Beranda blog Halaman 1011

Bupati Sumenep Sampaikan Nota LKPj Tahun Anggaran 2016

Sumenep, 13/4 (Media Madura) – Bupati Sumenep, Madura, Jawa Timur, A Busyro Karim menyampaikan nota Laproran Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPj) tahun anggaran 2017, Kamis (13/4/2017).

Laporan teesebut disampaikan dalam sidang paripurna yang digelar oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat. 

Busyro Karim dalan laporannya menjelaskan, LKPj tidak hanya dalam rangka presentasi progress report pelaksanaan tugas dan pencapaian kinerja ekskutif. Tetapi sekaligus merupakan bentuk akuntabilitas bersama antara kelembagaan Pemerintah Daerah dan legislatif, yakni DPRD Sumenep.

“Hal itu sebagai konsekwensi atas berbagai kesepakatan bersama untuk dapat memenuhi kebutuhan dan aspirasi masyarakat,” ujarnya.

Sehingga, kata Busyro, aspirasi tersebut harus selaras dengan Visi dan Misi Pemerintah Sumenep sebagaimana tertuang dalam RPJMD 2016-2021.

“Kami harapkan LKPj yang kami sampaikan ini dapat diterima semua pihak demi Sumenep kedepan semakin baik dan maju,” tandasnya. 

Pantauan mediamadura.com di ruang sidang DPRD Sumenep, hadir juga dalam acara tersebut Wakil Bupati Sumenep, Achmad Fauzi, anggota DPRD serta jajaran Kepala SKPD.

“Pada masa sidang kedua tahun sidang 2016-2017 dihadiri 33 anggota dewan dari 50 anggota yang ada,” kata Ketua DPRD Sumenep, Herman Dali Kusuma.

Namun demikian, rapat paripurna tetap sah karena dari sisi regulasi sudah dinyatakan kuorum, karena yang hadir sudah 50%+1 dari anggota dewan yang ada. 

“Anggota yang tidak hadir pada sidang kali ini, sebagian karena memang berhalangan, namun ada pula yang sakit,” tukasnya.

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

Haruna Ingatkan Pemain Madura United Soal Ini

0

Pamekasan, 13/4 (Media Madura) – Manajer Madura United, Haruna Soemitro memastikan bahwa tidak satu pun pemain yang diistimewakan dalam timnya. Walaupun sederet nama pemain besar telah mengisi skuad Laskar Sape Kerrab musim 2017.

Haruna menegaskan, semua pemain yang berlaga di kompetisi Liga 1 mendatang memiliki kesempatan yang sama untuk membela nama Madura United. Asal mereka mau bekerja keras.

Pernyataan itu dilontarkan, agar antar sesama pemain Madura United tidak ada sekat. Terlebih, Madura United baru saja mendatangkan marquee player dengan harga cukup mahal. Dia menyatakan, semua pemain sama pentingnya di matanya.

“Di dalam lapangan, 11 pemain itu tidak ada ukuran ini pemain asing, ini yang pemain harganya mahal, ini pemain murah. Kalau itu sampai terjadi, berarti ada disparitas di tim ini,” kata Haruna.

Lanjut Haruna, tidak ada garansi tim inti kepada pemain lokal maupun pemain asing. Setiap pemain memiliki peluang yang sama besar untuk mengisi formasi inti Madura United.

“Itu semua kembali kepada pelatih. Jadi di dalam situasi pertandingan pelatih harus mengganggap bahwa semua pemain sama. Siapa pemain yang paling siap itulah yang akan dimainkan,” imbunya.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Manusia Menuju Kemunduran yang Mengerikan : Perspektif Sosiologi

0

Oleh Esa Arif As*

Penemu Filsafat sejarah dan pelopor sosiologi Giovanni Battista Vico (1668-1744) dalam bukunya La Scienza Nouva (1725) menguraikan, faktor yang tetap dalam sejarah adalah kehidupan sebuah bangsa, kehidupan bangsa dikuasai oleh hukum negara, hukum alam yang umum dan berkembang secara terus-menerus bersama sifat masyarakatnya.

Seperti yang ditulis dalam buku Sosiologi karya J. Bierens de Haan terjemahan Adnan Sjamni (1962) diuraikan bahwa peran individu maupun secara kelompok dalam suatu masyarakat menuju sebuah peradaban bergerak secara melingkar, dari tingkat primitif ke tingkat pertumbuhan rohaniah dan kemasyarakatan yang lebih tinggi, jika tercapai sebuah kemajuan maka perubahan terus berlangsung dan mundur ke arah primitif dan dari sinilah bergerak menuju kemajuan baru, siklus ini yang terus berputar hingga saat ini.

Ilmu Pengetahuan

Sejarah ilmu pengetahuan manusia dimulai sejak jaman yunani kuno yakni mengacu pada kebudayaan Minos-Misena. Zaman itu merupakan inspirasi untuk perekaan mitos-mitos Yunani yang kemudian pudar pada masa Perang Troya pada tahun 1200 Sebelum Masehi.

Ilmu pengetahuan merupakan hal penting dalam kemajuan peradaban manusia dan mengalami kemajuan sejak ditemukannya filsafat yang bersifat umum pada tahun 300 masehi. Tidak sampai di situ, ilmu terus berkembang hingga pada abad ke-17 lahirlah ilmu pengetahuan alam, abad ke-18 lahir ilmu ekonomi, abad ke-19 lahir ilmu sosial dan ilmu-ilmu lain sesuai dengan kondisi yang berkembang saat itu.

Fenomena-fenomena sosial dan politik di tengah-tengah masyarakat modern ini sudah terjadi di masa lampau, isu tentang pemisahan agama dan negara tentu menjadi perbincangan panas dan salah-satu yang paling menunjol di masa itu.

Berangkat dari pemikiran Plato (429-347) dalam bukunya Politeia yang membahas tentang bangunan sistem sebuah negara. Dilanjutkan oleh Aristoteles (384-322) yang menguraikan tentang susunan sistem sebuah negara. Pada abad pertengan muncul pertentangan tentang pemisahan kerajaan dengan gereja, dimana dominasi gereja sangatlah besar pada abad itu.

Dalam konteks filsafat, pada abad tersebut memasuki masa tasawuf dan scholastik. Dalam pemahaman filosuf scholastik yakni Thomas Dari Aquino (1225-1274) mengartikan bahwa tujuan negara memang hanya sebatas duniawiah, sedangkan tujuan manusia ialah mendapatkan keridaan tuhan. Tetapi negara harus tunduk kepada gereja dalam arti kekuasaan duniawi harus tunduk kepada kekuasaan rohani dan keduanya harus berjalan seiring.

Sementara pemikiran itu ditentang oleh filosuf lain, seperti yang diungkapkan oleh Dante (1265-1321), kerajaan duniawi terlebih dahulu ada dalam sejarah, sehingga menurutnya gereja dan negara haruslah hidup sendiri-sendiri dan hidup berdampingan saja untuk menciptakan pertahanan bagi kekuasaan raja.

Perdebatan itu terus saja berulang dari masa ke masa, dari generasi ke genarasi di setiap pembentukan sebuah kekuasaan. Di negara kita tercinta ini, perdebatan tentang pemisahan agama dan negara itu sudah tuntas dibahas pada era awal kemerdekaan yang akhirnya semua pihak bersepakat mengambil jalan tengah dan menjadikan Pancasila sebagai ideologi negara, yang tidak paham sejarah akan terus berdebat tentang ini sampai waktu yang entah. Tetapi begitulah saat kemajuan berada di puncak maka kita akan terus bergerak ke arah kemunduran dan itulah yang sedang terjadi.

Kemajuan peradaban manusia hingga mencapai puncak yang saat ini tengah dalam euforia, yakni kemajuan di berbagai aspek, baik tekhnologi, ekonomi, politik, persenjataan dan berbagai bidang lainnya sudah diprediksi oleh Giovanni Battista Vico (1668-1744). Dari puncak kemajuan ini akan terus bergerak kearah kemunduran, lantaran prilaku manusia moderen dalam penggunaan dan pemanfaatan kemajuan itu mulai bergeser kearah yang bersinggungan dan mulai tak berputar pada porosnya.

Perang
Perang menjadi salah satu penyebab kehancuran peradaban manusia sejak jaman Yunani Kuno, mulai perang Troya 1200 Sebelum Masehi hingga sejumlah perang dalam invasi perluasan kekuasaan pada masa itu. Perang juga terus mewarnai perjalanan pembentukan kerajaan-kerajaan di berbagai negara di Eropa. Peperangan juga terjadi di masa kejayaan Islam hingga pada puncaknya umat Islam kalah dalam perang salib (Crusades), peristiwa-peristiwa tersebut telah memenuhi lembaran demi lembaran sejarah kelam manusia, termasuk perang-perang yang terjadi menjelang abad 21.

Dalam setiap peperangan tentu ada efek besar bagi peradaban manusia, bahkan kehancuran yang tercipta akan terasa dalam rentan waktu yang tidak terkira. Perubahan sosial yang tercipta pascapeperangan akan membentuk sosio kultur baru meskipun hidup dalam trauma yang panjang. Begitupun di kehidupan sosial selanjutnya, peperangan demi peperangan bukan tidak mungkin berulang meskipun dalam skala kecil hingga skala yang tidak bisa tergambarkan.

Dalam sejarahnya, sejumlah peperangan besar telah mewarnai laju waktu dan perputaran bumi ini. Seperti Perang penekalukkan kota  Konstantinopel, perang salib (Crusades) yang merupakan perang penaklukan kota Yerusalem Palestina pada (1096–1099). Selain itu di Eropa pernah terjadi perang Napoleon Bonaparte di Perancis dari 1799 hingga 1815. Perang dunia 1 dari 28 Juli 1914 hingga 11 November 1918. Perang dunia ke 2 yang berlangsung dari tanggal 1 September 1939 hingga 14 Agustus 1945. Perang Israel Palestina yang dimulai sejak tahun 1948 bahkan hingga kini perang ini tidak kunjung selesai.

Terlepas dari sejarah panjang peperangan itu, jika pada abad ini kembali terjadi peperangan antar negara-negara besar dengan sistem persenjataan modern, yang kerap bersinggungan secara politik selama ini, tidak akan menimbulkan efek traumatik seperti perang sebelumnya, dapat dipastikan penduduk dunia modern ini tidak akan mengalami trauma, mungkin hanya kepunahan yang ada. Sebab perang di era modern dalam peradaban manusia ini merupakan titik kulminasi kemajuan ilmu pengatahuan dalam bidang persenjataan yakni nuklir, dampaknya hanya kehancuran bumi dan mungkin dunia ini.

* Penulis adalah Mahasiswa S2 Fakultas Ilmu Komunikasi, Jurusan Ilmu Komunikasi, Universitas Dr. Soetomo Surabaya. Aktif menjadi pemerhati sosial.

Amankan Kedatangan Habib Rizieq, Polres Pamekasan Terjunkan 297 Personel

Pamekasan, 13/4 (Media Madura) – Kepolisian Resort (Polres) Pamekasan, Madura, Jawa Timur menerjunkan sebanyak 297 personel untuk mengamankan kedatangan Habib Rizieq Shihab, Kamis (13/4/2017) pagi di Areal Munomen Arek lancor.

Kepala bagian operasi (Kabag ops) Polres Pamekasan, Kompol Sarpan mengatakan, 297 personel itu terdiri dari anggota polri sebanyak 200, TNI 30, Dishub 10, Pol PP 10 dan Brimob 30 personel.

“Seluruh Polsek jajaran juga ikut turun mengamankannya,” katanya di lokasi.

Dalam kegiatan yang berlangsung di jantung kota itu, dilakukan penutupan arus, di sisi timur perempatan jalan Jokotole, sisi selatan Jalan Trunojoyo, Utara Jalan Agus Salim, sisi Barat Perempatan Gadin.

“Demi kenyamanan semua pihak maka arus lalin dialihkan,” tambah Sarpan.

Menurutnya, kepolisian hanya membantu mengamankan “Setiap kegiatan yang bersifat pengumpulan massa, keamanan adalah tanggung jawab kami, bukan bentuk keberpihakan kapada salah satu kelompok,” tutup Sarpan.

Kedatangan tokoh Front Pembela Islam (FPI) ke bumi Gerbang Salam untuk mengisi tausiah tabligh akbar dengan tema “Meraih kejayaan Islam dalam bingkai NKRI”

Reporter: Rifqi
Editor: Ahmadi

KH Husni Amir di Mata Alumni Sumber Manis

0

Pamekasan, 13/4 (Media Madura) – Wafatnya Mustasyar PCNU Pamekasan, KH Husni Amir, membawa duka mendalam khususunya bagi seluruh alumni dan santri pondok pesantren Al Hidayah atau yang sering disebut Sumber Manis Kowel.

Ketua alumni pondok pesantren Sumber Manis Andre Yahya kepada mediamadura.com menuturkan, almarhum merupakan sosok, pendidik yang sangat kahrismatik.

“Kami atas nama alumni merasa sangat kehilangan beliau, kami kehilangan sosok guru, pendidik dan pembimbing yang selalu kami hormati dan cintai,” katanya.

Disebutkan, almarhum KH Husni Amir merupakan sosok yang gigih, tidak mengenal lelah khusunya dalam mendidik santri-santrinya, dalam membesarkan pesantren dan menciptakan santri yang berkualitas, hingga saat ini banyak alumni Pondok Pesantren Sumber Manis yang sukses di berbagai bidang, tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di luar negeri.

“Karena didikan beliulah kami para alumni bisa berkiprah dan berperan di berbagai bidang, baik di tingkat lokal, nasional hingga luar negeri, banyak alumni Sumber Manis ini yang suskses,” urainya.

Disebutkan, salah satu santri yang sukses karena didikan Almarhum yakni, Amin Said Husni yang merupakan putera almarhum, saat ini menjadi Bupati Bondowoso, Nuruddin saat ini mendirikan pesantren di Singapura, Kholili Yahya saat ini menjadi salah satu pengasuh pondok pesantren besar di Banyuwangi.

“Masih banyak lagi santri yang sukses di bidang lainnya termasuk dibidang Perbankan, meliter dan bidang lainnya yang tidak mungkin disebutkan satu-persatu,” kata Andre Yahya yang saat ini menjadi pebisnis sukses di Jakarta ini.

Ia berharap agar perjuangan almarhum diteruskan oleh putra-putranya dan seluruh alumni pondok pesantren Sumber Manis.

Seperti diberitakan sebelumnya, pengasuh Pondok Pesantren Al Hidayah atau Sumber Manis Kowel Pamekasan KH Husni Amir wafat akibat penyakit yang dideritanya, diusianya yang sudah sepuh dan telah menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit.

Ketua PCNU Pamekasan, KH. Taufik Hasyim menyampaikan duka yang mendalam atas wafatnya Kiai Husni Amir, apalagi kepergian salah satu kiai sepuh NU itu bertepatan dengan Harlah NU ke-94 di kantor PCNU Pamekasan.

Dikatakan, almarhum merupakan pejuang NU di Pamekasan yang cukup istiqomah. Bahkan dalam kondisi sakit Kiai Husni Amir masih aktif dan hadir ke acara-acara NU.

“Di usianya yang senja, almarhum datang meskipun dalam keadaan sakit dan dipapah oleh santri-santrinya, beliau sangat gigih berjuang untuk NU,” terang Kiai Taufik.

Jasa dan perjuangan almarhum kiai Husni Amir yang merupakan ayah Bupati Bondowoso, Amin Said Husni ini, akan selalu dikenang oleh seluruh warga NU dan akan selalu mendoakannya agar selalu dikumpulkan dengan para ulama dan pendiri Nahdlatul Ulama di sisi Allah.

Penulis : Arif
Editor : Zainol

Panpel Matangkan Persiapan Laga Perdana Persepam MU vs Persatu Tuban

0

Pamekasan, 13/4 (Media Madura) – Laga perdana liga 2 Indonesia Persepam MU vs Persatu Tuban yang akan digelar pada 22 April 2017 di Stadion Gelora Ratu Pamelingan (SGRP) Pamekasan, mulai dipersiapkan oleh panitia pelaksana (Panpel).

Panpel melakukan persiapan untuk mematangkan seluruh kebutuhan yang dibutuhkan untuk keseksesan berlangsungnya laga bergengsi antar dua klub tersebut.

Persiapan yang dilakukan yakni mulai dari stadion, perijinan, keamanan, tiket serta perlengkapan lainnya yang menunjang kesuksesan laga itu.

Ketua Panpel, Ach. Faisol menuturkan, pihaknya akan berusaha semaksimal mungkin untuk mensukseskan laga antara Persepam MU vs Persatu Tuban tersebut, apalagi laga itu melupakan laga perdana.

“Semua kita persiapkan dengan matang sedetil mungkin, segala kebutuhan telah kita bahas dan kita persiapkan demi suksesnya pertandingan perdana ini,” katanya.

Pihaknya menargetkan pelaksanaan laga kandang perdana berlangsung maksimal dengan menyiapkan semua kelengkapan yang dibutuhkan saat pertandingan termasuk kebutuhan perangkat pertandingan, tim lawan, kebutuhan administratif maupun kebutuhan lainnya yang menjadi kewajiban tim tuan rumah.

Penulis : Arif
Editor : Zainol

Hendak Pesta Ekstasi, Dua Warga Sumenep Ditangkap Polrestabes Surabaya

Sumenep, 12/4 (Media Madura) – Dua warga asal Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur diamankan polisi di Surabaya lantaran kedapatan membawa pil ekstasi. 

Mereka adalah Yoyok Iswahyudi (36) warga Jalan dr Cipto, dan Lukman Heriyanto (29) warga Jalan Mutiara, Kecamatan Kota.

Status Yoyok diketahui sebagai PNS atau Panitera di Pengadilan Nageri (PN) Sumenep dan Lukman berprofesi sebagai penjual burung.

“Dua-duanya adalah pemakai,” ujar Kasat Narkoba Polrestabes Surabaya, AKBP Roni Faisal Saiful Faton kepada wartawan sebagaimana dilansir dari Detik.com, Rabu (12/4/2017).

Diterangkan, kedua tersangka dihadang dan ditangkap polisi di depan mini market si Jalan Basuki Rahmat Kota Surabaya.

“Penggeledahan dilakukan setelah ada imformasi kedua pria ini membawa sabu,” terangnya. 

Dijelaskan pula, kedua tersangka ke Surabaya memang dalam rangka untuk bersenang-senang di sebuah diskotek di pusat Kota, dan tidak ketinggalan mereka membawa pil ekstasi. 

“Anggota menemukan dua butir pil ekstasi. Pil itu berwarna coklat berlogo hati. Pil itu ditemukan di saku celana masing-masing tersangka,” bebernya. 

Lebih lanjut Roni mengungkapkan, kepada petugas kedua tersangka mengaku pil itu dibeli dari seseorang bernama Rosi. Pil itu dibeli seharga Rp 350 ribu per butirnya. 

Kepada polisi, Yoyok juga mengaku belum lama mengkonsumsi narkoba, dan alasan mengonsumsi narkoba kali ini karena stres setelah bercerai dengan istrinya.

Namun demikian, Roni menandaskan, pihaknya masih akan terus mendalami kasus tersebut, karena dia curiga pengakuan tersangka tidaklah sesungguhnya. 

Reportet: Rosy
Editor: Ahmadi

Odemwingie Jalani Latihan Perdana di Madura United, Ini Harapan Gomes

0

Bangkalan, 12/4 (Media Madura) – Pelatih Gomes De Oliviera memimpin langsung sesi latihan Madura United yang digelar di Stadion Gelora Bangkalan, Rabu (12/4/2017) sore.

Pada latihan itu, tampak marquee player mereka, yakni Peter Odemwingie sudah bergabung dengan Fabiano Beltrame dkk. Guna menjalani latihan perdana bersama Laskar Sape Kerrab.

Yang bikin Gomes terkesan dengan sesi latihan kali ini, adalah cepat akrabnya para pemain dengan Odemwingie. Walaupun mantan pemain Stoke City itu baru bergabung dalam latihan.

“Kita ingin seluruh pemain segera kompak menjadi satu kesatuan tim. Sambutan terhadap Odimwingie juga luar biasa dari pemain, sehingga mereka cepat akrab,” ucap Gomes.

Pelatih asal Brasil ini berharap, proses adaptasi Odemwingie bersama Madura United berlangsung cepat.

“Kami yakin Peter Odimwingie akan cepat beradaptasi dengan para pemain Madura United lainnya,” ujarnya.

“Memang baru hari ini dia ikut latihan bersama pemain lainnya. Tentunya, dia harus segera bisa beradaptasi dengan tim, karena kami ingin dia mulai menjalani pertandingan saat melawan Bali United nanti,” tutur Gomes.

Sementara itu, Peter Odemwingie mengaku senang mengawali latihannya itu.

“Disini kami masih baru ikut latihan, saya melihat proses latihan tadi sangat berkualitas dengan keberadaan pemain yang sangat mengasyikkan,” kata Odemwingie.

Sebagai pemain baru, Odemwingie berharap segera bisa beradaptasi dengan cuaca Madura.

“Saya merasakan sangat panas disini, tetapi itu tidak menjadi masalah karena saya akan segera menyesuaikan,” ungkapnya.

Meski demikian, Odemwingie tidak canggung memainkan bola. Terlebih pemain asal Nigeria ini sudah mendapat tempat di hati fans fanatik Madura United, yang datang memadati SGB.

“Latihan disini (SGB.red) situasinya sangat menarik. Tetapi, tempat pertandingan nanti kan beda di Pamekasan,” tandasnya.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Bupati Pamekasan Tinjau Kesiapan SGRP Jelang Bergulirnya Liga

0

Pamekasan, 12/4 (Media Madura) – Bupati Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Achmad Syafii meninjau langsung kesiapan Stadion Gelora Ratu Pamellingan (SGRP) menjelang bergulirnya kompetisi Liga 1 maupun Liga 2.

Menurut Syafii, saat ini stadion yang berlokasi di Desa Ceguk Kecamatan Tlanakan itu dalam proses perbaikan menjelang bergulirnya kompetisi. Salah satunya pavingisasi di depan pintu utama stadion dan pemotongan pagar penonton yang dianggap terlalu tinggi dan pagar pembatas suporter tamu.

“Kami akan tinjau kesiapan lapangan, karena akan digunakan laga Madura United melawan Bali United pada tanggal 16 April 2017 mendatang,” katanya, Rabu (12/4/2017).

Menurut mantan anggota DPR RI Dapil Madura itu, perbaikan itu merupakan bantuan dari pihak ketiga. Karena tidak mungkin menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2017 pengerjaan itu akan terus dikerjakan sesuai petunjuk PSSI untuk memenuhi regulasi liga.

“Perbaikan ini akan tetap berlanjut hingga selesai, karena selama ini ada faktor hujan yang tidak bisa diprediksi. Tapi ini sudah siap digunakan untuk liga nanti,” pungkasnya.

Setelah tiba di lokasi, orang nomor satu di lingkungan pemerintah kabupaten (Pemkab) Pamekasanb itu langsung memantau yang tengah dalam perbaikan tersebut, seperti rumput, pemotongan pagar, lintasan atletic dan perbaikan sejumlah infrastruktur lainnya.

Hasilnya, politisi Partai Demojrat itu optimis jika stadion tersebut dapat digunakan untuk kompetisi tahun ini, yakni Liga 1 dan Liga 2 yang sebentar lagi akan bergulir.

Reporter: Rifqi
Editor: Ahmadi

KH Husni Amir Wafat, NU Pamekasan Berduka

0

Pamekasan, 13/4 (Media Madura) – Wafatnya Mustasyar PCNU Pamekasan, KH Husni Amir, membawa duka mendalam terhadap warga NU khususnya pengurus NU di wilayah itu.

Pengasuh Pondok Pesantren Al Hidayah atau yang populer dengan sebutan Sumber Manis Kowel Pamekasan tersebut, akibat penyakit yang dideritanya diusianya yang sudah sepuh dan telah menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit.

Ketua PCNU Pamekasan, KH. Taufik Hasyim menyampaikan duka yang mendalam atas wafatnya Kiai Husni Amir, apalagi kepergian salah satu kiai sepuh NU itu bertepatan dengan Harlah NU ke-94 di kantor PCNU Pamekasan.

Dikatakan, almarhum merupakan pejuang NU di Pamekasan yang cukup istiqomah. Bahkan dalam kondisi sakit Kiai Husni Amir masih aktif dan hadir ke acara-acara NU. 

“Di usianya yang senja, almarhum datang meskipun dalam keadaan sakit dan dipapah oleh santri-santrinya, beliau sangat gigih berjuang untuk NU,” terang Kiai Taufik. 

Jasa dan perjuangan almarhum kiai Husni Amir yang merupakan ayah Bupati Bondowoso, Amin Said Husni ini, akan selalu dikenang oleh seluruh warga NU dan akan selalu mendoakannya agar selalu dikumpulkan dengan para ulama dan pendiri Nahdlatul Ulama di sisi Allah.

Penulis : Arif
Editor : Zainol