Sampang, 14/3 (Media Madura) – Aksi percobaan penculikan siswa terjadi di Sekolah Dasar (SD) Negeri Gunung Sekar 4 Jalan Delima Kecamatan Kota Sampang, Madura, Jawa Timur, pada Senin (13/3/2017) kemarin.

Percobaan penculikan itu menimpa kepada Rahmat Triyanto (11) siswa kelas III. Beruntung, korban berani melarikan diri dan meminta pertolongan kepada guru. Sehingga penculikan siswa itu berhasil digagalkan.

Awalnya, pukul 11.00 WIB korban mengantarkan pulang temannya ke Jalan Kenari menaiki sepeda pancal. Namun di tengah perjalanan menuju rumah, Rahmat mendadak dicegat komplotan penculik yang berjumlah dua orang mengendarai sepeda motor.

Para penculik itu tiba-tiba mendekat dan menanyakan alamat rumah korban. Mengetahui orang tak dikenal, korban langsung berbalik arah kembali ke sekolah meminta pertolongan ke salah seorang guru.

Sebab, korban mencurigai ketika akan mendekati korban, pelaku hendak mengeluarkan sesuatu dari dalam saku baju yang diduga senjata tajam.

“Saya curiga karena tidak kenal, tiba-tiba berhenti di depan sepeda langsung tanya ‘Rumah adek dimana’. Sebelum mengeluarkan benda berbahaya itu akhirnya kembali lagi ke sekolah dan menceritakan kejadian itu ke guru agar pulangnya diantarkan,” terang Rahmad kepada wartawan, Selasa (14/3/2017).

Rahmat menceritakan, ciri-ciri penculik tersebut seorang laki-laki berjenggot, memakai baju sorban serba putih. Sedangkan, penculik perempuan memakai cadar berwarna hitam.

Sementara itu, Kepala Sekolah di SDN Gunung Sekar 4 Ninik Suhartini membenarkan jika salah satu siswanya itu nyaris menjadi korban penculikan. Berkat kesigapan siswanya itulah aksi penculikan berhasil digagalkan.

“Alhamdulilah tidak terjadi apa-apa kepada korban, karena langsung melarikan diri berbalik arah kembali ke sekolah hingga pulangnya diantarkan,” jelas Ninik didampingi Wali Kelas Heni.

Atas kejadian itu, pihak sekolah mengingatkan siswa agar lebih berhati-hati dan waspada. Terutama jika ada orang tak dikenal menjemput dan memberikan sesuatu agar tidak diterima.

Ninik menyarankan, orang tua siswa khususnya anak didik yang masih duduk di bangku kelas I, II, untuk menjemput sendiri ke sekolah tanpa diwakilkan.

“Karena kalau anak yang masih kecil mungkin belum paham kondisi saat ini, makanya harus dijemput dan lebih waspada. Kejadian ini juga agar menjadi pembelajaran dan disampaikan ke sekolah lain agar sama-sama lebih berhati-hati,” tandasnya.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan