Pamekasan, 9/6 (Media Madura) – Gedung didesain mewah akan segera berdiri di dalam kampus Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Pamekasan, Madura, Jawa Timur.

Peletakan batu pertama oleh Ketua STAIN Pamekasan Mohammad Kosim dilakukan Jumat (9/6/2017) sore, menandai dimulainya pembangunan ruang kuliah baru berlantai 5 di kampus yang berlokasi di Jalan Raya Panglegur, KM 04, Tlanakan itu.

Peletakan batu pertama itu terbilang sangat spesial, karena dihadiri Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama (Kemenag) RI Kamaruddin Amin.

Ketua STAIN Pamekasan, Mohammad Kosim mengaku membludaknya jumlah pendaftar tiap tahunnya menjadi alasan utama gedung baru itu dibangun. Gedung baru itu diharapkan dapat menampung semua calon mahasiswa yang mendaftar di kampus itu.

“Kita mau menampung mereka (calon mahasiswa baru.red). Harapan kami dengan pembangunan gedung baru bisa menambah mahasiswa dengan jumlah banyak,” kata Kosim sapaan akrabnya.

Diharapkan pula, pembangunan gedung tersebut selesai akhir tahun 2017 mendatang. Sehingga, pada penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2017-2018 sudah bisa dioperasikan.

“Pembangunan ini kita lakukan dalam rangka mengembangkan SDM (Sumber Daya Manusia) Madura. Sebab dengan banyaknya mahasiswa yang kuliah, tentu kita berharap bisa memberikan dampak dan perubahan dalam sektor SDM,” terangnya.

Menurut mantan Direktur Pascasarjana STAIN Pamekasan ini, nantinya gedung baru itu juga direncanakan untuk gedung Fakultas Tarbiyah. Karena Fakultas Tarbiyah paling banyak program studi (prodi) dibanding fakultas lain. yakni, ada sekitar tujuh hingga delapan prodi.

Lebih detail dijelaskan, jika lantai paling atas pada gedung baru itu akan digunakan untuk Laboratorium Falak. “Sehingga nanti diharapkan bisa menjadi pusat studi falak, pelatihan rukyat dan lainnya,” Kosim menambahkan.

Terkait dana yang dikucurkan untuk pembangunan gedung baru itu bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) Project Based Sukuk (PBS) 2017. Untuk itu, civitas akademika STAIN Pamekasan diminta komitmen menuntaskan pembangunan gedung tersebut.

“Tentu semua diminta partisipasinya dalam aktivitas yang berbeda-beda dalam waktu dekat, sekalipun demikian mohon kiranya agar tetap komitmen untuk menuntaskan pembangunan proyek SBSN ini,” ucap Wakil Ketua II STAIN Pamekasan Moh Syahid.

Sementara itu, Dirjen Pendidikan Islam Kemenang RI Kamaruddin Amin, melalui Bidang Sarana Prasarana, Afriansyah mengaku jika bantuan pembangunan gedung baru STAIN Pamekasan merupakan salah satu program dari Presiden Joko Widodo melalui Kemenag RI.

”Sesuai dengan janji presiden kita berupa 9 janji pembangunan, di antaranya revolusi mental. Salah satunya meningkatkan akses masyarakat miskin (melanjutkan studi) ke pendidikan tinggi,” paparnya.
Afriansyah mengatakan, dalam waktu dekat STAIN Pamekasan akan berubah status menjadi IAIN Pamekasan. Menurutnya, membiasakan menyebut nama IAIN Pamekasan harus dimulai sekarang.

“Sebentar lagi akan jadi IAIN (dari STAIN). Tentu harus ada perubahan,” ujar Afriansyah disambut tepuk tangan hadirin.

Afriansyah berharap, pembiayaan pembangunan melaui SBSN tersebut diharapkan terus berlanjut di tahun berikutnya. Agar tidak ada alasan mahasiswa tidak tirima karena keterbatasan ruang kelas.

Hadir dalam peresmian tersebut, di antaranya Bupati Pamekasan yang diwakili Plt Sekda Pamekasan Mumahhad Alwi, Kapolres Pamekasan AKBP Nowo Hadi Nugroho, Kodim 0826 Pamekasan hingga Kepala Kejari Pamekasan.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan