Beranda blog Halaman 1012

KPU Jatim Resmikan Rumah Pintar Pemilu Trunojoyo Sampang

Sampang, 12/4 (Media Madura) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pemerintah Provinsi Jawa Timur meresmikan Rumah Pintar Pemilu (RPP) bernama Trunojoyo sebagai media sosialisasi dan edukasi bagi seluruh masyarakat, Rabu (12/4/2017).

Dalam launching RPP KPU Kabupaten Sampang kali ini mengambil tema fasilitator pendidikan pemilih itu dibuka langsung oleh Komisioner KPU Jawa Timur Arbain.

“Selamat dan sukses diresmikannya RPP Trunojoyo KPU Sampang, semoga hal ini bisa meningkatkan partisipasi pemilih dalam pesta demokrasi di wilayah Sampang,” ujar Arbain saat sambutannya, Rabu.

Arbain menuturkan, diresmikannya RPP merupakan rangkaian kegiatan menuju proses penyelenggaraan demokrasi pemilu, serta bisa menambah nuansa pelayanan pemilih dalam menentukan pilihannya sesuai hati nurani.

Selain itu, untuk memenuhi standar rumah pintar, beberapa item harus disediakan. Yakni, ketersedian ruang audio visual, simulasi, display dan forum grup diskusi.

Sementara, Ketua KPU Sampang Syamsul Ma’arif, mengatakan RPP merupakan program KPU Pusat bertujuan salah satu cara meningkatkan partisipasi warga terutama bagi pemilih pemula dengan membuka ruang publik. Sebab, di wilayahnya itu tingkat partisipasi pemilih dalam Pemilu kian tahun terus bertambah.

“Pilkada Sampang di tahun 2012 ada di tingkatan 78 persen, terakhir Pilpres naik menjadi 79.9 persen. Tentu ini tidak lepas dari peran semua masyarakat termasuk komisioner sendiri,” jelasnya.

Syamsul menambahkan, tapi tak hanya sebatas pemilihan berjalan secara prosedural. Melainkan, keinginan lebih menjadi harapan bersama demi menghasilkan pemilih berkualitas yaitu tingkat kepahaman masyarakat kepada Pilkada. Khususnya bagi pemilih pemula yang cerdas dalam menentukan pilihannya.

“Nah selanjutnya bentuk pendekatan masyarakat terhadap pemilu demokrasi jadi prioritas,” tandasnya.

Siswi kelas X SMA Negeri 2 Sampang Durrotol Lailiyah, yang turut hadir peresmian itu mengaku keberadaan RPP bagian dari edukasi dalam memberikan pemahaman terhadap demokrasi yang sebenarnya.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Menumpuk di Daratan, Jumlah Dokter di Kepulauan Sumenep Tak Ideal

0

Sumenep, 12/4 (Media Madura) – Jumlah dokter umum di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur pada tahun 2017 ini total sebanyak 52 dokter yang tersebar di 30 Puskesmas. 

Namun, menurut Kepala Dinas (Dinkes) Sumenep, dari jumlah tersebut hanya 10 dokter saja yang bertugas di daerah Kepulauan, sementara sisanya bertugas di daerah Daratan. 

“Untuk Puskesmas daratan hampir semua sudah ada dua dokter, bahkan ada yang tiga. Tapi untuk Kepulauan memang hanya ada tiga Puskemas saja yang memiliki dua dokter, selebihnya masih satu,” terang A. Fathoni, Rabu (12/4/2017).

Tiga Puskemas yang sudah punya dua dokter dimaksud, yaitu hanya Arjasa, Masalembu dan Gayam. Sedangkan Puskemas Kangayan, Raas, Nonggunong dan Gili Genting masih satu.

Fathoni mengakui, jumlah dokter yang ada sekarang terbilang tidak ideal, karena jika mengacu pada standart pelayanan, satu dokter minimal menangani 10 ribu masyarakat. 

“Kalau cuma sekedar diagnosa sih cukup, tapi sekarang kan satu dokter bisa menangani sampai 20 ribu masyarakat atau lebih, jadi memang todak ideal,” akunya.

Oleh karena itu, pada tahun berikutnya pihaknya akan mengajukan penambahan dokter, minimal 10 dokter, sehingga untuk semua Puskesmas Kepualauan bisa minimal terdapat dua dokter. 

“Saya berharap dari pusat ada penambahan, dan penabahan ini juga sudah kami ajukan,” tegasnya.

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

Kejari Sumenep Musnahkan Ratusan Botol Miras dan 53 Gram Sabu

Sumenep, 12/4 (Media Madura) – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur menggelar pemusnahan barang bukti (BB) miras dan sabu-sabu, Rabu (12/4/2017).

Acara pemusnahan terhadap kurang lebih 211 botol miras dan 53 gram narkotika jenis sabu digelar di halaman Kejari dengan disaksikan pihak Kepolisian dan BNNK setempat. 

Kajari Sumenep, Bambang Sutrisna memaparkan, barang bukti yang pihaknya musnahkan hari ini merupakan hasil dari 32 perkara yang sudah inkrah. 

“Semua yang dimusnahkan itu merupakan barang bukti akumulasi perkara sejak sekitar pertengahan 2016 lalu, kalau tidak salah sejak bulan Juni,” ujarnya di depan wartawan. 

Menurut Bambang, berdasarkan jumlah BB yang dimusnahkan, kali ini relatif menurun dari tahun sebelumnya. Seperti botol miras misalnya, tahun 2016 yang dimusnahkan mencapai 1000 botol lebih.

“Sama dengan jumlah sabu yang dimusnahkan kali ini, jumlahnya juga lebih banyak tahun lalu. Mungkin karena masyarakat sudah lebih taat hukum,” tandasnya.

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

Gambar Sosialisasi Diedit, KPU Sampang Sebut Pengkerdilan Lembaga Penyelenggara

Sampang, 12/4 (Media Madura) – Beredarnya gambar sosialisasi KPU Kabupaten Sampang tentang ajakan tidak golput menjelang Pilkada 2018 di beberapa group media sosial menjadi perbincangan hangat masyarakat sekitar.

Sebab, bentuk sosialisasi itu dimanfaatkan oleh orang yang tidak bertanggungjawab dengan cara merubah teks di gambar agar mendukung Haryono Abdul Bari (HAB) yang konon digadang-gadangkan maju menjadi bakal calon Bupati Sampang.

KPU Sampang pun menanggapi serius persoalan tersebut. Bahkan, hal itu disebut bentuk sebuah pengkerdilan sebagai lembaga yang mandiri dan independen dalam menyelenggarakan pesta demokrasi. Karena pengeditan dan penyebarluasan diduga merugikan KPU sesuai UU Nomor 51 Tahun 2011 tentang penyelenggara pemilu.

“Sosialisasi KPU terkait ajakan (tidak) golput di medsos itu ditayangkan pada Senin (10/4) kemarin, tapi justru diedit oleh saudara HAB,” terang Ketua KPU Sampang Syamsul Mu’arif saat press release, Rabu (12/4/2017).

Gambar sosialisasi KPU asli (atas) dan gambar hasil editan

Syamsul mengatakan, langkah yang dilakukan lembaganya itu di hari yang sama sudah memberikan teguran lisan melalui saluran telepon kepada Haryono untuk menjelaskan ke seluruh masyarakat melalui medsos dengan menunjukkan gambar asli dan hasil editing.

Tak henti disitu, KPU juga menyampaikan surat teguran secara resmi kepada Haryono. Termasuk pernyataan tertulis mengakui telah melakukan pengeditan konten sosialisasi itu dan menyatakan permohonan maaf tidak mengulangi kembali yang ditandatangani di atas materai.

“Keputusan itu sesuai hasil rapat pleno komisioner KPU Sampang menanggapi kasus editan ‘meme’ tersebut. Sehingga kedepan tidak lagi ada persoalan itu dan menjadi liar,” terang Syamsul.

Ditambahkan, Komisioner KPU Sampang Miftahur Rozak, jika persoalan pengeditan gambar sosialisasi kembali terulang, maka pihaknya tidak segan mengambil langkah hukum sesuai aturan yang berlaku.

Mengingat, kasus tersebut bentuk tindak pidana dengan menjatuhkan nama baik KPU demi menjaga independensi, integritas, dan marwah sebagai lembaga penyelenggara pemilu.

“Kami akan menempuh jalur hukum sesuai aturan, agar dikemudian hari tidak lagi seperti ini dan KPU tetap harus memegah teguh prinsip independen,” tegasnya.

Sementara itu, Haryono Abdul Bari mengakui editing gambar sosialisasi KPU Sampang hasil karya dirinya. Motif dalam editing yakni hanya manusiawi dan secara spontan bentuk candaan.

“Memang hasil editan saya, hanya guyonan saja, terpenting tidak merugikan pihak lain. Karena itu bukan manipulasi produk sosialisasi KPU, apalagi masukan dan keinginan dari lembaga pemilu sudah dipenuhi,” tandasnya.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

DPRD Pamekasan Paripurnakan LKPJ Bupati

Pamekasan, 12/4 (Media Madura) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan, Madura, Jawa Timur menggelar sidang paripurna Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Bupati tahun anggaran 2016, Rabu (12/4/2017).

Wakil ketua DPRD Pamekasan, Imam Khosairi menjelaskan, sidang itu untuk mengetahui realisasi pelaksanaan kegiatan pemerintahan.

“Dalam rapat LKPJ itu dewan tidak punya hak untuk menolak sesuai dengan aturan yang berlaku,” katanya usai memimpin rapat.

Dalam peraturan pemerintah (PP) nomor 3 tahun 2007, kata politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu, bupati diwajibkan menyampaikan LKPJ, harus masuk paling lambat 3 bulan setelah tahun anggaran berakhir.

“Kalau laporan LKPJ bupati masuk DPRD mengatur jadwal untuk dibahas, pembahasan dimulai dari rapat paripurna penyampaian LKPJ, ya seperti hari ini,” terang Imam.

Setelah itu, lanjut Imam, dibahas di tingkat internal Komisi, Fraksi, setelah itu akan diparipurnakan kembali, dengan paripurna pemandangan umum fraksi-fraksi terhadap LKPJ.

“Setelah tahapan itu dilakukan maka kembali digelar paripurna jawaban bupati atas pandangan umum fraksi-fraksi,” urainya.

Setelah jawaban bupati atas pemandangan umum fraksi-fraksi diparipurnakan, maka digelar rapat konsultasi pimpinan DPRD dengan fraksi-fraksi, yaitu merumuskan rekomendasi kepada bupati untuk perbaikan pelaksanaan pemerintahan kedepan.

“Terakhir yaitu paripurna istimewa pembacaan sekaligus penyampaian rekomendasi kepada bupati tentang perbaikan penyelenggaraan pemerintahan daerah tahun selanjutnya,” tutup Imam.

Reporter: Rifqi
Editor: Ahmadi

Dandim Pamekasan Sidak Pelaksanaan RTLH di Wilayah Koramil Galis

0

Pamekasan, 12/4 (Media Madura) – Dandim 0826 Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Letkol Inf Nuryanto melakukan inspeksi dadakan (sidak) pelaksanaan renovasi rumah tidak layak huni (RTLH) di dua lokasi berbeda yang merupakan wilayah Koramil 0826/04 Galis.

Dua lokasi itu, di Desa Polagan, rumah milik bapak Misyadi, dan rumah milik ibu Admina di Dusun Tanamera, Desa Artodung, Kecamatan Galis.

Sebelumnya, Dandim Nuryanto, juga melakukan sidak di wilayah Koramil 0826/10 Waru dan Koramil 0826/09 Pakong. Dengan agenda yang sama.

Dandim Nuryanto mengatakan, sidak ini dilakukan guna mengetahui sejauh mana tanggung jawab anggotanya atas beban tugas yang diberikan oleh negara.

“Setiap saat, saya akan gerilya ke seluruh pengerjaan bantuan RTLH, meskipun medannya agak sulit,” kata Dandim.

Menurutnya, khusus pengerjaan RTLH di dua desa di wilayah Koramil Galis hingga kini belum rampung.

“Kondisi rumah bapak Misyadi dan ibu Admina dalam pengerjaannya belum mencapai 100persen, karena baru pemasangan tembok atau batu batu,” jelasnya.

Dandim Nuryanto menegaskan, bahwa pengerjaan RTLH di wilayah itu harus rampung dalam kurun waktu 90 hari. Meski demikian, pihaknya tetap memperhatikan kualitas pembangunan.

“Dalam pengerjaannya pun saya perintahkan untuk dikerjakan oleh anggota Koramil yang memiliki keahlian di bidang pertukangan, bekerjasama dengan masyarakat sekitar. Karena saya lebih menitikberatkan kepada rasa gotong royong,” ujarnya.

“Dengan rasa gotong royong dapat menumbuhkan rasa saling memiliki, rasa untuk selalu bersama dalam hal apapun, sehingga otomatis kalau rasa tersebut sudah tumbuh dalam semua lapisan masyarakat, negara kita akan jaya selamanya,” sambungnya.

Kodim 0826 Pamekasan kembali dipercaya oleh pemerintah provinsi Jawa Timur untuk melaksanakan renovasi sebanyak 500 unit RTLH bagi warga pra sejahtera di tahun 2017. Bantuan sebanyak 500 unit RTLH kemudian disebar ke seluruh Koramil di Pamekasan.

“Namun jumlah yang dipertanggungjawabkan kepada Koramil jajarannya tidak sama dan bervariasi. Seperti Koramil 0826/04 Galis mendapatkan 40 unit rumah tidak layak huni,” ungkap Dandim Nuryanto.

Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, Dandim berjanji akan terus gencar melakukan sidak ke bawah. Apalagi, pihaknya yang bertanggungjawab terhadap bantuan tersebut.

“Program RTLH sendiri dibantu TNI melalui Kodam V Brawijaya dan turun ke Kodim 0826 Pamekasan,” tandasnya.

Melihat rumahnya direnovasi, baik bapak Misyadi dan ibu Admina tidak berhenti mengucap syukur. Mereka berdua mengucapkan terima kasih kepada TNI atas bantuan yang diberikan.

“Kami sekeluarga sangat mensyukuri bantuan RTLH yang dilaksanakan oleh bapak-bapak dari Koramil 0826/04 Galis,” tuturnya.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Jamu Bali United di SGRP, Gomes Waspadai Irfan Bachdim

0

Pamekasan, 12/4 (Media Madura) – Kiprah Madura United di Liga 1 2017 akan dimulai dari Stadion Gelora Ratu Pamelingan (SGRP) Pamekasan, Madura, Jawa Timur.

Stadion yang berlokasi di Desa Ceguk, Kecamatan Tlanakan itu dipastikan menjadi kandang Laskar Sape Kerrab menjamu Bali United, pada 16 April mendatang, kick off pukul 15.00 WIB.

Menghadapi Serdadu Tridatu-julukan-Bali United sekaligus menjadi laga pembuka bagi skuad asuhan Gomes De Oliviera di kompetisi ini.

“Laga pembuka Madura United di kompetisi Liga 1, sesuai jadwal akan berstatus sebagai tuan rumah pada 16 April nanti,” kata Ketua LOC Pertandingan Madura United, Moh Alwi, kepada media di Pamekasan, Rabu (12/4/2017) siang.

“Kebetulan lawan yang akan jadi tim tamu, Bali United,” sambungnya menjelaskan.

Menengok kembali pada turnamen Indonesia Soccer Championship (ISC) A 2016 lalu, jika kedua tim sudah pernah 2 kali bentrok. Dari 2 pertemuan itu keduanya sama-sama mencatatkan hasil imbang tanpa gol.

Menurut Pelatih Madura United Gomes De Oliviera, Bali United yang kini ditangani pelatih anyar asal Brasil, Hans Peter Schaller dinilai membawa dampak positif terhadap performa Yabes Roni dkk.

Gomes mengatakan, mantan asisten pelatih timnas Indonesia itu berhasil membawa anak asuhnya mengalahkan Persib Bandung pada laga uji coba beberapa waktu lalu.

Melihat misi yang diemban kedua tim, Gomes memastikan laga tidak akan berjalan dengan mudah. Kedua tim diprediksi akan bermain gotot guna mengamankan tiga poin pada laga perdananya.

“Bali United sekarang banyak berubah. Mereka bisa memenangi pertandingan melawan Persib Bandung kemarin, menjadi salah satu bukti bahwa cerita setiap pertandingan selalu tidak sama,” kata pria asal Brasil ini.

Yang paling menjadi perhatian Gomes dalam pertandingan itu, yakni striker Irfan Bachdim di kubu sang tamu. Mantan striker timnas Indonesia ini dianggap manjadi ancaman bagi lini belakang timnya. Menurutnya, ia adalah pemain yang layak diwaspadai.

“Ada Irfan Bachdim disana, dia salah satu pemain Timnas yang selalu menyulitkan pertahanan lawan,” tandas Gomes.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Laka Lantas Mini Bus vs Motor, Warga Pamekasan Tewas

0

Pamekasan, 12/4 (Media Madura) – Bus mini bernomor polisi (Nopol) D 7187 BL terlibat kecelakaan lalu lintas dengan sepeda motor jenis Honda Revo bernopol L 6951 EM di Jalan Raya Sumenep, tepatnya di pertigaan Desa Sentol, Kecamatan Pademawu, Rabu (12/4/2017) sekitar pukul 06.30 WIB.

Akibat kejadian itu, pengendara motor atas nama Andreanto, warga Kelurahan Kanginan, Kecamatan Pamekasan, meninggal di tempat kejadian perkara (TKP).

Korban menghembuskan nafas terakhir setelah terpental dari motor yang dikendarainya akibat benturan keras dengan bus mini berwarna kuning. Korban langsung tergeletak di aspal jalan raya sisi timur.

“Korban rencananya akan berangkat kerja ke kabupaten Sumenep,” kata salah seorang warga, sambil histeris minta tolong.

Jenazah korban langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Slamet Martodirdjo.

“Korban yang MD dibawa ke RSUD, sementara barang buktinya (BB) kita bawa ke kantor Laka,” kata aparat kepolisian dari jajaran Satlantas Polres Pamekasan yang bertugas di TKP.

Reporter: Rifqi
Editor: Ahmadi

Catat! Sore Ini Peter Odemwingie Jalani Latihan Perdana di SGB

0

Pamekasan, 12/4 (Media Madura) – Penyerang Peter Osaze Odewingie akan menjalani latihan perdana bersama klub barunya, Madura United sore ini di Stadion Gelora Bangkalan, Rabu (12/4/2017).

Hal ini sekaligus menjadi kali pertama bagi mantan pemain Stoke City itu menyambangi markas Laskar Sape Kerrab. Setelah membubuhkan tanda tangan membela Madura United di Liga 1 selam satu musim.

Kehadiran pemain berstatus marquee playar ini memang sedang ditunggu-tunggu oleh publik. Publik Madura ingin melihat langsung aksi pemain asal Nigeria tersebut.

Bersama Madura United, Peter Odemwingie akan menggunakan jersey nomor punggung 24.

Latihan Odemwingie akan dipimpin langsung Pelatih Madura United Gomes De Oliviera. Kemungkinan besar latihan sore nanti dipantau langsung Manajer Madura United Haruna Soemitro.

Baik Gomes dan Odemwingie sejatinya sudah bertemu dalam jamauan makan malam. Keduanya tampak sangat akrab, bahkan mengabadikan momet tersebut dengan foto bersama.

Selain itu, bergabungnya Odewingie juga mendapat sambutan hangat dari rekan setimnya di Madura United. Melalui video resmi klub yang diunggah ke Youtube, mereka kompak mengucapkan selama datang di Madura kepada Odemwingie.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Demam Lovebird di Madura Kian Menggila

0

Oleh Esa Arif As*)

Burung lovebird merupakan spesies burung beo yang habitat aslinya berada di negara-negara di benua Afrika, burung dengan warna mencolok ini di impor ke eropa sekitar tahun 1800 Masehi dan terus berkembang ke Negara di Benua Amerika dan Asia, sayangnya tidak ada catatan pasti kapan burung ini pertama kali masuk ke Indonesia.

Burung Agapornis ini menyita perhatian masyarakat luas khususnya pencinta burung di tanah air, bahkan demam lovebird meluas hingga ke seluruh pelosok negeri. Di Madura burung ini sangat populer dan menjadi komuditas bisnis dengan nilai jual yang sangat tinggi.

Lovebird mulai menyita perhatian masyarakat Madura sekitar tahun 2011 lalu, dimana saat itu hanya dimiliki oleh orang-orang tertentu yang secara ekonomi sudah mapan, sebab harga lovebird saat itu sangat tinggi dan jumlahnya sangat sedikit. Tetapi pada perkembangannya popularitas dan dominasi burung ini menurun di tahun 2013 karena saat itu burung kenari lebih mendapatkan tempat, tetapi popularitas burung kenari tidak bertahan lama dan lovebird kembali berjaya hingga saat ini.

Kejayaan burung ini ditandai dengan munculnya kelompok-kelompok, komunitas-komunitas pencinta di berbagai daerah, komunitas ini kemudian berkembang menjadi tempat berdiskusi dan bertukar pikiran tentang burung cinta ini. Dari komunitas di dunia nyata akhirnya kelompok ini berkembang di media sosial bahkan ratusan akun media sosial pencinta lovebird bisa ditemui saat ini sebagai tanda tingginya demam terhadap burung ini.

Komunitas yang ada tersebut kemudian berkembang ke arah bisnis, diawali dari transaksi antar anggota komunitas dengan skala kecil hingga saat ini transaksinya tidak terhitung, baik jual beli secara langsung maupun secara online.

Sayangnya, belum ada aturan yang jelas dalam bisnis lovebird ini dan cenderung menjurus pada pasar bebas. Dalam teori pasar bebas, hukum permintaan dan penawaran yang menentukan harga. Persaingan dengan sesama, menentukan sendiri arah bisnisnya, tanpa campur tangan pemerintah termasuk penentuan harga dan lain sebagainya.

Dalam kondisi seperti ini, sirkulasi bisnis burung ini sangat rentan sebab pasar menjadi sangat tidak menentu, saat barang dalam jumlah banyak memenuhi pasar, sementara permintaan sangat sedikit maka akan mempengaruhi harga, begitupun sebaliknya, sehingga pasar akan terus ditentukan oleh spekulasi-spekulasi dan kecenderungannya merugikan pelaku bisnis ini di semua level. perputaran perdagangan seperti ini sulit bertahan lama dan terus berjalan dalam ketidak pastian arah. Kita tentu memahami bagaimana rasanya hidup dalam ketidakpastian itu, meakipun hingga saat ini bisnis lovebird ini masih sangat menjanjikan dan dalam laju yang stabil bahlan sangat kencang.

Lovebird mempunyai jenis yang berbeda-beda mulai dari lutino, parblue, holland, biru, olive, dakocan, albino, pastel, kepala emas, blorok dan berbagai jenis lainnya dengan tingkatan harga yang berbeda-beda. Burung ini harganya akan lebih mahal apabila dijual berpasangan dengan catatan pasangan tersebur serasi, entah bagaimana cara mengukur keserasian burung ini, hanya pencinta burung yang tahu dan penjelasannya akan sangat rumit.

Burung ini bisa dibudidaya bahkan diternak dengan jumlah yang sangat besar untuk kepentingan bisnis, dimana harga jenis anakan dari burung ini masih berkisar Rp 250 ribu, sungguh harga yang cukup tinggi untuk harga seekor burung, tetapi harga itu bisa lebih tinggi sesuai dengan jenis burungnya.

Untuk Lovebird jenis Blorok, anakan sekitar Rp 1 juta, dewasa bisa Rp 2 juta. Harga Lovebird Kepala Emas, anakan berkisar Rp 500 ribu, dewasa bisa mencapai Rp 1 juta. Lovebird Pastel Hijau, anakan sekitar Rp 250 ribu dan dewasa Rp 400 ribu. Untuk jenis kuning, anakan sekitar Rp 250 ribu, dewasanya sekitar Rp 400 ribu. Biru anakan sekitar Rp 300 ribu, dewasa sekitar Rp 500 ribu. Hitam anakan sekitar Rp 250 ribu, dewasa Rp 500 ribu.

Harga Lovebird Olive, anakan sekitar Rp 400 ribu, dewasa Rp 650 ribu. Untuk harga Lovebird Biru, Violet anakan sekitar Rp 450 ribu, dewasa Rp 650 ribu. Biru cobalt anakan Rp 400 ribu, dewasa Rp 650 ribu. Sementara untuk harga Lovebird Holland dewasa bisa mencapai Rp 650 ribu.

Lovebird Albino, Mata Hitam anakan sekitar Rp 350 ribu, dewasa swkitar Rp 500 ribu. Mata Merah, aakan Rp 450 ribu, dewasa sekitar Rp 650 ribu. Lovebird Dakocan, Hijau anakan sekitar Rp 300 ribu, dewasa Rp 500 ribu. Biru anakan Rp 450 ribu, dewasa Rp 600 ribu.

Daftar harga tersebut bisa berubah sesuai dengan gejala dan fenomena bisnis yang terjadi di gerbong perjalanan masyarakat pencinta lovebird ini, tanpa ada hukum dan aturan yang mengikatnya.

Fenomena demam lovebird ini memang aneh dan hampir mendekati “kegilaan”, susah dijabarkan dengan logika sempurna, gejala demam menjangkit di setiap lapisan masyarakat dari berbagai profesi dan lintas generasi. Inilah fenomena sosial yang sedang terjadi di tengah-tengah masyarakat kita, entah kapan akhir perjalanan semesta cinta lovebird ini berakhir.

* Penulis adalah direktur mediamadura.com, saat ini aktif menjadi pemerhati sosial.