Beranda blog Halaman 974

Tak Ada Libur Panjang, Madura United Tetap Gelar Latihan

0

Pamekasan, 14/6 (Media Madura) – Manajer Madura United, Haruna Soemitro mengatakan, tak ada libur panjang bagi skuadnya. Menurutnya, Fabiano Beltrame dkk. hanya mendapat jatah libur selama 2 hari pasca melawan Semen Padang, Senin (12/6/2017) lalu.

“Mereka harus kembali merumput di lapangan hijau (mulai) 15 Juni besok.” Tegas Haruna.

Laga melawan Semen Padang, memang merupakan laga terakhir Madura United di bulan suci Ramadan sebelum libur Lebaran. Meski demikian, penggawa Laskar Sape Kerrab tetap harus berjibaku di lapangan latihan hingga 22 Juni mendatang.

“Liburnya setelah 22 Juni,” katanya menegaskan.
Lanjutan Liga 1 pekan ke-12, baru akan bergulir pada 4 Juli mendatang setelah Lebaran. Di mana Madura United akan bertandang ke markas Borneo FC di tanggal tersebut.

“Mereka harus sudah gabung kembali dengan tim tanggal 1 Juli,” ungkap Haruna.

Sementara itu, Pelatih Madura United, Gomes De Oliviera mengatakan, kompetisi masih lama dan pertandingan belum separuh selesai. Sehingga kekompakan dan fisik pemain harus tetap dijaga.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Karang Taruna Sampang Gelar Safari Ramadan Bersama Anak Yatim

Sampang, 13/6 (Media Madura) – Hari ketiga Safari Ramadhan dan Konsolidasi Karang Taruna Kota Sampang sukses digelar di kantor Kecamatan setempat, Selasa (13/6/2017) pukul 16.30 WIB.

Ketua Karang Taruna Kecamatan Kota Sampang Muafiqul Arsy, mengucapkan terima kasih pada semua pihak yang telah hadir dan terlibat dalam menyukseskan acara tersebut. Adapun anak-anak yatim piatu yang diundang hari ini berasal dari masing-masing desa se-Kecamatan Sampang.

“Semoga momentum di bulan Ramadan ini pemuda di kecamatan Sampang dapat berprestasi menjadikan pilar sebagai generasi penerus bangsa,” kata Muafiqul saat sambutannya.

Dirinya berharap setelah dikukuhkannya Karang Taruna Kecamatan Sampang bisa lebih eksis dalam menjunjung tinggi organisasi kepemudaan hingga menjadi ujung tombak di Kabupaten Sampang.

“Seluruh Katar Desa dan Kelurahan terus bisa berkoordinasi dengan baik agar bisa dicontoh oleh kecamatan lainnya. Selain itu guna mempererat tali silaturahmi bersama pemuda khususnya keluarga besar Karang Taruna,” imbuhnya.

Hadir di acara itu, Camat Kota Sampang Suryanto, Ketua Majelis Pertimbangan Karang Taruna (MPKT) Kabupaten Sampang Hernandi Kusuma Hadi, sejumlah Kepala Desa se-Kecamatan Sampang.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Legislatif Desak Dispertan Sampang Maksimalkan Serapan Anggaran

Sampang, 13/6 (Media Madura) – Anggota Komisi II DPRD Sampang Moh Hodai, meminta Dinas Pertanian lebih maksimalkan kinerjanya terutama dalam merealisasikan kegiatan. Sebab, ia tak ingin rekan mitranya tersebut kembali ada pemangkasan seperti tahun sebelumnya karena minimnya penyerapan anggaran.

“Dispertan segera melaksanakan (pengerjaan) paket-paket yang sudah di-plotting, karena kalau tidak bisa dipangkas seperti tahun lalu, jadi jangan sampai hangus,” terang Hodai, Selasa (13/6/2017).

Sementara itu, Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Sampang Suyono, menjelaskan jika di tahun ini dinasnya mendapat jatah dana alokasi khusus (DAK) senilai Rp 5.059.022.000 untuk program pengelolaan lahan dan air. Kegiatan tersebut terbagi menjadi 34 paket dengan mekanisme penunjukan langsung (PL).

“Perencanaan program pengelolaan lahan dan air sudah selesai. Karena nilainya kecil Rp 131 juta. Nanti kegiatannya tersebar di setiap kecamatan. Minus Kecamatan Sreseh karena lahan airnya tidak ada,” jelasnya.

Suyono mengaku kegiatan bisa dimulai sekitar pekan depan dengan melakukan pengadaan bahan. Dia memastikan, realisasi program tersebut tidak akan molor. Instansinya juga diprediksi bakal menyerap anggaran hingga 75 persen di akhir bulan ini.

”Maka dari itu, kami antisipasi agar jangan sampai terlambat. Caranya, pengadaan harus menyerap 75 persen,” terangnya.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Pamekasan Kembali Jadi Tuan Rumah LSN Region Madura

0

Pamekasan, 13/6 (Media Madura) – Liga Santri Nusantara (LSN) ke-3 tahun 2017 region Madura kembali akan digelar di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur.

Koordinator LSN Region Madura, Taufiqurrahman mengatakan, terkait penyelenggaraan LSN Region Madura, belum bisa dipastikan waktunya. Karena tahapan bimbingan tekhnis (Bimtek) untuk masing-masing koordinator region dan panitia pelaksana (Panpel) se-Indonesia, baru akan dilaksanakan mulai tanggal 14-17 Juni 2017 di Jakarta.

“Usai Bimtek nanti baru diketahui kapan kick off LSN di semua region se-Indonesia,” katanya, Selasa (13/6/2017).

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Rabithah Ma’ahid al Islami (RMI) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu akan melibatkan 1.024 pesantren se-Indonesia.

“Pertandingan sepak bola usia 17 tahun antar pondok pesantren se-Indonesia ini akan melibatkan sebanyak 1.024 pesantren termasuk di Madura,” terang pria yang juga menjabat Ketua Lembaga Kajian dan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PCNU Pamekasan itu.

LSN akan semakin menyemarakkan persepakbolaan di Madura dimana segmentasinya adalah pondok pesantren. Diharapkan, dari pesantren lahir pemain-pemain muda berbakat yang bisa bersaing di level pemain profesional dan klub profesional.

“LSN tahun kemarin membuktikan bahwa pesepak bola dari pesantren juga bisa bersaing karena pelatih U-19 Indra Sjafrie melirik tiga pemain jebolan LSN saat seleksi,” tutup Taufiqurrahman.

Di Madura, saat ini klub profesional sudah ada empat yakni Madura United di Liga 1, Persepam Madura Utama, Perssu Real Madura dan Madura FC yang ketiganya berada di Liga 2. Para klub tersebut diharapkan pula melihat talenta-talenta muda berbakat dari pesantren yang bisa bermain bola secara profesional.

Reporter: Rifqi
Editor: Ahmadi

Pasar Murah Pemkab Sumenep Diserbu Warga

Sumenep, 13/6 (Media Madura) – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa Timur menggelar pasar murah yang ditempatkan di lima titik eks Pembantu Bupati.

“Untuk di Kecamatan Kota, memang kita pusatkan di depan Kantor Disparbudpora atau depan museum,” kata Bupati Sumenep, A Busyro Karim.

Dia mengatakan, data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Sumenep, dibulan terakhir, kelompok bahan makanan mengalami inflasi tertinggi yaitu sebesar 1,89 persen, dan Sumenep melampaui Provinsi dan Nasional.

Sehingga, untuk mengantisipasi inflasi tersebut inflasi lebih besar di bulan berikutnya, Pemkab mengadakan pasar murah sembako, terlebih saat ini menjelang lebaran.

“Tujuannya kan untuk membantu meringankan beban masyarakat yang tidak mampu dalam memenuhi kebutuhannya di bulan ramadan dan menjelang hari raya Idul Fitri. Jadi, saya berharap ini tepat sasaran,” terangnya.

Pantauan mediamadura.com di lokasi, tak butuh waktu lama pasar tersebut langsung ramai, tak lama setelah dibuka, warga pada berdatangan menyerbu stan-stan yang sudah berjejer. 

Dengan potongan harga 25 persen tetapi kualitas dan kuantitasnya sama, otomatis kegiatan tahunan itu menjadi jujukan warga, baik mereka yang sudah pegang kupon maupun yang tidak. 

Sembako yang dijual di pasar murah tersebut diantaranya, beras jenis ikan paus seharga Rp 37 ribu per 5 kilogram, minyak goreng Sania Rp 10 ribu per kilogram, gula pasir Rp 10 ribu per kilogam dan sirup Marjan seharga Rp 14 ribu per botol.

“Yang jelas sangat senang mas ada pasar murah seperti ini, sangat membantu buat kami,” kata Dewi, salah seorang warga yang datang ke lokasi. 

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

Mahasiswa Gugat Perda Parkir Berlangganan ke DPRD Sumenep

Sumenep, 13/6 (Media Madura) – Mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Aliansi Rakyat Menggugat (GERAM) menggelar unjuk rasa di depan kantor Depan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep, Jawa Timur, Selasa (13/6/2017).

Aksi yang dimotori Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) itu menggugat Peraturan Daerah (Perda) nomor 2 tahun 2012 tentang Retribusi Umum Parkir Berlangganan.

Menurut mereka, Perda tersebut tidak sesuai dengan nilai-nilai dasar negra, bahkan cenderung hanya menjadi tameng untuk merampas hak rakyat. 

“Kami minta Perda itu dihapus, karena selama kurun waktu 5 tahun, aturan itu hanya dijadikan temeng untuk merampas uang rakyat,” kata Korlap aksi Sri Gandhi.

Selain menggugat ke wakil rakyat, para aktifis menunjut Kejaksaan Negeri Sumenep untuk segera melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap dugaan kasus korupsi parkir berlangganan sejak tahun 2012 hingga 2017.

“Termasuk pemerintah jangan apatis terhadap kendaraan yang parkir sembarangan, karena mengganggu pengguna jalan yang lain,” tandasnya.

Mereka yang mengawali demonya dengan aksi teaterikal dan aksi bisu ditemui langsung anggota Komisi III, diantaranya Dulsial, Dwita Andriyani dan juga Juhari.

“Kami mengapresiasi kedatangan mahasiswa. Tetapi soal penilaian adanya kasus korupsi parkir langganan, ini tidak ada indikasi, apabila ada indikasi, pasti akan kami tindak lanjuti,” tegas Dulsiam. 

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

PJU Sampang Berkarat, Penggunaan Dana Rp 9,2 Miliar Dipertanyakan

Sampang, 13/6 (Media Madura) – Banyak Penerangan Jalan Umum (PJU) di wilayah Kota Sampang tak layak pakai seperti berkarat dan tak berfungsi. Salah satunya, PJU di kawasan Jalan Makboel Kelurahan Polagan Kecamatan Kota Sampang.

Masyarakat sekitar resah karena lampu pemerintah tersebut kerap mati di malam hari yang seharusnya menerangi pemukiman warga. Padahal, selama ini PJU merupakan wewenang Dinas Perhubungan Sampang mempunyai dana sebesar Rp 9.252.360.000 diperuntukkan sebagai program pengelolaan dan pengembangan.

“Kadang di malam hari mati dan di siang hari hidup, kenapa tidak ada perawatan hingga dibiarkan begini. Nah, kemana anggaran Rp 9,2 miliar itu kok gak jelas peruntukannya,” ucap Aziz warga Kelurahan Polagan, Selasa (13/7/2017).

Terpisah, Kepala Bidang Perhubungan Darat Dishub Sampang Eko Heriyanto, mengakui jika dana Rp 9,2 miliar itu menjadi program di tahun 2017. Dari dana Rp 9.252.360.000 untuk tiga kegiatan. Diantaranya, untuk penambahan PJU senilai Rp 1.400.000.000, pemeliharaan PJU Rp 952.360.000, dan penyediaan jasa rekening PJU mencapai Rp 6.900.000.000.

“Kalau penambahan PJU masih dalam perencanaan. Ada lima paket penambahan PJU di empat kecamatan. Yakni, Kecamatan Sampang, Pangarengan, Sreseh, dan Tambelangan. Penambahan PJU ada yang PL ada yang lelang. Sekarang masih menunggu hasil perencanaan dari konsultan perencana tuntas dulu,” kata Eko.

Dia menyebutkan, penambahan PJU di Kecamatan Pangarengan dianggarkan Rp 180 juta, Tambelangan Rp 200 juta, dan Sreseh Rp 180 juta. Sementara untuk Kecamatan Sampang terdapat dua lokasi yang direncanakan. Yakni, Jalan Makboel Rp 320 juta, dan penambahan PJU di daerah rawan banjir Rp 380 juta. Totalnya Rp 1.260.000.000 dan tersisa Rp 140 juta.

”Sisa anggaran kami gunakan untuk gaji pegawai dan biaya konsultan perencana serta konsultan pengawas. Masa perencanaan kemungkinan tuntas setelah Lebaran,” ujarnya.

Ditanya anggaran sebesar Rp 952.360.000 sebagai dana pemeliharaan. Eko terkesan enggan menjelaskan secara detail. Dia tidak memberikan keterangan mengenai penggunaan anggaran dan lokasi PJU yang mendapat pemeliharaan.

Tak hanya itu, ia juga enggan menjelaskan perincian penggunaan anggaran. Dia berkelit ada banyak item yang dianggarkan dalam kegiatan pemeliharaan PJU.

Sedangkan, kegiatan rekening PJU senilai Rp 6.900.000.000 untuk membayar tagihan listrik kepada PLN. Pembayaran rekening listrik sekitar Rp 200 juta per bulan.

”Naik turun, sesuai dengan pemakaian di lapangan. Rekening listrik PJU ini juga termasuk traffic light,” terangnya.

Tahun depan mungkin ada penambahan. Sebab, di ruas jalan kabupaten yang terletak di Kecamatan Pangarengan dan Omben terdapat penambahan PJU yang dibangun BPWS.

”Saat ini rekening listrik masih dibayar BPWS. Tapi, tahun depan sudah menjadi tanggung jawab kami untuk membayarnya,” tandasnya.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Fantastis..! Untuk THR PNS, Pemkab Sumenep Kuras APBD Rp 40 Miliar

Sumenep, 13/6 (Media Madura) -Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa Timur harus merogoh kocek yang cukup dalam untuk memberi Tunjangan Hari Raya (THR) atau gaji ke 14 para PNS. 

“Total anggaran untuk gaji ke 14 bagi PNS di lingkungan Pemkab Sumenep tahun ini sekitar Rp 35 sampai 40 milyar,” ungkap Kepala Badan Pengelolaan, Pendapatan, Keuangan, dan Aset Daerah (BPPKAD) Sumenep, Didik Untung Samsidi, Selasa (13/6/2017).

Di Kabupaten Sumenep, ada sekitar 9.635 PNS yang akan diberikan tunjangan, tidak hanya gaji ke 14 tapi juga gaji ke 13.

“Kalau tidak ada perubahan, Insya Allah gaji ke 14 itu akan dicairkan pada minggu ini, sedangkan untuk gaji ke 13 masih awal Juli,” ucapnya.

Didik menerangkan, sesuai dengan peraturan yang berlaku, besaran gaji ke 14 dan ke 13 sama dengan satu kali gaji pokok PNS.

“Kenapa gaji ke 14 cair lebih dulu, karena gaji ke 14 itu memang diperuntukkan tunjangan hari raya PNS,” tukasnya. 

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

DPRD Pamekasan Desak Satpol PP Gencarkan Razia Warung Makan

Pamekasan, 13/6 (Media Madura) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur mendesak Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) setempat untuk gencar melakukan razia warung makan yang buka siang hari selama bulan Ramadan.

Desakan itu disuarakan Ketua Komisi I DPRD Pamekasan Ismail. Ia meminta penegak perda tidak hanya melakukan razia satu kali, pasalnya selama ini masih banyak warung makan yang tetap buka dan lolos dari pengawasan Satpol PP.

“Coba kalau memang cari warung makan jangan hanya di wilayah perkotaan,” kata Ismail, Selasa (11/6/2017).

Menurut Mantan aktifis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Pamekasan itu, banyak laporan bahwa masih banyak warung buka di siang hari, bahkan informasinya tidak pernah didatangi penegak perda itu.

“Di warung kecil masih ada bahkan ada yang nekat buka di rumahnya,” terangnya.

Sementara Kasi Penyelidikan dan Penyidikan Satpol PP Pamekasan, Yusuf Wibiseno mengaku telah melakukan razia warung makan selama bulan Ramadan, dalam razia tersebut ia sudah menutup paksa warung yang tetap mokong buka siang hari.

“Aturan yang diperbolehkan buka mulai pukul 14.00 WIB. Dan itu untuk melayani orang yang mau buka puasa. Ketentuan itu berdasarkan pada Peratuan Daerah (Perda) nomor 5 tahun 2014 tentang penertiban kegiatan di bulan Ramadan,” katanya.

Dalam razia di bulan ramadan, tambah Yusuf, petugas mendapati dua warung makan yang buka di siang hari. Yaitu warung makan di Jalan Raya Tlanakan Depan Mako Koramil dan di Selatan RSUD dr Slamet Maryodirdjo.

Reporter: Rifqi
Editor: Ahmadi

Bulat Nyabup di Pamekasan, Kholilurrahman Berharap Rekom PKB

Pamekasan, 13/6 (Media Madura) – Dr KH Kholilurrahman, sudah bulat maju sebagai calon Bupati (Cabup) Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018 mendatang, meski demikian ia berharap Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) merekomnya.

Menurut mantan Bupati Pamekasan 2009-2013 itu, wacana rekomendasi DPP PKB sudah jatuh pada salah satu kader namun hal itu masih tanda tanya besar, oleh karenanya ia berharap surat rekom jatuh pada dirinya.

“Rekom PKB, ibarat anak muda sebelum janur kuning melengkung masih tidak ada yang punya, tidak ada salahnya berharap,” katanya, Selasa (13/6/2017).

Diakui oleh anggota DPR RI itu, keberanian dirinya maju sebagai kandidat Cabup Pamekasan 2018-2022 itu atas banyak pertimbangan, salah satunya banyaknya permintaan masyarakat.

“Selain survey menunjukkan nilai yang positif, saya selalu diminta oleh rakyat untuk kembali memimpin Pamekasan,” tambahnya.

“Apapun kalau bersama rakyat saya selalu siap,” sambungna.

Diakui oleh Kholil, saat ini dirinya memang belum memastikan Partal Politik (Parpol) yang akan dijadikan kendaraan, namun sudah ada beberapa Parpol yang sudah siap mengusung.

“Parpol yang satu barisan sudah ada, ada pendukung lama, ada yang tahun kemarin tidak mendukung sekarang mendukung dan ada pendatang baru,” tutupnya.

Reporter: Rifqi
Editor: Ahmadi