Beranda blog Halaman 1038

Madura United Akan Boyong Seluruh Pemain ke Cilacap

0

Pamekasan, 17/3 (Media Madura) – Madura United berencana memboyong seluruh pemain mereka kala mengarungi turnamen Cilacap Cup 2017. Demikian yang diungkapkan Pelatih Madura United, Gomes De Oliviera.

Pelatih asal Brasil ini menyebut, pihaknya memiliki alasan kuat untuk memboyong seluruh pemainnya pada lawatan ini.

“Itu dilakukan untuk menguji kemampuan masing-masing pemain, terutama pemain anyar,” kata Gomes.

Terdapat sejumlah pemain anyar yang baru bergabung dengan skuad Laskar Sape Kerrab. Diantaranya, Sadli dan Redouane Zerzouri.

Cilacap Cup akan digunakan Madura United sebagai ajang penilaian terhadap penampilan pemain berpaspor Prancis tersebut.

“Keberadaan Redouane Zerzouri juga bisa kami lihat dalam membantu tim di kejuaraan tersebut,” imbuhnya.

Madura United akan menghadapi Persija Jakarta di laga pembuka turnamen Cilacap Cup, pada 24 Maret mendatang, kick off pukul 15.00 WIB. Setelah itu, tuan rumah PSCS Cilacap bersua Bhayangkara FC, pukul 19.00 WIB.

Keempat tim ini sejatinya kembali akan saling berhadapan keesokan harinya, Sabtu (25/3/2017). Sesama tim pemenang bakal saling bentrok merebutkan juara satu. Juara ketiga akan diperebutkan oleh kedua tim yang kalah di pertandingan pertama.

Semua pertandingan akan dihelat di Stadion Wijayakusuma, Cilacap. Fabiano Beltrame dan kawan-kawan dijadwalkan bertolak ke Cilacap pada 22 Maret. Rombongan Madura United akan menggunakan jasa transportasi kereta api.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Penanganan Pemadam Kebakaran di Pantura Sulit Terjangkau

Sampang, 17/3 (Media Madura) – Penanganan pemadaman kebakaran untuk wilayah yang berada di pelosok pedesaan dan perbatasan khususnya di pantura terabaikan. Untuk itu, kedepan petugas kebakaran akan memetakan lokasi-lokasi yang sulit terjangkau.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Dinas Satpol PP Sampang Husaini mengatakan, sesuai kajian bersama bahwa kejadian kebakaran di pantura masih sulit tertangani. Salah satu penyebabnya jarak tempuh terlalu jauh dan juga medan jalan.

”Terlalu berat yang harus ditempuh petugas supaya bisa sampai ke lokasi kebakaran. Padahal, ideal penanganan kebakaran maksimal adalah 20 menit. Sementara kalau ke pantura sekitar satu jam lebih,” terang Husaini, Jumat (17/3/2017).

Kata Husaini, untuk memaksimalkan penanganan kebakaran, pihaknya berencana akan membuat perjanjian dengan sejumlah pihak termasuk di dalamnya mengatur tentang sewa mobil tanki pemadam kebakaran.

”Salah satu target kami akan bekerja sama dengan pihak ketiga yang memiliki mobil tangki, kerjasama ini akan difokuskan kepada lokasi-lokasi yang sulit ditempuh, seperti Banyuates dan Sokobanah,” jelasnya.

Nantinya mobil tangki itu akan dibuat untuk penanganan kebakaran di wilayah terdekat lokasi kebakaran. Sehingga, mobil tangki tersebut bisa langsung melakukan penanganan apabila ada kebakaran.

Dalam waktu dekat Dinas Satpol PP Sampang berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait. Pihaknya akan mencari pihak ketiga yang betul-betul layak untuk diajak kerjasama.

Dirinya menjelaskan, pada tahun 2016 dinasnya dalam penanganan kebakaran hanya menganggarkan sekitar 150 juta. Itu pun untuk 40 peristiwa kebakaran.

”Kerjasama yang akan dibangun ini sifatnya kondisional, apabila ada kebakaran di tempat terpencil dan jaraknya jauh maka mobil tangki itu yang berada di sekitar itu yang akan kita sewa,” pungkasnya.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Anggota TNI di Pamekasan Ikut Dampingi Vaksinasi Ternak Sapi

Pamekasan, 17/3 (Media Madura) -Babinsa Desa Bajur Koramil 0826/10 Waru Serda Puji Winarno melaksanakan pendampingan UPT Dinas Pertanakan Kec Waru dalam kegiatan Penyuntikan Vaksin terhadap hewan ternak di rumah Bapak Muhlasin (40), Ketua Kelompok Tani Pandengkek Sejahtera di Dusun Pandengkek Desa Bajur Kec Waru. Kamis (16/03/2017) pagi.

Kegiatan vaksinasi ternak sapi dilaksanakan agar sapi terhindar dari penyakit. Dengan Vaksinasi diharapkan sapi sehat dan aman

“Dengan vaksin ini diharapkan sapi ternak terhindar dari penyakit dan mampu menghasilkan anak sapi yang sehat,” kata Babinsa Desa Bajur Koramil 0826/10 Waru Serda Puji Winarno.

Jumlah sapi yang divaksin sebanyak 110 ekor. Kegiatan vaksinasi yang di laksanakan kali ini dengan memberikan penyuntikan jenis vaksin B12.

Selain pemberian vaksin dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penimbangan berat badan sapi, pengukuran tinggi dan lingkar badan serta pengambilan darah untuk sapi anakan.

“Kegiatan pemberian vaksinasi ini akan terus dilaksanakan sampai kebutuhan vaksinasi ternak sapi semua terpenuhi,” tukasnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut Rahmatullah Spt, Suadi rahman, Bapak Muchlis dari UPT Dinas Peternakan Waru dan Roni serta Veni dari Lolitsapi Litbang Pertanian Malang.

Penulis : Ist
Editor : Arif

Sopir Mobil Travel Ditemukan Tewas Mengenaskan di Bukit Dampol

0

Sumenep, 17/3 (Media Madura) – Seorang sopir mobil travel ditemukan tewas secara mengenaskan di Bukit Dampol Desa Bragung, Kecamatan Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Jumat (17/3/2017).

Pria yang diketahui bernama Su’it itu ditemukan warga di pinggir jalan yang menghubungkan Desa Bragung, Kecamatan Guluk-guluk dengan Desa Prancak, Kecamatan Pasongsongan sekitar pukul 05.00 WIB.

Informasi di lapangan menyebutkan, pria tersebut merupakan warga Desa Tamba Agung Ares, Kecamatan Ambunten dan diduga menjadi korban pembunuhan.

“Korban ditemukan dalam posisi terlentang di jok depan mobil dan sudah tidak bernyawa,” kata salah satu warga setempat yang sedang berada di TKP, Makmum.

Dia menceritakan, oleh warga yang menemukan awalnya korban dikira sedang tertidur dan beristirahat. Namun ketika didekati ternyata korban sudah tewas dengan bersimbah darah.

“Melihat luka di tubuh korban, sepertinya ada bekas pukulan senjata tumpul, kemudian juga sepertinya sempat diseret oleh seseorang,” tuturnya.

Selain terdapat luka pada tubuh korban, mobil yang ditumpangi juga mengalami rusak di beberapa bagian, sementara juga diduga akibat senjata tumpul atau lemparan batu.

“Ciri-ciri mobilnya berwarna putih kombinasi orange dengan nomor polisi M 7147 UG,” pungkas Makmum. 

Hingga berita ini ditulis, warga belum melakukan tindakan apapun terhadap penemuan mayat tersebut, sementara dari pihak berwajib, baik dari pihak aparat desa maupun dari pihak kepolisian Polsek Guluk-guluk belum bisa dimintai konfirmasi.

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

Pemerintah Lepas Tanggungjawab, PKL Kembali Berjualan ke Trotoar

Sampang,16/3 (Media Madura) – Relokasi terhadap Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Kota Sampang, Madura, Jawa Timur, berakhir kandas. Sebab, para pedagang akhirnya terpaksa kembali berjualan di trotoar karena janji pemerintah belum teralisasi. Seperti keinginan memberikan fasilitas penunjang yakni tenda dan ketersedian air tak kunjung ditepati.

”Kami jangan dipimpong mas, kami butuh kejelasan,” ujar Mohdor salah satu PKL yang direlokasi ke Lapangan Gor Indoor Wijaya Kusuma, Kamis (16/3/2017).

Dia dengan teman-teman pedagang yang berjualan di malam hari sebanyak 30 PKL terpaksa berjualan di tempat semula karena sudah tidak tahan berada di tempat relokasi. Hal itu dikarenakan selama ini sejak di relokasi pendapatan mereka turun drastis. Bahkan kian hari bukan malah untung namun buntung.

”Terpaksa kembali ke trotoar, ini juga berpengaruh ke penghasilan sebesar 20 persen. Biasanya labakotor sekitar Rp 500 ribu – Rp 1 juta per malam dan sekarang hanya Rp 50 ribu sampai Rp 100 ribu. Sedangkan janji fasilitas tenda dan ketersediaan air belum ada kejelasan, kami akan kembali ke tempat relokasi ketika tuntutan fasilitas terpenuhi,” tegasnya.

Hal senada disampaikan oleh H. Hasan. Menurutnya, relokasi tidak akan prospek jika hanya dilakukan jangka pendek. Maka dari itu, pria bertubuh gemuk itu berharap, jika memang akan ditertibkan fasilitas harus tersedia.

”Banyak pedagang yang merugi, tempat relokasi sepi pembeli, apalagi fasilitas yang disediakan pemerintah minim, hanya lapangan saja,” ujarnya.

Sementara itu, Didik Ahmad aktivis mahasiswa yang ikut mendampingi PKL itu mengatakan, jika pemerintah ada niatan akan merelokasi PKL seharusnya sudah terlebih dahulu mempersiapkan fasilitas penunjang fasilitas.

”Bukan hanya sebatas relokasi saja, sementara fasilitas tidak jelas, meksi mereka PKL tetap punya hak untuk hidup, jangan rampas hak mereka, perlakukan mereka secara manusiawi,” jelasnya.

Didik menuturkan, sejauh ini tenda masih belum ada. Bahkan alasan pemerintah menunggu anggaran PAK itu jelas tidak masuk rasional. Berarti selama ini pemerintah hanya sebatas relokasi tanpa dikonsep dan direncanakan secara matang.

”Saling lempar tanggungjawab, ini salah satu bukti tidak ada sinergi antara OPD yang satu dengan yang lain, Jangan jadikan PKL sebagai korban kebijakan, mereka butuh ketenangan berjualan,” ungkapnya.

Semntara itu, Plt Kepala Satpol PP Sampang Rudi Setiadi mengatakan, pihaknya siap melakukan penertiban apabila fasilitas sudah dilengkapi. Pihaknya mengakui jika dukungan dari OPD terkait masih belum jelas.

”Tugas kami hanya menertibkan, apa boleh buat kalau di lapangan kondisinya seperti ini,” singkatnya.

Sementara Kabid Pengembangan Usaha Koperasi dan Usaha Mikro Diskop UMTK Sampang Madaningsih kembali berdalih, saat ini memang belum difasilitasi karena untuk fasilitas masih menunggu perubahan anggaran kegiatan. Untuk itu dinasnya hanya mampu memberikan fasilitas lapangan saja.

”Semua kebutuhan fasilitas akan dianggarkan di PAK, bertahap, jadi tidak langsung ada,” pungkasnya.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Dua Bocah di Sampang Murni Keracunan, Bukan Percobaan Penculikan

0

Sampang, 16/3 (Media Madura) – Penyebab pingsannya dua bocah asal Dusun Gading Laok, Desa Blu’uran, Kecamatan Karangpenang, Kabupaten Sampang, pada Rabu (15/3) malam murni akibat keracunan, bukan dugaan percobaan penculikan.

Ia adalah Alfiani (8) bocah kelas IV, dan Safira (6) kelas II, tercatat sebagai pelajar di SDN Karang Gayam IV Omben. Mereka mengalami pusing dan mual hingga kondisi tubuh lemas setelah memakan dan menghabiskan tiga bungkus kacang polong merek Jaipong. Akibatnya, bocah itu terpaksa di bawa ke Puskesmas Omben dan dilarikan ke RSUD Sampang untuk menjalani perawatan intensif.

“Keterangan dokter di Puskesmas Omben korban pingsan karena keracunan makan jajan itu,” terang Kapolres Sampang AKBP Tofik Sukendar melalui Kasat Reskrim AKP Hery Kusnanto, Kamis (16/3/2017),

Hery menuturkan, korban sampai saat ini masih belum bisa dimintai keterangan. Namun, secara tegas pihaknya masih menyelidiki kasus itu. Sehingga belum bisa memastikan kejadian tersebut ada indikasi yang mengarah terhadap dugaan percobaan penculikan anak dibawah umur.

“Mungkin karena sekarang lagi marak isu hoax penculikan anak, malah pingsannya dua anak ini dibesar-besarkan,” katanya.

Informasi yang beredar, dua bocah itu diduga menjadi korban percobaan penculikan anak. Keduanya tak sadarkan diri karena dikabarkan di beri obat bius oleh orang tak dikenal yang mengaku sebagai Ibu Nyai dengan memberikan makanan.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

KH Hasyim Muzadi Berpulang, Warga NU Pamekasan Diinstruksikan Salat Gaib

0

Pamekasan, 16/3 (Media Madura) – Warga Nahdliyin di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur diinstruksikan melaksanakan salat jenazah gaib untuk almarhum KH Hasyim Muzadi.

Ketua Pengurus Cabang Nahdhatul Ulama (PCNU) Pamekasan, KH Taufik Hasyim mengatakan, instruksi melaksanakan salat gaib dan tahlil bersama itu ditujukan kepada warga NU, melalui pengurus Majelis Wakil Cabang (MWC), Ranting, pengurus anak ranting, Lembaga dan Banom.

“Warga NU agar melaksanakan salat gaib dan tahlil di Musala, Masjid dan Majlis Ta’lim,” katanya, Kamis (16/3/2017).

Ditambahkan oleh Taufik, Almarhum almaghfurlah KH Hasyim Muzadi adalah tokoh NU yang loyal, istiqomah, teguh prinsip dan jasanya tak terhingga. Terbukti ia merintis kader sejak dari pengurus ranting hingga pengurus besar NU.

“Saat ini tengah membuat surat edaran (SE) ke masjid-masjid agar melaksanakan salat gaib dan tahlil bersama,” tambahnya.

Untuk diketahui, KH Hasyim Muzadi yang juga Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) meninggal dunia, Kamis (16/3/2017) sekitar pukul 6.15 WIB.

Reporter: Rifqi
Editor: Ahmadi

Tenggak 9 Botol Miras, Oknum LSM di Pamekasan Ngamuk di Tempat Umum

Pamekasan, 16/3 (Media Madura) – Oknum pegiat Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) anti korupsi di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur ngamuk di tempat umum setelah menenggak 9 botol minuman keras, Kamis (16/3/2017) siang.

Menurut informasi di lapangan, pegiat LSM yang mabuk berat itu bernama Abdussalam, ia mengamuk saat pesta miras di sisi timur monumen Arek Lancor bersama beberapa temannya.

“Saya kebetulan baru nyampek di lokasi, dan saya ikut melerai karena ia mengamuk,” kata Zaini yang ikut diamankan Polisi sebagai saksi bersama dua rekannya.

Adapun jenis minuman yang ditenggak merek anggur putih. Beruntung aparat kepolisian langsung mengamankan mereka ke Mapolres di Jalan stadion nomor 81, berikut barang buktinya. Hal itu dilakukan kepolisian agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kita diamankan kesini biar tidak ramai,” tambah Zaini.

AS tergeletak di ruang penjagaan Polres Pamekasan

Sementara Kepala Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pamekasan, AKP Bambang Hermanto membenarkan perihal pengamanan dimaksud, saat ini oknum LSM tersebut sudah ada di Mapolres.

“Ya benar mas, anggota kami bersama Shabara mengamankan 4 warga yang sedang mabuk di Arek Lancor, satu diantaranya mabuk berat,” katanya.

Ditambahkan oleh Mantan Kapolsek Larangan itu, segala bentuk prilaku kerusuhan yang bersifat mengganggu ketertiban umum akan ditindak tegas dan tidak pandang bulu.

“Pasti ditindak karena itu mengganggu ketertiban umum,” tutupnya.

Reporter: Rifqi
Editor: Ahmadi

DPRD Pamekasan Desak Dinsos Lakukan Pendataan Kampung Pengemis

Pamekasan, 16/3 (Media Madura) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan, Madura, Jawa Timur mendesak Dinas Sosial (Dinsos) setempat melakukan pendataan kampung pengemis.

Menurut Ketua Komisi IV DPRD Pamekasan, Mohammad Sahur Abadi, pendataan itu dianggap penting dilakukan untuk menyambut peraturan daerah (Perda) tentang ketertiban sosial yang hanya menunggu pengesahan pemerintah provinsi (Pemprov).

“Saya tegaskan Dinsos segera melakukan upaya-upaya untuk mendapatkan data pengemis, yang diindikasikan berada di Kabupaten Pamekasan,” katanya, Kamis (16/3/2017).

Setelah itu, tambah mantan aktifis Pergerakan Mahasiswa Islam Madura (PMII) Cabang Pamekasan itu, kepala Dinsos juga diimbau memanggil kepala desanya agar warganya tidak meminta-minta di wilayah terlarang.

“Aturan itu, tujuannya, agar menghilangkan kebiasaan meminta-minta belas kasihan orang lain, terutama di tempat umum,”tegas Sahur.

Sementara Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Pamekasan, Syaiful Anam mengatakan, dirinya akan berupaya meminimalisir banyaknya gepeng di Bumi Gerbang Salam.

“Kita juga nunggu payung hukumnya, setelah itu kita akan melakukan pendekatan kepada para Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS), untuk diberikan pemahaman agama dan lain sebagainya,” katanya singkat.

Reporter: Rifqi
Editor: Ahmadi

3 Bulan Honorer Sampang Tak Digaji, Ini Alasan Dinas Pendidikan

Sampang, 16/3 (Media Madura) – Belasan guru honorer mendatangi kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Pemerintah Kabupaten Sampang, Kamis (16/3/2017) pukul 10.00 WIB karena selama tiga bulan terakhir tidak mendapat gaji.

Para guru honorer belum mendapatkan gaji itu sebanyak 24 orang yang mengajar di sekolah negeri tingkat SMA/SMK di Kabupaten Sampang.

Abd Munif (36) mengatakan, dia bersama rekannya yang merupakan tenaga honorer tidak mendapatkan gaji selama 3 bulan. Padahal, sesuai kontrak honorer daerah berakhir sampai tahun 2018 akhir. Gaji honorer sebesar Rp 1 juta per bulan.

Hal itu seperti yang tertuang dalam Peraturan Bupati Sampang Nomor 6 Tahun 2011 tentang pemberhentian, sanksi, pembayaran honor, dan penilaian pekerjaan tenaga honorer.

“Memang benar selama tiga bulan belum digaji, makanya kami menuntut hak-hak tenaga honorer,” katanya, Kamis.

Munif guru di SMA Negeri 1 Torjun itu menjelaskan, meski sampai saat ini gaji belum dibayar tenaga honorer tetap masih bekerja sebagai pengajar. Gaji itu dinilai sangat penting untuk mencukupi kebutuhan tenaga honorer. Sehingga diharapkan pemerintah mempunyai hati nurani dan segera mencairkan hak honorer.

“Bagi kami sangat besar uang gaji itu bahkan seperti emas, beda dengan pejabat yang sudah PNS,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Jaka Jatim Tamsul yang mengawal tenaga honorer Sampang, menuturkan tidak ada alasan lagi pemerintah menahan gaji tenaga honorer. Sebab, sudah ada dasar hukum yang jelas, baik Perda APBD 2017, Perbub Nomor 6 Tahun 2011, dan SK Bupati tentang kontrak kerja antara Pemkab dengan tenaga honorer.

Tak henti disitu, tenaga honorer juga mengadu kepada Komisi IV DPRD Sampang. Dalam waktu singkat, wakil rakyat akan memberikan solusi apa yang menjadi persoalan hingga gaji honorer ditahan oleh pemerintah.

“Persoalan regulasi menyangkut kepentingan pemerintah provinsi dan daerah, dewan akan memfasilitasi untuk satu forum. Apalagi diakui legislatif jika kinerja pemerintahan saat ini stagnan menyikapi segala persoalan penyerapan anggaran,” terang Tamsul.

Terpisah, Kabid Guru dan Tenaga Kependidikan Disdik Sampang Achmad Mawardi berdalih belum dicairkannya gaji honorer karena masih menunggu payung hukum yang jelas. Bahkan, selama ini sudah ada pengalihan wewenang dari pemerintah daerah ke provinsi.

“Terlambatnya gaji tenaga honorer bukan terjadi di Sampang, malainkan daerah lain. Sebenarnya anggaran gaji honorer sudah ada di APBD 2017. Tapi tunggu kepastian hukum dulu, pengalihan wewenang ini bukan hanya lembaganya melainkan tenaga honorer juga,” ujarnya.

Achmad Mawardi akrap disapa Wawang, menerangkan meski ada dasar hukum dalam Perbup dan SK Bupati tentang kontrak kerja honorer, masih perlu menunggu surat dari Gubernur Jatim.

“Perbup inikan produk hukum sebelum ada pengalihan wewenang, kalau nanti surat keputusan dan kejelasan Gubernur bahwa itu akan dipasrahkan ke daerah pasti akan kita cairkan,” ungkapnya.

Disdik saat ini tidak bisa berbuat banyak. Untuk itu, pihaknya berjanji akan membicarakan persoalan tersebut dengan pengambil keputusan dalam hal ini Inspektorat, Dispendaloka.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi