Beranda blog Halaman 950

Kalah dari Bhayangkara FC, Gomes: Pemain Kurang Konsentrasi

0

Pamekasan, 13/7 (Media Madura) – Pelatih Madura United, Gomes De Oliviera menyayangkan kekalahan tipis timnya dari Bhayangkara FC pada Kamis (13/7/2017) malam.

Bertanding di Stadion Patriot Bekasi dalam laga pekan ke-14 Liga 1, Laskar Sape Kerrab unggul lebih dahulu melalui Peter Odemwingie. Namun gol balasan Alsan Putra Masat Sanda dan Ilham Udin Armaiyn menutup paruh kedua. Skor 1-2 untuk kemenangan The Gurdian.

“Selamat untuk kemenangan Bhayangkara. Untuk Madura United akan perbaiki kesalahan tadi, kompetisi ini memang berat. Persaingan ketat sekali, semua tim punya kemampuan hampir sama,” ucap Gomes usai pertandingan.

Gomes membeberkan penyebab kekalahan timnya. Menurutnya, Fabiano Beltrame dan kawan-kawan sedikit hilang konsentrasi di babak kedua. Dinilainya, situasi itu menguntungkan Bhayangkara untuk membalikkan keadaan dan menang.

“Kita kurang konsentrasi, dan kita kurang merapat di daerah pertahanan. Sementara Bhayangkara tampil fight di babak kedua,” jelasnya.

Kekalahan ini, imbuh Gomes, juga tidak lepas dari timnya yang kurang tenang dalam melakukan penyelesaian akhir. Padahal, ia merasa, timnya sudah bermain dengan sangat baik selama laga bergulir.

“Finishing touch di babak kedua masih bermasalah. Beberapa peluang terjadi. Kalau kita lebih sabar, mungkin kita dapat kemenangan ini,” ujar Gomes.

Kekalahan ini membuat hasil-hasil laga di luar kandang Madura United semakin buruk. Sebelumnya, mereka kalah dari Borneo FC dengan skor telak.

“Memang sulit (bermain) di luar kandang, harus bekerja keras untuk dapatkan poin,” papar pelatih asal Brasil tersebut.

Sementara itu, pemain Madura United, Guntur Ariyadi, menganggap kekalahan ini karena timnya tengah dijauhi keberuntungan.

“Kita sudah (bermain) maksimal, tapi kita memang masih belum dikasih rezeki. Kita harus lebih maksimal lagi ke depannya,” pungkas Guntur.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Bhayangkara FC Tambah Rentetan Kekalahan Madura United di Luar Kandang

0

Pamekasan, 13/7 (Media Madura) – Kekalahan beruntun dialami Madura United ketika bermain di luar kandang. Terbaru, Laskar Sape Kerrab kalah tipis 1-2 dari tuan rumah Bhayangkara FC.

Sebelumnya, Madura United juga menderita hasil negatif saat bertandang ke markas Borneo FC, pada pekan ke-12 beberapa waktu lalu.

Pada pertandingan yang dihelat di Stadion Patriot Bekasi, Kamis (13/7/2017) malam, dalam laga pekan ke-14 Liga 1, anak asuh Gomes De Oliviera sebenarnya unggul lebih dulu di babak pertama.

Gol Madura United dikemas, sang marquee player, Peter Odemwingie di masa injury time.

Namun, The Guardian mampu membalikkan keadaan di babak kedua. Bhayangkara mampu menjebloskan dua gol ke gawang Madura United yang dijaga Herry Prasetyo. Masing-masing dicetak, Alsan Putra Masat Sanda (72′) dan Ilham Udin Armaiyn (83′).

Dengan kekalahan ini, Madura United harus merelakan posisi di peringkat kedua klasemen sementara kepada Arema FC. Sebaliknya, tambahan tiga poin membuat Bhayangkara FC merangkak naik ke posisi lima.

Susunan pemain:

Bhayangkara FC – Awan Setho Raharjo (PG), Indra Kahfi Ardhiyaksa, Alfin Tuasalamony, Lee Yujun, Paulo Sergio Moreira Goncalves, T.M Ichsan, Alsan Putra Masat Sanda, Guy Junior Nke Ondoua, Ilham Udin Armaiyn, Jajang Mulyana, Thiago Furtuoso Dos Santos

Madura United – Herry Prasetyo (PG), Andik Rendika Rama, Asep Berlian, Fabiano Beltrame, Fachrudin Aryanto, Guntur Ariyadi, Slamet Nurcahyono, Bayu Gatra, Greg Nwokolo, Peter Ozase Odemwingie, Rendy Siregar

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Penerima Rastra di Pamekasan Berkurang

Pamekasan, 13/7 (Media Madura) – Jumlah penerima bantuan beras keluarga sejahtera (Rastra) untuk keluarga kurang mampu di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur pada tahun 2017 berkurang.

Kapala Bagian Perekonomian Setda Pemkab Pamekasan, Basri Yulianto mengatakan, data pada tahun 2017 sebanyak 82.758 keluarga penerima manfaat (KPM), pagu itu berkurang sebanyak 3.639 penerima. Dari jumlah KPM tahun 2016 sebanyak 86.397 keluarga.

“Pengurangan pagu pada program Rastra ini menujukkan adanya peningkatan ekonomi di Pamekasan,” katanya, Kamis (13/7/2017).

Jadi, tambah Basri, keluarga yang dulunya kurang mampu dan mendapat bantuan beras di tahun ini sudah tidak lagi.

“Warga yang sebelumnya dapat, bisa saja sekarang tidak,” tambahnya.

Pendistribusian bantuan Rastra hingga masuk Juli 2017 baru tersalurkan selama 4 bulan, yaitu dari Januari sampai April. Penyaluran itu sedianya setiap bulan. Namun, karena terjadi keterlambatan pada pendistribusian awal, sehingga baru 4 bulan yang terdistribusi.

“Di Pamekasan, penerbitan SPA (surat perintah alokasi) pertama untuk pendistribusian Rastra pada 13 Mei 2017, makanya baru 4 bulan yang bisa didistribusikan pada KPM,” tutup Basri.

Reporter: Rifqi
Editor: Zainol

Mayat Mr X Ditemukan di Perairan Pengeboran PT Santos Sampang

0

Sampang, 13/7 (Media Madura) – Sesosok mayat tanpa identitas ditemukan mengapung oleh nahkoda kapal Tag Boat Mitra Anugrah 6, di perairan selat Madura tepat wilayah pengeboran PT Santos di kawasan Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, pada Kamis (13/7/2017) pukul 09.30 WIB.

Jasad berjenis kelamin laki-laki sekitar berumur 15 tahun itu ditemukan mengenakan baju warna kuning hitam tanpa celana. Mayat Mr X itu pertama kali ditemukan nahkoda kapal TB Mitra Anugrah 6, Arman (47) warga Makasar, Sulawesi Selatan.

“Jasad ditemukan mengapung sebelah kanan kapal di area pengeboran migas PT Santos, mayatnya masih utuh cuman pakek baju saja tanpa celana,” kata Kasat Polair Polres Sampang AKP Hari Siswo, Kamis (13/7/2017) malam.

Hari mewakili Kapolres Sampang AKBP Tofik Sukendar, menuturkan posisi mayat yang mengapung itu saat ditemukan posisi telungkup di bujur lintang 07″16.444 s/113″20.199e.

Usai mengevakuasi jasad, nahkoda kapal berkordinasi dengan polisi dan berhasil bersandar di Dermaga Pelabuhan Branta Pesisir, Tanjung Kecamatan Camplong.

“Informasi terakhir mayat sudah dibawa ke Kabupaten Situbondo, kemungkinan asal daerah sana,” tandasnya.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Zainol

Besok, Pengganti Dane Milovanovic Jalani Tes Kesehatan di Jakarta

0

Pamekasan, 13/7 (Media Madura) – Proses transfer Cameron Watson ke klub barunya, Madura United memasuki fase akhir. Kabarnya, pemain asal Australia itu sekarang sudah berada di Indonesia untuk menjalani tes kesehatan.

Manajer Madura United, Haruna Soemitro mengatakan, Cameron Watson akan menjalani tes kesehatan di Jakarta, Jumat (14/7/2017) besok.

“Cameron Watson akan datang dan tes kesehatan di Jakarta,” kata Haruna.

Madura United sendiri sangat serius memburu pemain anyar setelah mereka dipastikan tidak bisa memakai jasa Dane Milovanovic di Liga 1. Karier Dane bersama Madura United harus terhenti lebih awal. Tentu situasi ini di luar prediksi banyak pihak, utamanya pihak klub.

“Secara adminidtratif kontrak Dane (Milovanovic) kami putus agar bisa melakukan pendaftaran pemain baru. Jika sesuai dengan apa yang disampaikan dokter, kami tetap memprioritaskan Dane musim depan,” Haruna menjelaskan.

Mendengar kabar itu, Dane tidak tersinggung. Justru, Dane mempersilahkan pihak klub merekrut pemain baru guna menggantikan posisinya di Madura United.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada kalian yang telah mau menemui Robie (pengacara Dane.red), dan mendiskusikan situasi saya. Saya ingin yang terbaik untuk tim dengan mempersilahkan mengontrak pemain baru, karena saya belum bisa memberikan 100 persen kemampuan saya untuk tim,” tulis Dane.

Di satu sisi, Madura United menjadi salah satu tim paling sibuk menjelang bursa transfer musim depan. Mereka harus melakukan seleksi pemain untuk mencari pengganti Boubacar Sanogo.

Haruna menyatakan, sudah ada tiga nama pemain yang telah dikantonginya sebagai ganti Sanogo. Namun, ketiganya masih akan dilakukan seleksi.

“Untuk pengganti Dane hanya ada satu nominasi, Cameron Watson. Untuk pengganti Sanogo masih ada tiga nama dan akan diseleksi,” tutup Haruna.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Tim Heri Purnomo ‘Pede’ Rebut Kursi Calon Bupati Sampang

0

Sampang, 13/7 (Media Madura) – Ketua Tim Kemenangan Heri Purnomo, Abdul Hayyi Maskur mengaku optimis mantan Kepala Dinas Pendidikan Sampang itu bisa merebut kursi bupati Sampang periode 2019-2023 di Pilkada 2018 mendatang.

“Insya Allah optimis maju pak Heri dengan posisi calon bupati Sampang,” kata Hayyi ditemui di posko kemenangan Heri Purnomo Jalan Wijaya Sampang, Kamis (13/7/2017).

Tim kemenangan yakin Heri Purnomo dapat rekomendasi dari PKB. Sebab, selama ini kandidat tersebut sudah menjalin komunikasi intens dengan partai berlambang sembilan bintang itu termasuk memberikan keyakinan soal visi misi.

Apalagi, Heri Purnomo juga pernah diusung oleh PKB saat maju pada pilkada Sampang tahun 2012 lalu. Ketika itu, berpasangan dengan calon incumbent, Noer Tjahya dan Heri Purnomo sebagai calon wakil bupati. Namun, mereka disingkirkan oleh pasangan Al Falah (A Fannan Hasib dan Fadhilah Budiono).

“Jadi pak Heri bukan orang asing lagi di Sampang, apalagi latar belakang tokoh birokrasi di bidang pendidikan, termasuk Heri seorang santri sejak kecil di Kediri dan dekat dengan tokoh kiai,” jelasnya.

Soal popularitas dan elektabilitas, lanjut Hayyi, sosok Heri di Sampang dinilai cukup tinggi serta ada tingkat partisipasi masyarakat.

Terpisah, Wakil Ketua DPC PKB Sampang Imam Ubaidillah, menyampaikan akan menyerahkan sepenuhnya kepada DPP PKB tentang keputusan siapa yang diusung sebagai kandidat cabup dan cawabup Sampang 2018.

“Soal rekom dari PKB tunggu DPP, tapi sampai saat ini tidak ada satu pun calon masih diberi rekom, termasuk kader sendiri,” ujar Imam.

Imam merupakan Ketua DPRD Sampang itu, mengakui saat ini sudah banyak kandidat bakal cabup dan cawabup melamar ke DPC PKB Sampang untuk mendapat rekomedasi tersebut dengan melakukan pendekatan.

“Yang jelas, DPC PKB Sampang mendahulukan kader dari pada non kader,” tandasnya.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Zainol

Ditelantarkan RSUD Sampang Hingga Meninggal, Keluarga Pasien Ngamuk

0

Sampang, 13/7 (Media Madura) – Keluarga Ainur Rofiq (18), pasien kecelakaan lalu lintas mengamuk di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sampang, Madura, Jawa Timur. Mereka menganggap pihak rumah sakit telah menelantarkan pasien hingga meninggal dunia.

Keluarga pasien menggebrak meja di ruangan perawat IGD. Petugas medis pun menjadi sasaran kemarahan. Situasi riuh pun semakain pecah, ketika nyawa Ainur tak bisa diselamatkan oleh tim medis.

Menurut Alan Kaisan (35), keluarga pasien Ainur Rofiq, menceritakan kemarahannya berawal ketika Ainur yang tinggal di Dusun Lenteng, Desa Moktesareh, Kecamatan Kedungdung, kritis akibat mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Raya Kedungdung. Ainur dibawa ke RSUD Sampang pada Kamis (13/7/2017) pagi sekitar pukul 09.00 WIB.

Setibanya di rumah sakit plat merah itu, kata Alan, pasien didiagnosa mengalami gagar otak ringan dan harus dirujuk ke rumah sakit Surabaya. Namun, hingga siang hari pukul 12.00 WIB pihak rumah sakit seakan menelantarkan Ainur. Hanya diberi infus dan tidak segera diberikan oksigen sebagai alat bantu pernapasan.

“Pasien harus dirujuk ke Surabaya, tapi justru alat bantu pernapasannya tidak segera diberikan dengan seribu alasan tim medis. Sampai siang pun dalam keadaan darurat hingga pasien kritis, tetap dibiarkan,” ujar Alan.

Pasien meninggal akibat kecelakaan tunggal

Alan menyesalkan sikap rumah sakit yang tidak maksimal melayani pasien dalam keadaan apapun. Terlebih keberadaan tim medis baik perawat yang masih magang maupun dokter sangat kurang sigap menangani pasien.

“Masak ada alasan tim medis bahwa alat pernapasan harus diambil di gudang belakang, ketika langsung dilaporkan ke Direktur RSUD Sampang Titin Hamidah baru dilayani, dokter ahlinya juga tidak standby dan bilang masih sibuk operasi pasien. Keluarga pasien mau jemput dokternya malah tidak mau,” kesalnya.

Hingga kini tak ada satupun keterangan dari tim medis di ruang IGD. Sejumlah awak media sempat mendatangi ruang pimpinan RSUD di lantai II. “Semua sudah pulang Mas,” terang petugas Satpam.

Sementara saat dikonfirmasi melalui saluran telepon, Direktur RSUD Sampang Titin Hamidah menyarankan agar meminta keterangan kepada dr Yuliono selaku Humas.

“Langsung ke Yuliono saja ya, saya masih di luar soalnya,” singkatnya.

Namun sayangnya, Humas RSUD Sampang dr Yuliono tak bisa dihubungi karena nomor yang biasa digunakan bernada sedang sibuk.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Harga Komoditas di Pamekasan Cenderung Turun

Pamekasan, 13/7 (Media Madura) – Harga sembako di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, mengalami kestabilan harga bahkan cenderung turun hingga minggu kedua bulan Juli 2017.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Pamekasan, Bambang Edy Suprapto memaparkan, gula pasir kualitas 1 tetap Rp 13 ribu perkilogram sementara harga beras kualitas 1 terjadi penurunan harga dari Rp 9 dua ratus menjadi Rp 9.167 perkilogram.

“Selain itu jagung saat ini juga mengalami penurunan harga dari semula Rp 5.833 menjadi Rp 5.500 perkilogram untuk jagung pipilan kecil dan Rp 4.833 menjadi Rp 4.500 perkilogram untuk jagung pipilan besar,” katanya, Kamis (13/7/2017).

Bambang lanjut menguraikan, beberapa komoditas lain juga mengalami penurunan yaitu minyak goreng Bimoli semula Rp 26.667 menjadi Rp 26.500 perkilo gram, daging sapi murni KW 1 harganya tetap Rp 100 ribu perkilogram.

“Daging tetap harganya tapi kalau minyaak goreng mengalami penurunan juga,” tambahnya.

Sementara telur ayam broiler semula Rp 19.667 perkilogram naik menjadi Rp 21.000 perkilogram. Telur ayam kampung Rp 37.333 turun menjadi Rp 37.000 perkilogram. Sedangkan telur Itik semula Rp 30.667 naik menjadi Rp 31.000 perkilogram.

Selain itu, harga sayur mayur seperti kubis juga mengalami penurunan dari semula Rp 8.667 perkilogram menjadi Rp 8.333, wortel semula Rp 16.667 menjadi Rp 13.000. Sementara harga tomat tetap Rp 8.000 perkilogram.

Reporter: Rifqi
Editor: Ahmadi

Cuaca Buruk, Permintaan Ikan Tambak di Pamekasan Meningkat

Pamekasan, 13/7 (Media Madura) – Permintaan ikan jenis bandeng dan mujair di daerah pembudidaya ikan tambak Desa Polagan, Kecamatan Galis, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur terus meningkat.

Salah satu pembudidaya di Pamekasan Hodri (37) mengatakan, tingginya permintaan tersebut karena faktor minimnya tangkapan ikan laut, sehingga para konsumen beralih pada ikan tambak.

“Perminntaan dari beberapa hari yang lalu lumayan banyak,” ungkap Hodri, Kamis (13/7/2017).

Dalam sepekan terakhir, kata Hodri, peningkatan harga hingga 20 persen dibanding bulan-bulan sebelumnya, ia bisa menjual ikan bandeng Rp 20 ribu per kilogram, dan ikan mujair Rp 15 ribu per kilogram.

“Lumayan sih, harganya juga ada peningkatan dari hari-hari sebelumnya,” tambahnya.

Sebagaimana diketahui, sepekan terakhir kebanyakan nelayan memilih menambatkan perahunya, karena cuaca di laut kurang bersahabat. Hal itu berpengaruh pada hasil tangkapan ikan laut yang tak memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat.

“Salah satu faktor karena minimnya tangkapan ikan laut akibat faktor cuaca,” tutup Hodri menjelaskan.

Reporter: Rifqi
Editor: Ahmadi

Dua Tahun DD tidak Cair, Dewan Minta Bupati Pamekasan Turun Tangan

Pamekasan, 12/7 (Media Madura) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan, Madura, Jawa Timur, meminta Bupati setempat, Achmad Syafii turun tangan dalam menyelesaikan kasus di Desa Candi Burung, Kecamatan Proppo. Yang dua tahun tidak bisa mencairkan Dana Desa (DD).

Di Desa tersebut kata Ketua Komisi I DPRD Pamekasan, Ismail, selama dua tahun terhitung tahun 2016-2017 tidak bisa mencairkan DD lantaran konflik antara Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dengan Kepala Desa.

“Akibat dari tidak cairnya DD di Desa Candi Burung karena konflik politik internal, makanya Pak Bupati turun tangan,” katanya, Rabu (12/7/2017).

Dalam undang-undang tambah Ismail, aturan bisa mencairkan dana pembangunan desabitu harus ada tandatangan BPD, sementara BPD di Desa tersebut tidak menandatangani itu, sehingga pemerintah daerah tidak bisa mencairkannya.

“Kalau keduanya bisa didamaikan maka bisa untuk dicairkan, kalau begitu terus kan korbannya pembangunan dan rakyat,” tambahnya.

Saat ini, ketua BPD Desa Candi Burung telah dipecat oleh bupati. Namun, kendati demikian, masalah tersebut belum clear, karena hingga hari ini belum bisa dicairkan. Sementara DPRD sendiri sudah memanggil pihak-pihak terkait.

Yang disayangkan oleh politikus Partai Demokrat tersebut, jika masalah itu terus berlarut maka konsekuensinya DD hangus.

“Solusinya Bupati harus turun tangan sebagai penanggung jawab pemerintahan daerah,” tandas Mantan Aktifis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Pamekasan itu.

Reporter: Rifqi
Editor : Arif