Sumenep, 14/3 (Media Madura) – Komisi II DPRD Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur meminta Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang ditengarai tidak sehat agar dihapus saja. 

Pasalnya, dari empat BUMD yang ada di Sumenep, tiga diantaranya cenderung tidak berkembang, bahkan hanya membebani APBD.

“Di Sumenep ini banyak BUMD yang tidak sehat. Jadi BUMD yang tidak sehat sebaiknya di-delete saja,” ujar Ketua Komisi I DPRD Sumenep, AF Hari Ponto, Selasa (14/3/2017).

Politisi Golkar ini menyebut, diantara BUMD yang ditengarai tidak sehat adalah PD Sumekar, BUMD yang bergerak dibidang usaha apotek.

Kemudian, PT WUS yang bergerak dalam bidang SPBU, perbengkelan dan juga sewa lapangan Futsal disebut juga termasuk kategori tidak sehat. 

“PD Sumekar dan PT Wira Usaha Sumekar (WUS) selalu mengalami kerugian dan tidak bisa menyumbang ke Pendapatan Asli Daerah (PAD),” bebernya.

Selain meminta BUMD dihapus, Ponto juga menyarankan, agar sebaiknya tidak usah mengembangkan usaha dibidang apotek dan SPBU. Alasan dia, bidang itu sudah banyak dikembangkan oleh masyarakat umum.

“Apalagi usaha itu selama ini tidak bisa menyumbang PAD dan hanya membebani anggaran, mungkin lebih baik pemerintah mencari bidang lain yang lebih menguntungkan,” tukasnya. 

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan