Beranda blog Halaman 976

Update Harga Komoditas di Sumenep, Cabai Naik, Bawang Putih Turun Lagi..

Sumenep, 12/6 (Media Madura) – Pantauan harga di Pasar Anom dan Pasar Bangkal di Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, beberapa komoditas mengalami perubahan.

Salah satunya harga bawang putih, pekan ini terpantau kembali mengalami penurunan, semula Rp 40 rb per kg, menjadi Rp 34 ribu.

“Stok bawang putih memang melimpah. Jadi, hal tersebut yang diduga membuat harga bawang putih turun kembali,” kata Kabid Perdagangan Disperindag Sumenep, Sukaris, Senin (12/6/2017).

Selain bawang putih, dua komoditas lainnya juga turun, yakni cabai
merah besar dan kentang.

Harga cabai besar yang sebelumnya Rp 20 ribu per kilogram turun menjadi Rp 14 ribu dan kentang semula Rp 15 ribu menjadi Rp 14 ribu per kg.

“Tapi ada satu komoditas yang harganya naik, yakni cabai kecil, sebelumnya Rp 25 ribu menjadi Rp 28 ribu per kilogramnya,” paparnya.

Sedangkan komoditas lainnya terpantau stabil, di antaranya beras tetap pada kisaran Rp 8.500 hingga Rp 9.500 per kilogram, gula pasir Rp 12.500, minyak goreng curah Rp 12 ribu, dan mentega curah Rp 21 ribu.

“Harga daging sapi juga stabil, Rp 110 ribu per kilogram, daging ayam kampung Rp 70 ribu, dan daging ayam broiler Rp 32 ribu per kilogramnya,” pungkasnya. 

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

Di Sumenep Marak Kasus Mesum, Mahasiswa Desak Bupati Buat Perda

Sumenep, 12/6 (Media Madura) -Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sumenep, Madura, Jawa Timur melakukan audiensi ke Bupati setempat, A Busyro Karim, Senin (12/6/2017).

Kedatangan mereka berawal dari keprihatinan atas semakin maraknya penyakit masyarakat, seperti kasus mesum, narkoba dan peredaran minuman-minuman keras. 

“Berdasarkan data yang kami himpun dari 2016-2017, di Sumenep ini ada sekitar 46 kasus mesum yang dimuat di media,” ungkap koordinator mahasiswa, Urip Prayitno usai bertemu Bupati.

Menurut mereka, maraknya kasus mesum di kos-kosan disebabkan penyelenggara usaha yang tidak tertib aturan, sehingga pengawasan pun tidak berjalan baik.

“Sumenep ini belum memiliki Perda penyelenggaraan kos, begitupun dengan Perda narkoba dan miras,” ujarnya.

Akibatnya, dari instansi yang berkaitan dengan tiga penyakit masyarakat itu, seperti perijinan, Satpol PP dan BNN, masih gerak-geriknya terbatas.

“Satpol PP mengaku kesulitan membasmi toko-toko yang menjual miras, begitu juga BNN mengaku tak punya payung hukum untuk tes uris pejabat hingga tingkat desa,” bebernya.

Untuk itu, pihaknya mendesak, Bupati dan jajarannya untuk bergerak, khususnya membentuk regulasi atau Perda yang mengatur tentang aktifitas kos-kosan, tentang narkoba dan peredaran miras. 

“Tujuannya agar pihak-pihak terkait tidak terkendala payung hukum dalam bertindak memvaami praktik-praktik tak bermoral seperti yang saya sebutkan,” jelasnya. 

Menurut Urip, secara umum Bupati merespon positif masukan-masukan mahasiswa, namun dibutuhkan waktu yang cukup lama untuk dapat melahirkan Perda yang sesuai dengan yang diinginkan.

“Tetapi, pak Bupati audajlh berjanjo untuk Ramadan ini, beliau akan membuat Peraturan Bupati (Perbup), setidaknya meminimalisir kasus-kasua mesum itu terjadi lagi,” tutupnya.

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

AQ Ingin Madura United Sempurnakan Kemenangan di Bulan Ramadan

0

Pamekasan, 11/6 (Media Madura) – Meski gembira dengan dua kemenangan di bulan suci Ramadan, Presiden Madura United, Achsanul Qosasi mengingatkan bahwa tugas Fabiano Beltrame dkk. belum selesai. AQ ingin Madura United menyempurnakannya dengan kemenangan saat menjamu Semen Padang.

Madura United butuh satu kemenangan lagi untuk menuntaskan misi mereka menyapu bersih semua laga yang berlangsung selama bulan Ramadan.

Untuk itu, Madura United wajib menang atas Semen Padang pada pekan ke-11 Liga 1 di Stadion Gelora Bangkalan, Senin (12/6/2017).

“Tuntaskan kemenangan di laga terakhir di bulan Ramadan. Amankan poin penuh di kandang,” kata AQ sapaan akrab Achsanul Qosasi.

AQ memprediksi pertandingan tersebut akan berlangsung sengit. Selain adu kekuatan materi pemain, juga akan menjadi panggung perang taktik kedua pelatih, yakni Gomes De Oliviera dengan Nil Maizar. Dinilai, kedua pelatih sama-sama piawai dalam meracik taktik.

AQ juga mengomentari hasil buruk Madura United ketika bentrok Semen Padang. Dari empat pertamuan, Madura United hanya satu kali meraih hasil positif.

“Saya penasaran dengan adu taktik antara Gomes dengan Nil Maizar. Karena, 4 pertemuan Madura United dengan Semen Padang, hanya 1 yang dimenangkan Madura United,” tegasnya.

Selain itu, AQ meminta suporter tuan rumah datang memadati SGB, guna memberikan dukungan langsung kepada Slamet Nurcahyo cs. Dukungan dari suporter Madura Bersatu, menurut AQ, sangat membantu Madura United menjungkalkan Semen Padang.

“Lorengkan Stadion Gelora Bangkalan,” harap AQ.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Ketua IKA PMII Pamekasan Kritisi Rencana Pemerintah Tambah Hari Libur Siswa

0

Pamekasan, 11/6 (Media Madura) – Ketua Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Kabupaten Pamekasan, Atiqullah mengkritisi rencana pemerintah yang akan menambah hari libur bagi siswa yakni hari Sabtu dan Minggu.

Rencana kebijakan pemerintah melalui Kemendikbud tersebut, kata salah satu tokoh pendidikan yang bergelar doktor ini, sangat memberatkan bagi masyarakat pesantren, karena akan mengganggu terhadap program pendidikan agama dan keagamaan yang telah eksis di masyarakat.

Karena penambahan waktu libur tersebut, kata dia, akan menambah jam pelajaran bagi siswa. Siswa akan pulang sekolah pukul 15.30 WIB atau 16.00 WIB, otomatis akan mengganggu waktu pendidikan madrasah diniyah yang biasa digelar pada jam tersebut.

“Oleh karena itu, sebaiknya Mendikbud sesungguhnya tidak perlu memadatkan kegiatan pendidikan dalam waktu 5 hari sekolah karena alasan berlibur bersama orang tua, Perlu dipahami bersama bahwa pendidikan itu adalah proses transformasi pengetahuan dan penanaman nilai-nilai (karakter) anak-anak bangsa,” katanya kepada mediamadura.com.

Seperti yang telah dikutip oleh berbagai media, sejumlah alasan pemerintah untuk menerapkan kebijakan ini, antara lain, pertama, dengan masuk sekolah lima hari maka dapat menambah waktu untuk keluarga bagi siswa, kedua dengan sekolah hanya lima hari guru dapat tambahan waktu untuk keluarga, ketiga dapat menambah waktu untuk meramaikan dunia wisata di Indonesia, keempat dapat mengurangi anggaran, baik bagi pemerintah, pihak sekolah maupun masyarakat, kelima siswa atau anak dapat waktu lebih untuk mengembangkan diri dan atau menambah kegiatan ketrampilan lainnya.

“Saya pikir Mendikbud cukup kiranya memperbaiki dan memaksimalkan sistem pendidikan yang ada. Tidak populer kiranya merubah sistem yang ada toh nantinya membingungkan para praktisi pendidikan kita di masyarakat,” urainya.

Praktisi pendidikan yang saat ini aktif sebagai dosen di STAIN Pamekasan ini juga menguraikan, sesungguhnya pendidikan tidak bisa hanya menambah jam pelajaran dalam setiap harinya karena konten pelajaran bagi siswa sudah terlalu banyak sementara hasilnya tidak maksimal.

“Sebagai praktisi pendidikan, saya sangat paham bagaimana pendidikan karakter ini kepada anak-anak melalui jalur pendidikan formal. Anak-anak bangsa ini teramat cerdas dan lebih muncul kreatifitasnya sesungguhnya apabila dididik dengan kegiatan tidak terlalu formal sebagaimana program-program pembudayaan dan pendidikan agama keagamaan misalnya di Pesantren, sekolah alam dan Pendidikan non formal lainnya,” ulasnya.

Ia berkeyakinan bahwa bangsa Indonesia tidak cukup diajari bagaimana berprestasi akademik (IQ) saja, tetapi bagaimana ia juga bisa berprestasi secara sosial maupun daya kreatifitas melalui pengembangan EQ, lebih-lebih kemampuan beragama yang lebih ramah dan mendamaikan (SQ).

“Dan satu lagi yang sering dilupakan dalam proses pendidikan kita adalah kecerdasan anak bangsa ini dalam menghadapi hidup berupa kecerdasan advertising (AQ),” tegasnya.

Diharapkan pemerintah lebih bijak dalam membuat kebijakan, sehingga pendidikan karakter yang diharapkan betul-betul membumi dalam relung kehidupan anak bangsa (baca : living values education) bisa tercapai.

Seperti yang telah diberitakan oleh berbagai media, Mendikbud Muhadjir Effendy menggagas program sekolah sehari penuh. Penerapan program tersebut sudah dipraktikan sekolah swasta. Karena itu Kemendikbud akan melakukan kajian sebelum program belajar tersebut diterapkan, dengan alasan pendidikan karakter lebih banyak dibanding knowledge dan memberikan banyak waktu kepada guru dalam mendidik siswa dalam menanamkan karakter yang ada dalam nawacita. Dengan program ini secara otomatis siswa akan mendapatkan dua hari libur pada Sabtu dan Minggu.

Reporter : Esa
Editor :

Kholilurrahman Pastikan Maju pada Pilkada Pamekasan

Pamekasan, 11/6 (Media Madura) – Mantan Bupati Pamekasan, Kholilurrahman, memastikan diri untuk maju pada Pilkada Pamekasan tahun 2018 mendatang.

Keputusannya politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang saat ini menjadi anggota DPR RI ini diambil setelah melihat respon masyarakat yang terus memberikan dukungan dan dorongan untuk kembali memimpin Pamekasan.

Apalagi, kata dia, berdasarkan survey yang dilakukan sejumlah lemvaga survey menempatkannnya diperingkat teratas dari sejumlah tokoh politik lainnya.

“Respon masyarakat cukup bagus ditambah lagi dengan hasil survie yang positif, maka saya nyatakan hampir bulat maju  kembali dalam pilkada Pamekasan,” katanya kepada wartawan, Minggu (11/6/2017) malam.

Dikatakan, hingga saat ini partai yang menaunginya, yakni PKB belum memberikan rekomendasi, tetapi ia berharap keputusannya untuk maju pada Pilkada Pamekasan mendapatkan restu dan rekom dari PKB. “Sebagai kader saya sangat berharap rekom PKB itu jatuh pada saya,” harapnnya.

Selain berharap rekom dari partai yang telah melambungkan namanya itu, Kholilurrahman juga mengaku telah berkomunikasi dengan sejumlah partai politik lainnya.

Dari komunikasi yang terus terjalin dengan sejumlah partai itu, nantinya diharapkan ada rekomendasi untuk memajukan dirinya pada kontestasi politik lima tahunan tersebut.

Khokilurrahman juga menegaskan, tujuannya untuk merebut kursi Pamekasan 1 untuk mengabdi kepada rakyat, dekat dengan rakyat dan terus memperjuangkan kepentingan rakyat Pamekasan.

Reporter : Arif
Editor : Ahmadi

Polres Pamekasan Imbau Waspadai Peredaran Upal Jelang Lebaran

0

Pamekasan, 11/6 (Media Madura) – Kepolisian Resort (Polres) Pamekasan, Madura, Jawa Timur, mengimbau masyarakat agar mewaspadai peredaran uang palsu (Upal) menjelang lebaran 1438 hijriah.

Menurut kasatreskrim Polres Pamekasan, AKP Bambang Hermanto, perlunya waspada terhadap peredaran upal karena pada momentum lebaran Idul Fitri perputaran uang sangat begitu cepat. Sehingga momentum itu difungsikan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab.

“Sampai saat ini belum ada kejadian, namun kami imbau agar masyarakat waspada,” katanya, Minggu (11/6/2017).

Ditambahkan oleh mantan Kapolsek Larangan itu, dalam menerima uang hendaknya masyarakat agar melakukan tiga D, yaitu dilihat, diraba dan diterawang.

“Kenali ciri-cirinya kalau ada segera laporkan pada kami,” tambah Bambang.

Ia berjanji akan mengantisipasi beredarnya upal menjelang lebaran Idul Fitri 2017. Pihaknya akan terus menunggu informasi dari masyarakat perihal beredarnya upal. Yang pasti, peredaran upal tersebut akan diawasi agar tidak merugikan masyarakat, terutama menjelang lebaran.

“Kami meminta kepada masyarakat untuk berhati-hati meskipun sampai sekarang belum kita temui,” pungkas Bambang.

Reporter: Rifqi
Editor: Ahmadi

Bulan Puasa, Enam Pemuda Sumenep Malah Asyik Pesta Miras

Sumenep, 11/6 (Media Madura) – Bulan puasa sejatinya waktu yang afdal bagi orang muslim untuk beribadah dan berlomba-lomba dalam berbuat kebajikan, seperti iktikaf di masjid, banyak bersedekah dan membaca Quran.

Tapi rupanya hal itu tidak dimanfaatkan dengan baik oleh 6 pemuda di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. Sebab, di bulan puasa ini, mereka malah menggelar pesta miras. 

“Sabtu malam tanggal 10 Juni 2017, sekira pukul 22.15 WIB, Patko 801 mengamankan 6 orang pemuda yang sedang minum-minuman beralkohol,” terang Kabag Humas Polres Sumenep, AKP Suwardi, Minggu (11/6/2017).

Enam pemuda tersebut adalah Rofiki (20), alamat Desa Barat Sungai Kecamatan Bluto, Andika (15), Sugianto (19), Taproni (22), Afil (20) dan Danil (20), kelimanya beralamat Desa Biyan, Kecamatan Bluto. 

“Mereka kami tangkap di Jalan Lingkar Timur, Desa Pabien, Kecamatan Kota Sumenep,” paparnya.

Barang bukti yang berhasil diamankan, berupa satu botol berisi minuman beralkohol, dua unit sepeda motor merek Yamaha Mio 5oul Nop M 6296 WC dan Honda Beat Nopol M 3578 X.

“Sekarang mereka kami amankan di Kantor Sabhara untuk melaksanakan sidang tipiring pada hari Senin besok,” pungkasnya. 

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

Pakai Kalimat “Anak Tuhan”, Postingan Facebook Wabup Sumenep Viral

0

Sumenep, 11/6 (Media Madura) – Wakil Bupati Sumenep, Madura, Jawa Timur, Achmad Fauzi dikenal sebagai pejabat yang cukup aktif di media sosial Facebook, hampir setiap hari ia membagi momen-momen menarik di dinding akunnya.

Namun kali ini, postingan orang nomor dua di Sumenep itu justru bikin netizen gagal paham. Pasalnya, ia menyebut sebuah kalimat yang dinilai kurang tepat, karena menyebut “Anak Tuhan”.

“Bersama Anak Tuhan & Titipan Terindah, #wabupsumenep, #sahabatachmadfauzi, #achmadfauzi,” tulisnya dibarengi ungggahan foto, Sabtu (10/6/2017).

Tak pelak, postingan tersebut viral oleh komentar-komentar netizen lantaran dianggap menggunakan kalimat yang kurang tepat, diantaranya dari akun bernama Rahem Umar. 

“Waduh… Anak Tuhan Gimana Ni Maksudnya?,” tulisnya. “Lam Yalid Wa Lam Yulad #Alikhlas,” sambungnya lagi. 

Wabup pun menjawab pertanyaan tersebut, tapi anehnya bukan memberi klarifikasi, melainkan menjawab dengan nada bercanda dan tidak etis. 

“Anakmu pak rahem…hehehehehe,” jawabnya.

“Sahur pak..Perut sudah bunyi…kayak beduk kalau lagi dipukul,” ucapnya di tanggapan berikutnya. 

Diakhir komentar, Rahem Umar menulis, “Mohon ujin, saran. Anak Tuhannya dihapus ya Pak,”. Sayang, tak ada tanggapan lago setelah itu. 

Netizen lain juga ikut mengomentari, ada yang mempertanyakan, ada yang minta kalimatnya direvisi, ada juga yang mengingatkan, bahwa tuhan tidak beranak dan tidak diperanakkan. 

“Mohon direvisi dulu frase “Anak Tuhan” menjadi “Anak Kesayangan Tuhan”, InsyaAllah lebih baik….. Aamiinnn. Barokallah untuk Pak Wabup serta warga Sumenep,” pinta Riraihan Herman. 

Sementara akun Moh Rais menulis, “KOK ANAK TUHAN SI PAK ???? Mohon di pateppak pole (diperbaiki.red)… Mungkin maksudx anak anak kesayangan tuhan ??? Ato mungkin tuhan itu nama orang yg sempat viral di media beberapa waktu yg lalu ??,” tulisnya. 

Hingga berita ini ditulis, kalimat dalam postingan tersebut belum disunting, puluhan orang menyukai dan belasan lainnya mengomentari. 

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

Gara-Gara Sabu, Warga Sumenep Ini Bakal Lebaran di Penjara

Sumenep, 10/6 (Media Madura) – Gara-gara narkoba jenis sabu, Asari (41), warga Dusun Kopao, Desa Lobuk, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur bakal lebaran di penjara.

Asari ditangkap petugas Satrekoba Polres Sumenep, Sabtu (10/6/2017) sekira pukul 17.00 WIB atau jelang buka puasa di Jalan Desa Rombiya, Kecamatan Ganding.

Kabag Humas Polres Sumenep, AKP Suwardi menjelaskan, penangkapan bermula dari informasi dr masyarakat bahwa terlapor sering melakukan transaksi dan membawa Narkotika jenis sabu.

Kemudian, dilakukan penyelidikan dengan cara survailent atau pembuntutan dimana dari informasi diketahui terlapor berada dipinggir jalan raya Desa Rombiya.

“Setelah positif, maka petugas langsung melakukan penggerebekan disertai penggeledahan badan,” kata Suwardi. 

Dan ternyata, lanjut Suwardi, pada saku celana pendek sebelah kiri ditemukan 1 (satu) bungkus Rokok merk Diplomat yang didalamnya terdapat satu kantong plastik kecil berisi Narkotika jenis sabu dengan berat 0,34 gram.

“Kepada petugas, terlapor mengakui bahwa sabu tersebut adalah miliknya, sehingga dia langsung digelandang ke Mapolres,” tandasnya. 

Atas perbuatan itu, tersangka terancam dipenjara maksimal selama lima tahun kedepan karena melanggar pasal 114 ayat (1) sub. Psl 112 ayat (1) UU 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. 

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

Sulut Api di Rumput Kering, Seekor Sapi Turut Terpanggang

0

Sampang, 10/6 (Media Madura) – Berniat membersihkan rumput kering di sekitar kandang ternak dengan cara dibakar, seekor sapi justru turut tewas terpanggang.

Peristiwa terbakarnya kandang ternak itu menimpa Ibu Nasima (50) warga Dusun Duko, Desa Apaan, Kecamatan Pangarengan, Kabupaten Sampang, pada Sabtu (10/6/2017) siang pukul 13.30 WIB.

“Api dengan cepat membakar kandang sapi, karena pemiliknya hendak membakar sisa makanan sapi yang kering itu,” kata Kapolsek Pangarengan Iptu Tomo, Sabtu.

Kobaran api dengan cepat membakar seisi kandang ternak. Sebab, di dalam kandang terdapat jerami yang berada di atap kandang. Api dengan hebatnya melalap, termasuk seekor sapi.

“Ada tiga di dalam kandang milik korban, tapi dua ekor lain berhasil diselamatkan oleh keluarga korban dibantu tetangga sekitar meski terkena percikan si jago merah,” terangnya.

Warga yang mengetahui peristiwa tersebut langsung bahu-membahu melokalisir kobaran api, beruntung mobil tangki air sempat melintas di lokasi kejadian.

“Untung ada mobil tangki air, sehingga api tidak menjalar ke rumah warga,” tandanya.

Belum diketahui pasti kerugian yang dialami korban. Ditaksir korban mengalami kerugian sekitar Rp 40-50 juta.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi