Beranda blog Halaman 951

Mega Proyek Lintasan Atlet di Stadion Pamekasan Terancam Molor

Pamekasan, 12/7 (Media Madura) – Mega Proyek Lintasan Atletik bernilai milyaran rupiah di sisi lapangan Sepak Bola Stadion Gelora Ratu Pamelingan (SGRP) di Desa Ceguk, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan, Madura, Jawa Timur, terancam tidak selesai tahun ini.

Kepala bagian (Kabag) Layanan Pengadaan Barang dan Jasa Setda Pamekasan, Rahmat Kurniadi Suroso mengatakan, terancam molornya pekerjaan tersebut karena hingga memasuki triwulan ketiga belum dilakukan pelelangan. Bahkan, baru akan dimulai lelang tahap kedua, karena lelang pertama gagal lantaran tidak ada rekanan yang memenuhi syarat untuk mengerjakan proyek tersebut.

“Dalam lelang pertama terdapat dua rekanan, yaitu PT. Rukun Jaya Madura Group dan Betania Prima. Namun, keduanya tidak lolos karena tidak memenuhi syarat,” katanya, Rabu (12/7/2017).

Dijelaskan oleh Rahmad, satu rekanan dari PT. Rukun Jaya Madura Group karena perihal teknis, yaitu jangka waktu pelaksanaan 180 hari kalender melebihi batas dari yang ditentukan dalam adendum dokumen pengadaan, sedangkan Betania Prima tidak lolos karena kualifikasi, yaitu tidak melampirkan ISO 9001, ISO 14001 san OHSAS 18001, pada formulir isian kualigikasi elektronik.

“Jadi, karena kedua rekanan tidak ada yang memenuhi syarat, secara otomatis gagal lelang,” tambahnya.

Untuk itu, kegiatan dengan anggaran Rp 6,2 milyar itu akan dilelang ulang. Pihaknya berharap dilelang kedua bisa mendapatkan rekanan yang memenuhi syarat mengerjakan lintasan tersebut.

“Kami harap ada rekanan yang bisa melengkapi persyaratan untuk bisa dilelang sehingga bisa lekas dikerjakan dan selesai,” harap Rahmad menutup percakapan.

Reporter: Rifqi
Editor : Arif

Imingi Pekerjaan Proyek, Oknum PNS Sampang Tilap Uang Sipil Rp 300 Juta

Sampang, 12/7 (Media Madura) – Seolah tidak ada habisnya, kasus penipuan dengan modus iming-iming jatah pekerjaan proyek yang dilakukan oknum PNS di Sampang. Usai Djatmiko, salah satu PNS di OPD Sampang tersandung kasus tersebut dan sudah ditahan.

Kini, seorang PNS Sampang bernama Hendry Ibni Irawan diduga melakukan penipuan terhadap warga sipil. PNS yang menjadi staf di Dinas PU Binamarga Sampang itu dikabarkan meminjam uang hingga Rp 300 juta dengan dalih sebagai syarat uang pelicin atau bayar terlebih dahulu.

Korban adalah Sri Aprilna Murnilawati warga Jalan Selong Permai. Ia dijanjikan pekerjaan paket proyek oleh Hendry kepada suaminya.

“Saya dijanjikan proyek sejak tiga tahun lalu, tapi sampai saat ini tidak ada kejelasan, apalagi baru-baru ini masih diminta Rp7 juta lagi sama Hendry,” ujar Sri Aprilna Murnilawati, Rabu (12/7/2017).

Sri Aprilna Murnilawati akrab disapa Ati, menuturkan merasa dikibuli oleh Hendri, dirinya sudah berulang kali mencoba mendatangi rumah dan kantornya namun tak pernah bertemu. Bahkan, ketika meminta keterangan kepada pimpinan Hendri seperti Kepala Bidang dan Kepala Seksi tidak bisa memberikan penjelasan.

“Ditemui dan dicari selalu tidak ada, di kantornya juga begitu. Tapi kenapa absen kehadiran selalu ada, ini penipuan,” katanya.

Untuk itu, jika pihak Hendry tak mau bertanggung jawab dan ada ikhikat baik, keluarga Ati berencanaa akan menempuh jalur hukum. 

Terpisah, Bupati Sampang Fadhilah Budiono mengaku kaget dengan peristiwa itu. Mengingat, kasus penipuan dengan modus pekerjaan proyek yang menyangkut oknum PNS kembali terjadi di lingkungan Pemkab Sampang.

“Siapa itu, Hendry lagi,” kagetnya ditanya wartawan.

Fadhilah menyampaikan Hendri diketahui memang sering membuat masalah. Sehingga, pihaknya akan memerintahkan Sekkretaris Daerah untuk memeriksa kembali di Inspektorat. 

“Sampai sekarang itu Kepala Dinasnya tidak pernah melapor, harusnya dilaporkan kepada kami, sudah pernah mau disidik anak itu,” ungkapnya. 

Dirinya mengimbau, kepada masyarakat Sampang untuk tetap berhati-hati mengenai penipuan dengan modus menjanjikan pekerjaan proyek terlebih itu dilakukan oleh oknum PNS nakal.

Reporter : Ryan Hariyanto
Editor : Arif

Harga Garam Naik, Petani di Sampang Tak Bisa Produksi

Sampang, 12/7 (Media Madura) – Harga garam saat ini melambung naik. Namun, bukannya memperoleh keuntungan, para petani garam justru mengaku kesulitan mendapatkan garam, sehingga tak bisa memproduksi garam pada musim garapan tahun ini.

Hal itu diungkapkan Ketua Asosiasi Petani Garam Republik Indonesia (APGRI) di Sampang, H. Jakfar Shodiqin, dalam rapat kerja petani garam nasional di kantor aula Pemkab Sampang, Madura, Jawa Timur, Rabu (12/7/2017), pukul 11.00 WIB.

Ia mengatakan, harga garam rakyat saat ini sudah mencapai Rp 3.500 per kilogram atau Rp 3,5 juta per ton. Harga ini tak seperti biasanya yang hanya berkisaran Rp 700 per kilogram.

“Kalau harga dibilang cukup tinggi, cuman barangnya (garam-red) ini yang susah atau tidak ada,” kata Jakfar, Rabu (12/7/2017).

Jakfar menjelaskan, terjadinya lonjakan harga disebabkan hampir tidak adanya produksi garam khususnya Pulau Madura yang merupakan daerah terbesar hasil produksi garam. Apalagi, stok garam di wilayah Kabupaten Sampang sudah habis.

Kelangkaan produksi garam menyusul adanya musim anomali selama tahun 2016 hingga membuat proses pengolahan tambak garam yang dilakukan petani selalu gagal. Bahkan, untuk mencukupi kebutuhan produksi garam Indonesia terpaksa mengimpor garam sebanyak 75 ribu ton.

“Tapi sudah mulai ada sebagian petani garam masih melakukan panen tahun ini di beberapa spot-spot tambak garam dan itu pun hasil produksinya masih sekitar 50 kg sampai 1 ton,” jelasnya.

Jakfar menyampaikan, produksi garam di Sampang dengan luas areal 4.256 hektare selama 2 tahun terakhir mengalami penurunan. Di tahun 2015 mencapai 300 ribu ton, selanjutnya tahun 2016 hanya sekitar 5 persen yaitu mencapai 15 ribu ton. Untuk itu, target tahun 2017 ini produksi garam sebesar 240 ribu ton.

Selain itu, luas areal produksi garam di Pulau Madura di antaranya, Kabupaten Sampang seluas 4.256 hektare, Kabupaten Bangkalan 200 hektare, Pamekasan 888 hektare, dan Sumenep 1.500 hektare.

Sementara itu, Bupati Sampang Fadhilah Budiono saat dikonfirmasi, membenarkan anjloknya produksi garam di Kabupaten Sampang sepanjang 2016 lalu hingga tahun ini.

Dia berharap, dalam rapat kerja tersebut bisa mencetuskan solusi terbaik bagi petani garam. Termasuk pengajuan bantuan biomembran, stabilitas harga garam, produktifitas dan kualitas garam.

“Tidak menutup kemungkinan usulan kebutuhan bantuan petani garam dimasukkan di APBD 2018,” tutupnya.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Zainol

Polisi Gerebek Transaksi Sabu di Sebuah Rumah Kontrakan di Sumenep

0

Sumenep, 12/7 (Media Madura) – Busamin (49), warga Dusun Lojikantang, Desa Kalianget Barat, Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur kini harus mendekam di balik jeruji polres setempat.

Itu ganjaran atas perbuatannya yang berani bermain-main dengan barang haram, bernama narkoba. Pria yang diketahui pengangguran ini ditangkap kepolisian setempat, Rabu (12/7/2017) dini hari.

“Tersangka kami tangkap di rumah kontrakan yang ditempati Andi, di Dusun Lojikantang, Desa Kalianget Barat,” kata Kabag Humas Polres Sumenep, AKP Suwardi dalam rilisnya.

Dijelaskan, kepolisian awalnya mendapat Informasi, jika terlapor sering melakukan transaksi sabu. Atas informasi itu polisi melakukan penyelidikan dengan memantau aktivitas terlapor.

“Saat kami mendapat informasi valid, kalau terlapor memiliki stok atau persediaan sabu dan akan terjadi transaksi. Maka, petugas langsung melakukan penggeledahan di rumah kontrakan yang dijaga oleh terlapor, sementara Andi sedang mudik ke Kediri,” bebernya.

Dari penggerebekan itu, polisi juga berhasil mengamankan barang bukti, berupa 3 kantong plastik clip kecil berisi sabu-sabu berat kotor masing-masing 0,68 gram, 0,36 gram dan 0,3 gram. Total 1,38 gram.

Kemudian uang hasil penjualan Rp 200.000, 1 unit HP merek Samsung warna hitam, tempat minyak rambut merek Gatsby (sebagai tempat penyimpanan sabu) serta kotak bekas biskuit warna coklat (juga untuk menyimpan sabu).

Terlapor serta barang bukti kini sudah dibawa ke Satreskoba Polres Sumenep, guna kepetingan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.

“Sementara tersangka terancam penerapan Pasal 114 ayat (1) subs Pasal 112 ayat (1) UU No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika,” pungkas Suwardi.

Reporter: Rosy
Editor: Zainol

14 Juli, Calon Pengganti Dane Milovanovic Tiba di Madura

0

Pamekasan, 12/7 (Media Madura) – Madura United mengaku sudah menemukan calon pemain pengganti Dane Milovanovic. Bahkan, sang pemain dikabarkan akan tiba di Pulau Garam, 14 Juli mendatang.

Dikutip dari situs resmi Madura United, pemain tersebut berasal dari Australia, sama seperti Dane. Dia mantan pemain U-17 dan U-20 Australia. Pernah bermain untuk Adelaide dan Bengaluru FC.

“Pemain ini usianya 30 tahun,” kata Manajer Madura United, Haruna Soemitro.

Namun, Haruna Soemitro, masih enggan menyebutkan identitas sang pemain lebih lanjut. Haruna, sengaja tidak memberitahukan nama pemain incarannya, karena mungkin ingin memberikan kejutan kepada fans Madura United.

“Kita tunggu saja kedatangannya. Yang pasti kami harus mengetahui kualitasnya saat bersama tim ini nanti,” jelasnya.

Perburuan pemain pengganti Dane ini terbilang berlangsung cepat. Kondisi ini tidak seperti Madura United waktu melakukan seleksi pemain untuk mengisi slot pemain asing Asia beberapa tahun lalu.

Madura United sendiri harus rela kehilangan jasa Dane lebih awal atau sebelum putaran pertama Liga 1 berakhir. Dane dinyatakan menderita gangguan mental. Kini Dane berjuang untuk sembuh dari penyakitnya di negaranya.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Empat Koalisi Partai Sama-sama Usung Calon, Begini Penjelasannya

Pamekasan, 7/7 (Media Madura) – Empat pimpinan Partai Politik, yakni Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Golongan Karya ( Golkar) dan Partai Amanat Nasional (PAN), memutuskan untuk membuat poros perubahan pada Pilkada Kabupaten Pamekasan tahun 2018 mendatang.

Masing-masing partai dalam poros politik baru ini bersepakat mengajukan kader terbaiknya untuk diusung pada Pilkada Kabupaten Pamekasan tahun 2018 mendatang.

Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Pamekasan, A Agus Sujarwadi menuturkan, dari empat nama yang diusulkan, nantinya akan dilakukan survey dan survey tertinggi akan menjadi perioritas calon bupati.

“Jadi tidak semuanya maju, nanti hanya akan mengerucut kepada dua nama,” kata Agus yang namanya masuk dalam bursa calon Bupati Pamekasan ini.

Selain itu, kata dia, keempat nama yang telah dilakulan survey itu akan disampaikan kepada ulama dan hasilnya akan menjadi pertimbangan penyusunan komposisi calon bupati-calon wakil bupati.

Seluruh partai dalam koalisi tersebut telah bersepakat untuk terus bersama-sama mengawal kesepakatan tersebut hingga Pilkada nanti.

Hal senada juga disampaikan ketua DPC Partai Bulan Bintang (PBB) Suli Faris, berdasarkan kesepakatan bersama, empat nama yang diusulkan oleh masing-masing partai merupakan kader terbaik berdasarkan keputusan internal partai masing-masing.

Tetapi, kata pria yang saat ini menjabat sebagai wakil ketua DPRD Pamekasan ini, dalam politik, komposisi bukan hanya di calon bupati atau calon wakil bupati, tetapi juga di ruang-ruang lainnya.

“Tetapi terkait ini nanti kita bicarakan lebih lanjut, yang penting empat partai ini tetap solid dan kita akan menggelar pertemuan dalam beberapa hari kedepan untuk menyusun konsep pembangunan Pamekasan,” tuturnya.

Poros perubahan ini, kata Suli yang sudah tiga periode menjabat sebagai anggota DPRD Pamekasan, diciptakan atas keinginan besar masyarakat yang menginginkan perubahan kekuatan politik baru.

“Kami juga melihat ada keinginan dari masyarakat untuk berubah, masyarakat menginginkan suasana baru, sehingga poros ini tercipta,” katanya kepada wartawan saat ditemui di kantornya. Selasa (12/07/2017) siang.

Seperti diketahui, koalisi poros perubahan ini merupakan koalisi besar, sebab mempunyai sebanyak 17 kursi dari 45 kursi di DPRD Pamekasan. Dengan rincian, PBB sebanyak 5 kursi, PAN 5 kursi, Golkar 4 kursi dan Gerindra 3 kursi.

Reporter : Arif
Editor : Zainol

Pelatih Persepam Optimis Timnya Bawa Pulang Poin dari Bantul

0

Pamekasan, 12/7 (Media Madura) – Pelatih Persepam Madura Utama (Persepam MU) Rudy William Kaltjes optimis tim besutannya bisa membawa pulang poin saat bentrok PSIM Jogyakarta dalam lanjutan liga 2 grup 5 di Stadion Sultan Agung, Bantul, Rabu (12/7/2017) sore.

Menurut pelatih berdarah Belanda-Madura itu, meski kondisi fisik para pemain saat ini masih tidak seratus persen baik, namun ia yakin bisa memenangkan pertandingan minimal skor sama.

“Pertandingan nanti is oke, memang fisik juga sisi psikologis pemain kurang, tapi saya yakin akan mengakhiri pertandingan dengan baik,” katanya, Rabu (12/7/2017).

Pada pertandingan nanti diakui oleh Rudy, banyak yang menilai akan menjadi keuntungan bagi PSIM Jogyakarta. Pasalnya, saat ini tim berjuluk Laskar Sapeh Ngamok itu dinilai tengah mengalami kelelahan akibat jadwal padat yang dilakoninya.

“Bayangkan saja, tim kemarin harus menempuh perjalanan 1176.47 km atau membutuhkan waktu 8 jam, soal kelelahan memang benar,” tambahnya.

Namun, hal tersebut lantas tidak membuat Opa Rudy sapaan akrabnya akan melepas pertandingan tersebut begitu saja. Apalagi timnya butuh kemenangan, untuk memperbaiki posisi mereka di tabel klasemen.

“Dibandingkan PSIM, kami tidak memiliki waktu yang ideal untuk recovery kondisi fisik. Jelas hal ini bukan alasan untuk saya melepas pertandingan begitu saja, saya punya pemain hebat dan profesional untuk meraih poin di Bantul,” tegas Rudy.

Reporter: Rifqi
Editor: Zainol

Madura United Hijrah Lagi, Mereka Bakal Jamu Persiba dan PSM Makassar di SGB

0

Pamekasan, 12/7 (Media Madura) – Madura United masih menyimpan dua laga kandang sebelum putaran pertama Liga 1 selesai. Yakni, melawan Persiba Balikpapan dan PSM Makassar.

Menurut Manajer Madura United, Haruna Soemitro, untuk menggelar dua laga itu, pihaknya akan menggunakan Stadion Gelora Bangkalan (SGB) sebagai markas Laskar Sape Kerrab. Artinya, mereka hijrah lagi dari Pamekasan.

“Setelah berdiskusi dengan tim pelatih, dua pertandingan kandang di akhir putaran pertama ini, melawan Persiba Balikpapan dan PSM Makassar akan kami gelar di Bangkalan,” tegas Haruna.

Hal itu ia lakukan untuk menyesiasati padatnya jadwal pertandingan yang bergulir di bulan Juli atau menjelang berakhirnya putaran pertama Liga 1.

“Jadwal yang sangat padat di bulan Juli ini menjadikan kami harus menjaga kondisi fisik dan kebugaran pemain,” jelas Haruna.

Keputusan pindah home base ke Bangkalan, imbuh Haruna, juga sudah mendapat restu sang pemilik klub, Achsanul Qosasi.

“Presiden klub juga mengizinkan atas berbagai pertimbangan tim,” ungkapnya.

Apalagi, Haruna menambahkan, untuk yang pertandingan melawan PSM juga ada alasan lain, karena Persepam yang merupakan klub peserta Liga 2 juga main di Pamekasan dengan jam kick off hampir bersamaan.

“Komitmen kami, jika klub milik Pemkab Pamekasan memiliki jadwal bertanding kami yang akan memilih tempat lain, ” pungkas Haruna.

Selain menyimpan dua laga kandang, Madura United juga masih menyisakan dua laga tandang, menghadapi Bhayangkara FC dan Barito Putera.

Berikut 4 pertandingan Madura United sebelum putaran pertama Liga 1 2017 berakhir.

Bhayangkara FC vs Madura United – Kamis (13/7/2017) – Away

Madura United vs Persiba Balikpapan – Senin (17/7/2017) – Home

Barito Putera vs Madura United – Sabtu (22/7/2017) – Away

Madura United vs PSM Makassar – Sabtu (29/7/2017) – Home

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Pimpinan Fraksi PPP DPRD Pamekasan Akan Dikocok Ulang

Pamekasan, 12/7 (Media Madura) – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur merencanakan akan melakukan kocok ulang pimpinan Fraksi PPP di DPRD.

Sekretaris DPC PPP Pamekasan, Muhsin mengatakan, saat ini yang menjadi titik pembicaraan di internal partai terkait merangkapnya jabatan Mohammad Sahur Abadi, yakni sebagai ketua Fraksi dan Ketua Komisi IV.

“Titik penbicaraan di internal yaitu posisi saudara Sahur, nanti step by step akan dilakukan reposisi,” katanya, Rabu (12/7/2017).

Namun, Muhsin masih enggan membeberkan kapan dan siapa yang bakal dipersiapkan untuk menggantikan posisi anggota legislatif pemegang suara terbanyak se Pamekasan pada pemilihan legislatif beberapa tahun lalu itu.

“Tunggu saja dulu, kita masih sibuk pada kegiatan di internal DPC,” tambahnya.

Sementara Mohammad Sahur mengakui wacana tersebut, meski menurutnya, rangkap jabatan itu sudah merupakan hal yang biasa dan tidak menyalahi aturan yang berlaku. Karena jabatan sebagai ketua Fraksi itu merupakan kepanjangan tangan dari partai.

“Jabatan sebagai ketua Komisi itu merupakan alat kelengkapan DPRD, jadi itu sangat beda dan tupoksinya juga beda,” ungkapnya.

Namun demikian, mantan aktivis PMII Pamekasan ini mengaku tidak akan melakukan pemberontakan meski jika nantinya wacana penggatian itu jadi kenyataan. Termasuk ketika dirinya nanti diminta untuk memilih sebagai ketua komisi atau ketua fraksi.

“Persoalan mau dikocok ulang atau mau diganti itu hal yang biasa, saya ketua Fraksi di PPP selama 2 tahun lebih, wajar untuk diganti, karena sudah cukup lama apalagi Fraksi PPP itu punya 9 anggota,” tambah sahur.

Sampai saat ini, kata Sahur belum ada pembicaraan resmi di internal Fraksi PPP terkait rencana mengkocok ulang pimpinan Fraksi berlambang Kakbah tersebut.

Reporter: Rifqi
Editor: Zainol

Ismail: Salah Kelola DD-ADD, Kades Siap-siap Hadapi BPK

Pamekasan, 12/7 (Media Madura) – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur meminta kepala desa (Kades) di 13 kecamatan agar berhati-hati dalam merealisasikan dana desa (DD) atau alokasi dana desa (ADD) dari pemerintah pusat.

Ketua Komisi I DPRD Pamekasan, Ismail mengatakan, jika pengelolaan itu main-main apalagi sampai cenderung merugikan negara, maka siap-siap pemerintah desa menghadapi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI untuk dilakukan audit. Audit tersebut terkait pengelolaan DD melalui Inspektorat untuk mengetahui transparansi keuangan di tingkat desa.

“Satu yang kami minta, agar Kades hati-hati mengelola DD ataupun ADD. Artinya harus betul-betul tepat sasaran,” katanya, Rabu (12/7/2017).

Selama ini, tambah mantan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Pamekasan ini, dirinya bersama dengan Inspektorat sudah melakukan pemantauan terhadap beberapa desa. Dengan dasar beberapa laporan masyarakat.

“Segala bentuk laporan masyarakat kami tindaklanjuti melalui Inspektorat,” tambah Ismail.

Politikus Partai Demokrat itu menjelaskan, jika Kades yang bermain-main dalam mengelola DD atau ADD, maka akan rawan terjerumus dengan persoalan hukum. Sehingga hal itu harus menjadi perhatian kades dengan memanfaatkan dana tersebut untuk pembangunan desa.

“Setiap tahun pengelolaan DD ini akan diaudit, makanya kami minta agar Kades berhati-hati agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, ” pungkas Ismail.

Reporter: Rifqi
Editor: Zainol