Beranda blog Halaman 1045

Gagasan Provinsi Madura Diseriusi, Pemkab Pamekasan Gelar Seminar Nasional

Pamekasan, 11/3 (Media Madura) – Gagasan pembentukan provinsi Madura semakin diseriusi, setelah sebelumnya gerakan tersebut digulirkan di berbagai kabupaten, kini Pemkab Pamekasan menggelar seminar nasional dengan mendatangkan sejumlah tokoh nasional.

Tokoh nasional yang dihadirkan yakni Mahfud MD, Didik J Rachbini dan Siti Zuhro. Selain itu juga hadir empat bupati se-Madura, ulam, tokoh masyarakat dan LSM dari empat kabupaten. Seminar tersebut akan digelar esok hari yakni Minggu (12/03/2017) pagi.

Bupati Pamekasan dalam pidatonya menuturkan, pihaknya menggelar seminar nasional tersebut bentuk pencerahan dan memberikan wawasan bagi masyarakat Madura dalam rangka pembentukan Provinsi Madura.

“Seminar ini sebagai bentuk pencerahan kepada kita semua untuk menambah wawasan dalam rangka pembentukan provinsi Madura dari berbagai sudut pandang keilmuan, sehingga akan didapat kesimpulan yang obyektif tentang perlu tidaknya Madura menjadi sebuah provinsi,” paparnya dalam pembukaan seminar nasional Madura Menjadi Provinsi yang digelar di aula pendopo Ronggosukowati. Sabtu (11/03/2017) malam.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Soekarwo dalam pidatonya yang disampaikan oleh Kepala Bakorwil VI Madura, Azhar menguraikan, otonomi daerah mempunyai dua tujuan utama, yakni tujuan demokrasi dan kesejahteraan dalam hal ini mempercepat pelayanan kepada masyarakat.

Selain itu, pemekaran wilayah dimaksudkan untuk memberikan solusi pagi sebuah daerah dan bukan menambah masalah sehingga perlu proses panjang, apalagi pemekaran wilayah tidaklah mudah dan tidak murah.

“Saat ini pemerintah tengah mempertimbangkan untuk memperpanjang moratorium pemekaran daerah, mengingat kondisi fiskal yang tidak memungkinkan untuk membiayai pemekaran daerah,” urainya.

Disampaikan, setelah pembentukan sebuah provinsi baru, maka akan menghabiskan anggaran yang sangat besar untuk pembangunan infrastruktur institusi pemerintahan di tingkat provinsi baru tersebut.

Selain itu, gubernur juga menyinggung syarat administratif wilayah yang akan dimekarkan, dimana syarat pembentukan provinsi setidaknya terdiri dari 5 kabupaten/kota, sementara di Madura masih 4 kabupaten. Tetapi meskipun demikian, pemerintah pusat akan tetap mendengarkan apa yang menjadi aspirasi dari masyarakat Madura.

Penulis : Arif
Editor : Ahmadi

Gomes Akan Manfaatkan Cilacap Cup untuk Menilai Kekompakan Pemain Madura United

0

Pamekasan, 11/3 (Media Madura) – Pelatih Gomes De Oliviera mengatakan, akan memanfaatkan Cilacap Cup 2017 untuk menilai kekompakan anak asuhnya sebelum mengarungi kompetisi Liga 1.

“Bagi kami, keikutsertaan di Cilacap Cup nanti bagian untuk terus menilai kekompakan tim,” kata pria asal Brasil tersebut, Sabtu (11/3/2017).

Apalagi, Laskar Sape Kerrab memiliki pemain anyar yang baru datang, yakni Redouane Zerzouri. Cilacap Cup sekaligus jadi ajang pembuktian pemain berpaspor Prancis ini memulai debutnya bersama Madura United.

“Keberadaan Ridouane Zerzouri juga bisa kami lihat dalam membantu tim ini di kejuaraan tersebut,” paparnya.

Pembenahan kekompakan dan komunikasi antar pemain memang menjadi fokus Gomes De Oliviera saat ini. Gomes terus memermak kerjasama tim agar betul-betul teruji.

“Masih ada waktu persiapan untuk terus mematangkan kerjasama dalam tim ini hingga kejuaraan itu nanti,” ujar Gomes.

Selain Madura United, klub yang sebelumnya sudah memastikan ambil bagian pada turnamen Cilacap Cup yang akan digelar tanggal 24-26 Maret, adalah Bhayangkara FC, dan Persija Jakarta. PSCS Cilacap bertindak sebagai tuan rumah.

“Harus lebih bagus permainannya nanti, apalagi pesertanya adalah tim-tim yang akan manjadi lawan di kompetisi (Liga 1) nanti. Cuma, saya kan belum tahu lawan tim ini siapa di babak penyisihan nanti,” tandas Gomes.

Madura United dipastikan mengikuti Cilacap Cup setelah jadwal pertandingan resmi diundur. Meskipun, di awal-awal manajemen Madura United sempat mengambangkan keputusan.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Madura United Pastikan Ikut Cilacap Cup

0

Pamekasan, 11/3 (Media Madura) – Madura United dipastikan akan mengikuti turnamen Cilacap Cup 2017. Kepastian tersebut setelah panitia pelaksana pertandingan memundurkan jadwal turnamen jangka pendek itu.

“Kami pastikan akan ambil bagian setelah panitia menyampaikan bahwa (turnamen Cilacap Cup) dimundurkan ke akhir Maret,” kata Manajer Madura United, Haruna Soemitro kepada media, Sabtu (11/3/2017).

Menurut Haruna, jadwal turnamen Cilacap Cup akan digelar tanggal 24-25 Maret mendatang. Jadwal tersebut mundur sekitar 10 hari dari jadwal semula, yakni 16 Maret.

Awalnya, manajemen Laskar Sape Karrab masih pikir-pikir untuk berpartisipasi dalam turnamen tersebut, lantaran digelar pertengahan bulan Maret.

Apalagi, saat itu skuad asuhan Gomes De Oliviera diliburkan selama seminggu pasca tersingkir dari babak perempat final Piala Presiden 2017.

“Kemarin kita belum memastikan ikut seratus persen, karena dijadwalkan akan digelar pertengahan Maret,” jelas Haruna.

Kini, Fabiano Beltrame dan kawan-kawan sudah kembali ke mess pemain di Bangkalan. Dalam tiga hari terakhir mereka menjalani latihan rutin di Stadion Gelora Bangkalan. Selain menjalani tes fisik di Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK), Universitas Negeri Surabaya (Unesa).

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

.

Ruang Terbuka Hijau Sumenep Belum Penuhi Target

Sumenep, 11/3 (Media Madura) – Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur belum memenuhi target ketersediaan ruang terbuka hijau seluas 30 persen.

Berdasarkan Undang-undang Nomor 26 Tahun 2007 bahwa idealnya ruang terbuka dan tata ruang harus mencapai 30 persen dari luas wilayah.

“Sumenep memang belum memenuhi target itu, karena yang ada saat ini baru mendekati 20 persen,” ungkap Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman dan Cipta Karya Sumenep, Bambang Eriyanto, Sabtu (11/3/2016).

Namun demikian, kata dia, program di instansinya pada tahun ini selain fokus pada pembangunan pariwisata, juga memprioritaskan ketersediaan ruang terbuka hijau di daerah tersebut.

“Diantaranya, kita perioritaskan Tajamara atau eks terminal lama selesai kita bangun sebagai ruang terbuka hijau atau rest area wisata, dan kita target selesai tahun sekarang,” terangnya. 

Bambang menerangkan, meskipun Tajamara selesai dibangun, tidak otomatis target ruang terbuka hijau dan tata ruang itu tercapai. Sebab, 10 persen dari target tersebut harus partisipasi dari masyarakat.

Karena bicara ruang terbuka hijau dan tata ruang kan bicara penataan lingkungan, ketika bicara lingkungan maka kaitannya dengan partisipasi masyarakat. 

“Oleh karena itu, peran masyarakat itu sangat penting. Dan untuk mengejar target itu, selain kami mengerjakan APBD, kami juga tengah berusaha mengusulkan di APBN, agar prioritas ini rampung dalam waktu dekat,” tutupnya. 

Penulis: Rosy
Editor: Ahmadi

Sejumlah Desa di Sumenep Diminta Kembalikan Dana Desa, Ada Apa?

Sumenep, 11/3 (Media Madura) – Realisasi Dana Desa (DD) di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur pada tahun 2016 menyisakan banyak catatan di Kantor Inspektorat setempat.

Dari hasil sampel pemeriksaan di beberapa desa dan kecamatan, Inspektorat menemukan banyak masalah, terutama yang berkenaan dengan transaparansi realisasi DD tersebut.

“Dari hasil pemeriksaan sampel oleh Inspektorat, realisasi DD dan ADD memang harus ditingkatkan pembinaannya oleh instansi terkait, karena transparansinya masih kurang,” kata Inspektur Inspektorat Sumenep, M. Idris, Sabtu (11/3/2017).

Di antara temuan itu, ada desa yang tidak memasang prasasti saat melakukan pengerjaan fisik, sehingga menjadi kabur kegiatan itu bersumber dari mana dan besaran anggarannya berapa.

“Untuk itu, kita rekomendasikan beberapa desa agar memasang prasasti itu,” imbuhnya.

Kemudian temuan lain, lanjut Idris, berkenaan dengan tertib administrasi dan kualitas pengerjaan fisik. Menurut dia, untuk tahun berikutnya pihaknya meminta agar lebih ditingkatkan.

“Kualitas pengerjaan fisik harus lebih ditingkatkan, begitu juga dengan tertib administrasinya harus diperbaiki, yaitu pada SDM dan siklus APBDesnya,” urainya.

Idris mengungkapan, konsekuensi dari beberapa temuan-temuan Inspektorat itu, ada beberapa desa yang sampai harus mengembalikan anggaran.

Namun, dia enggan membeberkan jumlah desa dan desa mana saja yang diminta mengembalikan dana desa tersebut.

“Yang jelas ada (yang mengembalikan anggaran), lebih dari dua desa dan tersebar lebih dari dua kecamatan yang kita jadikan sampel peneriksaan, dengan jumlah dana bervariasi,” tandasnya.

Idris berharap, dari sekian temuan Inspektorat, pihak terkait yang diberi rekomendasi dapat segera memperbaikinya, sehingga realisasi DD dan ADD pada tahun berikutnya akan lebih baik.

Reporter: Rosy
Editor: Zainol

Konser Show DA4, Penggila Firdaus Giliraja Gelar Nobar

Sumenep, 10/3 (Media Madura) – Urusan mendukung jagoan disalah satu ajang pencarian bakat penyanyi dangdut tingkat nasional yang saat ini sudah memasuki babak top 20 (menuju 15 besar) Dangdut Academy 4, warga pulau Giliraja memang tiada duanya. 

Bagaimana tidak, menuju 15 besar di dangdut academy 4, Firdaus Sanjaya putra terbaik Kabupaten Sumenep ini banjir dukungan.

Malam ini, Jumat (10/3/2017) warga Desa Jate, Kepulauan Giliraja, Giligenting, Sumenep, Jawa Timur menggelar nonton bareng (Nobar) menggunakan layar lebar (proyektor) untuk menyaksikan penampilan terbaik Firdaus.

“Walau dipoling SMS sementara Firdaus berada di posisi terendah, saya yakin nanti akan kembali bertengger di posisi pertama. Ini saya bersama teman-teman sudah mengirimkan SMS dukungan,” kata salah satu tokoh Pemuda Desa Jate, Moh Akil ditemui di sela-sela Nobar di rumahnya.

Menurutnya, belum adanya aliran listrik bukan menjadi kendala dirinya bersama warga lain untuk mendukung dan nobar penampilan jagoan asal bumi Sumekar itu. 

“Walau pulau Giliraja belum ada PLN, tidak menyurutkan niat kami untuk mendukung peserta idola dengan suara emasnya itu, kita pakai jenset hanya demi nobar penampilan Firdaus mas,” imbuh pria satu anak ini.

Senada dengan Akil, Zainal Arifin yang sejak sore hari mengaku sudah mempersiapkan seluruh kebutuhan nobar, ia mendukung Firdaus sepenuhnya agar bisa juara karena nantinya bisa membawa harum nama Sumenep di kanca nasional bahkan internasional. 

“Muda, bertalenta dan memiliki suara khas ya siapa lagi kalau bukan Firdaus Sanjaya, kami yakin suara emasnya bisa mengharumkan nama Sumenep,” timpalnya.

Informasinya, setiap kali penampilan Firdaus Sumenep, nobar tidak hanya digelar di satu titik, ada beberapa tempat lain di pulau berpenghuni lebih dari 11 ribu jiwa ini. Diantaranya didepan Sekolah Dasar Negeri 1 Banbaru, di depan balai Desa Banbaru dan di Dusun Sabe jalan menuju pelabuhan Tanggek.

Reporter: Panji Agira
Editor: Ahmadi

Lawan Tim Lokal, P-MU Pesta 14 Gol

0

Pamekasan, 10/3 (Media Madura) – Persepam Madura Utama (P-MU) berhasil mengumpulkan 14 gol saat laga uji coba dengan tim lokal di Stadion Gelora Ratu Pamellingan (SGRP) Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Jumat (10/3/2017) sore.

Pada laga pertama tim berjuluk Sape Ngamok bentrok dengan Binaul FC. Pertandingan yang berlangsung 30 menit itu, P-MU mampu menciptakan enam gol. Dimas Galih Gumilang menyumbangkan empat gol. Sementara Kasim dan Arsyad masing-masing menciptakan satu gol.

Pada laga kedua Pandawa Waru yang menjadi lawan P-MU. Tim besutan Rudy William Keltjes itu mampu menyarangkan enam gol. Untung Wibowo turut memberikan kontribusi dengan menyumbangkan dua gol. Empat gol lainnya dilesakkan Fajar Legian Siswanto, Koko Aminullah, Dimas Galih Gumilang dan Husein.

Sementara di laga pamungkas berakhir dengan skor 2-0. Gol P-MU lahir dari kaki Bahtiar dan Nur Hidayat. Di laga itu, P-MU menurunkan pemain pelapis dan pemain berstatus magang. Meski demikian, tim kebanggaan masyarakat Madura itu mampu merobek gawang lawannya, yaitu Tunas Karya.

Reporter: Rifqi
Editor: Ahmadi

Dua Bocah di Pamekasan Tewas Tenggelam di Sungai

0

Pamekasan, 10/3 (Media Madura) – Dua bocah berumur 9 tahun, warga Kelurahan Jungcangcang Pamekasan, Madura, Jawa Timur tewas tenggelam di sungai yang tak jauh dari rumah korban, Jumat (10/3/2017) sekitar pukul 15.00 WIB.

Keduanya masing-masing Ach Nawafizul Irfana (9) dan Agil Ashar (9). Mereka sebelumnya diketahui bermain bola yang kemudian mandi di sungai cangka (sebutan warga sekitar) di Jalan Shinhaji, Kelurahan Jungcangcang.

“Awalnya hanya main bola, habis itu mandi di sungai,” kata Holil salah seorang warga di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Mereka berhasil dievakuasi oleh warga sekitar dan aparat TNI-Polri dari dasar sungai satu jam kemudian.

“Saat ini keduanya langsung dibawa ke rumah sakit untuk divisum,” terangnya.

Reporter: Rifqi
Editor: Ahmadi

Tim Pelatih Madura United Akan Evaluasi Hasil Tes Fisik Pemain

0

Pamekasan, 10/3 (Media Madura) – Tim pelatih Madura United berjanji akan mengevaluasi hasil tes fisik para pemain.

Seperti diketahui, 24 pemain Laskar Sape Kerrab menjalani tes fisik di Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK), Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Kamis (9/3/2017) kemarin.

“Hasil tes fisik nanti menjadi bahan bagi tim pelatih untuk membenahi kekurangan masing-masing pemain,” kata Pelatih Madura United, Gomes De Oliviera.

Kendati demikian, hasil tes fisik belum keluar. Menurut Gomes, hasilnya baru akan diketahui dalam beberapa hari ke depan. “Hasil tesnya belum kami terima, mungkin tiga hari lagi. Hasilnya juga untuk bahan evaluasi internal tim,” jelasnya.

Materi tes fisik meliputi agality, strenght, kecepatan, vo2max, massa otot, masa lemak hingga kapasitas paru. Dari beberapa materi itu akan diketahui siapa pemain yang fisiknya paling bagus dan sebaliknya.

“Data masing-masing pemain dibutuhkan oleh tim pelatih untuk menyesuaikan menu latihan, utama latihan fisik bagi masing-masing pemain. Termasuk, menjadi bekal bagi tim pelatih untuk mengetahui kemampuan pemain dalam menjalani pertandingan,” ujar dia.

Pelatih asal Brasil itu menambahkan, kemampuan fisik pemain menjadi salah satu bekal agar mampu menjalani pertandingan hingga menit akhir. Gomes menyatakan, bila pihaknya akan membentuk pondasi tim yang ideal.

“Jika kemampuan fisik mereka tidak dijaga, akan ada kemungkinan mereka bisa kehilangan konsentrasi di menit-menit akhir,” tandas Gomes.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Ibu dan Anak di Pamekasan Terjangkit DBD

0

Pamekasan, 10/3 (Media Madura) – Sumariyah (31) dan anaknya, Holilah (5), warga Desa Dempo Barat, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, positif menderita penyakit demam berdarah dengue (DBD).

Akibat penyakit tersebut, Sumariyah dan anaknya harus dirawat di Puskesmas Pasean sejak dua hari yang lalu. Kini mereka mendapatkan perawatan dari tim medis Puskesmas.

“Saya tidak menyangka anak dan cucu saya menderita DBD, karena sebelumnya masih sehat,” kata orang tua Sumariyah, Hamdan, Jumat (10/3/2017).

Berdasarkan keterangan dari tim medis, kata Hamdan, penyakit akibat gigitan nyamuk aedes aegypti yang menyerang mereka itu berangsur membaik.

“Kata dokter tidak perlu dirujuk, masih bisa diatasi di Puskesmas,” teragnya.

Sementara itu, Kepala Puskemas Pasean, Kusmanto mengatakan, sejak bulan Januari-Maret dirinya sudah menangani 12 pasien penderita DBD.

“Yang dirujuk ke RSUD Pamekasan ada 7 penderita DBD. Sisanya diatasi di Puskesmas hingga sembuh total,” katanya singkat.

Reporter: Rifqi
Editor: Ahmadi