Beranda blog Halaman 1017

Hujan Lebat, Rumah Warga di Pamekasan Rata dengan Tanah

0

Pamekasan, 8/4 (Media Madura) – Rumah milik Saprai (54) warga Dusun Tangkel, Desa Larangan Luar, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur rata dengan tanah setelah diterjang angin kencang disertai hujan lebat, Sabtu (8/4/2017) sekitar pukul 03.00 WIB.

Menurut Jamil warga setempat, waktu kejadian tidak ada yang mengetahui secara pasti, namun waktu itu di daerah tersebut sedang terjadi hujan beserta angin kencang.

“Waktu kejadian warga di sini masih tidur atau di dalam rumah semua, termasuk Pak Saprai,” katanya saat dihubungi wartawan.

Akibatnya, penghuni rumah bangunan berukuran 4×6 itu, yakni Saprai dan isterinya Juhemah (45) tertimbun reruntuhan dan harus dilarikan ke Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) setempat.

“Orangnya dilarikan ke Puskesmas Larangan, karena tertimbun reruntuhan dan mengalami luka-luka,” tambah Jamil.

Sementara, korban mengalami kerugian ditaksir mencapai Rp 50 juta. “Karugian kira-kira sekitar Rp 50 juta,” tutur salah satu petugas dari Koramil Larangan.

Reporter: Rifqi
Editor : Arif

Ratusan Narapidana di Sampang Terancam Terserang Gatal-gatal

Sampang, 8/4 (Media Madura) – Sebanyak 155 warga Narapidana di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Sampang, Madura, Jawa Timur, terancam terserang penyakit gatal-gatal.

Pasalnya, air bersih yang bersumber dari sumur kondisinya keruh dan cukup memprihatinkan. Sehingga, saat ini ketersedian air bersih sebagai kebutuhan sehari-hari sulit didapat.

“Sebenarnya disini ada dua sumur, cuman sekarang sama-sama keruh airnya dan tidak bisa dikonsumsi sebagai kebutuhan warga binaan,” terang Kepala Rutan Kelas IIB Sampang Gatot Tri Rahardjo, Sabtu (8/4/2017).

Gatot mengatakan, air sumur keruh itu berwarna kecokelatan, dan mengeluarkan bau tak sedap. Kondisi tersebut terjadi sudah hampir sebulan.

Terkadang, warga binaan terpaksa tidak mandi maupun mencuci pakaian. Apalagi, meski aliran dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Sampang telah disediakan, namun bukan berarti mencukupi kebutuhan air bersih karena saluran sering mengalami masalah.

“Sering mampet air PDAM, mana sumur sudah tidak bisa digunakan,” katanya.

Untuk mengantisipasi penyebaran penyakit gatal-gatal yang dialami ratusan narapidana, Gatot meminta Pemerintah Kabupaten Sampang turut memperhatikan kondisi tersebut. Alasan itu dikarenakan, kesehatan warga binaan menjadi tanggungjawab Rutan Sampang.

“Mungkin pemerintah bisa menyuplai program kegiatan seperti pengadaan sumur bor yang bisa ditempatkan disini,” tandasnya.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Madura United Jamu Persebaya di SGB Kemungkinan Batal

0

Pamekasan, 7/4 (Media Madura) – Rencana Madura United menjamu Persabaya Surabaya dalam partai uji coba di Stadion Gelora Bangkalan (SGB) pada 11 April kemungkinan besar batal. Demikian diungkapkan Manajer Madura United, Haruna Soemitro.

“Mohon maaf, karena ada hal teknis yang tidak bisa dikerjakan, karena konsen ke persiapan Liga 1,” kata Haruna kepada media, Jumat (7/4/2017) sore.

Sementara itu, Pelatih Madura United, Gomes De Oliviera menyatakan hal yang sama. Bahwa, anak asuhnya diminta mempersiapkan diri menyambut Liga 1 yang tinggal kurang lebih sepekan digelar.

“Kita memang harus mulai fokus ke Liga 1. Konsen pemain tidak mungkin dipecah untuk fridley match dalam waktu yang sangat mepet,” ucap Gomes.

Fabiano Beltrame memang saat ini tengah menikmati jatah libur pasca berhasil menjuarai turnamen Magelang Cup 2017.

Di kompetisi Liga 1, Laskar Sape Kerrab akan menjamu Bali United di Satdion Gelora Ratu Pamelingan Pamekasan, 16 April mendatang.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Sumenep akan Datangkan 5000 Wisatawan Manca di 2017

0

Sumenep, 7/4 (Media Madura) – Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur menargetkan 5000 wisatawan manca negara datang ke tempat-tempat wisata di Sumenep pada tahun 2017 ini. 

Target tersebut dicanangkan dalam rangka menyongsong visit year 2018 yang sudah di depan mata, dan angka tesebut naik tiga kali dari target tahun sebelumnya yang hanya 1.332 orang.

“Tahun ini kami targetkan kunjungan wisman ke Sumenep sebanyak 5.000 orang, naik 300 persen dibandingkan tahun 2016 lalu,” tutur Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olah Raga (Disparbudpora), Sufiyanto, Jumat (7/4/2017).

Sofiyanto mengaku optimis dengan target itu, karena pihaknya selalu aktif melakukan komunikasi dengan semua pihak, serta bersinergi dengan agen trevel internasional guna memudahkan pengarahan wisman ke Sumenep.

“Saat ini,  kami telah berhasil menggandeng enam agen trevel yang ada di Bali dan Yogyakarta,” terangnya

Bahkan kata dia, dalam beberapa bulan kedepan, sudah ada 11 rombongan wisman yang rencananya berkunjung ke Sumenep. Mereka dijadwalkan mengunjungi destinasi wisata di Kecamatan Kota dan Pulau Gili Genting yakni pada Maret hingga November 2017.

“Dengan adanya rombongan wisman yang akan berkunjung ke Sumenep, itu artinya destinasi wisata yang ada di Sumenep sudah mulai dilirik oleh pelancong manca,” tandasnya.

Data di Disparbudpora, wisatawan yang datang ke Sumenep pada 2015 sebanyak 626.338 orang, terdiri dari 626.921 wisatawan domistik dan 417 wisman.

Sedangkan pada tahun 2016 kemarin, data wisatawan mengalami kenaikan menjadi 855.946 orang, terdiri dari 854.614 wisatawan domestik dan 1.332 wisman.

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

Ambisi Partai Hanura Sampang Hanya Kursi Wabup

Sampang, 7/4 (Media Madura) – Suhu politik menjelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2018 mendatang di Kabupaten Sampang kian memanas. Banyak partai politik mengusung beberapa figur bakal calon dalam merebutkan kursi Sampang 1.

Namun, bagi partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) dalam meramaikan pentas politik itu hanya berambisi merebut kursi Sampang 2 atau posisi Wakil Bupati (Wabup).

Ketua Fraksi Hanura Kabupaten Sampang Samsul Arifin mengatakan, setelah melakukan rapat internal di tingkat Dewan Pengurus Cabang (DPC) beberapa waktu lalu, pihaknya berpotensi untuk memposisikan diri mengusung bakal calon Wabup.

“Kami hanya ingin merebut pososi Wabup, meski partai Hanura mempunyai empat kursi di legislatif,” ujar Samsul, Jumat (5/4/2017).

Kata Samsul, meski partai Hanura DPC Sampang belum memutuskan siapa calon yang akan diusung, namun sementara ini sudah ada dua nama merupakan kader sendiri yang akan dicalonkan.

“Sejauh ini ada dua nama tapi masih kami rahasiakan, disamping itu juga ada beberapa bakal calon bupati yang melakukan silaturahmi ke partai kami,” jelasnya.

Dirinya menambahkan, pihaknya membutuhkan tokoh yang bisa membangun Sampang baik dari segi fisik maupun non fisik. Untuk itu, dalam memenuhi syarat ke Komisi Pemilihan Umum (KPU), Hanura akan berkoalisi dengan salah satu dari empat parpol besar yaitu Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Demokrat dan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra).

“Kita tunggu saja nanti perkembangannya,” tandasnya.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Anggota DPRD Sampang Tersangka Pemukulan Tak Penuhi Panggilan Polisi

Sampang, 7/4 (Media Madura) – Anggota DPRD Sampang Zain Firdaus (ZF) tidak memenuhi panggilan pemeriksaan terkait kasus dugaan pemukulan terhadap Kepala Dusun Mambulu Timur, Desa Bringin, Kecamatan Tambelangan, H Saino (50). ZF yang sudah berstatus tersangka itu berhalangan hadir tanpa ada keterangan.

“Ya sampai saat ini ZF tidak hadir dalam panggilan penyidik,” kata Kasat Reskrim Polres Sampang AKP Hery Kusnanto, Jumat (7/4/2017) pukul 13.45 WIB.

Hery mengatakan, pemanggilan pemeriksaan tahap pertama wakil rakyat itu tanpa ada keterangan berhalangan. Padahal, surat panggilan telah dikirim pada Selasa (4/4) kemarin.

“Tidak tahu alasannya apa sampai belum memenuhi panggilan. Pemanggilannya hari ini Jumat (7/4) pukul 09.00 WIB,” jelasnya.

Untuk itu, penyidik Polres Sampang akan kembali melakukan pemanggilan kedua kalinya kepada tersangka. Jika nantinya, tahapan pemanggilan sesuai aturan tetap tidak digubris, penyidik akan melakukan penjemputan paksa.

Sementara saat dikonfirmasi kepada ZF belum bisa memberikan keterangan terkait alasan ketidakhadirannya memenuhi panggilan penyidik meski berkali-kali dihubungi melalui nomor handphone yang biasa dipakai.

Diketahui sebelumnya, kejadian penamparan itu pada Minggu (11/12/2016) lalu pukul 09.00 WIB. ZF dilaporkan korban H Saino kepada polisi. Pemicu dugaan penamparan soal adanya pengerjaan proyek.

Waktu itu, ZF sedang mengerjakan proyek plengsengan di Dusun Besabe. Dampaknya yakni jalan dusun rusak karena adanya kegiatan proyek itu, dump truck lalu-lalang di jalan dusun atau di lokasi tersebut.

Warga kemudian memberitahu kepada Kepala Desa (Kades) Bringin Pusilan mengenai kerusakan jalan dusun tersebut. Pusilan lantas mengumpulkan tokoh masyarakat dan warga untuk meminta pendapat.

Hasil dari pertemuan, warga sepakat memasang patok atau portal agar dump truck tidak lagi masuk ke jalan Dusun Besabe dan Mambulu. Rupanya, portal itu dicabut oleh ZF pada Sabtu (10/12).

Nah, Minggu (11/12) itulah portal tersebut dipasang kembali oleh Kepala Dusun Mambulu H Saino. Saat itulah ZF mendatangi H Saino dan meminta portal tidak usah dipasang lagi karena sudah dicabut.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Babinsa Bantu Warga Perbaiki Jalan Rusak

0

Pamekasan, 7/4 (Media Madura) – Babinsa Serka Syafaat beserta dua prajurit dari Koramil 0826/07 Pegantenan, Pamekasan, Madura, Jawa Timur membantu warga memperbaiki jalan rusak di Dusun Sajum, Desa Plakpak Kecamatan Pegantenan, Jumat (7/4/2017).

“Kebetulan kami bersama dua orang rekan sedang melintas. Secara spontan kami membantu masyarakat yang sedang memperbaiki jalan berlubang menimbun dengan batu,” kata Serka Syafaat.

Serka Syafaat mengatakan, Babinsa sebagai aparat teritorial dituntut harus selalu peduli dan peka dengan persoalan yang dihadapi masyarakat, utamanya terhadap desa binaannya.

“Ini sudah menjadi tugas kami senantiasa untuk membantu masyarakat yang sedang membutuhkan uluran tangan kapanpun dan dimanapun,” imbuhnya.

Menurutnya, jalan merupakan fasilitas umum yang harus dipelihara dan dijaga untuk kenyamanan pengguna jalan. Selain menjadi akses perekonomian warga setempat.

Oleh karena itu, Serka Syafaat ikut terjun memperbaiki kondisi jalan yang rusak. Dia juga menjadikan kesempatan ini untuk menjalin silaturrahim dengan warga.

“Kegiatan sosial semacam ini merupakan bentuk komunikasi siosial yang memang harus dilaksanakan oleh aparat teritorial dalam rangka mendekatkan diri kepada masyarakat,” tuturnya.

Warga tampak senang, ada anggota TNI yang ikut becek-becekan memperbaiki jalan di wilayah itu. Rusak akibat hujan deras. Kubangan semakin menganga digenangi air. Bahkan, kondisinya cukup memprihatinkan dan membahayakan pengendara motor.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Produktivitas Gol Madura United Bikin Bangga Gomes

0

Pamekasan, 7/4 (Media Madura) – Rangkaian tour Madura United di Jawa Tengah (Jateng) selesai sudah. Dua gelar juara berhasil mereka kawinkan dalam tournya kali ini. Yakni, juara Cilacap Cup dan Magelang Cup.

Laskar Sape Kerrab bukan hanya menjadi yang terbaik, namun juga menjadi tim paling produktif. Tercatat, Fabiano Beltrame dkk. telah menggelontorkan 21 gol di semua kompetisi yang diikuti sebanyak 7 tim.

Tour mereka di Jateng tanpa satu pun membukukan kekalahan. Terdapat skor mencolok 6-0 saat melawan tuan rumah PPSM Sakti Magelang, kemudian menghajar PS Mojekerto Putra 4-1 di partai final Magelang Cup, dan seterusnya.

Bahkan, dua tim yang akan menjadi pesaingnya di Liga 1, Persija Jakarta dan Bhayangkara FC mampu mereka libas masing-masing dua gol tanpa balas pada turnamen Cilacap Cup 2017.

Pertandingan bertajuk uji coba melawan PSS Sleman di Stadion Maguwoharjo, Madura United juga mencatatkan kemenangan telak.

Torehan positif ini, seakan menjawab kegelisahan sang juru taktik, Gomes De Oliviera. Di mana, produktivitas gol anak asuhnya sempat menjadi sorotan saat turnamen Piala Presiden 2017.

“Kami melihat ada banyak kemajuan dalam hal kerjasama pemain,” kata Gomes.

“Semoga ini bisa makin ditingkatkan saat Liga 1 nanti. Karena kunci dalam setiap pertandingan adalah kekompakan antar pemain,” tandas Gomes.

Berikut daftar pencetak gol Madura United selama tour Jawa Tengah:

Guy Junior Nke Ondoua : 4 gol, ’77 (Vs Persipur Purwodadi, penyisihan Magelang Cup), ‘1, ’41 dan ’81 (Vs PPSM penyisihan Magelang Cup

Engelberd Sani : 3 gol, ’69, ’72 dan ’86 (Vs PPSM penyisihan Magelang Cup)

Slamet Nurcahyo : 3 gol, ’13 dan ’82 (Vs Persija Jakarta penyisihan Cilacap Cup), ‘9 (Vs Persipur purwodadi, Penyisihan Magelang Cup)

Rishadi Fauzi : 2 gol, ’59 (Vs PSMP penyisihan Magelang Cup) ’75 (Vs PSS Sleman, ujicoba)

Bayu Gatra Sanggiawan : 2 gol, ’40 (Vs PSS Sleman), ’67 (Vs PSMP final Magelang Cup)

Fandi Eko Utomo : 2 gol, ’89 (Vs PSS Sleman), ’68 (Vs PSMP final Magelang Cup)

Ridouane Ziszouri :2 gol, ‘ 18 (Vs Bhayangkara Fc final Cilacap Cup) ’85 (vs PSMP final Magelang Cup)

Fabiano Beltrame : 2 gol, ’51 (Vs PSMP penyisihan Magelang Cup) dan ’66 (Vs PSMP final Cilacap Cup)

Saldy : 1 gol, ’90+2 (Vs Bhayangkara Fc final Magelang Cup)

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Lagi-lagi Satpol Pamekasan Kena Semprot DPRD Soal PKL

Pamekasan, 7/4 (Media Madura) – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur kena semprot DPRD setempat, lantaran masih membiarkan pedagang kaki lima (PKL) berjualan di atas trotoar atau zona terlarang.

Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Pamekasan, Ismail mengatakan, persoalan PKL memang tidak pernah ada habis-habisnya untuk dibahas. Keberadaan mereka sudah tidak terkontrol lagi. Jantung perkotaan menjadi semrawut adanya PKL.

Ismail mencontohkan, PKL di perempatan Gadin dan monumen Arek Lancor. Padahal, Pemkab Pamekasan melalui Satpol PP memiliki payung hukum jelas untuk melakukan penertiban PKL.

“Terkait penertiban PKL, teman-teman Satpol PP payung hukumnya sudah ada, Perbubnya juga sudah ada. Kalau kita lihat di Arek Lancor sekarang itu kan semrawut sekali, juga di Gadin itu. Tapi sampai sekarang masih dibiarkan begitu saja,” kata Ismail, Jumat (7/4/2017).

Dalam persoalan tersebut, Pemkab Pamekasan dianggap tidak becus melakukan penataan PKL. Ismail menyesalkan kinerja Satpol PP yang hanya ‘cangkrukan’ di lapangan berdasar pengamatannya.

“Saya lihat Satpol PP hanya cangkrukan di Gadin itu ya. Duduk-duduk santai, bukan bekerja. Ngapain kalau hanya nongkrong, tidak perlu dijaga, kan seperti itu,” tegas mantan aktivis PMII ini.

Menurut politisi Partai Demokrat ini, kandasnya upaya pemerintah untuk memindahkan PKL lantaran penertiban tidak digelar secara berkelanjutan. Sehingga, tidak menyelesaikan masalah.

“Bukan hari ini jalan kemudian besok tidak. Tidak seperti itu modelnya. Tidak continue, tidak istikamah. Nah itu persoalannya. Harusnya, Satpol PP ngatur jadwal sif-sifan,” imbuhnya.

Selain itu, wakil rakyat ini menyoroti minimnya sosialisasi. Dianggap, banyak PKL yang tidak tahu area-area terlarang. Diakui, keberadaan mereka, tidak bisa dipungkiri telah mengusai badan jalan dan mengganggu kenyamanan publik.

“Kan mobil Satpol PP ada pengeras suara. Keliling dan bacakan aturan Perbup-Perbup larangan-larangan itu. Bahwa di daerah itu dilarang berjualan. Dan kita sudah sering kali minta ke Satpol PP, jawabannya hanya siap. Siap-siap seperti apa,” jelas Ismail.

Ismail menambahkan, personel Satpol PP Pamekasan berjumlah sekitar 300 orang.

“Masak (personel sebanyak itu) tidak bisa menertibkan PKL yang panjangnya sekitar 100-200 meter di Gadin itu. Tapi kalau penilaian Adipura dua hari bisa, kenapa setiap harinya tidak bisa ditertibkan,” tandasnya.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Legislator Demokrat Pamekasan Dorong Peningkatan Serapan Anggaran

Pamekasan, 7/4 (Media Madura) – Anggota DPRD Kabupaten Pamekasan dari Partai Demokrat Moh Ali, mendorong agar serapan anggaran di masing-masing dinas terus dilakukan dan ditingkatkan.

Ali, sapaan akrab pria yang saat ini menjabat sebagai ketua Fraksi Partai Demokrat ini juga menguraikan, tingginya serapan anggaran mencerminkan keseriusan pemerintah dalam meningkatkan pembangunan dan pengabdian kepada masyarakat.

“Kami mendorong bahkan mendesak agar serapan anggaran di masing-masing dinas dilakukan secara maksimal, sehingga tidak ada penumpukan anggaran,” katanya.

Legislator dari daerah pemilihan (Dapil) 3 yang meliputi Kecamatan Waru, Batumarmar dan Pasean ini menegaskan, pihaknya akan terus melakukan dorongan dan evaluasi terhadap dinas yang tidak mampu melaksanakan program dan serapan anggaran dengan baik.

“Kami tidak ingin selalu mendapatkan laporan menumpuknya dokumen program yang tidak terlaksana atau di DPA-L (Dokumen Pelaksanaan Anggaran Lanjutan) APBD tahun 2017 ini,” sambung mantan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) ini.

Apalagi, kata dia, saat ini sudah masuk semester kedua, sehingga percepatan lelang program maupun non lelang harus terus dilakukan.

Dalam berbagai kesempatan, Bupati Pamekasan Achmad Syafii menegaskan, ia telah meminta seluruh jajarannya untuk melaksanakan program sejak awal tahun anggaran.

Selain itu, ia terus melakukan dorongan dan pengawasan langsung terhadap seluruh SKPD, agar seluruh program yang dijalankan bisa terlaksana sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.

Bahkan, politikus Partai Demokrat ini tidak segan-segan memberikan penghargaan dan juga hukuman terhadap bawahannya yang tidak dapat menjalankan programnya dengan baik.

Penulis : Arif
Editor : Ahmadi