Sampang, 7/1 (Media Madura) – Kekosongan jabatan Kepala Sekolah (Kepsek) di tingkat Sekolah Dasar (SD) masih terjadi meski sudah memasuki tahun 2017. Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sampang selalu beralasan mengalami kesulitan mencari calon figur yang akan dijadikan kepsek.

Plt Kepala Disdik Sampang Rochim Mawardi mengaku belum bisa berbuat banyak. Karena, saat ini ia masih baru menjabat sebagai plt kepala disdik. Tapi yang jelas, sebelumnya persoalan kekosongan kepsek sudah menjadi salah satu perhatian serius pemerintah setempat.

“Beberapa waktu lalu sejumlah calon kepsek sudah dilakukan wawancara. Untuk itu, tidak menutup kemungkinan pengisian kekosongan jabatan kepsek sudah menunggu hitungan hari,” singkat Rochim Mawardi yang juga menjabat sebagai Asisten III di balik telepon, Sabtu (7/1/2017).

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPRD Sampang Maniri menilai lambannya pengisian kekosongan jabatan kepsek merupakan kelalaian dari Disdik. Menurutnya, Disdik sudah tanggap dengan cara mengantisipasi sebelum masa jabatan kepsek itu berakhir.

”Harapan kami pada akhir tahun 2016 lalu kekosongan kepsek ini sudah teratasi, namun kenyatannya masih nihil sampai sekarang,” jelasnya.

Dijelaskan Maniri, sudah saatnya persoalan yang berhubungan dengan kepsek ini menjadi perhatian serius Disdik. Ia tidak ingin kekosongan kepsek ini menjadi benang kusut yang tak kunjung ada kepastian.

Sekedar diketahui, kekosongan jabatan itu hanya ada 10 sekolah belum memiliki kepsek definitif. Sehingga, adanya kekosongan jabatan kepsek dikhawatirkan akan mengganggu terhadap proses belajar mengajar.

Sebab, secara tidak langsung ketika tanpa kepsek definitif segala kebijakan maupun persoalan masih akan dilimpahkan ke disdik setempat.

Penulis: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan