Beranda blog Halaman 975

Dua Tahun, 14 Unit Aset Sampang Menghilang

Sampang, 13/6 (Media Madura) – Keberadaan aset daerah milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang, Madura, Jawa Timur, secara perlahan mulai menghilang tanpa ada titik terang. Seperti diketahui adanya 14 unit kendaraan operasional dinas yang tidak diketahui keberadaannya.

Berdasarkan data dari Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan Aset dan Daerah (BPPKAD) Sampang yang diterima mediamadura.com, hilangnya aset daerah itu terjadi sejak dua tahun. Misalnya, di tahun 2014 ada 2 unit kendaraan roda empat, dan 7 unit kendaraan roda dua. Sedangkan, di tahun 2015 ada 5 unit kendaraan roda dua.

Untuk diketahui OPD yang menghilangkan kendaraan dinas adalah BKP4 (saat ini gabung ke Disperta), Dinas KB, Dinsos, Diskominfo (dulu sebelum ada pergantian), Kepala Desa Klobur dan Kecamatan Sreseh.

“Sampai saat ini hilangnya aset daerah itu belum ada pelunasan dari yang bersangkutan selaku pemegang kendaraan operasional dinas, meski ada SK pembebanan dari Bupati,” kata Kabid Pengelolaan Aset (BPPKAD) Sampang Bambang Indra Basuki, Senin (12/6/2017) kemarin.

Sayangnya, dari jumlah itu hanya ada sembilan unit kendaraan sudah ada SK pembebanan Bupati Sampang kepada yang bersangkutan. Padahal, dalam SK pembebanan itu jangka waktunya selama dua tahun baik kendaraan dinas roda empat dan dua.

Uang ganti rugi disesuaikan dengan kondisi kendaraan dan tahun pembuatan saat itu. Seperti kendaraan roda dua minimal Rp 1,5 juta dan maksimal Rp 6 juta. Sedangkan kendaraan roda empat minimal Rp 20 juta.

“Kendaraan dinas yang hilang bisa dicicil selama dua tahun. SK pembebanan dari bupati untuk kendaraan sudah turun, tinggal pelunasannya saja,” jelas Bambang.

Menurutnya, hilangnya kendaraan dinas bukan disengaja. Melainkan, karena musibah yang dialami pegawai. Maka dari itu, langkah yang dilakukan pihaknya ialah yang bersangkutan harus mengganti kendaraan yang sudah hilang.

”Biaya yang sudah dibebankan sudah ada penyelidikan dari inspektorat. Semoga tahun ini dan selanjutnya tidak ada aset Pemkab yang hilang. Ia juga akan melakukan sosialisasi kepada pemegang kendaraan dinas,” ungkapnya.

Sementara, Plt Bupati Sampang Fadhilah Budiono menyampaikan, hilangnya kendaraan dinas harus ada ganti rugi dari yang bersangkutan. Hilangnya aset daerah itu diketahui setelah mendapat laporan dari pihak terkait atas hilangnya aset kendaraan Pemkab.

”Memang harus diganti. Masak sampai saat ini masih belum dilunasi, apalagi yang bersangkutan sudah diberikan kepercayaan memakai kendaraan dinas dijaga semaksimal mungkin. Ini harus dijadikan contoh bagi pegawai yang sudah diberikan kendaraan dinas,” tandasnya.

Reporter: Ryna Hariyanto
Editor: Ahmadi

Gepeng yang Berkeliaran di Sumenep Ternyata Berasal dari Kecamatan Ini

Sumenep, 13/6 (Media Madura) – Gelandangan dan pengemis (Gepeng) yang berkeliaran di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur ternyata mayoritas berasal dari tiga Kecamatan saja.

Sebagaimana disampaikan Kepala Dinas Sosial (Dinsos), bahwa gepeng rata-rata berasal dari Kecamatan Pragaan, Batang-Batang dan Batu Putih.

“Kepada kami, para gepeng yang dirazia mengaku dari Pragaan, Batang-Batang, dan Batuputih,” kata Kadinsos Sumenep, Akh. Aminullah, Selasa, (12/6/2017).

Namun kata dia, tidak semua gepeng yang dirazia merupakan warga Sumenep, melainkan ada yang berasal dari luar Sumenep bahkan luar daerah, termasuk dari Jawa.

“Dari Jawa juga ada, mungkin mereka buangan, karena saat diwawancarai oleh dokter saraf,mereka tidak bisa berbahasa Madura,” tuturnya. 

Menurut Minul, untuk menekan maraknya gepeng di Sumenep, utamanya saat bulan Ramadan, Dinsos bersama petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) sudah melakukan razia.

”Seminggu sebelum puasa kami lakukan razia, nanti sepekan sebelum lebaran juga akan lakukan razia,” ungkapnya.

Selanjutnya, dari hasil razia yang dilakukan ada yang langsung dipulangkan ke kampung halamannya setelah dibuktikan surat pernyataan dari sanak keluarga atau kepala desa.

Ada juga, jika dalam waktu empat hari pihak desa maupun keluarganya tidak menjemput, maka akan dikirim ke UPT Dinsos Provinsi Jawa Timur di Kediri.

”Nanti disana akan kami rehabilitasi. Jika dipastikan sudah sembuh, akan diperbolehkan pulang,” tukasnya. 

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

Niat Pamer Prestasi, RSUD dr Moh Anwar Sumenep Banjir Hujatan

0

Sumenep, 13/6 (Media Madura) – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Moh. Anwar Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur kembali banjir hujatan di media sosial Facebook. 

Cerita berawal dari postingan akun Sandy Tyas Mulyadi di grup “SUMENEP BARU”, disitu dia hendak pamer atas prestasi RSUD yang meraih prestasi tingkat Jawa Timur.

Prestasi tersebut diraih saat RSUD dr Moh. Anwar ditunjuk oleh pemerintah daerah setempat mengikuti gelar pameran dan simposium pelayanan publik Jawa Timur yang bertempat di Kabupaten Gersik beberapa waktu lalu. 

Dari keikutsertaannya itu, RSUD H. Moh. Anwar dinobatkan oleh Gubernur Jatim, Soekarwo sebagai Top 10 Stand terbaik kategori stand paling inovatif pada pameran yang di ikuti oleh seluruh Kabupaten/Kota Se-Jawa Timur.

Namun sayang, foto yang diunggah yang dibarengi caption “RSUD Dr. H. Moh Anwar Sumenep Kembali Raih Prestasi Tingkat Jawa Timur” bukan mendapatkan pujian, melainkan hujatan dari netizen, lantaran penghargaan tersebut dinilai tidak sesuai dengan realita. 

Salah satunya dari akun Adipati Anom, dia justru mempertanyakan alasan pemberian pengahrgaan tersebut, “Prestasi yg bagaimana?pelayanannya aja kurang memuaskan,” tulisnya.

“Lecek. Bohong besar. Munaf*k. Pelayanan RSUD terburuk… Klo gk percaya, sy bisa buktikan..,” timpal Rahem Umar. 

“Iya menang prestasi terburuk, bukan prestasi terbaik….,” tulis Hamidi Memet. 

,”Iuaaaaaar biasa,klu memang gtu,tp jauuuuuuh….langit dan bumi,” kata Wasan Bonsai menegaskan.

Sementara akun Innasyakuru Islami Haji berkomentar lebih menohok, “Lebih baik g usa pamer cz bnyk kok bukti fisik negatif buat rumah sakit ini… Lebih baik rendah hati az n g usa bnyk ngomong yg penting usaha perilaku n pelayanan yang maksimal yg perlu ditonjolkan bukan prestasi kok d banggai pdhl kenyataannya nol…,” urainya.

“Dr skian komen kbanyakn mnlai negatif…ap mgkin hanya adminx bgus smentara pelayanan pablikx kropos…,” timpal Sich Upieck Fals.

Tidak ada tanggapan dari orang yang memposting pertama kali, tetapi berdasarkan penelusuran mediamadura.com, postingan itu terus viral, tidak hanya di grup “SUMENEP BARU” tapi juga di grup FB lainnya.

Ketika diamati, sebagian warganet ada yang mendukung dan mengapresiasi penghargaan dimaksud. Namun tampaknya lebih dominan kritikan dan hujatan, dengan alasan tidak sesuai fakta di lapangan. Terbukti, meski suka mendengung-dengungkan inovasi, hal mendasar seperti pelayanan masih kerap dikeluhkan.

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

Masyaallah, Anak Bau Kencur di Sumenep Sudah Jadi Kurir Sabu

Sumenep, 13/6 (Media Madura) – Kisah penyalahgunaan narkoba di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur sepertinya belum habis. Kali ini kisahnya lebih memprihatinkan, karena yang terlibat adalah anak masih bau kencur.

FA, remaja 16 tahun, warga Dusun Kebun, Desa Braji, Kecamatan Gapura yang diciduk Satreskoba Polres Sumenep karena terbukti menyimpan sabu. 

Parahnya, ABG yang baru lulus Madrasah Tsanawaiyah (MTs) ini diduga tidak hanya sebagai pemakai, namun juga bertugas sebagai kurir. 

“Tersangka kami tangkap di pinggir jalan Desa/ Kecamatan Batuan kemarin sekira pukul 16.30 WIB,” terang Kabag Humas Polres Sumenep, AKP Suwardi, Selasa (13/6/2017).

Kata Suwardi, awalnya ada informasi dari masyarakat bahwa akan ada transaksi Narkotika jenis sabu di sepanjang jalan raya Desa/ Kecamatan.

Lalu, anggota Satreskoba melakukan penyelidikan dengan cara hunting, dan tidak lama melihat terlapor dengan gelagat mencurigakan sedang duduk di atas sepeda motornya. 

Maka, oleh petugas langsung didekati dan dilakukan pemeriksaan atau penggeledahan, dan ternyata pada box sepeda motor bagian depan posisi sebelah kiri ditemukan gulungan sobekan plastik kecil warna hitam.

“Dan setelah dibuka, di dalamnya terdapat satu kantong plastik klip kecil berisi Narkotika jenis sabu,” ujar Suwardi. 

Setelah diinterogasi, lanjut Suwardi, terlapor mengaku bahwa sabu tersebut akan diserahkan kepada pemesannya yang dia sendiri mengaku tidak tahu namanya.

“Dia ngakunya hanya disuruh mengantarkan saja dengan imbalan akan diajak makai sabu,” tuturnya. 

Tersangka berikut barang bukti berupa satu kantong plastik klip kecil berisi Narkotika jenis sabu berat kotor ± 0,46 gram, satu buah HP merek Evercoss warna merah kombinasi hitam, sobekan plastik warna hitam sebagai bungkus sabu dan satu unit motor merek Honda Vario warna hitam Nopol M 2937 WX langsung diamankan petugas.

“Atas perbuatan tersangka, ia terancam pengetrapan pasal 114 ayat (1) sub. Psl 112 ayat (1) subr. Pasal 127 (1) UU 35 Tahun 2009 tetang Narkotika dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara,” pungkasnya. 

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

Pesta Gol ke Gawang Semen Padang, Ini Kata Gomes

0

Bangkalan, 13/6 (Media Madura) – Pelatih Madura United, Gomes De Oliviera langsung melontarkan pujian kepada Fabiano Beltrame cs usai menggilas Semen Padang dengan skor telak 6-0.

“Selamat untuk mereka (pemain Madura United.red) yang bekerjasama dengan baik sekali dan tidak ego. Terima kasih semua, kita main cantik,” kata Gomes.

Menurut Gomes, tim besutannya mendominasi pertandigan, sehingga sangat pantas menang setengah lusin gol dari Semen Padang.

“Hari ini kita menang pertandingan dan menang permainan. Semua peluang menjadi gol, itu yang bagus untuk kita,” ucapnya.

Selain itu, Gomes mengaku senang dengan konsistensi Laskar Sape Kerrab yang ditunjukkan di setiap pertandingan. Juga senang karena timnya tidak lagi menyiakan-nyiakan setiap peluang yang ada.

“(Buktinya) hari ini kita cetak banyak gol,” tandas pelatih asal Brasil tersebut.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Odemwingie Hattrick, Madura United Pesta 6 Gol ke Gawang Semen Padang

0

Bangkalan, 12/6 (Media Madura) – Peter Osaze Odemwingie tampil menggila dengan mencetak hattrick saat Madura United melibas tamunya, Semen Padang pada pekan ke-11 Liga 1 di Stadion Gelora Bangkalan, Senin (12/6/2017) malam. Laskar Sape Kerrab menang 6-0 atas Kabau Sirah.

Selain Madura United sukses mengkudeta PSM Makassar di puncak klasemen dengan raihan 22 poin, juga melahirkan rekor di musim ini. Odemwingie menjadi marquee player pertama yang mencatat hattrick di Liga 1. Bahkan, ia kini memimpin top skor sementara dengan lesakkan 9 gol.

Kesuksesan lain yang diraih Madura United pada laga ini, sanggup menyapu bersih semua laga di bulan suci Ramadan.

Greg Nwokolo turut menyumbang dua gol pada laga yang disaksikan 4 ribu lebih suporter tuan rumah. Dan, satu gol dilesakkan winger lincah, Bayu Gatra.

Gol pembuka keunggulan Madura United dibukukan Odemwingie di menit ke-17. Odemwingie menyelesaikan dengan baik umpan mendatar Dane Milovanovic dan sempat mengecoh pemain hingga kiper Semen Padang sebelum melesakkan bola.

Di menit ke-25, Madura United kembali membuat kiper Semen Padang memungut bola dari dalam gawang. Bukan Odemwingie, melainkan Greg Nwokolo yang mencetak gol lewat tandukkan kepala menyambar assist Slamet Nurcahyo.

Permainan agresif yang diterapkan Madura United sejak menit awal membuat Semen Padang hanya menunggu kesempatan untuk melakukan serangan balik. Anak asuh Nil Maizar mendapat kesempatan memperkecil ketertinggalan, namun peluang Nugroho di menit ke-41 masih membuahkan hasil.

Di menit ke-42, Odemwingie mencetak gol keduanya ke jala Semen Padang usai memanfaatkan umpan Slamet Nurcahyo. Skor 3-0 bertahan hingga turun minum.

Di babak kedua, Madura United memperlebar keunggulan mereka mejadi 4-0. Slamet Nurcahyo kembali menjadi aktor terciptanya hattrick Odemwingie ke gawang tim tamu di menit ke-62. Gol berawal dari serangan balik cepat Madura United.
Alih-alih mencetak gol balasan, Semen Padang justru kebobolan pada menit ke-64. Greg Nwokolo menghujam bola ke gawang Semen Padang dengan tembakan kaki kiri di dalam area penalti. Assist Slamet Nurcahyo tidak disia-siakan Greg.

Gol penalti Bayu Gatra di menit ke-68 menutup pesta gol Madura United ke gawang Semen Padang. Madura United pun menutup babak kedua dengan skor 6-0.

Susunan pemain:

Madura United – Panggih Prio (PG), Fabiano Beltrame, Munhar, M Rifat, Erianto, Slamet Nurcahyo, Dane Milovanovic, Asep Berlian, Peter Odemwingie, Greg Nwokolo, Bayu Gatra

Pelatih – Gomes De Oliviera

Semen Padang – Rendy Oscario (PG), Novan Setya Sasongko, Handi Ramdhan, Cassio de Jesus, Hengki Ardiles, Rudi, Vendry Mofu, Finno Andriannas, Adi Nugroho, Irsyad Maulana, Tambun Naibaho

Pelatih: Nil Maizar

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Ketua DPRD Pamekasan Mendadak Berkunjung ke Rumah Janda Ini

Pamekasan, 12/6 (Media Madura) – Ketua DPRD Pamekasan Halili, mendadak berkunjung ke rumah janda yang diketahui bernama Ibu Bardi warga Desa Akkor, Kecamatan Palengaan. Senin (12/06/2017) pagi.

Rupanya kedatangan politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini untuk memberikan santunan setelah mendengar bahwa janda yang telah berumur 75 tahun ini hidup dalam kemiskinan sementara kondisi fisiknya tidak normal.

“Saya tergugah setelah mendapatkan informasi adanya ibuk yang sudah pikun dan sudah tidak bisa bekerja ini, sementara anaknya juga tidak bisa melihat. Dan informasinya untuk bertahan hidup menunggu belas kasihan dari warga, jadi saya datang ke sini,” katanya kepada mediamadura.com.

Dikatakan, selama ini ia kerap menyambangi warga miskin yang tidak mampu untuk berbagi dan meringankan beban mereka meskipun tanpa diketahui oleh publik.

“Kedatangan saya ke sini setidaknya meringankan beban ibuk ini, apalagi ini kan bulan ramadan,” sambungnya.

Tidak hanya di rumah Ibu Bardi, Halili yang digadang-gadang akan maju pada Pilkada Pamekasan tahun 2018 mendatang ini, ia juga mengunjungi rumah janda lainnya di Desa Klampar.

“Saya berharap agar pemerintah terus memberikan perhatian lebih kepada masyarakat miskin seperti ibu Bardi ini,” harapnya.

Sementara itu, Ibu Bardi mengaku sangat senang dengan kedatangan ketua DPRD Pamekasan ini karena telah berkunjung dan memberikan bantuan sembako kepadanya.

“Semoga Allah yang membalasnya nak, karena saya tidak punya apa-apa untuk dijadikan balasan,” ungkapnya.

Reporter : Arif
Editor : Ahmadi

84 Napi Sampang Diajukan Remisi Lebaran Idul Fitri

Sampang, 12/6 (Media Madura) – Kepala Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Sampang Gatot Tri Rahardjo melalui Kasubag Pelayanan Tahanan Jamaluddin menyatakan ada 84 narapidana (Napi) diajukan remisi masa tahanan menjelang lebaran Idul Fitri 1438 Hijriah.

“Dari 186 penghuni, ada 84 napi diajukan remisi potongan masa tahanan atau biasa disebut RK-1 untuk lebaran tahun ini,” katanya, Senin (12/6/2017).

Ke-186 penghuni hotel prodeo di Sampang itu, diantaranya 107 tahanan laki-laki dan 2 tahanan perempuan. Sedangkan, 73 orang napi laki-laki dan 4 orang napi perempuan.

Jamal menuturkan, dari jumlah itu tidak satu pun narapidana diajukan remisi bebas hukum atau RK-2. Mereka (Narapidana-red) yang diajukan remisi didominasi dari napi tersandung kasus narkoba. Pengajuan remisi dilakukan sesuai prosedur. Salah satunya tahanan sudah menjalani masa hukuman minimal 6 bulan.

“Pengajuan remisi setiap tahun dilakukan seperti menjelang Idul Fitri, Hari Kemerdekaan, maupun peringatan lainnya,” jelasnya.

Kata Jamal, pengajuan remisi masih belum sepenuhnya dipenuhi. Alasan itu bukan tanpa sebab, karena kewenangan penuh adalah Menkum HAM. Sehingga, dengan demikian, belum diketahui ketentuan secara pasti kapan pengumuman napi yang sudah diterima pengajuan tersebut.

“SK masih belum turun mungkin nanti setelah shalat Idul Fitri akan dibacakan siapa saja yang dapat remisi. Yang jelas mereka yang diajukan memenuhi syarat,” terangnya.

Menanggapi hal itu, Ketua Komisi I DPRD Sampang Aulia Rahman menghimbau agar pengajuan remisi untuk tidak melanggar prosedur. Selain itu, supaya ada efek jera terhadap para pelaku tindak pidana koruptor yang ditahan untuk tidak diusulkan remisi.

”Kami mendukung apapun yang sudah menjadi hak dan kewajiban di rutan. Asalkan sesuai prosedur. Kami hanya mengusulkan, jika napi yang tersandung korupsi untuk tidak diajukan remisi. Agar ada efek jera,” tandasnya.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Cipta Kondisi Jelang Lebaran di Sampang, Polisi Tingkatkan Keamanan di Pusat Keramaian

Sampang, 12/6 (Media Madura) – Kepala Kepolisian Resort Sampang Ajun Komisaris Besar Polisi Tofik Sukendar, mengungkapkan Operasi Cipta Kondisi (Cipkon) menjelang lebaran tahun 2017 terus meningkatkan keamanan di sejumlah titik dan pusat keramaian. Tak terkecuali transaksi perbankan dan toko perhiasan emas di Kota Sampang.

“Penjagaan di pusat keramaian seperti bank dan toko emas maupun di pasar diperketat menjelang lebaran, ini mengantisipasi terjadi pencopetan yang menjadi sasaran perampokan,” ucap Tofik, Senin (12/6/2017).

Dia mengatakan, polisi meningkatan pengamanan mulai dari penambahan personel hingga membawa senjata lengkap.

Untuk itu, mengantisipasi tindak kejahatan, pihaknya juga terus melakukan razia, sasaran operasi dan multi sasaran yakni sajam, narkoba, aksi premanisme, serta kejahatan jalanan, bahan peledak (handak) yang meresahkan masyarakat.

“Nantinya polisi akan melakukan patroli dialogis dengan masuk ke beberapa pasar, pengamanan objek vital, atau pusat keramaian di Sampang,” ujarnya.

“Kita juga berkoordinasi dengan pemerintah dan TNI dalam kegiatan Operasi Cipkon. Tapi kondisi di Sampang masih aman dan kondusif selama Ramadhan hingga menjelang lebaran, apalagi saat ini setiap tempat ibadah ketika warga salat terawih menerjunkan personel pengamanan agar tidak ada aksi curanmor atau kriminal lainnya,”imbuhnya.

Tak hanya itu, ia juga mengimbau masyarakat agar tidak menyalakan petasan, demi mendukung khidmatnya menjalankan ibadah umat muslim.

“Terpenting adalah masyarakat setelah menggunakan kelistrikan supaya dimatikan, temasuk peralatan masak dipastikan aman, dan sisa putung rokok antisipasi terjadinya kebakaran,” tuturnya.

Tofik meminta masyarakat ikut serta berperan aktif memberantas tindak kejahatan. Jika menemukan dan melihat gejala itu segera dilaporkan kepada aparat hukum.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmaďi

Jelang Lebaran, Polres Sampang Imbau Waspadai Uang Palsu

Sampang, 12/6 (Media Madura) – Kepolisian Resort Sampang, Madura, Jawa Timur, mengimbau masyarakat untuk mewaspadai peredaran uang palsu. Terlebih jelang hari raya Idul Fitri, mengingat saat itu permintaan terhadap uang meningkat dan banyak kegiatan penukaran uang.

“Kecenderungan uang palsu tersebar saat Idul Fitri karena tingginya transaksi keuangan yang terjadi, makanya kewaspadaan masyarakat harus ditingkatkan,” kata Kapolres Sampang AKBP Tofik Sukendar, Senin (12/6/2017).

Tofik mengatakan, besarnya transaksi keuangan dimanfaatkan sebagai celah untuk mengedarkan upal oleh para pelaku seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang hari raya.

Apalagi, lanjut Tofik, dengan kondisi tersebut semakin rawan lantaran adanya pecahan uang baru yang diluncurkan Bank Indonesia. Belum tersebarnya secara merata pecahan uang baru membuat belum banyak masyarakat yang mengenalinya secara cermat.

“Orang awam pun masih sulit membedakan mana yang asli dan palsu, masyarakat juga jangan mudah percaya menukarkan uang di pinggiran jalan yang legalitasnya belum tentu terjamin,” jelasnya.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi