Sumenep, 7/1 (Media Madura) – Meski baru kesohor sekitar dua tahun terakhir, nama Pulau Gili Labak nampaknya sudah cukup mendunia dan tidak asing lagi bagi para pelancong luar negeri.

Hal itu bedasarkan data kunjungan wisata di Kabupaten Sumenep tahun 2016, Gili Labak menjadi destinasi yang paling banyak dikunjungi wisatawan manca (wisman), mengalahkan objek wisata lainnya.

Pada tahun kemarin, pulau kecil yang masuk Kecamatan Talango itu berhasil menyedot 300 wisman, lebih banyak dari Museum dan Kraton yang terdiri dari 289 dan Pantai Lombang 244 wisman.

Wajar jika Gili Labak kini mulai menjadi primadona destinasi berlibur. Pasalnya, keindahan pulau yang dulu dikenal pulau tikus itu tak terbantahkan, pantai dengan pasir putihnya memang memanjakan mata, disokong dengan terumbu karang dan sangat bagi pecinta snorkling.

Dalam data tersebut tidak disebutkan dari negara mana saja para wisatawan tersebut berasal, namun secara umum pengunjung berasal dari Asia hingga eropa.

Ya, sebetulnya dari sisi segi jumlah pengunjung secara keseluruhan memang masih relatif rendah, karena dalam setahun hanya ada 33.719 orang yang datang menghabiskan liburannya disana, masih kalah jauh dari wisata religi Asta Tinggi yang mencapai 198.250 pengunjung dalam setahun.

Tentu selanjutnya,adalah tugas pemerintah daerah untuk terus mempromosikan, tidak hanya Gili Labak, juga objek wisata lainnya yang ada di Sumenep, agar lebih dikenal dan memantik orang untuk datang, baik itu wisman atau wisnus.

Tidak cukup sampai disitu, meningkatkan fasilitas serta mempermudah akses ke tujuan wisata juga jauh lebih penting, ditambah dengan pendidikan pada masyarakat bagaimana menjadi tuan rumah, supaya yang sudah datang dapat membawa pulang kesan baik. Sehingga, masih mau kembali dengan mengajak lebih banyak keluarga, teman atau kerabat.

Apalagi pemerintah tengah mencanangkan program visit year tahun 2018 mendatang, serta menargetkan 10 juta kunjungan dalam setahun. Tentu, hanya dengan terus berbenah program tersebut bisa terwujud.

Penulis: Rosy
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan