Beranda blog Halaman 1041

Pimpinan DPRD Pamekasan Sebut Pergantian Sekda Tak Prosedural

Pamekasan, 14/3 (Meria Madura) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur menilai proses pergantian sekretaris daerah (sekda) tidak sesuai prosedur.

Wakil Ketua DPRD Pamekasan, Suli Faris mengatakan, pergantian pimpinan tertinggi atau pengangkatan sekda Pamekasan itu, telah melanggar Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatul Sipil Negara (ASN).

“Pelantikan sekda Pamekasan itu tidak prosedural, karena tidak mengikuti aturan yang diberlakukan,” katanya, Selasa (14/3/2017).

Menurut Politisi Partai Bulan Bintang (PBB) itu, dalam Undang-Undang ASN, proses pengisian lowongan jabatan tertentu di lingkungan pemerintah kabupaten atau kota dan provinsi harus melalui proses lelang atau pun rekrutmen terbuka.

“Pergantian sekda itu tidak melalui mekanisme lelang,” tambah Suli Faris.

Suli, mengaku heran ketika mendengar pencopotan Sekda lama Alwi Bieq dan digantikan Asyhar, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bakorwil IV Madura.

Untuk diketahui, Asyhar menjadi sekda Pamekasan terhitung Selasa (14/3/2017) setelah dilantik di Pendopo Ronggosukowati, menggantikan posisi Alwi Bieq, sedangkan Alwi dipindah sebagai Staf Ahli Gubernur Jatim Bidang Hukum dan Politik, berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Jawa Timur (Jatim) Nomor 821.2/431/204/2017.

Sedangkan Asyhar yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Badan Koordinasi Wilayah dan Pemerintahan dan Pembangunan (Bakoorwil IV) Provinsi Jatim, diganti I Gusti Ngurah Indra Setiabudi itu berdasarkan Keputusan Gubernur Jatim Nomor 821.2/321/204/2017.

Reporter: Rifqi
Editor: Zainol

Bocah SD Tak Sengaja Injak Tanah Lembut, Ternyata Ada Mayat Bayi Terkubur

0

Sampang, 14/3 (Media Madura) – Sesosok bayi laki-laki ditemukan dalam keadaan sudah tak bernyawa di sebuah pemakaman umum Dusun Tanjung, Desa Dharma Tanjung, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, Selasa (14/3/2017) siang pukul 14.05 WIB.

Mayat bayi itu pertama kali ditemukan oleh Tuki, seorang bocah kelas 5 SD berumur 11 tahun yang tengah berjalan hendak bermain bola di sekitar lokasi. Tak sengaja, kaki kanan Tuki menginjak tanah lembut menandakan sesuatu telah terkubur.

Akhirnya, Tuki bersama teman lain memberanikan diri menggali tanah tersebut. Ketika digali, sontak Tuki pun kaget, karena di dalamnya terdapat sesosok mayat bayi masih ada ari-arinya terbungkus kain seragam sekolah tingkat SMA.

“Kakinya Tuki ini hampir terjerumus ke tanah, tapi sempat mundur untuk melihat dan menggalinya. Saat itu diketahuilah ada mayat bayi yang diperkirakan baru berumur hitungan jam,” kata Hasan salah satu staf Kecamatan Camplong, Selasa.

Hasan menjelaskan, Tuki akhirnya melaporkan penemuan mayat bayi kepada warga sekitar. Selanjutnya, diteruskan kepada polisi setempat.

“Mayat bayi ini sama warga sekitar diberi kardus untuk dilaporkan ke polisi. Jenazah bayi kemudian dilarikan ke Puskesmas Tanjung hingga di evakuasi ke RSUD Sampang untuk dilakukan otopsi,” terangnya.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Satpol PP Ciduk 11 Pelajar SMK Sampang Keluyuran

0

Sampang, 14/3 (Media Madura) – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sampang merazia sebelas pelajar berkeluyuran di waktu jam aktif pelajaran. Mereka diketahui pelajar dari SMK Negeri 2 Sampang Jalan Syamsul Arifin Kelurahan Polagan.

Sebelas pelajar yang masih berseragam putih biru itu berhasil diamankan saat asyik cangkruan di salah satu rumah warga di Jalan Imam Bonjol Kelurahan Dalpenang, Selasa (14/3/2017) siang.

Kasi Pencegahan dan Operasi Dinas Satpol PP Sampang, Syamsul Mutammam, mengatakan razia dilakukan berkat adanya laporan masyarakat sekitar bahwa rumah tersebut seringkali dibuat tempat tongkrongan pelajar.

“Warga melapor, akhirnya (Satpol PP) ke lokasi melakukan razia dan menertibkan,” ujar Syamsul ditemui dikantornya, Selasa.

Setelah diamankan, pihaknya membawa sebelas pelajar ke kantor Satpol PP untuk dilakukan pendataan dan diberi pembinaan. Tak berhenti disitu, pihak sekolah juga turut dipanggil.

“Pihak sekolah diberitahukan bahwa anak didiknya keluyuran di waktu jam pelajaran. Sehingga nantinya ketika mengulangi kembali pihak sekolah akan memanggil orang tua masing-masing,” jelasnya.

Sementara itu, Waka Kesiswaan SMKN 2 Sampang, Haris Ali, mengaku jika lembaga sekolahnya saat ini ditempati lomba Olimpiade Sain Nasional se Kabupaten Sampang. Sehingga para siswa diberi kebebasan atau libur. Tidak hanya itu, pihaknya menyarankan untuk mengganti seragamnya jika ingin jalan-jalan.

“Memang kemarin tidak sempat memberitahukan, karena pemberitahuan dari dinas agak terlambat, tapi tadi kami sudah memperingatkan kepada seluruh siswa untuk ganti seragamnya jika ingin jalan-jalan,” tandasnya.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Asyhar Hanya Dua Bulan Jabat Sekda Pamekasan

Pamekasan, 14/3 (Media Madura) – Sekretaris daerah (Sekda) Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Asyhar, yang baru dilantik pada Selasa (14/3/2017) di Pendopo Ronggosukowati hanya menjabat selama dua bulan.

Hal itu diungkapkan, Bupati Pamekasan, Achmad Syafii. Menurutnya, mantan sekda Kabupaten Sampang dan Kepala Bakorwil IV Pamekasan itu dalam waktu dekat mamasuki masa pensiun, sehingga jabatannya sebagai sekda Pemkab Pamekasan hanya dua bulan.

“Pak Asyhar ini hanya dua bulan, setelah itu sekda Pamekasan akan diisi seorang Plt,” katanya usai pelantikan di Pendopo Ronggosukowati.

Setelah Asyhar pensiun, tambah Syafii, kursi sekda akan mengalami kekosongan. Untuk itu, pihaknya berecana melakukan open rekrutmen. Caranya, membentuk panitia seleksi (pansel).

“Nanti, sekda selanjutnya akan dilakukan lelang terbuka,” tambahnya.

Dipilihnya Asyhar sebagai sekda Pamekasan, jelas Politisi Partai Demokrat itu, karena sudah banyak tahu dan mengenal kultur maupun kondisi bumi Gerbang Salam-julukan-Kabupaten Pamekasan.

“Pak Asyhar sudah banyak tahu tentang Pamekasan, kan ia sudah lama disini,” jelas Syafii.

Asyhar menggantikan posisi Alwi Bieq, setelah Alwi dipindah sebagai Staf Ahli Gubernur Jatim Bidang Hukum dan Politik, berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Jawa Timur (Jatim) Nomor 821.2/431/204/2017.

Sedangkan Asyhar yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Badan Koordinasi Wilayah dan Pemerintahan dan Pembangunan (Bakoorwil IV) Provinsi Jatim, diganti I Gusti Ngurah Indra Setiabudi. Berdasarkan Keputusan Gubernur Jatim Nomor 821.2/321/204/2017.

Reporter: Rifqi
Editor: Zainol

Empat Desa di Sampang Ajukan Pencairan DD

Sampang, 14/3 (Media Madura) – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Sampang Malik Amrullah mengatakan dari 180 Desa hanya 4 Desa yang mengajukan pencairan Dana Desa (DD) meski melewati triwulan pertama.

“Sampai saat ini hanya ada empat desa secara resmi mengajukan anggaran pendapatan belanja desa (APBDes) itu,” ujar Malik, Selasa (14/3/2017).

Dia menerangkan, pencairan DD terus bertahap termasuk anggaran DD di Kabupaten Sampang naik. Selan itu, molornya  proses pencaiaran DD bukan karena disebabkan dinasnya. Melainkan karena pengajuan dokumen dari masing-masing desa yang tak kunjung disetor ke dinas.

Untuk itu, pihaknya masih akan melakukan verifikasi dan validasi terlebih dahulu. Apabila nantinya terdapat kekurangan tentunya pihaknya meminta dilakukan revisi.

”Kalau tidak sesuai dengan persyaratan ya harus direvisi,” tegasnya.

Malik menjelaskan, karena dalam waktu dekat ini ada 31 desa yang akan melakukan pemilihan kepala desa. Maka pihaknya akan lebih memprioritaskan desa tersebut. Sehingga, dinasnya tengah mendesak kepada desa-desa yang terdaftar akan menggelar pilkades.

”Sebagian anggaran DD dimanfaatkan untuk pilkades, jadi 31 ini kami prioritaskan,” jelasnya.

Meski ada desa yang diprioritaskan, tidak lantas akan mengambaikan desa lainnya. Maka dari itu ia berharap agar semua desa segera merampungkan permohonan pencairan DD. Sesuai aturan yang ada, anggaran DD yang terus naik itu dibagikan sesuai dengan kapasitas dan jumlah penduduk masing-masing desa.

Sementara itu, Anggota Komisi I DPRD Sampang Moh Faisol angkat bicara mengenai adanya kenaikan anggaran DD. Dia menilai dengan tingginya DD sangat rawan dan berpotensi disalahgunakan. Hal inilah meminta agar tim monitoring dan evaluasi untuk lebih gencar lagi dalam melakukan pengawasan.

”Dengan total DD senilai Rp 167 harus diimbangkan dengan jumlah pendamping yang ideal. Kami tidak ingin dengan anggaran DD yang fantatis ini realisinya tidak tepat sasaran, apalagi pengerjaanya sampai asal-asalan,” ungkapnya.

Faisol menekankan kepada semua pihak untuk mengawasi bersama terhadap realiasasi DD terutama kepada tim monev. Seba tidak menutup kemungkinan dengan kenaikan anggaran DD sangat berpotensi dijadikan banjakan semata.

”Fungsi tim monev dan pendamping DD harus jelas, jangan sampai realisasi anggaran DD kembali berhubungan dengan hukum, jadi hati-hati mengelola DD,” pungkasnya.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Melarikan Diri, Siswa SDN Gunung Sekar IV Nyaris Jadi Korban Penculikan

0

Sampang, 14/3 (Media Madura) – Aksi percobaan penculikan siswa terjadi di Sekolah Dasar (SD) Negeri Gunung Sekar 4 Jalan Delima Kecamatan Kota Sampang, Madura, Jawa Timur, pada Senin (13/3/2017) kemarin.

Percobaan penculikan itu menimpa kepada Rahmat Triyanto (11) siswa kelas III. Beruntung, korban berani melarikan diri dan meminta pertolongan kepada guru. Sehingga penculikan siswa itu berhasil digagalkan.

Awalnya, pukul 11.00 WIB korban mengantarkan pulang temannya ke Jalan Kenari menaiki sepeda pancal. Namun di tengah perjalanan menuju rumah, Rahmat mendadak dicegat komplotan penculik yang berjumlah dua orang mengendarai sepeda motor.

Para penculik itu tiba-tiba mendekat dan menanyakan alamat rumah korban. Mengetahui orang tak dikenal, korban langsung berbalik arah kembali ke sekolah meminta pertolongan ke salah seorang guru.

Sebab, korban mencurigai ketika akan mendekati korban, pelaku hendak mengeluarkan sesuatu dari dalam saku baju yang diduga senjata tajam.

“Saya curiga karena tidak kenal, tiba-tiba berhenti di depan sepeda langsung tanya ‘Rumah adek dimana’. Sebelum mengeluarkan benda berbahaya itu akhirnya kembali lagi ke sekolah dan menceritakan kejadian itu ke guru agar pulangnya diantarkan,” terang Rahmad kepada wartawan, Selasa (14/3/2017).

Rahmat menceritakan, ciri-ciri penculik tersebut seorang laki-laki berjenggot, memakai baju sorban serba putih. Sedangkan, penculik perempuan memakai cadar berwarna hitam.

Sementara itu, Kepala Sekolah di SDN Gunung Sekar 4 Ninik Suhartini membenarkan jika salah satu siswanya itu nyaris menjadi korban penculikan. Berkat kesigapan siswanya itulah aksi penculikan berhasil digagalkan.

“Alhamdulilah tidak terjadi apa-apa kepada korban, karena langsung melarikan diri berbalik arah kembali ke sekolah hingga pulangnya diantarkan,” jelas Ninik didampingi Wali Kelas Heni.

Atas kejadian itu, pihak sekolah mengingatkan siswa agar lebih berhati-hati dan waspada. Terutama jika ada orang tak dikenal menjemput dan memberikan sesuatu agar tidak diterima.

Ninik menyarankan, orang tua siswa khususnya anak didik yang masih duduk di bangku kelas I, II, untuk menjemput sendiri ke sekolah tanpa diwakilkan.

“Karena kalau anak yang masih kecil mungkin belum paham kondisi saat ini, makanya harus dijemput dan lebih waspada. Kejadian ini juga agar menjadi pembelajaran dan disampaikan ke sekolah lain agar sama-sama lebih berhati-hati,” tandasnya.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Dewan Sumenep Minta BUMD Dihapus

Sumenep, 14/3 (Media Madura) – Komisi II DPRD Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur meminta Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang ditengarai tidak sehat agar dihapus saja. 

Pasalnya, dari empat BUMD yang ada di Sumenep, tiga diantaranya cenderung tidak berkembang, bahkan hanya membebani APBD.

“Di Sumenep ini banyak BUMD yang tidak sehat. Jadi BUMD yang tidak sehat sebaiknya di-delete saja,” ujar Ketua Komisi I DPRD Sumenep, AF Hari Ponto, Selasa (14/3/2017).

Politisi Golkar ini menyebut, diantara BUMD yang ditengarai tidak sehat adalah PD Sumekar, BUMD yang bergerak dibidang usaha apotek.

Kemudian, PT WUS yang bergerak dalam bidang SPBU, perbengkelan dan juga sewa lapangan Futsal disebut juga termasuk kategori tidak sehat. 

“PD Sumekar dan PT Wira Usaha Sumekar (WUS) selalu mengalami kerugian dan tidak bisa menyumbang ke Pendapatan Asli Daerah (PAD),” bebernya.

Selain meminta BUMD dihapus, Ponto juga menyarankan, agar sebaiknya tidak usah mengembangkan usaha dibidang apotek dan SPBU. Alasan dia, bidang itu sudah banyak dikembangkan oleh masyarakat umum.

“Apalagi usaha itu selama ini tidak bisa menyumbang PAD dan hanya membebani anggaran, mungkin lebih baik pemerintah mencari bidang lain yang lebih menguntungkan,” tukasnya. 

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

Mobil vs Motor Saling Hantam, Pengemudi Alami Luka-Luka

0

Sumenep, 14/3 (Media Madura) – Kecelakaan Lalu Lintas (Laka Lantas) terjadi di Jalan Raya Pamekasan-Sumenep Desa Karduluk, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Selasa (14/3/2017) sekitar pukul 06.30 WIB pagi.

Kejadian bermula dari  Mobil Suzuki Escudo M 449 WA yang dikemudikan Moh Sofi, ia melaju dari arah timur ke barat dengan kecepatan tinggi, dan hendak mendahului kendaraan di depannya 

Kemudian dari arah barat menuju ke timur juga melaju sepeda motor Yamaha Fiz R Nopol M 5411 AA yang dikemudikan Samsuri juga dengan kecepatan tinggi. 

“Karena sama-sama melaju dengan cepat, mereka saling hantam dan terlibat tabrakan,” terang Kabag Humas Polres Sumenep, AKP Suwardi, Selasa (14/3/2017).

Kejadian itu tidak sampai memakan korban jiwa, hanya saja pengemudi sepeda motor atas nama Samsuri (35) warga Desa Aeng Panas, Kecamatan Pragaan mengalami luka robek di paha sebelah kiri dan luka lecet di kedua kaki.

Sedangkan pengemudi mobil, Moh Sofi (33) warga Desa/Kecamatan Talango mengalami lecet di tangan kiri, dan penumpang atas nama Karsono (Kepala Desa Essang) mengalami luka robek di siku tangan kiri, luka lecet di kaki kiri dan dada merasa sesak karena benturan.

“Korban langsung dilarikan ke Puskesmas setempat. Untuk kondisi mobil dan motor sama-sama ringsek di beberapa bagian dan selanjutnya akan didalami oleh Satlantas Polres Sumenep,” pungkas Suwardi. 

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

Bupati Pamekasan Lantik Sekda Baru

Pamekasan, 14/3 (Media Madura) – Bupati Pamekasan, Madura, Jawa Timur Achmad Syafii, melantik pejabat tinggi pratama sekretaris daerah (Sekda) Kabupaten Pamekasan, Selasa (14/3/2017) di Pendopo Ronggosukowati.

Dalam sambutannya, Bupati Pamekasan, Achmad Syafii menyampaikan, mutasi tersebut sama dengan mutasi pada umumnya dalam rangka penyegaran aparatur pemerintahan.

“Mutasi kali ini dalam rangka penyegaran aparatur pemerintah, bukan karena bapak Alwi punya masalah dengan saya dan Pak Wabub,” katanya.

Bahkan, tambah Syafii, mutasi tersebut hasil rembukan dengan Alwi Bieq (Sekda Lama) beberapa waktu yang lalu termasuk memilih penggantinya.

“Terima kasih pada Dr Alwi yang sudah lama bersama-sama kita atas perjuangannya dalam memajukan kabupaten Pamekasan,” tuturnya.

Berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Jawa Timur (Jatim) Nomor 821.2/431/204/2017, Alwi Bieq dipindah sebagai Staf Ahli Gubernur Jatim Bidang Hukum dan Politik.

Adapun gantinya, yaitu Asyhar yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Badan Koordinasi Wilayah dan Pemerintahan dan Pembangunan (Bakoorwil IV) Provinsi Jatim. Sedangkan posisi Asyhar diganti I Gusti Ngurah Indra Setiabudi.

Reporter: Rifqi
Editor: Ahmadi

Hak Interpelasi DPRD Sampang Terhadap Kinerja Bupati Kandas

Sampang, 14/3 (Media Madura) – Rencana pengajuan hak interpelasi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) terhadap kinerja Bupati Sampang A Fannan Hasib mulai hambar. Sebab, hingga kini tidak ada satu pun anggota wakil rakyat itu membubuhkan tanda tangan pengajuan hak interpelasi, Selasa (14/3/2017).

Saat dikonfirmasi kembali terkait kelanjutan rencana pengajuan interpelasi, sejumlah anggota terlihat saling lempar tangan. Namun, mereka tidak ingin gegabah saling curiga penggunakan hak interpelasi hanya dijadikan alat kepentingan politik semata.

Ketua DPRD Sampang Imam Ubaidillah menyampaikan, jika hak interpelasi mutlak menjadi hak yang melekat pada masing-masing anggota. Maka dari itu, ia kembali menegaskan, jika interpelasi dipasrahkan kepada semua anggota dewan.

”Interpelasi merupakan hak dari masing-masing anggota, jadi saya pasrahkan ke teman-teman anggota, kalau pimpinan menyesuaikan dengan keinginan anggota,” katanya.

Ditanya apakah ada anggota yang mengajukan secara resmi hak interpelasi. Imam menjelaskan, sampai saat ini ia belum memegang kertas pengajuan interpelasi. Pihaknya juga tidak memahami alasan dari masing-masing anggota yang sebelumnya sempat mewacanakan pengajukan interpelasi namun kenyataanya belum ada satupun yang mengajukan secara resmi.

”Dari anggota belum ada yang mengajukan sama sekali,” singkatnya.

Sementara itu, Anggota Komisi II DPRD Sampang Moh. Hodai mengatakan, saat ini pihaknya dilema. Sebab, sudah tidak lagi ada di komisi I yang tugas dan fungsinya di bagian pemerintahan. Sehingga, ia belum bisa memberikan kepastian apakah penggunaan hak interpelasi itu tetap dilanjutkan atau sebaliknya.

”Kalau saya sendiri tetap akan melakukan hak-hak saya selaku anggota dewan. Salah satunya akan menggunakan hak angket atau hak interpelasi,” jelasnya.

Meski secara fungsi kelembagaan tidak lagi di pemerintahan, politisi asal Kecamatan Robatal itu mengajak dan meminta kepada anggota lainnya juga menggunakan hak-hak dan kewajibannya itu untuk digunakan. Sehingga, sebagai wakil rakyat saat ini pihaknya masih menunggu reaksi anggota dewan yang lain.

Selain itu, Hodai juga menegaskan bahwa hak interpelasi minimalnya diajukan oleh 7 anggota dari dua fraksi. Sementara informasinya yang sudah siap dari Gerindra.

”Saya tetap pada pendirian, akan menggunakan hak interpelasi, entah kalau yang lainnya,” terangnya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua I DPRD Sampang Fauzan Adima mengaku hingga saat ini masih belum menerima pengajuan hak interpelasi dari anggota. Dari Fraksi Gerindra pihaknya mendukung dan akan mengajukan hak interpelasi tersebut.

Dia menambahkan, dari fraksi Gerindra sendiri tidak akan merubah haluan, yakni akan menggunanakan hak interpelasi. Terkait kapan akan membubuhkan tanda tangan interpelasi, masih menunggu ketegasan dari fraksi lain.

“Dari fraksi yang lain belum bersuara dan belum menegaskan soal interpelasi ini, kalau gerindra siap kapanpun jika interpelasi ini murni untuk kepentingan rakyat,” tandasnya.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi