei mendatang.

Menghadapi Arema, Laskar Sape Kerrab memiliki modal kurang bagus jelang lawatannya ke Stadion Kanjuruhan, Malang. Setelah ditahan imbang Perseru Serui di kandang sendiri, Senin (8/5/2017) lalu.

Laga akan semakin berat lantaran tim asal Pulau Garam itu berada dalam form kurang memuaskan. Apalagi, Arema sulit dikalahkan bila bermain di depan pendukungnya sendiri.

Meski demikian, Arema juga memiliki catatan minor di pertandingan sebelumnya. Gonzales dkk. takluk 0-1 di kandang PSM Makassar, Rabu (10/5/2017) lalu.

Namun, Singo Edan tetap menjadi ancaman nyata, jika melihat performa angin-anginan Madura United di kompetisi ini.

Rekor pertemuan kedua tim mencatat, Arema masih mengantongi satu kemenangan dari 4 pertemuan atas Madura United di kompetisi berbeda.

Empat pertemuan itu antara lain, laga uji coba 14 April 2016, di Stadion Kanjuruhan, Arema 2-1 Madura United, Semifinal PGK trofeo, Stadion Aji Imbut, Tenggarong, Madura United 4-3 Arema (penalti).

Kemudian, leg pertama ISC, Stadion Gelora Bangkalan, Arema 0-0 Madura United, dan leg kedua ISC, Stadion Kanjuruhan, Arema 2-1 Madura United.

Melakoni derby Jatim, Pelatih Madura United, Gomes De Oliviera menegaskan akan menampilkan permainan ofensif, guna meraih hasil positif di kandang Singo Edan.

“Semua akan kita bawa ke Malang. Itu akan menjadikan banyak pilihan untuk bisa bermain ofensif,” kata pelatih asal Brasil itu.

Madura United yang dijadwalkan bertolak ke Malang, Jumat (12/5/2017) hari ini, membawa 25 pemainnya. Trio penyerang andalan Madura United akan diuji ketajamannya saat menghadapi anak asuh Aji Santoso.

Pasalnya, trisula Madura United yang dikenal dengan trio PSG (Peter Odemwingi, Boubacar Sanogo, Greg Nwokolo) juga dibawa serta dalam lawantannya kali ini.

Berikut 25 pemain Madura United yang diboyong ke Malang

1- Herry Prasetyo
2- Angga Saputra
3- Panggih Prio Sembodho
4- Fabiano Beltrame
5- Munhar
6- Fachruddin W Aryanto
7- Rendy Siregar
8- Andik Rendika Rama
9- Slamet Nurcahyono
10- Asep Berlian
11- Dane Milovanovic
12- Guntur Ariyadi
13- Engelberd Sani
14- Eliazher Thoncy Maran
15- Bayu Gatra Sanggiawan
16- Fandi Eko utomo
17- Boubacar Sanogo
18- Greg Nwokolo
19- Peter Osaze Odimwingie
20- Tanjung Sugiarto
21- Rifad Marasambessy
22- Erianto
23- Saldi
24- Riski Dwi Febeianto.
25- Reza Pratama

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Foto Selfie Petugas dengan Korban Pembacokan Viral, Ini Tanggapan Kepala Dinkes Bangkalan

0

Bangkalan, 12/5 (Media Madura) – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan Muzakki menilai foto petugas kesehatan Puskesmas Blega dengan mayat korban pembacokan yang jadi viral di media sosial tidak etis. Secara tegas, ia pun mengingatkan keempat orang itu dan petugas lain untuk tidak mengulangi hal tersebut.

“Hari ini kita panggil Kepala Puskesmas Blega untuk menghadirkan keempat orang petugas kesehatan itu menghadap saya,” kata Muzaki di balik telepon, Jumat (12/5/2017) pagi pukul 08.00 WIB.

Muzaki mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan dan meminta klarifikasi kepada keempat petugas kesehatan yang berpose dengan mayat korban pembacokan. Bahkan, tindakan sanksi tidak luput diberikan. Hanya menunggu hasil klarifikasi.

“Intinya mereka harus membuat surat pernyataan tidak mengulangi lagi dan meminta maaf kepada publik, termasuk sudah dilaporkan ke Ikatan Dokter Indonesia (IDI) karena ini berkaitan dengan kode etik petugas kesehatan,” tegasnya.

Sejumlah petugas Puskesmas Blega saat selfie dengan mayat Kades Karang Gayam

Pemberian sanksi keempat petugas kesehatan disesuaikan dengan maksud tujuan dari foto selfie tersebut. Namun, dia berharap persoalan foto yang kurang etis ini dijadikan evaluasi ke depan.

“Kan ada empat orang, dua diantaranya benar bekerja sebagai tim medis dan dua orang lainya benar sudah menyalahi kode etik, tunggu saja nanti,” imbuhnya.

Bahkan, Ketua Dewan Kesehatan Rakyat (DKR) Bangkalan Muhyi juga menanggapi foto tersebut. Dia meminta secepat mungkin pemerintah bersikap tegas memberikan sanksi. Sebab, mereka benar-benar tidak mengedepankan nilai kemanusiaan dan kode etik sebagai petugas kesehatan.

“Ini tidak etis, masak berpose diatas penderitaan orang. Semoga mereka mendapatkan sanksi sesuai apa tujuan foto itu,” tandasnya.

Sebelumnya, di media sosial beredar foto keempat petugas kesehatan di Puskesmas Blega yang sedang berpose dengan mayat korban pembacokan terjadi di Kampung Paombulan, Desa Karang Gayam, Kecamatan Blega, Kabupaten Bangkalan, pada Kamis (11/5/2017) pukul 12.00 WIB kemarin.

Korban pembacokan itu diketahui bernama H Dofir tak lain Kades Karang Gayam. Ia menghembus nafas terakhir setelah terkena sebetan senjata tajam milik pelaku, Mohammad Mahdi Muzekki. Sementara motif pembunuhan diduga permasalahan pelaksaan pilkades di Desa Karang Gayam.

Foto itu menjadi viral di media sosial dan menimbulkan pro dan kontra di kalangan netizen. Mereka menilai tindakan berpose dengan mayat pembacokan tak etis dan tidak manusiawi.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Arema Akhirnya Persilahkan Suporter Madura United ke Kanjuruhan Malang

0

Pamekasan, 12/5 (Media Madura) – Panpel Arema FC akhirnya mempersilahkan suporter Madura United hadir di Stadion Kanjuruhan, Malang, pada 14 Mei mendatang. Setelah panpel Arema mengirimkan surat susulan berisi pencabutan larangan terhadap suporter tim tamu.

Sempat gaduh lantaran kubu Arema dituding menyulut kembali api permusuhan antara Aremania dengan suporter Laskar Sape Kerrab. Hal itu tidak terlepas dari banyaknya penolakan dari suporter sendiri.

Melihat kondisi sudah mulai tidak kondusif, panpel Arema akhirnya membuat surat susulan yang dilayangkan kepada manajemen Madura United, pada Kamis (11/5/2017) kemarin.

Inti dalam isi surat tersebut mempersilahkan suporter Madura United mendampingi tim kebangaannya saat bentrok dengan tuan rumah Arema FC dalam lanjutan Liga 1.

“Panpel Arema FC mempersilahkan kehadiran pendukung Madura United sebagai bentuk menjalin persaudaraan antar suporter, dengan harapan tetap berlaku santun, tertib, dan terkoordinasi, serta saling menjaga kamtibmas,” tulis surat tersebut.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Istri Mendukung, Bek Madura United Andik Rendika Rama Pending Bulan Madunya

0

Pamekasan, 12/5 (Media Madura) – Bek Madura United, Andik Rendika Rama memutuskan untuk kembali bergabung dengan skuad Laskar Sape Kerrab, meski berstatus pengantin baru.

Pada Rabu (10/5/2017) lalu, pesta pernikahan Andik Rendika Rama dengan Afifah Elsah Nada digelar. Namun, mantan pemain Persija Jakarta ini langsung balik ke Madura untuk mengikuti latihan bersama rekan setimnya pada keesokan harinya, Kamis (11/5/2017).

Pemain kelahiran 1993 asal Gresik ini rela menunda bulan madunya dengan istri tercintanya lantaran ingin membela Madura United melakoni laga pekan keenam Liga 1.

Tim besutan Gomes De Oliviera akan menghadapi Arema FC di Stadion Kanjuruhan Malang, pada 14 Mei mendatang. Nama Andik Rendika dipastikan masuk skuad yang diboyong ke Malang.

“Istri mensupport saya agar konsentrasi terhadap tim. Dia mengungkapkan senang jika saya bisa bermain reguler,” kata Andik Rendika Rama.

Andik Rendika menjadi pemain ke-8 yang mengakhiri masa lajangnya saat berkostum Madura United.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Selfie dengan Mayat Kades Karang Gayam, Petugas Puskesmas Blega Dicibir Netizen

0

Bangkalan, 11/5 (Media Madura) – Beredarnya foto selfie keempat petugas kesehatan di Puskesmas Blega dengan mayat korban pembacokan menjadi viral di media sosial.

Foto yang di upload di akun Facebook bernama Moh Iqbal Fathoni mendapat cibiran komentar sebanyak 43 netizen dan di share belasan kali. Mereka para netter memberikan respon.

Seperti tanggapan pemilik akun Facebook ‘Ardie Winata’ “Astaqhfirullah.. apakah nilai2 adab orang madura sdh bergeser sejauh ini.. miris..,” tulisnya.

Cuwitan juga disampaikan ‘Syiefa Elkhoir’. “gileh (gila) selfie boleh.tapi harus tahu tmpatlah,” cibirnya.

Fatir Maulana : Itu namax berSelfie d dekat penderitaan org lain Hemmmm.

Bahkan, komentar netizen tersebut langsung ditanggapi serius oleh Ketua Dewan Kesehatan Rakyat (DKR) Sampang Muhyi.

“Siap.. besok segera di tindak lanjuti ke dinkes,” tanggap Muhyi Bcp.

Diketahui sebelumnya, H. Dofir merupakan Kades Karang Gayam Kecamatan Blega Kabupaten Bangkalan menjadi korban pembacokan oleh pelaku bernama Mohammad Mahdi Muzekki.

Korban dibacok usai melakukan shalat dhuzur di Musala, tepatnya timur SPBU Blega di Kampung Paombulan, Desa Karang Gayam, pada Kamis (11/5/2017) pukul 12.00 WIB.

Informasi sementara motif kejadian diduga permasalahan pelaksanaan pilkades di Desa Karang Garam. Akibatnya, korban mengalami luka serius di bagian perut hingga organ dalam tubuh terburai, luka robek di wajah dan telinga serta luka sayat di bagian lengan kanan. Korban dibawa ke Puskesmas Blega dan merenggang nyawa.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Zainol

Persepam Gagal Petik Kemenangan di Kandang Persebaya

0

Surabaya, 11/5 (Media Madura) – Persepam Madura Utama menderita kekalahan 1-3 dari tuan rumah Persebaya Surabaya dalam lanjutan Liga 2 grup 5 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Kamis (11/5/2017) malam.

Dengan kekalahan ini, Laskar Sape Ngamok gagal mengemas tiga poin. Sementara, bagi tuan rumah ini adalah kemenangan perdananya di kompetisi ini.

Bermain di kandang Persebaya, Persepam MU sudah tertinggal lebih dulu, Persebaya mampu mencetak dua gol di babak pertama.

Gol pertama Persebaya, di menit ke-16 melalui pemain berstatus pinjaman dari Semen Padang, Mardiono. Gol kedua oleh Rishadi Fauzi pada menit ke-31.

Di babak kedua, Persebaya tidak mengendurkan serangan dan mencetak gol cepat. Laga baru berjalan dua menit, Misbakhus Solikin langsung memperlebar keunggulan tuan rumah menjadi 0-3.

Persepam bukan tanpa serangan, mereka hampir memperkecil ketertinggalan di menit ke-55. Fathoni Usman mengirim umpan mendatar untuk Dimas Galih Gumilang, namun sepakannya masih bisa diantisipasi oleh kiper Persebaya.

Persepam baru bisa memperkecil ketertinggalan di menit ke-72 melalui pemain pengganti, Muhammad Kasim Botan.

Tidak ada gol tambahan tercipta, skor 1-3 untuk keunggulan Persebaya Surabaya bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.

Atas hasil ini, Persebaya naik ke posisi enam klasemen dengan empat poin dari tiga laga. Sedangkan Persepam MU tertahan di posisi lima dengan poin empat dari empat laga.

Susunan Pemain:

Persebaya: Dimas Galih, Andri Muliadi, Rachmat Latief, Abdul Azis, Abu Rizal, Sidik Saimima, Misbakhus Solikin, Kurniawan Karman, Rendi Irwan (Muhammad Hidayat 84′), Mardiono (Irfan Jaya 60′), Rishad Fauzi.

Persepam MU: Deni Saprianto, Akbar Zakaria, Achmad Bachtiar, Deni Kristiawan, Fauzan Jamal, Fajar Legian, Untung Wibowo, Faris Aditama, Fathoni Usman, Muhammad Arsyad (M Kasim Botan 37′), Dimas Galih Gumilang.

Reporter: Rifqi
Editor: Zainol

Polisi Tangkap Pelaku Pembacokan Kades Karang Gayam

0

Bangkalan, 11/5 (Media Madura) – Tak butuh waktu lama bagi polisi untuk membekuk pelaku pembacokan di Kampung Paombulan, Desa Karang Gayam, Kecamatan Blega, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, tadi siang pukul 12.00 WIB Kamis (11/5/2017).

Korban H. Dofir merupakan Kades Karang Gayam, Kecamatan Blega itu merenggang nyawa akibat dibacok celurit oleh pelaku, Mohammad Mahdi Muzekki.

“Alhamdulilah secepat mungkin pelaku bernama Mahdi ditangkap di kawasan Gunung Gigir, Kecamatan Blega,” singkat Kapolsek Blega AKP Hartanta dibalik pesannya, Kamis (11/5/2017) pukul 18.21 WIB.

Namun hingga kini polisi belum membeberkan secara pasti motif pembacokan tersebut. Sebab, kejadian ini masih diselidiki dan pelaku masih diamankan untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Sebelumnya, pelaku membacok H. Dofir usai melaksanakan shalat dhuzur di Musholla tepat di timur SPBU Blega. Ketika itu, pelaku menghampiri korban. Tanpa disangka, H. Dofir langsung diserang menggunakan senjata tajam, hingga korban tergeletak di TKP.

Akibat kejadian itu korban mengalami luka parah di bagian perut sampai organ dalam terburai, luka robek di bagian wajah hingga telinga, dan luka sayat di bagian lengan kanan. Bahkan, Korban sempat dirawat di Puskesmas Blega, namun nyawanya tidak terselamatkan.

Reporter : Ryan Hariyanto
Editor: Zainol