Sampang, 12/5 (Media Madura) – Polemik pelaksanaan pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak bagi 31 Desa di Kabupaten Sampang yang akan digelar pada 16 Mei mendatang terus bermunculan.

Tadi siang, Jumat (12/5/2017) pukul 14.00 WIB, ratusan warga di Desa Omben, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, melakukan aksi turun jalan ke kantor kecamatan. Aksi demo itu menuntut agar pelaksanaan pilkades tetap berjalan sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Sebab, sebelumnya pelaksanaan pilkades di desa tersebut dikabarkan pihak Panitia Pemilihan Kepala Desa (P2KD) tidak ingin melanjutkan tahapan proses pemilihan. Karena dari tiga nama calon kades, satu diantaranya meninggal dunia yakni Ahmad Rifa’i Aziz akibat serangan jantung.

“Pilkades harus dilaksanakan, jangan menunda proses pemilihan,” kata Muis Sakrani perwakilan warga Desa Omben saat berorasi, Jumat (12/5/2017).

Muis mengatakan, jika tahapan pilkades di desanya ditunda dikhawatirkan roda pemerintahan di tingkat desa terancam vakum. Tak terkecuali, pembangunan dan pelayanan masyarakat.

“Kami tidak muluk-muluk tentang hal ini, aturan dan mekanisme harus dijalankan,” tegasnya.

Menanggapi aksi demo, Camat Omben Yudhi Adidarta, menyampaikan pihaknya masih menunggu perintah tim kabupaten dalam hal ini Plt Bupati Sampang Fadhilah Budiono.

“Kita tunggu surat perintahnya bagaimana, karena masih di perjalanan,” jelasnya.

Secara tegas, Yudhi menuturkan terkait pelaksanaan pilkades di Desa Omben tetap akan digelar sesuai jadwal pada 16 Mei mendatang. Hal itu sesuai aturan Peraturan Bupati (Perbup).

“Tetap lanjut, karena tidak ada aturan untuk ditunda. Jadi harus dilaksanakan,” tegasnya.

Sekedar diketahui, terjadinya rencana penundaan tahapan pilkades di desa itu karena adanya sebagian aspirasi masyarakat untuk menggantikan salah satu bacakades atas nama Ahmad Rifa’i Azis yang meninggal dunia. Namun hal itu tidak ada dalam aturan yang membolehkan.

”Tetap akan digelar, karena tahapan pilkades saat ini hanya tinggal selangkah lagi yakni penetapan Daftar pemilih sementara (DPS) menjadi Daftar Pemilih Tetap (DPT),” tandas Kasi Aparatur Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sampang AK Zaifullah beberapa waktu lalu.

Ketiga nama bakacalon yang ditetapkan, diantaranya Ahmad Rifa’i Azis, Bahruddin dan Moh Romli. Karena Ahmad Rifa’i azis meninggal dunia, atas kesepakatan Panitia Pelaksana Pemilihan Kepala Desa (P2KD) setempat kemudian akan dilakukan penundaan.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan