Beranda blog Halaman 1037

Gomes Sambut Positif Marquee Player Madura United

0

Pamekasan, 18/3 (Media Madura) – Pelatih Madura United, Gomes De Oliviera menyambut positif niat manajemen klub untuk mendatangkan pemain kelas dunia atau marquee player menjelang bergulirnya kompetisi Liga 1 2017 mendatang.

“Kalau mereka (manajemen Madura United.red) bisa bawa pemain sekalas dunia akan membantu secara skill individu dan pengalaman sepak bola,” kata Gomes.

Laskar Sape Kerrab berniat mendatangkan pemain jebolan Liga Inggris dalam waktu dekat. Dia adalah mantan penyerang Stoke City, Peter Osaze Odemwingie (35). Diakui Gomes, timnya saat ini memanng butuh striker kelas dunia.

“Untuk sementara ini kita kurang di posisi striker ya, setelah (Luis) Junior tidak ada di sini, masih kosong. Meskipun ada Greg (Nwokolo) yang bisa main di situ, juga ada Guy Junior. Tapi, kalau kita masih punya kesempatan untuk ambil yang mantap, yang ahli di situ, saya yakin kita akan lebih baik,” kata Gomes.

Manajemen klub telah mengindikasikan selangkah lagi akan mendaratkan sang pemain ke Pulau Garam. Terkait hal itu, justru Gomes memasrahkan sepenuhnya kepada manajemen klub.

“Manajemen yang akan mencari marquee player, bagaimana caranya mereka bisa cari pemain, saya yakin cukup mahal. Nah itu saya serahkan ke manajemen,” imbuh pria asal Brasil ini.

“Kalau dia (Peter Odemwingie.red) bisa tampil di sini sama kita, datang untuk membangun Madura United lebih baik, itu satu hadiah yang luar biasa untuk kita semua,” tandasnya.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Marquee Player Madura United Ternyata Eks Pemain Stoke City

0

Pamekasan, 17/3 (Media Madura) – Madura United dimungkinkan bakal diperkuat pemain bintang kelas dunia atau marquee player pada kompetisi Liga 1 2017 yang akan bergulir pada 15 April mendatang.

Dia adalah, eks pemain Stoke City, Peter Osaze Odemwingie. Stoke City merupakan salah satu klub Liga Inggris.

Menurut Manajer Madura United, Haruna Soemitro, proses transfer pemain kelahiran Tashkent, Uzbekistan, 15 Juli 1981 ini ke dalam skuad asuhan Gomes De Oliviera tinggal selangkah lagi.

“Untuk mencapai kata sepakat, baik dari pihak sponsor maupun dari pemain yang bersangkutan, saya nyatakan angkanya sudah 99 persen,” tegas Haruna.

Haruna menjelaskan, ini dilakukan atas permintaan fans fanatik Madura United agar memboyong pemain top Eropa yang akhirnya dikabulkan oleh manajemen Laskar Sape Kerrab. Selain, adanya aturan baru yang dikeluarkan PSSI.

“Permintaan adanya marquee player awalnya datang dari suporter ke kami. Sudah kami diskusikan dengan pihak sponsor. Perkembangannya sangat cepat dari menit kemenit,” ujarnya.

Selain di Stoke City, ia juga pernah membela klub Liga Inggris lainnya, West Bromwich Albion dan Cardiff City. Sementara di level internasional, pemain yang pernah satu tim dengan Xherdan Shaqiri dan Peter Crouch pernah memperkuat timnas Negeria di Piala Dunia 2010 dan 2014.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Iming-Iming Pekerjaan, Oknum PNS di Sumenep Diduga Lakukan Penipuan Puluhan Juta

Sumenep 17/3 (Media Madura) – Seorang oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa Timur diduga kuat melakukan penipuan dengan iming-iming pekerjaan di salah satu bandara di Balik Papan.

Berdasarkan pengakuan korban, HJ (62) orang tua pemuda atas nama EY (19) warga Desa Semaan, Kecamatan Dasuk, menceritakan diminta sejumlah uang oleh RF (oknum PNS) yang menjabat kepala sekolah untuk bisa lulus bekerja di perusahaan DATC (Das Aviation Training Centre) yang beralamatkan di Tangerang.

“Saya dimimta menyetorkan uang dalam 3 tahap dengan nominal yang berbeda-beda, pertama 25 juta pada Agustus 2014 lalu untuk mendapatkan piagam masuk kerja,” tutur HJ orang tua EY pelamar pekerjaan.

Bahkan, tidak lama kemudian pihaknya mengaku diminta menyerahkan sejumlah uang kembali dengan alasan untuk uang transport dan pelicin masuk kerja di bandara Balik Papan.

“Disitu kami kembali memberikan uang Rp 10 juta kepada si PNS itu, tepatnya pada bulan September tahun yang sama,” Sambung pria paruh baya yang berprofesi sebagai petani itu.

Aksi dugaan penipuan tidak selesai sampai disitu, berdasarkan pengakuan yang berhasil dihimpun mediamadura.com, untuk kali ketiga pihak korban dimintai menyerahkan uang dengan jumlah lima juta rupiah.

“Pokoknya dalam tiga tahap penyetoran itu, terkumpul nominal Rp 40 juta yang sudah saya setorkan mas,” sesalnya.

Mirisnya lagi, EY yang mengimpikan bisa bekerja menjadi karyawan bandara itu hanya bisa gigit jari, karena hanya bekerja sebagai tenaga magang selama tiga bulan tanpa digaji.

“Anak saya cuman kerja 3 bulan, setelah itu dikeluarkan dengan tidak digaji sepeserpun,” kata dia.

Untuk itu, pihak keluarga mengaku telah meminta uang tersebut dikembalikan, namun ia menolak mengembalikan dengan alasan uangnya sudah digunakan untuk pengurusan masuk kerja.

Sementara ditemui secara terpisah, Rifa’i, oknum PNS yang menjabat sebagai Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) Batu Belah Timur yang diduga melakukan penipuan membenarkan permintaan sejumlah uang kepada keluarga EY untuk melamar pekerjaan itu.

“Saya memang minta sejumlah uang, cuma itu bukan paksaan melainkan atas kesepakatan pihak keluarga dengan saya,” kilahnya.

Berdasarkan rincian yang disampaikan, uang Rp 40 juta tersebut untuk biaya pengurusan pelantikan di Surabaya, kemudian untuk transport ke Balik Papan dan biaya lainnya.

“Kalau saya dianggap lakukan penipuan, silahkan laporkan saja,” tegasnya.

Bahkan, tak tanggung tanggung, PNS tersebut mengancam untuk melaporkan pihak media yang mempublikasikan kasus dugaan penipuan tersebut.

“Silahkan kalau mau ditulis, saya juga berhak melaporkan,” pungkasnya dengan nada ancaman.

Reporter: Panji Agira
Editor: Ahmadi

HCML Bakal Kembangkan Sumur MDA-MBH di Pulau Sepudi

Sumenep, 17/3 (Media Madura) – Perusahaan Migas Husky CNOOC Madura Limited (HCML) bersama SKK Migas menggelar sosialisasi kepada ratusan nelayan di Kecamatan Gayam dan Nonggunong, Pulau Sepudi, Kabupaten Sumenep, Madura,  Jawa Timur,  kegiatan itu guna mempersiapkan pengembangan sumur MDA dan MBH di sekitar pulau tersebut.

“Masyarakat tidak perlu khawatir dengan kegiatan pengeboran migas ini, karena kami menjunjung tinggi keselamatan lingkungan,” terang perwakilan dari SKK migas Jawa, Bali, Nusa Tengara (Jabanusa), Singgih.

Menurut Singgih, kegiatan hulu migas sampai sekarang masih menjadi tulang punggung APBN. Bahkan kata dia, sektor migas ini menyumbang APBN sekitar 20 persen. 

“Jadi, masih lumayan besar kontribusinya. Karena itu, kami meminta dukungan dari masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Head of Relation HCML, Hamim Tohari menjelaskan, kegiatan pengembangan sumur MDA dan MBH akan dimulai sekitar awal April 2017. Karena itu, pihaknya beserta tim melakukan silaturahmi dan sosialisasi kepada warga di Pulau Sapudi.

“Insya Allah pada bulan depan kami akan memulai pengembangan sumur atau kegiatan pengeboran, dengan memasang ‘platform’. Nah karena kami ini menjunjung adat ketimuran, maka kami datang kesini, bertemu langsung dengan warga,” terangnya.

Sosialisasi persiapan pengembangan sumur MDA dan MBH tersebut digelar di kantor Kecamatan Gayam. Selain dihadiri Forum Pimpinan Kecamatan (Forpimka) setempat, juga dihadiri perwakilan TNI AL dari Paspotmar Lanal Batuporon.

“Lokasi sumur baru HCML itu berada dalam wilayah latihan TNI AL. Karena itu, kami bertugas mengamankan obyek vital negara,” terang Erdis Suprisancoko, dari Paspotmar Lanal Batuporon. 

Ia menjelaskan, seharusnya wilayah kerja HCML tersebut rahasia. Namun karena lokasi pengeborannya berada di lokasi latihan TNI AL, maka pihaknya harus memberitaukan kepada warga maupun HCML untuk sama-sama menjaga kepentingan negara itu.

“Jadi kami tegaskan, kehadiran kami di sini ini netral, yakni untuk mengamankan obyek vital nasional juga mengamankan kepentingan hajat hidup orang banyak,” ucapnya.

Untuk diketahui, hasil produksi sumur MDA dan MBH milik HCML tersebut nantinya akan disambungkan ke pipa Pertamina East Java Gas Pipeline (EJGP) ke Porong Sidoarjo yang berjarak kurang lebih 200 km dari lokasi pengeboran. Gas yang dihasilkan itu akan dimanfaatkan sebagai pemenuhan kebutuhan industri pupuk di Jawa Timur.

Penulis: Rosy
Editor: Ahmadi

Miliki Sabu, Pria Ini Diringkus Petugas di Pelabuhan Kalianget

Sumenep, 17/3 (Media Madura) – Kedapatan memiliki sabu, Suyibno (35) ditangkap Kepolisian Resort (Polres) Sumenep, Madura, Jawa Timur Jumat (17/3/2017) sekitar pukul 13.15 WIB.

Warga Dusun Lisun RT 3 RW 1, Desa Kalianget Timur, Kecamatan Kalianget ditangkap di pinntu masuk Pelabuhan Kalianget. 

Kapolres Sumenep, AKBP Joseph Ananta Pinora melalui Kabag Humas, AKP Suwardi mengungkapkan, dalam kurun waktu 3 hari anggota Polsek Kalianget memang telah melakukan penjejakan terhadap tersangka. 

“Karena tersangka diduga pemakai narkotika jenis sabu sabu, menurut informaai dari masyarakat,” ujarnya. 

Lalu, saat dilakukan pembuntutan di sekitar pelabuhan Kalianget, tersangka yang mengendarai Sepeda motor Suzuki Thunder warna biru tanpa plat nomor menunjukkan tingkah laku yang mencurigakan.

Sehingga, kata Suwardi, tersangka diberhentikan oleh Kapolsek beserta anggotanya. Namun sebelum berhenti tersangka membuang bungkus rokok merek Surya 12.

“Dan setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata bungkus rokok tadi berisi barang yang diduga Sabu, dan diakui bahwa barang tersebut adalah miliknya, sehingga dia ditangkap,” terangnya.

Suwardi membeberkan, barang bukti yang berhasil diamankan petugas, antara lain 1 klip plastik yang diduga narkotika jenis sabu-sabu dengan berat 0.33 gram, sepeda motor Suzuki Thunder warna biru tanpa plat nomor, Hp merek Aldo warna putih, 1 bungkus rokok Surya 12 dan sobekan tisu warna putih.

“Saat ini tersangka berikut barang bukti diamankan di Mapolsek Kalianget untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” pungkas Suwardi. 

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

Tambatan Perahu Sepanjang 70 Meter di Pamekasan Tak Terawat

Pamekasan, 17/3 (Media Madura) – Tambatan perahu tradisional di Desa Pegagan, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, tidak terawat dengan baik.

Padahal kata Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan Ismail, pembangunan didanai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pamekasan.

“Setelah kami datangi ternyata tambatan perahu yang meggunakan uang APBD tidak dikelola dengan baik,” katanya, Jumat (17/3/2017).

Menurut politisi Partai Demokrat itu, jika pembangunan itu dibiarkan tanpa pengelolaan yang jelas sama saja dengan membuang-buang anggaran.

“Kalau dibangun lalu dibiarkan maka akhirnya menjadi tidak jelas tujuannya. Padahal tambatan perahu itu sangat potensial untuk menghasilkan PAD, asal dikelola dengan baik, karena di sana cukup ramai,” tambah Ismail.

Adapun fasilitas yang sudah disediakan kini rusak dan tidak terawat. Di antaranya lampu penerangan yang terpasang sudah mati, dan toilet umum tidak bisa dipakai lantaran rusak.

“SKPD terkait harus mempunyai ide yang cemerlang, bukan hanya mau membangun tapi dibiarkan semrawut,” tandas Ismail.

Untuk diketahui, tambatan perahu itu kerap dimanfaatkan sebagai pelabuhan rakyat atau pelabuhan tradisional untuk transportasi laut alternatif, yang sering digunakan masyarakat untuk menyeberang dari Pamekasan ke Pelabuhan Kalibuntu, Kraksan, Kabupaten Probolinggo.

Tambatan perahu itu sudah dua kali dibangun. Pertama, pembangunan tambatan sepanjang 30 meter di tahun 2013, dan dilanjutkan pada tahun 2015 dengan membanguan tambatan sepanjangan 70 meter.

Reporter: Rifqi
Editor: Ahmadi

Satpol PP Belum Mendapat Pelimpahan Kasus Pegiat LSM Mabuk dari Polres

0

Pamekasan, 17/3 (Media Madura) – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pamekasan, Madura, Jawa Timur belum menerima pelimpahan kasus oknum pegiat Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) teler akibat pesta minuman keras (miras) dari Polres.

Kepala Seksi (Kasi) Penyelidikan dan Penyidikan Satpol PP Pamekasan, Yusuf Wibiseno mengatakan, sampai saat ini dirinya masih belum menerima pelimpahan dari Polres, meskipun kejadiannya sudah kemarin siang.

“Kejadiannya insidentil, artinya lepas dari operasi kami,” katanya, jumat (17/3/2017).

Yusuf menegaskan akan menindak lanjuti kasus tersebut, ia menilai prilaku itu melanggar peraturan daerah (Perda) tentang larangan minuman beralkohol.

“Kita pasti tindak itu, karena sangat mengganggu masyarakat umum,” tambahnya.

Kamis (16/3/2017) siang, oknum pegiat Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) anti korupsi berinisial AS, ngamuk di tempat umum setelah menenggak 9 botol miras merek anggur putih.

Agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan aparat kepolisian langsung mengamankan ke Mapolres di Jalan stadion nomor 81, dalam kondisi tidak tersadarkan diri berikut barang buktinya.

Reporter: Rifqi
Editor: Ahmadi

Ingin Rekrut Pemain Bintang Liga Inggris, Madura United Lobi Sponsor

0

Pamekasan, 17/3 (Media Madura) – Aturan baru Liga 1 2017 yang memperbolehkan setiap klub merekrut marquee player rupanya tidak akan dilewatkan oleh manajemen Madura United.

Presiden Klub, Achsanul Qosasi mengatakan, pihaknya saat ini tengah menyusun rencana menyusul ditetapkannnya sistem marquee player oleh PSSI.

Madura United, kata AQ sapaan akrabnya, memiliki rencana mendatangkan pemain bintang yang pernah berlaga di klub Liga Inggris.

Marquee player, sebutan untuk pemain-pemain bintang dengan gaji fantantis, coba didatangkan untuk memperkuat Laskar Sape Kerrab di Liga 1 yang bergulir 15 April mendatang.

“Ada kemungkinan dalam minggu ini, ada mantan pemain di Liga Inggris sudah bisa bergabung dengan Madura United,” kata AQ.

Kendati demikian, AQ masih menyembunyikan identitas pemain incarannya. Hanya saja, dia memberikan sedikit bocoran bahwa sang pemain adalah penyerang.

“Posisinya striker,” tambah pria asal Kabupaten Sumenep ini.

Namun, untuk mendatangkan pemain top Eropa, pihaknya mengaku bahwa saat ini sedang dalam tahap lobi-lobi dengan pihak sponsor

“Madura United akan coba komunikasikan dengan sponsor tentang pemain marquee player. Saya akan bicarakan dengan JD.Id atau Pool Advista,” ungkapnya.

AQ berharap, manajemen Madura United dan pihak sponsor mencapai kesepakatan. “Jika sponsor mau membiayai pemain ini, kami akan pakai jatah marquee player, karena dari sisi budget klub sudah tidak memungkinkan lagi,” ujarnya.

“Marquee player, pemain asing untuk mengangkat promosi klub, harus pernah bermain di 8 liga top Eropa, atau Piala Dunia di 3 edisi terakhir,” tandas AQ.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Bupati Sumenep Ingin Kurangi Pengangguran Melalui Program Wirausahawan Muda

Sumenep, 17/3 (Media Madura) -Pelatihan 1000 Wirausahawan Muda secara resmi dibuka oleh Bupati Sumenep, Madura, Jawa Timur A Busyro Karim, bertempat di STKIP PGRI Sumenep, Kamis (16/03/2017).

Dalam pembukaan itu, Bupati Sumenep menyampaikan, program wirausahawan muda adalah program ungulan Kabupaten Sumenep guna mencetak 5000 wirausahawan muda dalam lima tahun kedepan.

Pada tahun ini, kata Busyro, Pemkab Sumenep menargetkan tercetak sebanyak 1000 wirausahawan baru melalui 24 usaha yang diprogramkan. 

“Tujuan perogram ini mengurangi pengangguran di kabupaten Sumenep, kita ingin mengubah mindset dari pencari kerja menjadi pembuat kerja,” ujar Busyro. 

Politisi PKB ini menambahkan, “Faktor pengangguran di Sumenep sebagian karena motivasi seseorang yang begitu besar menjadi karyawan atau PNS, sedangkan SDM sangat rendah dan keterbatasan modal akses jaringan,” ucapnya.

Bupati dua periode ini meminta, kedepan pemuda sebaiknya jangan terlalu bermimpi menjadi PNS atau karyawan, lantaran untuk peluang itu saat ini tidak terlalu tersedia. 

Lebih baik, lanjut Busyro, bermimpilah menjadi wirausahawan, karena menjadi wirausawan jauh lebih peluangnya, bahkan besar mamfaatnya untuk masyarakat dengan menyerap tenaga kerja. 

“Seorang pengusaha, bisa menyerap 5 orang tenaga kerja atau lebih. Dengan demikian, saya berharap pengangguran terus berkurang, salah satunya melalui program ini,” pungkasnya. 

Seperti diketahui, untuk memuluskan program unggulan ini, pada tahun 2017 ini Pemkab Sumenep telah menganggarkan sebesar Rp 4 miliar yang disebar ke sejumlah SKPD. 

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

Sekda Sampang Puthut Dirawat Intensif di RS Santa Clara Madiun

Sampang, 17/3 (Media Madura) – Sekretaris Kabupaten Sampang Puthut Budi Santoso, sampai saat ini masih dirawat Rumah Sakit Santa Clara di Jalan Biliton Kota Madiun, Jawa Timur.

Kabag Humas Pemkab Sampang Yulis Juwaidi mengatakan, Puthut Budi Santoso dirawat di rumah sakit Kota Madiun itu untuk menjalani perawatan secara intensif.

“Memang beliau (Puthut) masih dirawat di RS Santa Clara Madiun,” kata Yulis, Jumat (17/3/2017).

Dia menuturkan, belum diketahui pasti penyakit yang diderita Puthut. Sebab, hal itu hanya diketahui oleh tim medis. Ia disarankan istirahat.

“Sampai saat ini butuh istirahat karena kecapean,” jelasnya.

Sejumlah pejabat penting di jajaran Sekkab Sampang sebagian telah menjenguk Puthut di rumah sakit pada Kamis (16/3/2017) kemarin.

“Sudah jenguk sebagian dari Kabag Sekkab Sampang, kemungkinan hari Minggu (19/3) sudah bisa keluar dari rumah sakit, tapi masih menunggu perkembangan pemeriksaan dokter terakhir ini,” tandasnya.

Seperti diketahui, jabatan Sekretaris Kabupaten Sampang Puthut Budi Santoso diganti oleh Pelaksana harian (Plh) mulai hari ini tertanggal 15 hingga 19 Maret 2017. Sebagai penggantinya dijabat oleh Soeharjanto.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi