Beranda blog Halaman 1018

Lima OPD Sampang Terima DBHCHT Rp 21 Miliar

Sampang, 6/4 (Media Madura) – Pemerintah Kabupaten Sampang mendapat kucuran anggaran yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun 2017 senilai Rp 21 Miliar.

Anggaran dari Pemerintah Pusat itu nantinya akan dibagikan ke lima Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang telah mendapatkan rekomendasi.

Kasubag Sumber Daya Alam Bagian Perekonomian Pemkab Sampang Moh Kamil Hasyim mengatakan, jumlah DBHCHT itu lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp 16 miliar.

Pada anggaran DBHCT tahun ini akan lebih difokuskan pada program fisik. Dengan rincian, Dinas Pertanian (Dispertan) sebesar Rp 4.991.624.400, Dinas Kesehatan (Dinkes) Rp 10.015.100.000, Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Tenaga Kerja (Diskop UMTK) Rp 2.069.849.000. Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Rp 3.738.500.000 dan Bagian Perekonomian Pemkab Sampang sebesar Rp 384.842.600.

“Kami hanya menjalankan dan sebagai fasilitator saja, Meski anggarannya sudah diploting sampai saat ini belum ada yang terserap, untuk programnya sendiri lebih banyak kegiatan fisik,” jelasnya.

Dirinya menerangkan, realisasi penggunaan anggaran DBHCHT akan diawasi oleh biro perekonomin Provinsi, BPKP dan legislatif. Maka dari itu apabila nantinya ada temuan maupun pelaksanaan program yang tidak sesuai standar maka tim pengawas itu yang akan memberikan teguran kepada dinas terkait.

Sementara itu, Kepala Dinkes Sampang, Firman Pria Abadi mengakui, anggaran yang bersumber dari DBHCT masih belum terlaksana sama sekali. Sebab, kegiatannya lebih banyak pada kegiatan fisik. Sehingga, masih membutuhkan proses adiminitsrasi perencananaan dan proses pelelangan.

“Memang tahun ini kegiatannya lebih banyak ke fisik, jadi butuh proses dan tahapan untuk merealisasikan DBHCT,” tandasnya.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Tabung Uap Pabrik Tahu Meledak, 1 Orang Meninggal

0

Sumenep, 6/4 (Media Madura) – Sebuah pabrik tahu milik Abdurrahman dan Saruki (bersaudara) yang berlokasi di Dusun Karongkong, Desa Matanair, Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur meledak, Kamis (6/4/2017) sekira pukul 13.00 WIB. 

Ledakan diduga bersumber dari tabung uap pabrik yang memang masih proses uji coba pembuatan, tabung uap dengan diameter 90 cm x 1 meter itu tiba-tiba meledak saat tengah digunakan. 

“Ledakannya mengakibatkan tutup tabung lepas dan terlempar sekitar 6 meter serta uap air dan air panas mengenai para korban dan merusak bangunan kayu sampai roboh,” kata Kabag Humas Polres Sumenep, Suwardi, Kamis (6/4/2017).

Akibatnya, lanjut Suwardi, empat orang yang saat kejadian berada di lokasi menjadi korban, tiga orang mengalami luka-luka dan satu diantanya meninggal.

“Tiga orang korban masih ada hubungan keluarga, termasuk yang meninggal, dan yang satu lagi tutor dari kegiatan percobaan pabrik tahu tersebut,” bebernya.

Lebih jauh dijelaskan, tiga korban luka oleh masyarakat setempat langsung dilarikan ke Puskesmas Pandian dengan kondisi 80 % luka bakar atau melepuh di beberapa bagian tubuh karena terkena air panas.

Tiga orang itu adalah Dayat (40), seorang tutor yang berasal dari Kecamatan Kota Kabupaten Situbondo. Ia menderita luka robek di kepala dan luka bakar di bahu dan paha.

Kemudian Sahmuni (34) warga setempat, dengan luka bakar di wajah, robek di telinga, luka bakar pada bagian wajah serta bahu sebelah kanan.

Korban luka berikutnya adalah Ikmatul Qomariyah (9), dengan luka di jari tengah, luka lebam diperut kanan bawah dan luka lecet di rusuk kanan

“Sedangkan korban meninggal beranama Jansen Adi Irawan (12), dia anak Pak Saruki, luka yang dideritanya pada bagian pipi kiri, pelipis kiri, lengan tangan kanan, lengan belakang kiri, paha bagian dalam kanan kiri (akibat air panas), pinggang belakang, tengkuk belakang telinga kiri (akibat tertindih kayu),” terangnya.

Suwardi menandaskan, pihak Kepolisian setempat sudah mendatangi TKP, meberikan police line dan meminta keterangan sejumlah saksi, namun belum dapat disimpulkan mengenai penyebab meledaknya tabung uap tersebut. 

Penulis : Rosy
Editor : Arif

Begini Reaksi Gomes Setelah Odemwingie Resmi ke Madura United

0

Pamekasan, 6/4 (Media Madura) – Pelatih Madura United, Gomes De Oliviera merasa bahagia setelah marquee player, Peter Odemwingie jadi memperkuat Laskar Sepe Kerrab di Liga 1 2017 mendatang.

“Semua akan senang dan menunggu kedatangan dia untuk mulai berlatih dan berkumpul bersama pemain lain,” kata Gomes.

Pelatih asal Brasil ini, bahkan menganggap keberadaan mantan pemain Stoke City di timnya satu hadiah yang sengaja disiapkan manajemen klub jelang bergulirnya kompetisi.

“Ini satu hadiah yang Madura United dapat, dan sepak bola Indonesia yang dapatkan satu pemain kelas dunia,” imbuhnya.

Odemwingie, Gomes melanjutkan, tidak hanya membuat lini depan Madura United tambah garang. Tetapi keberadaannya, dinilai membantu rekan setimnya dengan pengalaman yang dimilikinya.

“Saya pikir akan baik, dia pemain punya pengalaman punya kualiatas. Dimana pun dia tampil, dia akan jadi bagus,” tandasnya.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

KPU Sampang Canangkan Rumah Pintar Pemilu

Sampang, 6/4 (Media Madura) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sampang mulai mencanangkan Rumah Pintar Pemilu (RPP) bernama Trunojoyo sebagai media sosialisasi dan edukasi bagi seluruh masyarakat.

Komisioner KPU Sampang Addy Imansyah, mengatakan RPP merupakan program KPU Pusat bertujuan salah satu cara meningkatkan partisipasi warga terutama bagi pemilih pemula dengan membuka ruang publik. Sebab, di wilayahnya itu tingkat partisipasi pemilih dalam Pemilu berada di angka 85 persen.

“Keberadaan RPP itu selain memberi informasi tentang Pemilu juga diharapkan bisa meningkatkan partisipasi pemilih dalam hal kepemiluan. Sehingga masyarakat harus pintar bagaimana menggunakan hak pilih dengan baik. Semua akan difasilitasi di sini,” ujar Addy ditemui di kantor KPU Sampang, Kamis (6/4/2017).

Addy menuturkan, pembukaan RPP Trunojoyo KPU Sampang nanti akan di-launching pada pekan depan tepat tanggal 13 April mendatang. Untuk menambahkan ketertarikan pengunjung, para seniman dinobatkan mengaplikasikan suatu lukisan. Dengan demikian, ada inovasi dan kreatifitas agar masyarakat tertarik datang ke RPP.

“Letak RPP sendiri berada dibelakang halaman KPU karena memanfaatkan ruang lahan kosong,” jelasnya.

Dirinya menambahkan, untuk memenuhi standar rumah pintar, beberapa item harus disediakan. Yakni, ketersedian ruang audio visual, simulasi, display dan forum grup diskusi.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Bupati Pamekasan Tandatangani MoU dengan BPWS

Pamekasan, 6/4 (Media Madura) – Bupati Pamekasan, Madura, Jawa Timur Achmad Syafii, menandatangani memoriam of understanding (MoU) tentang fasilitasi dan stimulasi percepatan pertumbuhan ekonomi wilayah Kabupaten Pamekasan, bersama Badan Pengembangan Wilayah Surabaya-Madura (BPWS), Kamis (6/4/2017) siang.

MoU tersebut berisi tentang kesepakatan kerjasama untuk meningkatkan kualitas pekerjaan terutama infrastruktur.

“MoU ini guna menyelaraskan beberapa program yang nantinya akan kembali pada masyarakat,” kata Syafii dalam sambutannya.

Menurutnya, MoU serupa sudah dirintis sejak tahun 2014, ia berharap kerja sama tersebut terus berlangsung.

“Semoga kerja sama peningkatan mulai dari fasilitasi program hingga stimulasi terus berkelanjutan,” harap Syafii.

Dalam pertemuan itu tampak hadir Wakil Bupati Pamekasan Khalil Asyary, Sekretaris Daerah (Sekda) Ashar, dan beberapa kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

Sementara Kapala Badan Pengembangan Wilayah Surabaya-Madura (BPWS), Herman Hidayat mengatakan, dalam MoU stimulan pengerjaannya dilakukan oleh BPWS atau dipihakketigakan.

“Kalau pekerjaannya sudah selesai maka akan diserahkan pada pemkab agar dipergunakan sebagaimana mestinya,” terangnya.

Adapun bantuan yang diberikan berbentuk peningkatan jalan raya Desa Larangan Tokol, Tlanakan ke Pademawu, Penerangan Jalan Umum (PJU) di daerah Asem Manis serta peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM).

“Anggaran yang kami berikan sekitar 20 Miliar, diantaranya 15 Miliar untuk 9 kilometer jalan, PJU 2,5 Miliar,” urainya.

Peningkatan SDM dengan 9 jenis pelatihan diantaranya teknik mesin, menjahit, bordir, obat-obatan dan beberapa keahlian lain.

“Kenapa kami terus bekerja sama dengan Pamekasan, karena di Pamekasan pengerjaannya bagus ketimbang tiga kabupaten lainnya di Madura,” tutup Herman.

Reporter: Rifqi
Editor: Ahmadi

DPRD Dukung Bupati Pamekasan Tertibkan PKL

0

Pamekasan, 6/4 (Media Madura) – Rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Madura, Jawa Timur untuk menertibkan seluruh pedagang kaki lima (PKL) mendapat dukungan penuh anggota DPRD setempat.

“Ya, itu bagus, kalau bisa secepatnya,” kata Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Pamekasan, Ismail di ruang Komisi I, Kamis (6/4/2017).

Hanya saja, Ismail meminta Pemkab Pamekasan betul-betul serius dalam penertiban itu. Agar tidak terulang kembali seperti pengalaman yang sudah-sudah. Yakni, PKL balik dan berjualan di atas trotoar yang merupakan zona terlarang.

“Kita butuh keseriusan Satpol PP agar betul-betul menegakkan Perda dan Perbub itu,” tegas mantan aktivis PMII ini.

Bupati Pamekasan, Achmad Syafii akan membahas persoalan penertiban PKL ini dengan TNI-Polri, dan beberapa instansi lain dalam sebuah pertemuan rutin.

Ismail meminta, dalam pertamuan yang diikuti sejumlah instansi itu bisa menyamakan persepsi agar ketika di lapangan tidak saling lempar tanggung jawab.

“Pihak Polres, pihak Kodim, kemudian Satpol PP, Dishub juga. Artinya, secara kolektif kita harus bersama-sama. Jadi komponen ini harus memang lintas sektoral, tidak bisa kemudian hanya Satpol PP saja,” ucapnya.

“Karena pada akhirnya kalau tidak terintegritasi seperti itu, yang satunya bilang ini wilayahnya Dishub. Ada mobil pelat hitam misalnya, oh ini wilayahnya Polres. Kan seperti itu yang terjadi di lapangan saat ini. Nah, kalau beberapa instansi ini bersatu, ini kami apresiasi,” katanya lagi.

Ismail menambahkan, penertiban itu harus dilakukan dengan konsisten oleh pemerintah. Jika ingin para PKL itu tidak berjualan lagi di area terlarang.

Sebelumnya, Bupati Pamekasan, Achmad Syafii tengah mencari waktu yang tepat untuk menertibkan para PKL yang mangkal di sejumlah titik di wilayah itu.

“Kita sudah berikan waktu 4 tahun kepada mereka untuk berjualan di areal terlarang. Dalam waktu dekat ini seluruh PKL akan ditertibkan,” kata Syafii.

Selain akan ditertibkan, pemerintah juga sedang menyiapkan solusi untuk mereka agar tidak ada merasa dirugikan.

“Kalau kita tertibkan, kita sudah siapkan tempat. Kita sudah melakukan pendekatan-pendekatan kepada mereka,” tegas politisi Partai Demokrat itu.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Kejari Pamekasan Musnahkan Barang Bukti Sitaan

Pamekasan, 6/4 (Media Madura) – Kejaksaan Negeri (Kejari) Pamekasan, Madura, Jawa Timur memusnahkan barang bukti (BB) hasil sitaan yang telah memiliki ketetapan hukum, Kamis (6/4/2017) di halaman Kejari Jalan Raya Panglegur.

Kepala Kejari Pamekasan, Rudi Indra Prasetya, mengatakan, adapun BB yang dimusnahkan dengan meliputi narkoba jenis sabu-sabu seberat 8 gram, satu senjata api (senpi), 54 senjata tajam (sajam) dan puluhan minuman keras (miras).

“Beberapa barang bukti kami musnahkan dengan cara dibakar,” katanya usai pemusnahan.

Hal itu, kata Indra, merupakan komitmen dalam pemberantasan narkoba, sajam dan alat bukti perbuatan melawan hukum lainnya sekaligus tugas Kejaksaan sebagai eksekutor.

“Ini sebagai bentuk perlawanan terhadap kegiatan yang tidak berguna atau hanya menyengsarakan orang lain,” tambahnya.

Dikatakan, barang-barang tersebut merupakan BB sejak tahun 2013 yang telah memiliki kekuatan hukum atau inkrah. Sebab, barang hasil sitaan itu tidak bisa dimusnahkan secara satu persatu.

“Kedepan, mungkin jangka waktunya tidak terlalu lama (pemusnahannya). Mungkin satu tahun lah kita musnahkan, ya mudah-mudahan tidak ada lagi, ” pungkas Indra.

Reporter: Rifqi
Editor: Ahmadi

Obat Ditemukan Kadaluarsa di Puskesmas, Begini Kilah Kadinkes

0

Pamekasan, 6/4 (Media Madura) – Komisi IV DPRD Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur menggelar sidak ke sejumlah Puskesmas di wilayah itu. Para wakil rakyat ini dikagetkan dengan penemuan obat kadaluarsa di Puskesmas Galis.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Pamekasan, Ismail Bey berkilah jika obat yang ditemukan dalam keadaan kadaluarsa itu memang telah dikumpulkan di gudang Puskesmas dan akan segera ditarik untuk dimusnahkan.

“Obat itu memang ada periodenya, dan yang ditemukan itu kan berada di gudang, nanti kita tarik untuk dimusnahkan,” katanya kepada wartawan, Kamis (6/4/2017) siang.

Dikatakan, pola pendistribusian obat ke Puskesmas sudah berdasarkan aturan yang ditentukan oleh pemerintah pusat sehingga apa bila ada obat yang tidak terpakai dan kadaluarsa nantinya akan ditarik kembali dan dimusnahkan.

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, Ketua Komisi IV DPRD Pamekasan, Muhammad Sahur mengaku terkejut dengan temuan obat kadaluarsa tersebut dan akan segera memanggil dinas terkait.

Selain itu, kata Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini, pihaknya telah membawa obat-obat yang kadaluarsa tersebut untuk dijadikan bukti dan meminta penjelasan kepada dinas kesehatan.

“Kami akan meminta pertanggungjawaban terkait temuan ini kepada dinas terkait,” kata Sahur sapaan akrabnya kepada wartawan.

Bahkan, kata dia, pihaknya juga akan mengumpulkan seluruh Puskesmas termasuk Dinkas untuk membicarakan temuan obat yang sudah kadaluarsa tersebut.

Penulis: Arif
Editor: Zainol

Tiga Bakal Calon Sudah Merapat, DPD PAN Sampang Belum Keluarkan Rekom

Sampang, 6/4 (Media Madura) – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Sampang Moh Yanto, mengaku sampai saat ini secara resmi belum mengeluarkan rekomendasi kepada nama-nama bakal calon Bupati pada Pemilihan Kepada Daerah (Pilkada) Kabupaten Sampang tahun 2018 mendatang.

Meski diakuinya, tiga nama bakal calon Bupati sudah merapat ke partai berlambang matahari putih itu. Diantaranya, Ir. H.M. Matorurrozaq Ismail, M.MT atau Torul, H. Mohammad Ashari, S.Pd, dan H. Hermanto Subaidi.

“Sampai saat ini belum ada rekomendasi kepada bakal calon Bupati menjelang Pilkada Sampang, tetapi yang telah berkomunikasi secara politik ada tiga nama,” terang Yanto ditemui di kantor Sekretariat DPD PAN Sampang Jalan Jaksa Agung, Kamis (6/4/2017) siang.

Yanto menuturkan, belum dikeluarkannya rekomendasi bakal calon Bupati Sampang dikarenakan masih tidak ada intruksi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PAN selaku yang mempunyai wewenang. Sebab, DPD hanya bisa mengusulkan.

“Intruksi belum ada dari DPP, namun keluarnya rekom atas usulan DPD,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Yanto, dari ketiga bakal calon Bupati yang lebih intens berkomunikasi politik yakni hanya Torul baik secara personal maupun kelembagaan. Namun, secara profesional PAN sendiri selalu siap menggandeng nama bakal calon dengan siapapun terpenting demi membangun kemajuan Sampang kedepan dan mencetak kader terbaik. Terpenting lagi, sesuai aturan dalam mengusung calon bupati harus memenuhi 9 kursi.

“Semua masih membangun komitmen, tinggal bagaimana nantinya kita merawat komunikasi itu menuju pentas Pilkada dan PAN lebih optimis karena mempunyai 3 kursi,” tandasnya.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Koalisi Demokrat dan PPP di Pamekasan Masih Romantis

Pamekasan, 6/4 (Media Madura) – Koalisi Partai Demokrat dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Pamekasan, Madura, Jawa Timur masih terjalin erat.

Hal itu diungkapkan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Pamekasan, Hermanto, Kamis (6/4/2017).

Menurut pria yang saat ini menjabat wakil ketua DPRD Pamekasan itu, koalisi keduanya sudah dirajut sejak pemilihan kepala daerah (Pilkada) tahun 2014 lalu. Saat itu kedua partai itu sukses mengantarkan pasangan calon Achmad Syafii-Khalil Asy’ari (ASRI) sebagai bupati Pamekasan.

“Koalisi PPP-Demokrat disini (Pamekasan) masih romantis seperti biasanya,” kata Herman, Kamis (6/4/2017).

Ditambahkan oleh Herman, koalisi tersebut diharapkan terus berkelanjutan hingga pilkada 2018 mendatang.

“Mudah-mudahan ini menjadi koalisi yang permanen untuk tahun 2018 nanti,” tambahnya.

Namun ia mengakuai jika sejauh ini kedua partai tersebut, belum menjalin komunikasi untuk Pilkada 2018 meskipun ada kader PPP yang dikait-kaitkan akan maju bersama partainya.

“Sejauh ini belum ada pernyataan sikap yang pasti kepada saya (dari Halili politisi PPP),” tutupnya.

Hingga kini, tidak satu pun partai politik yang mendeklarasikan diri mendukung salah satu calon. Sebab, pesta demokrasi tingkat kabupaten yang akan digelar bulan Juni 2018 itu dianggap masih terlalu lama.

Reporter: Rifqi
Editor: Ahmadi