Beranda blog Halaman 977

HCML Target Produksi Lapangan MDA-MDH Tahun 2019

Sumenep, 10/6 (Media Madura) – Community Development Coordinator Husky Cnooc Madura Limited (HCML), Ali Aliyuddin mengatakan, sat ini HCML mulai melakukan mobilisasi peralatan produksi untuk pengembangan lapangan MDA-MDH.

“Rangkaian kegiatannya itu ada kapal masuk membawa ‘jacket’ atau rangka baja yang ditanam di dasar laut sebagai fondasi anjungan. Nah, saat ini kami sedang membawqa ‘jacket’ itu dari Cilegon,” katanya saat menggelar silaturrahmi dengan media di Sumenep beberapa hari lalu.

Seperti diketahui, HCML merupakan salah satu kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) migas yang beroperasi di Sumenep. Wilayah pengeboran sumur migas MDA-MBH berada sekitar 10 km di sebelah selatan Perairan Sepudi dan Raas.

“Tahapan berikutnya, setelah ‘jacket’ ini berdiri, baru di atasnya dibangun anjungan, kemudian dilanjutkan dengan instalasi pipa bawah laut,” ujar Ali.

Ia memaparkan, seluruh rangkaian proses awal persiapan produksi tersebut direncanakan tuntas pada 2018, termasuk instalasi dan ‘commissioning test’ atau pengujian operasional pekerjaan.

“Estimasi optimis kami, tahun 2019 sudah bisa berproduksi, selama tidak ada kejadian luar biasa. Ya mohon doanya saja, semoga semuanya berjalan lancar sesuai rencana,” ucapnya.

HCML sebagai pengelola Lapangan Gas MDA-MBH telah melakukan serangkaian kegiatan eksplorasi dan eksploitasi sejak 2012. Lokasi pengeboran sumur HCML tersebut berada di lokasi latihan TNI AL.

Hasil produksi sumur MDA- MBH HCML akan disambungkan ke pipa Pertamina East Jawa Gas Pipeline (EJGP) Porong Sidoarjo yang berjarak kurang lebih 200 km dari lokasi pengeboran. Gas yang dihasilkan akan dimanfaatkan sebagai pemenuhan kebutuhan industri pupuk di Jawa Timur.

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

Laka Maut, Dua Motor di Sumenep Saling Hantam

Sumenep, 10/6 (Media Madura) – Dua motor terlibat tabrakan di Jalan Desa Tamba Agung Barat, Kecanatan Ambunten, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Sabtu (10/6/2017) siang.

Motor pertama Yamaha Mio Z warna Putih kombinasi hitam Nopol M 4292 WV dikendarai oleh Sakdani, warga Desa Tambaagung Ares, Kecamatan Ambunten.

Sedangkan motor kedua merk Honda Supra X  125 Nopol M 4044 VC warna biru kombinasi hitam yang dikendarai oleh Musa, warga Desa Ambunten Tengah, Kecamatan Ambunten.

“Akibat dari laka lantas ini, pengendara atas nama Sakdani meninggal dunia,” kata Kabag Humas Polres Sumenep, AKP Suwardi.

Menurut Suwardi, kronologi kejadian bermula pada saat Sakdani dan Haniya (berboncengan) melaju dari arah selatan (dari Tambaagung Ares) menuju Ambunten.

Saat tiba di jalan Desa Tambaagung Barat, Sakdani menyalip becak, namun dari arah berlawanan (arah utara) melaju motor lain yang dikendarai Musa.

“Dalam kondisi sama-sama kepepet, laka lantas tidak dapat terhindarkan, keduanya saling hantam,” paparnya.

Dengan adanya kejadian tersebut, Musa mengalami luka lecet pada bagian tangan sebelah kiri. Sedangkan Sakdani meninggal dunia dengan mengalami patah tulang pada jari kelingking kaki sebelah kiri, luka lecet pada kaki kanan, dan luka gores di bagian kepala.

“Sementara Haniya mengalami luka pada kaki sebelah kiri dan hanya butuh perawatan medis,” pungkas Suwardi. 

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

Pekan ke-11: Konsistensi Madura United Diuji Semen Padang

0

Pamekasan, 10/6 (Media Madura) – Ketangguhan Madura United akan mendapat ujian berat pada awal pekan ini. Laskar Sape Kerrab ditunggu lawan berat, yakni Semen Padang.

Kedua tim bakal bentrok pada pekan ke-11 Liga 1 di Stadion Gelora Bangkalan (SGB), 12 Juni mendatang, kick off pukul 20.30 WIB.

Madura United melanjutkan tren positif musim ini usai mengalahkan Persipura Jayapura dua gol tanpa balas, Rabu lalu. Madura United tak terkalahkan di 8 laga terakhir.

Terakhir kali, Madura United kalah dari Persela Lamongan pada, Jumat 921/4/2017) lalu.

Pekan ke-11, akan menjadi rekor pertemuan keempat mereka di semua ajang. Bertemu anak asuh Nil Maizar, Madura United memiliki rekor buruk, nyaris selalu dipecundangi.

Pelatih Madura United, Gomes De oliviera di berbagai kesempatan mengatakan, setiap pertandingan selalu memiliki cerita yang berbeda.

Artinya, Gomes tidak ingin timnya saat ini selalu berada di bawah bayang-bayang kekalahan atas Semen Padang. Apalagi Madura United sedang kencang-kencangnya berlari.

Demi menjaga eksistensi di papan atas klasemen, penggawa Laskar Sape Kerrab harus tampil konsisten dan trengginas kala menjamu Kabau Sirah. Sejurus dengan tekad Madura United menyapu bersih semua laga di bulan Ramadan.

Di satu sisi, Semen Padang bukan lawan yang mudah. Rico Simanjuntak dkk. dalam lawatannya ke Pulau Garam juga mengantongi modal bagus. Kemenangan 2-1 atas pemuncak klasemen PSM Makassar, adalah modal berharga mereka menjungkalkan Madura United di kandang.

Oleh karena itu, patut disaksikan pertarungan kedua tim awal pekan nanti. Apakah pelatih Gomes De Oliviera mampu memperpanjang rekor gemilangnya kala jumpa Semen Padang di Liga 1.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Maling Spesialis Sapi di Sumenep Tewas Ditembak Polisi

0

Sumenep, 9/6 (Media Madura) – Seorang maling spesialis sapi berinisial SK (35), warga Dusun larangan, Desa Kasengan Kecamatan Manding, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur harus tewas di ujung peluru polisi, Jumat (9/6/2017).

SK diduga kuat telah melakukan tindak pidana pencurian 5 sapi milik Surahmat (50), warga Jl. Merpati RT 2 RW 9 Desa Pamolokan, Kecamata Kota Sumenep pada hari Rabu (7/6/2017), sekira pukul 09.00 WIB di tanah lahan sebelah timur lapangan tembak Desa Pamolokan.

“Jadi pada hari Jumat (9/6/2017), sekira pukul 15.30 WIB, Unit Resmob Satreskrim Polres Sumenep melakukan penangkapan terhadap tersangka di belakang Puskesmas Pandian,” kata Kapolres Sumenep, AKBP Josep Ananta Pinora dalam keterangan rilisnya. 

Namun, pada saat dilakukan penangkapan, tersangka melakukan perlawanan dan membahayakan jiwa petugas. Sehingga petugas melepaskan tembakan peringatan dan dilanjutkan tembakan ke arah bawah yang mengenai lengan kanan dan bawah rusuk kanan tembus belakang.

“Selanjutnya pada pukul 16.30 WIB, tersangka kami dilarikan ke RSUD dr Moh Anwar Sumenap guna mendapatkan perawatan medis, Namun pada pukul 17.30 WIB, pihak rumah sakit menyampaikan bahwa tersangka telah meninggal dunia,” bebernya. 

Sampai saat ini, lanjut Pinora, jenazah tersangka masih berada di RSUD dr Moh Anwar dalam proses pemulangan kepada pihak keluarganya.

“Tersangka SK ini telah melanggar Pasal 363 KHUP tentang Pencurian dengan barang bukti (BB) 5 (lima) ekor sapi yang sudah diamankan petugas,” tukasnya.

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

Kedapatan Ngopi di Eks PJKA Begini Reaksi Ketua DPRD Pamekasan

Pamekasan, 9/6 (Media Madura) – Ketua DPRD Pamekasan Halili kedapatan sedang ngopi di Eks PJKA Pamekasan. Saat ditemui, politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini mengaku hanya ingin menikmati kopi di lokasi yang setiap malam selalu ramai ini.

“Cuma ingin santai saja di sini. Tadi habis rapat, sebelum pulang saya menyempatkan diri ke sini,” katanya. Jumat (09/06/2017) malam.

Selain itu, kata pria yang digadang-gadang akan maju pada Pilkada Pamekasan tahun 2018 ini, ia juga ingin melihat aktivitas dan perkembangan lokasi yang menjadi pusat PKL di Pamekasan ini.

“Sekalian lihat-lihat bagaimana perkembangan di sini,” urainya sambil menikmati secangkir kopi yang dipesannya.

Dikatakan, ia juga menyempatkan diri berbincang dengan warga dan PKL, termasuk berdiskusi dengan sejumlah mahasiswa, sebab lokasi ini juga menjadi tempat berkumpulnya aktivis mahasiswa.

“Tadi saya juga sempat berdiskusi dengan teman-teman aktivis mahasiswa. Bicara banyak hal, termasuk bagaimana pengelolaan lokasi ini kedepan,” urainya.

Halili juga mengungkapkan, ia sering kali datang ke sejumlah tempat di kota Pamekasan untuk mengetahui secara langsung kondisi masyarakat dan sejauh mana program pemerintah telah di laksanakan.

Reporter : Arif
Editor : Ahmadi

Pembangunan Gedung Baru STAIN Pamekasan Diharapkan Selesai Akhir Tahun

0

Pamekasan, 9/6 (Media Madura) – Ketua STAIN Pamekasan, Madura, Jawa Timur Mohammad Kosim berharap pembangunan gedung baru yang didesain lantai 5 itu bisa selesai sebelum akhir tahun 2017.

“Semoga akhir tahun bisa dipakai, khususnya menjelang penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2017-2018,” kata Mohammad Kosim kepada media, Jumat (9/6/2017).

Menurut Mohammad Kosim, nantinya gedung baru itu digunakan untuk Fakultas Tarbiyah. Di mana Fakultas Tarbiyah banyak memiliki program studi (prodi) dibanding fakultas lainnya.

“Dengan pembangunan ini kita harapkan bisa menampung mahasiswa dalam jumlah banyak.” Imbuhnya.
Ketua II STAIN Pamekasan, Moh Syahid mengatakan, jika gedung baru itu dibangun di atas lahan 5 ribu meter persegi.

“Nantinya aka ada tiga lantai untuk ruang kuliah, sementara lantai keempat dan kelima untuk kegiatan teropong bintang (falakiyah),” ujar Moh Syahid menambahkan.

Dengan demikian, kegiatan rukyatul hilal yang selama ini biasa dilakukan di pantai oleh tim falakiyah STAIN Pamekasan, bisa menempati lantai teratas gedung baru nanti.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Ramadan, Satpol PP Pamekasan Temukan Warung Makan Buka Siang Hari

0

Pamekasan, 9/6 (Media Madura) – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pamekasan, Madura, Jawa Timur menemukan warung makan buka di siang hari saat bulan Ramadan 1438 hijriyah. Itu diketahui saat anggotanya melakukan razia, Jumat (9/6/2017) siang.

Dikatakan oleh Kepala Seksi Penyelidikan dan Penyidikan Satpol PP Pamekasan, Mohammad Yusuf Wibiseno, beberapa warung tersebut diantaranya di selatan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Slamet Martodirdjo dan di depan Koramil Tlanakan.

“Sementara diwilayah selatan ada dua warung makan yang melayani pembeli, artinya buka di siang hari,” katanya.

Kedua warung tersebut tambah Yusuf, langsung diberi sanksi berupa penutupan untuk tidak melayani di siang hari.

“Langsung kami tutup dan pemilik diberi pengarahan serta menandatangani surat pernyataan tidak akan mengulangi lagi,” jelasnya.

Kedua warung tersebut melanggar Peraturan Daerah (Perda) nomor 5 tahun 2014 tentang penertiban kegiatan selama bulan Ramadan. Dalam Perda tersebut jam buka warung makan selama Ramadan paling awal pukul 14.00 WIB.

“Warung bisa buka untuk melayani orang yang tidak puasa, tetapi untuk mempersiapkan bagi orang yang mau berbuka puasa,” urai Yusuf.

Warung yang bisa buka dan melayanai hanya di terminal. Selain di terminal tidak boleh. Sebab di terminal dimanfaatkan khusus bagi umat Islam yang berhalangan untuk berpuasa.

“Warung di terminal boleh buka tapi tetap menggunakan tirai penutup agar tidak terlalu mencolok,” tutup Yusuf.

Reporter: Rifqi
Editor: Ahmadi

STAIN Pamekasan Bangun Gedung Mewah Lagi

Pamekasan, 9/6 (Media Madura) – Gedung didesain mewah akan segera berdiri di dalam kampus Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Pamekasan, Madura, Jawa Timur.

Peletakan batu pertama oleh Ketua STAIN Pamekasan Mohammad Kosim dilakukan Jumat (9/6/2017) sore, menandai dimulainya pembangunan ruang kuliah baru berlantai 5 di kampus yang berlokasi di Jalan Raya Panglegur, KM 04, Tlanakan itu.

Peletakan batu pertama itu terbilang sangat spesial, karena dihadiri Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama (Kemenag) RI Kamaruddin Amin.

Ketua STAIN Pamekasan, Mohammad Kosim mengaku membludaknya jumlah pendaftar tiap tahunnya menjadi alasan utama gedung baru itu dibangun. Gedung baru itu diharapkan dapat menampung semua calon mahasiswa yang mendaftar di kampus itu.

“Kita mau menampung mereka (calon mahasiswa baru.red). Harapan kami dengan pembangunan gedung baru bisa menambah mahasiswa dengan jumlah banyak,” kata Kosim sapaan akrabnya.

Diharapkan pula, pembangunan gedung tersebut selesai akhir tahun 2017 mendatang. Sehingga, pada penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2017-2018 sudah bisa dioperasikan.

“Pembangunan ini kita lakukan dalam rangka mengembangkan SDM (Sumber Daya Manusia) Madura. Sebab dengan banyaknya mahasiswa yang kuliah, tentu kita berharap bisa memberikan dampak dan perubahan dalam sektor SDM,” terangnya.

Menurut mantan Direktur Pascasarjana STAIN Pamekasan ini, nantinya gedung baru itu juga direncanakan untuk gedung Fakultas Tarbiyah. Karena Fakultas Tarbiyah paling banyak program studi (prodi) dibanding fakultas lain. yakni, ada sekitar tujuh hingga delapan prodi.

Lebih detail dijelaskan, jika lantai paling atas pada gedung baru itu akan digunakan untuk Laboratorium Falak. “Sehingga nanti diharapkan bisa menjadi pusat studi falak, pelatihan rukyat dan lainnya,” Kosim menambahkan.

Terkait dana yang dikucurkan untuk pembangunan gedung baru itu bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) Project Based Sukuk (PBS) 2017. Untuk itu, civitas akademika STAIN Pamekasan diminta komitmen menuntaskan pembangunan gedung tersebut.

“Tentu semua diminta partisipasinya dalam aktivitas yang berbeda-beda dalam waktu dekat, sekalipun demikian mohon kiranya agar tetap komitmen untuk menuntaskan pembangunan proyek SBSN ini,” ucap Wakil Ketua II STAIN Pamekasan Moh Syahid.

Sementara itu, Dirjen Pendidikan Islam Kemenang RI Kamaruddin Amin, melalui Bidang Sarana Prasarana, Afriansyah mengaku jika bantuan pembangunan gedung baru STAIN Pamekasan merupakan salah satu program dari Presiden Joko Widodo melalui Kemenag RI.

”Sesuai dengan janji presiden kita berupa 9 janji pembangunan, di antaranya revolusi mental. Salah satunya meningkatkan akses masyarakat miskin (melanjutkan studi) ke pendidikan tinggi,” paparnya.
Afriansyah mengatakan, dalam waktu dekat STAIN Pamekasan akan berubah status menjadi IAIN Pamekasan. Menurutnya, membiasakan menyebut nama IAIN Pamekasan harus dimulai sekarang.

“Sebentar lagi akan jadi IAIN (dari STAIN). Tentu harus ada perubahan,” ujar Afriansyah disambut tepuk tangan hadirin.

Afriansyah berharap, pembiayaan pembangunan melaui SBSN tersebut diharapkan terus berlanjut di tahun berikutnya. Agar tidak ada alasan mahasiswa tidak tirima karena keterbatasan ruang kelas.

Hadir dalam peresmian tersebut, di antaranya Bupati Pamekasan yang diwakili Plt Sekda Pamekasan Mumahhad Alwi, Kapolres Pamekasan AKBP Nowo Hadi Nugroho, Kodim 0826 Pamekasan hingga Kepala Kejari Pamekasan.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Hangus, Pasar Tamberu Dilalap Api

0

Sampang, 9/6 (Media Madura) – Kobaran api menghanguskan pasar tumpah di kawasan Jalan Raya Tamberu Barat, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang, Jumat (9/6/2017) pukul 14.30 WIB.

Informasi sementara, api muncul dari adanya salah seorang pemilik kios pasar yang berniat membakar sampah. Namun, api dengan cepat membubung tinggi membakar sejumlah barang dagangan. Warga sekitar bergegas memadamkan api dengan alat seadanya.

“Awalnya ada anak pemilik kios namanya bu Hamidah, bakar-bakar sampah, mungkin api tidak dijaga sampai merembet ke kios lainnya,” kata Abd Malik warga yang berada di lokasi kejadian, Jumat.

Malik menuturkan, kobaran api itu menghasunkan sekitar 10 kios pasar. Namun, jumlah pasti kios terbakar bisa diketahui setelah api benar-benar bisa dipadamkan.

“Bisa bertambah nanti ini kalau apinya tidak padam, semoga tidak merembet ke lainnya,” ungkapnya.

Hingga kini, pemilik kios pasar yang belum terbakar berusaha mengamankan barang dagangan sebelum api membakar kios miliknya. Warga yang kiosnya terbakar, memadamkan api sembari menunggu mobil pemadam kebaran.

Terpisah, Plt Kepala Satpol PP Sampang Rudi Setiadhy, mengaku bahwa sedikitnya dua unit mobil pemadam kebakaran sudah dikerahkan ke lokasi. “Nanti lebih jelasnya akan disampaikan lagi, terpenting mobil damkar sudah dikerahkan,” singkatnya.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Target Perizinan Satu Pintu di Sampang Meleset Sejak Tahun 2006

Sampang, 9/6 (Media Madura) – Anggota Komisi I DPRD Sampang Rahmad Hidayat, mengaku kecewa kinerja eksekutif dalam hal ini Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sampang.

Sebab, dari 93 jenis pelayanan perizinan dari masing-masing organisasi perangkat darah (OPD) hanya 24 macam perizinan yang menjadi tanggung jawabnya. Padahal, itu diatur sesuai Permendagri nomor 20 dan 24 tahun 2006 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP).

“Dari 93 jenis pelayanan seharusnya selesai pada 2014 lalu. Sedangkan, awal target dilakukan sejak 2006. Namun, hingga saat ini masih ada 24 macam yang ditangani. Itupun masih tahap pengajuan. Karena harus ada peraturan bupati (perbup) di dalamnya,” kata Rahmad Hidayat, Jumat (9/6/2017).

Politisi PKS itu menuturkan, ke-24 macam perizinan itu antara lain izin gangguan (HO), izin mendirikan bangunan (IMB), surat izin usaha jasa kontruksi nasional (SIUJKN), izin pemasangan reklame, izin bongkar/pasang jalan dan trotoar. Selain itu, surat izin usaha perdagangan (SIUP), tanda daftar perusahaan (TDP), izin usaha industri (IUI), tanda daftar gudang (TDG).

Kemudian, izin usaha hotel (TDUP), izin usaha restoran (TDUP), izin usaha toko modern (IUTM), izin usaha penanaman modal (IUPM), izin prinsip penanaman modal (IP), izin pendirian rumah sakit umum kelas C dan D. Lalu, izin pendirian rumah sakit khusus kelas C, izin penyelenggaraan/operasional klinik, izin penyelenggaraan/operasional rumah sakit umum kelas C dan D.

Izin penyelenggaraan/operasional rumah sakit khusus kelas C, izin penyelenggaraan/operasional laboratorium klinik pratama, izin penyelenggaraan /operasional unit transfuse darah, izin penyelenggaraan/operasional klinik kecantikan estetika. Dua lainnya menjadi tanggungjawab pemprov, yakni, izin pertambangan rakyat (IPR) dan izin usaha pertambangan (IUP).

”Sangat disayangkan. Kenapa bisa telat seperti ini?. Bisa dikatakan bertolak belakang dari program (presiden) Jokowi untuk mempermudah perizinan. Karena sudah menjadi pelayanan terpadu satu pintu,” tuturnya.

Sementara, Kepala DPMPTSP Sampang Heri Purnomo mengakui, jika 24 perizinan sudah dilimpahkan atau ditangani dan akan diajukan perizinannya. Sebab, jika tanpa kebijakan bupati tidak bisa. Dikarenakan perlu perbup dan tindaklanjut personel serta penggangarannya juga.

“Kendalanya ya, karena baru clear. Sebab, pada 2018 wajib dan harus masuk, termasuk biaya survey dan tempatnya. Jika masuk instruktur pihaknya juga harus membenahi. Itu (pembenahan anggarannya.red) yang belum. Pada 2018 masih tetap saja seperti tahun sebelumnya. Padahal seluruh perizinan sudah banyak yang gratis,” paparnya.

Disinggung target 2014 hingga saat ini belum selesai? Pihaknya bari menerima. Sebab, PTSP baru dibentuk awal 2017. Makanya, pihaknya bermaksud untuk segera menyelesaikan. Karena pada 2017 awal pembentukan PTSP.

”Sebelumnya kan KP3M (Kantor Perizinan Pelayanan dan Penanaman Modal),” pungkasnya.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi