Sumenep, 13/6 (Media Madura) – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Moh. Anwar Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur kembali banjir hujatan di media sosial Facebook. 

Cerita berawal dari postingan akun Sandy Tyas Mulyadi di grup “SUMENEP BARU”, disitu dia hendak pamer atas prestasi RSUD yang meraih prestasi tingkat Jawa Timur.

Prestasi tersebut diraih saat RSUD dr Moh. Anwar ditunjuk oleh pemerintah daerah setempat mengikuti gelar pameran dan simposium pelayanan publik Jawa Timur yang bertempat di Kabupaten Gersik beberapa waktu lalu. 

Dari keikutsertaannya itu, RSUD H. Moh. Anwar dinobatkan oleh Gubernur Jatim, Soekarwo sebagai Top 10 Stand terbaik kategori stand paling inovatif pada pameran yang di ikuti oleh seluruh Kabupaten/Kota Se-Jawa Timur.

Namun sayang, foto yang diunggah yang dibarengi caption “RSUD Dr. H. Moh Anwar Sumenep Kembali Raih Prestasi Tingkat Jawa Timur” bukan mendapatkan pujian, melainkan hujatan dari netizen, lantaran penghargaan tersebut dinilai tidak sesuai dengan realita. 

Salah satunya dari akun Adipati Anom, dia justru mempertanyakan alasan pemberian pengahrgaan tersebut, “Prestasi yg bagaimana?pelayanannya aja kurang memuaskan,” tulisnya.

“Lecek. Bohong besar. Munaf*k. Pelayanan RSUD terburuk… Klo gk percaya, sy bisa buktikan..,” timpal Rahem Umar. 

“Iya menang prestasi terburuk, bukan prestasi terbaik….,” tulis Hamidi Memet. 

,”Iuaaaaaar biasa,klu memang gtu,tp jauuuuuuh….langit dan bumi,” kata Wasan Bonsai menegaskan.

Sementara akun Innasyakuru Islami Haji berkomentar lebih menohok, “Lebih baik g usa pamer cz bnyk kok bukti fisik negatif buat rumah sakit ini… Lebih baik rendah hati az n g usa bnyk ngomong yg penting usaha perilaku n pelayanan yang maksimal yg perlu ditonjolkan bukan prestasi kok d banggai pdhl kenyataannya nol…,” urainya.

“Dr skian komen kbanyakn mnlai negatif…ap mgkin hanya adminx bgus smentara pelayanan pablikx kropos…,” timpal Sich Upieck Fals.

Tidak ada tanggapan dari orang yang memposting pertama kali, tetapi berdasarkan penelusuran mediamadura.com, postingan itu terus viral, tidak hanya di grup “SUMENEP BARU” tapi juga di grup FB lainnya.

Ketika diamati, sebagian warganet ada yang mendukung dan mengapresiasi penghargaan dimaksud. Namun tampaknya lebih dominan kritikan dan hujatan, dengan alasan tidak sesuai fakta di lapangan. Terbukti, meski suka mendengung-dengungkan inovasi, hal mendasar seperti pelayanan masih kerap dikeluhkan.

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan