Sumenep 17/3 (Media Madura) – Seorang oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa Timur diduga kuat melakukan penipuan dengan iming-iming pekerjaan di salah satu bandara di Balik Papan.

Berdasarkan pengakuan korban, HJ (62) orang tua pemuda atas nama EY (19) warga Desa Semaan, Kecamatan Dasuk, menceritakan diminta sejumlah uang oleh RF (oknum PNS) yang menjabat kepala sekolah untuk bisa lulus bekerja di perusahaan DATC (Das Aviation Training Centre) yang beralamatkan di Tangerang.

“Saya dimimta menyetorkan uang dalam 3 tahap dengan nominal yang berbeda-beda, pertama 25 juta pada Agustus 2014 lalu untuk mendapatkan piagam masuk kerja,” tutur HJ orang tua EY pelamar pekerjaan.

Bahkan, tidak lama kemudian pihaknya mengaku diminta menyerahkan sejumlah uang kembali dengan alasan untuk uang transport dan pelicin masuk kerja di bandara Balik Papan.

“Disitu kami kembali memberikan uang Rp 10 juta kepada si PNS itu, tepatnya pada bulan September tahun yang sama,” Sambung pria paruh baya yang berprofesi sebagai petani itu.

Aksi dugaan penipuan tidak selesai sampai disitu, berdasarkan pengakuan yang berhasil dihimpun mediamadura.com, untuk kali ketiga pihak korban dimintai menyerahkan uang dengan jumlah lima juta rupiah.

“Pokoknya dalam tiga tahap penyetoran itu, terkumpul nominal Rp 40 juta yang sudah saya setorkan mas,” sesalnya.

Mirisnya lagi, EY yang mengimpikan bisa bekerja menjadi karyawan bandara itu hanya bisa gigit jari, karena hanya bekerja sebagai tenaga magang selama tiga bulan tanpa digaji.

“Anak saya cuman kerja 3 bulan, setelah itu dikeluarkan dengan tidak digaji sepeserpun,” kata dia.

Untuk itu, pihak keluarga mengaku telah meminta uang tersebut dikembalikan, namun ia menolak mengembalikan dengan alasan uangnya sudah digunakan untuk pengurusan masuk kerja.

Sementara ditemui secara terpisah, Rifa’i, oknum PNS yang menjabat sebagai Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) Batu Belah Timur yang diduga melakukan penipuan membenarkan permintaan sejumlah uang kepada keluarga EY untuk melamar pekerjaan itu.

“Saya memang minta sejumlah uang, cuma itu bukan paksaan melainkan atas kesepakatan pihak keluarga dengan saya,” kilahnya.

Berdasarkan rincian yang disampaikan, uang Rp 40 juta tersebut untuk biaya pengurusan pelantikan di Surabaya, kemudian untuk transport ke Balik Papan dan biaya lainnya.

“Kalau saya dianggap lakukan penipuan, silahkan laporkan saja,” tegasnya.

Bahkan, tak tanggung tanggung, PNS tersebut mengancam untuk melaporkan pihak media yang mempublikasikan kasus dugaan penipuan tersebut.

“Silahkan kalau mau ditulis, saya juga berhak melaporkan,” pungkasnya dengan nada ancaman.

Reporter: Panji Agira
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan