Beranda blog Halaman 1118

Disperindag Sampang Diwarning Soal Pembebasan Lahan Pasar Sapi

Sampang, 6/1 (Media Madura) – Dinas Perindustrian Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sampang memasuki awal tahun 2017 ini mulai diingatkan para wakil rakyat untuk segera mengambil langkah cepat untuk mencari lahan penempatan pasar sapi.

Sebab, berdasarkan kesepakatan awal pemerintah setempat dengan pemilik lahan, pengalihan pasar sapi yang berada di Jalan Syamsul Arifin yang sifatnya menyewa hanya berlaku pada akhir tahun 2017.

”Anggaran pembelian lahan untuk pasar sapi baru sudah dimasukan ke APBD tahun 2017 dengan anggaran Rp 10 miliar,” jelas Anggota Komisi II DPRD Sampang Samsul Arifin, Jumat (6/1/2017).

Dirinya berharap dinas terkait segera mencari lahan pasar sapi baru, karena anggaran pembebasan lahan pasar sapi sudah dipersiapkan. Urusan lokasi pasar tidak menjadi persoalan, asalkan lokasinya harus reprsesntatif dan strategis, minimal akses menuju lahan pasar sapi tidak menyulitkan pedagang maupun pembeli.

Samsul menyampaikan, berdasarkan kesepakatan awal, masa berlaku pengalihan pasar sapi berakhir tahun 2017. Oleh sebab itu, sebelum masa sewa berakhir, diseperindag sudah menemukan lahan yang akan dijadikan pasar sapi baru.

”Kan anggaranya sudah dipersiapkan, jadi tinggal keseriusan Disperindag merealisasikan anggaran ini, dan perlu diketahu jika pembebasan lahan pasar sapi ini bersifat mendesak,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Disperindag Sampang Wahyu Prihartono mengaku belum bisa berbuat banyak. Sebab, ia masih baru menjabat di Disperindag. Namun yang jelas ia akan segera bergerak cepat dan bekerja sesuaii tugas dan fungsi sebagai Kepala Disperindag, termasuk merelisasikan anggaran pasar sapi baru.

”Karena saya baru menjabat tentu perlu koordinasi dulu mas, yang jelas acuan dalam merealisasikan sesuai APBD tahun 2017,” pungkasnya.

Penulis: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Akankah Program SKD Lebih Efisien Dibandingkan BPJS

0

Sampang, 6/1 (Media Madura) – Ketua Komisi IV DPRD Sampang Amin Arif Tirtana mengatakan tidak semua masyarakat miskin di-back up oleh jaminan kesehatan BPJS akibat minimnya APBD Sampang. Sehingga, dengan kondisi itu pihaknya memiliki gagasan untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat miskin dengan mengalokasikan anggaran sebesar Rp 5,28 miliar.

“Kita sudah mempersiapkan sekitar 15.000 jiwa dengan mendahulukan orang yang tidak mampu atau masyarakat yang belum tercover oleh BPJS,” kata Amin Arif Tirtana, Jumat (6/1/2016).

Ia juga mengatakan khusus program tersebut nantinya banyak di titik beratkan kepada mereka yang berkategori tempat tinggal tidak tetap (T4) atau mereka yang tinggal di panti asuhan. Karena mereka jelas tidak memiliki NIK atau Kartu Keluarga (KK) jika ingin mendaftarkan ke BPJS.

“Mereka-mereka inilah lebih dulu yang akan mendapatkan perhatian dari Pemkab Sampang,” tambahnya.

Karena itu, di tahun 2017 ini untuk mengakomodir masyarakat miskin yang belum ter-back up layanan kesehatan BPJS, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) bersama DPRD Sampang telah sepakat membuat program baru untuk membantu masyarakat miskin melalui Sistem Kesehatan Daerah (SKD).

Gagasan tersebut disambut pesimis oleh aktivis Aliansi Masyarakat Peduli Pelayanan Publik (AMP3) Kabupaten Sampang Wafi Anas. Ia mengatakan adanya program SKD tidak akan jauh berbeda dengan persoalan yang lama. Yakni, pemilik layanan kesehatan tetap dikenakan biaya sekalipun mempunyai kartu BPJS.

“Masyarakat yang miskin masih akan ada modus baru yang dapat diterapkan nantinya untuk mengelabuhi dan membuat pasien harus masih membayar,” katanya.

Dikatakan Wafi, dari pada membuat program baru, lebih baik sistem yang rusak dalam penerapan BPJS dilakukan pembenahan dan dievaluasi. Mengingat, pelayanan kesehatan BPJS tak pernah memberikan solusi kepada masyarakat.

“Manakala program ini tetap dicanangkan, maka penerapannya harus benar tidak salah sasaran, karena masih banyak masyarakat yang tidak mampu dan harus mendapatkan fasilitas itu, saya harap eksekutif dan legislatif peka akan kondosi dibawah,” tegasnya.

Penulis: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Bayu Gatra Akan Menikah, Madura United Siapkan Hadiah Istimewa

0

Pamekasan, 6/1 (Media Madura) – Madura United FC berencana menggelar pertandingan uji coba melawan warga Ledokombo, Jember, Jawa Timur. Ledekombo merupakan tempat tinggal winger Madura United, Bayu Gatra Sanggiawan.

Presiden Klub, Achsanul Qosasi mengatakan, pertandingan melawam tim lokal Ledokombo sengaja dipersiapkan secara khusus oleh manajemen klub untuk pesta pernikahan Bayu Gatra. Bayu Gatra akan menikah dengan Venty Dwi Pratiwi pada 17 Januari mendatang.

“Kita siapkan hadiah khusus bagi Bayu dengan menggelar pertandingan uji coba di kampungnya,” kata AQ sapaan akrabnya.

Pertandingan uji coba akan digelar pada 16 Januari atau sehari sebelum resepsi pernikahan Bayu Gatra di lapangan Ledokombo, Jember.

“Pertandingan tersebut juga untuk menyapa warga disana yang sebagian besar adalah orang-orang Madura atau tradisi dan bahasanya adalah bahasa Madura,” imbuhnya.

Sementara itu, Manajer Madura United, Haruna Soemitro menuturkan, melawan tim lokal Ledokombo pihaknya tidak hanya menurunkan pemain wajah lama. Madura United dipastikan akan membawa skuad terbarunya yang dipersiapkan untuk musim depan.

“Itu juga bisa menjadi ajang perkenalan para pemain agar makin akrab,” tutup Haruna.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

4 Ribu IKM Sampang Belum Patenkan Produk, Ini Alasannya

0

Sampang, 5/1 (Media Madura) – Memasuki tahun 2017 ini, sekitar 4000 Industri Kecil Menengah (IKM) di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur belum mematenkan produknya.

Hal itu dikarenakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang melalui Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pertambangan (Disperindagtam) setempat berdalih belum dipatenkannya produk IKM tersebut karena minimnya anggaran yang disiapkan untuk IKM Sampang.

Anggota Komisi II DPRD Sampang, Shohebus Sulton mengatakan bahwa apa yang dilakukan oleh Disperindagtam saat ini salah satu bentuk ketidak seriusannya kinerja yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Sampang.

“Kami harap Pemkab Sampang untuk lebih memperhatikan perkembangan sektor industri kecil sebagai penggerak perekonomian di Kabupaten Sampang, salah satunya mengalokasikan anggaran yang lebih besar kepada mitra kerja yang membidangi Industri dan lain sebagainya, itu sebagai penggerak dalam peningkatan perekonomian,” katanya.

Dijelaskan Sulton, bahwa produk IKM yang dimiliki Kabupaten Sampang sangat melimpah namun produk yang dihasilkan masih sulit menembus pasar luar, hal itu dikarenakan belum dipatenkannya produk yang dimiliki, itu dibuktikan dengan banyak penolakan produk yang ada, padahal kualitasnya bagus.

“Kalau ini dibiarkan pada MEA ini, maka kita akan terancam terus tergerus dan kalah dengan produk luar, seperti makanan, minuman dan kosmetik yang mudah ditemukan, karena produk mereka sudah memiliki standarisasi dan sertifikasi yang bagus,” tambahnya.

Dia menuturkan, diperlukan adanya perombakan sistem manajemen, karena manajemen di Kabupaten Sampang masih berpatokan pada sistem tradisional dan tidak mau jika diajak melakukan sertifikasi pada produknya, padahal, harga untuk melakukan sertifikasi halal maupun PIRT cukup terjangkau, yakni untuk setiap produk dikenakan Rp2-3 juta dan sertifikasi harus diperbarui setiap dua tahun.

“Selain masih tradisional, juga karena tidak adanya regulasi wajib dari pemerintah bagi pelaku usaha untuk melakukan sertifikasi halal, padahal itu penting untuk mendongkrak penjualan, salah satunya kerja sama dengan MUI maupun BP POM untuk menekan harga sertifikasi produk,” tegasnya.

Sebelumnya, Disperindagtam Sampang pada tahun 2016 hanya bisa mematenkan produk IKM sebanyak 10 produk dari total produk IKM yang ada di Kabupaten Sampang. Pasalnya, keterbatasan jumlah produk yang dipatenkan tersebut karena minimnya anggaran yang berikan oleh Pemkab Sampang, sehingga pihaknya mengaku kesulitan untuk produk yang paten dan tersertifikasi halal, untuk persaingan pada Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

“Dari anggaran keseluruhan dari APBD Sampang hanya sekitar Rp. 40.000.000, sehingga produk yang kami jukan untuk dipatenkan juga terbatas,” singkat Kepala Disperindagtam melalui Penyuluh Perdagangan dan Perindustrian Muh Irwan Ferdiawan.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Zainol

Dulu Maling, Sekarang 5 PNS Terima Tunjangan Guru Ngaji

Sampang, 5/1 (Media Madura) – Masih ingat kasus penemuan maling yang tercatat sebagai penerima tunjangan guru ngaji pada tahun 2015 lalu. Saat ini, buruknya data penerima tunjangan guru mengaji di wilayah Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, kembali terjadi.

Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Sampang terpaksa membatalkan pencairan tunjangan guru ngaji terhadap 5 penerima yang diketahui berstatus PNS.

“Akan dicoret penerima tunjangan guru ngaji itu, karena sudah tidak memenuhi persyaratan. Anggaran yang sudah disiapkan terpaksa ditahan dan dikembalikan ke kasda,” kata Kepala Dinsos Sampang Mohammad Amiruddin melalui Kabid Sosial Samsul Hidayat, Kamis (5/1/2016).

Dikatakan Dayat sapaan akrapnya, 5 orang PNS yang tidak bisa dicairkan bantuan guru ngaji itu berasal dari wilayah Kecamatan Pangarengan dan Jrengik.

Rinciannya, 1 orang Kecamatan Pangarengan dan Jrengik ada 4 orang. ”Ada 5.995 orang yang menerima bantuan guru ngaji, 5 orang tidak bisa mencairkan karena terkendala persyaratan adiministrasi,” paparnya.

Diketahuinya 5 orang PNS itu setelah adanya verifikasi ulang yang dilakukan Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset (BPPKA) Sampang, terdapat dalam kartu tanda penduduk diketahui berstatus PNS.

”Verifikasi dan Validasi terhadap penerima tunjangan guru ngaji finalnya di BPPKA, ternyata ada yang tidak sesuai persyaratan, jadi tidak bisa dicairkan,” terangnya.

Karena itu, verifikasi dan validasi yang dilakukan oleh kelompok kerja (Pokja) di masing-masing kecamatan terhadap penerima bantuan guru ngaji perlu dievaluasi.

Sebab, dari 6000 penerima tunjangan guru ngaji 5 diantaranya tercatat sebagai abdi negara. Ia juga menambahkan, syarat penerima bantuan guru ngaji itu minimal memiliki santri 10 orang dan bukan berstatus PNS.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Zainol

Hendak Mesum, Dua Pelajar MAN di Pamekasan Digerebek Warga

0

Pamekasan, 5/1 (Media Madura) – Dua remaja yang masih tercatat sebagai siswa di salah satu Madrasah Aliyah Negeri (MAN) di Pamekasan, Madura, Jawa Timur digerebek warga saat hendak melakukan mesum.

Menurut Kasubbag Humas Polres Pamekasan, AKP Osa Maliki, penangkapan pasangan muda-mudi yang sedang dimabuk asmara itu dilakukan di Taman Asri, Kelurahan Kowel, Kamis (5/1/2017) sekitar pukul 09.00 WIB.

“Perbuatan terlarang itu dilakukan saat jam sekolah berlangsung. Keduanya dengan berpura-pura masuk ke dalam kamar kecil,” katanya dalam keterangan persnya pada wartawan, Kamis (5/1/2017) malam.

Menurut Osa, karena warga sekitar curiga dengan keduanya, maka warga kemudian melakukan penggerebekan. Keduanya diarak ke kantor Kelurahan yang selanjutnya dilaporkan ke Babinkamtibmas dan Babinsa setempat.

“Karena warga menduga hendak melakukan perbuatan mesum. Kemudian warga menangkap pelajar tersebut kemudian menghubungi Lurah dan anggota kami dan Babinsa,” tambahnya.

Keduanya masing-masing, yang laki-laki berinisial IP (17) tercatat warga Kecamatan Larangan, sedangkan yang perempuan berinisial NA (18) tercatat warga Kecamatan Galis.

Keduanya setelah menandatangani surat pernyataan, langsung diserahkan ke pihak sekolah agar diberikan peringatan labih lanjut.

Reporter: Rifqi
Editor: Zainol

DPRD Desak Pemkab Segera Perbaiki Tanggul yang Ambruk

Pamekasan, 5/1 (Media Madura) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan, Madura, Jawa Timur mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat, untuk secepatnya memperbaiki tanggul yang ambrul.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Pamekasan Ach Tatang menuturkan, informasi yang diterimanya terdapat dua lokasi tanggul penahan air atau parapet yang rusak karena tidak mampu menampung air, hingga menyebabkan banjir pada Selasa, (3/1/2017) malam.

“Kami minta agar ada penanganan cepat pasca banjir biar warga tidak ketakutan kebajiran lagi,” kata Tatang.

Politisi Partai Golkar itu menambahkan, memang dalam memperbaiki secara permanen butuh proses panjang, karena harus dianggarkan terlebih dulu, baru bisa diperbaiki.

“Setidaknya ada penanganan tanggap dadurat yang bisa dibiayai dari dana tidak terduga tahun ini, sehingga bisa melindungi air agar tidak mudah masuk ke pemukimana warga,” tambah Tatang.

Selasa (3/1) malam, banjir terjadi di Kelurahan Gladak Anyar. Utamanya di Jalan Sersan Mesrul. Ketinggian air di daerah tersebut mencapai 2 sampai 3 meter.

Selain kelurahan tersebut juga Kelurahan Kolpajung, Parteker, Jungcangcang, Patemon, Desa Jalmak dan Laden Kecamatan Kota. Banjir bandang tersebut tercatat terbesar sepanjang sejarah.

Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Panataan Ruang, Totok Hartono belum bisa dikonfirmasi, nomor telepon pribadinya terdengar tidak aktif.

Penulis: Rifqi
Editor: Ahmadi

Angka Kekerasan Anak dan Perempuan di Sampang Meningkat

Sampang, 5/1 (Media Madura) – Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Kabupaten Sampang mencatat angka kekerasan anak dan perempuan mengalami peningkatan selama dua tahun terakhir.

Berdasarkan data dari Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A), jumlah kekerasan seksual pada perempuan dan anak ada 74 kasus di tahun 2016, sedangkan pada tahun 2015 lalu ada 44 kasus.

“Tahun 2016 ini  mencapai 74 kasus yang terdiri dari 48 kasus kekerasan anak dan 26 kasus kekerasan perempuan,” kata Sekretaris P2TP2A Kabupaten Sampang Abi Kusno.

Hasil penelitian P2TP2A, penyebab tinginya angka kekerasan seksual pada perempuan dan anak adalah kurangnya bimbingan orangtua hingga terjerumus kepada arus pergaulan bebas.

Untuk itu, langkah yang dilakukan oleh P2TP2A adalah penanganan trauma konseling kepada para korban. Sebab menurut ahli psikologi, trauma kejahatan seksual sulit disembuhkan.

“Temuan data ini berasal dari jumlah laporan tindak pidana kekerasan terhadap anak yang meliputi penganiayaan dan pemukulan, penelantaran (tidak memberikan nafkah lahir batin) terhadap anak, persetubuhan dan pemerkosaan terhadap anak dibawah umur dan penganiayaan terhadap anak dibawah umur,” jelas Abi Kusno.

Dikatakan Abi, laporan dan temuan itu langsung dilakukan pembinaan, karena anak juga berhak mendapatkan kebabasan yang sama seperti anak pada umumnya. Selain itu, dalam menanggulangi tindak pidana kekerasan tersebut dengan beberapa pendekatan secara persuasif, seperti melakukan penyuluhan dan sosialisasi baik di sekolah, di tempat umum, dan di instansi terkait.

Penulis: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Pelaku Pemukulan Mahasiswa Diduga Oknum Polisi

0

Sumenep, 5/1 (Media Madura) – Berdasarkan ciri-ciri yang sempat dikenali oleh korban beserta rekannya, pelaku pemukulan diduga merupakan oknum anggota kepolisian.

Pasalnya, pelaku diketahui menggunakan motor jenis Yamaha King warna hitam dengan nomor polisi (Nopol) milik anggota kepolisian.

“Kalau dari ciri-ciri motor yang digunakan, itu milik anggota polisi mas, untuk pelakunya saya dan korban tidak mengenalinya,” kata Achmad Mukhsun, Kamis (5/1/017).

Korban Nur Hidayat (23) merupakan warga Desa Babbalan, Kecamatan Batuan, Sumenep, Madura, Jawa Timur babak belur dihajar orang tak dikenal saat melintas di simpang tiga lingkar barat Desa/Kecamatan Batuan, Rabu (4/1/2016) malam.

Akibat insiden tersebut, korban mengalami luka lebam di bagian wajah. “Luka lebam di pelipis sebelah kiri, matanya bengkak dan merah, diatas mata sampai keluar benjolan,” terangnya.

Untuk itu, korban langsung dibawa oleh rekannya menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Moh Anwar Sumenep untuk mendapatkan penanganan medis dan dilakukan fisum untuk dilaporkan ke aparat penegak hukum.

“Setelah difisum di rumah sakit, kami langsung laporkan tindakan pemukulan itu ke Polsek Kota,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolsek Kota AKP Eko Cahyadi saat dikonfirmasi membenarkan terjadinya aksi pemukulan tersebut. Namun korban belum siap dimintai keterangan.

“Belum siap diperiksa, hingga saat ini kami masih menunggu kesiapan dari korban untuk menyampaikan keterangan dan laporan secara resmi,” paparnya.

Dijelaskan Cahya, pihaknya sudah melakukan fisum terhadap korban. Namun sekedar fisum luar. “Baru dilakukan fisum luar, untuk hasilnya kami masih menunggu keterangan pihak medis,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya belum bisa memastikan siapa pelaku pemukulan tersebut. Bahkan dia mengklaim belum mendapatkan keterangan lengkap dari korban.

“Kami belum bisa memastikan siapa pelakunya, ini masih nunggu keterangan dari yang bersangkutan,” tandasnya.

Penulis: Panji Agira
Editor: Ahmadi

Dihajar Orang Tak Dikenal, Mahasiswa di Sumenep Babak Belur

0

Sumenep, 5/1 (Media Madura) – Sungguh malang nasib Nur Hidayat (23), seorang mahasiswa di salah satu kampus swasta di Sumenep. Ia babak belur dihajar orang tak dikenal saat melintas di simpang tiga lingkar barat Desa/Kecamatan Batuan Sumenep, Madura, Jawa Timur, Rabu (4/1/2016) malam.

Menurut keterangan rekan korban yang berhasil dihimpun mediamadura.com, dia bersama korban hendak menjenguk keluarganya yang dirawat di Puskesmas Batuan dengan mengendarai motor.

Namun, sesampainya di simpang tiga batuan, dia disetop orang tak dikenal menggunakan seragam futsal dengan ekspresi marah dan mencurigakan.

“Sempat cekcok mulut di sebelah tempat main futsal mas, namun tidak berlangsung lama terjadi pemukulan kepada teman saya,” kata Achmad Makhsun renak korban.

Bahkan, akibat insiden tersebut, korban mengalami luka lebam di bagian wajah. “Luka lebam di pelipis sebelah kiri, matanya mengalami bengkak dan merah, diatas mata terjadi benjolan,” terangnya.

Masih menurut Makhsun, Karena panik, sehingga tidak sempat mengingat wajah pelaku. Selain karena tidak saling kenal, penyebab lain karena banyaknya orang di tempat kejadian.

“Yang melakukan pemukulan banyak, sehingga tidak ingat satu persatu pelakunya,” tandasnya.

Terpisah, Kapolsek Kota Sumenep, AKP Eka Cahyadi saat dikonfirmasi membenarkan terjadinya aksi pemukulan tersebut. Namun korban belum siap dimintai keterangan.

“Belum siap diperiksa, hingga saat ini kami masih menunggu kesiapan dari korban untuk menyampaikan keterangan dan laporan secara resmi,” paparnya.

Dijelaskan Cahya, pihaknya sudah melakukan fisum terhadap korban. Namun sekedar fisum luar. “Baru dilakukan fisum luar, untuk hasilnya kami masih menunggu keterangan pihak medis,” ujarnya singkat.

Penulis: Panji Agira
Editor: Ahmadi