Beranda blog Halaman 1005

Madura United Tak Galau Meski Tanpa Odemwingie di Liga 1

0

Pamekasan, 20/4 (Media Madura) – “Masih ada pemain lain yang siap tampil untuk membantu Madura United,” kata Pelatih Madura United, Gomes De Oliviera menanggapi pertanyaan wartawan mengenai status pemain asing yang diduga tidak mengantongi Kartu Izin Tinggal Terbatas (Kitas).

Soal Kitas pemain asing di Liga 1 memang menjadi perdebatan alot akhir-akhir ini. Meski demikian, Gomes mengaku bahwa kondisi Madura United saat ini masih baik-baik saja dan tidak ada yang perlu dirisaukan.

Bahkan, Gomes berujar, bukan persoalan rumit jika nantinya Odemwingie yang berstatus marquee player tidak mendapat izin bermain. Baginya, tanpa Odemwingie Laskar Sape Kerrab tetap garang di lini belakang lawan.

“Tidak ada masalah kita main lawan Bali United tanpa Peter (Odemwingie). Peter hanya tampil 25 menit terakhir di babak kedua. Peter memang bagus. Tapi kalau memang tidak bisa, masih ada pemain yang lebih siap, ” tegasnya.

Gomes mungkin tidak akan pernah merasa galau soal stok pemain depan timnya. Greg Nwokolo, Guy Junior, Rishadi Fausi, dan penyerang mudanya, Fredy Isir, menurut Gomes, siap dimainkan kapanpun dan dimanapun.

“Tahun ini kita punya tim untuk satu kompetisi bukan cuma satu pertandingan. Artinya, bukan cuma satu atau dua pemain, tapi satu tim. Mereka sudah tunjukkan di pertandingan pertama. Harapan kita, mereka akan berkembang di setiap pertandingan,” imbuhnya.

“Siapa yang akan tampil, mereka akan berjuang maksimal,” sambungnya.

Sebenarnya, Gomes tidak mau terlalu masuk ke ranah manajemen. Menurutnya, persoalan Kitas pemain adalah urusan manejemen Madura United. Dia mengaku lebih senang menangani pemain di lapangan.

“Saya di lapangan saja,” ucap pelatih asal Brasil ini.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Pelatih Persepam MU Minta Skuadnya Hindari Demam Panggung di Laga Perdana

0

Pamekasan, 20/4 (Media Madura) – Pelatih Persepam MU, Rudy William Keltjes meminta anak asuhnya tidak demam panggung saat melakoni laga perdana Liga 2 melawan Persatu Tuban, di Stadion Gelora Ratu Pamellingan (SGRP) Kabupaten Pamekasan, Rabu (22/4/2017) mendatang.

Pelatih Persepam MU, Rudy sapaan akrabnya Rudy William Kaltjes menagatakan, tidak mau anak asuhnya tampil demam panggung meskipun sudah sangat lama tidak bermain dalam pertandingan dengan atmosfer kompetisi.

“Saat pertandingan nanti saya minta pemain lebih rileks, namun kami membuat program latihan yang membuat pemain enjoy beberapa hari sebelum duel melawan Persatu Tuban,” katanya.

Upaya ini dilakukan Rudy, karena erat kaitannya dengan pemeliharaan dan kesiapan mental bertanding. Sebab menurut dia, seringkali faktor mental jadi penentu hasil akhir dalam sebuah pertandingan sepak bola. Hal inilah yang jadi salah satu perhatiannya.

“Menciptakan suasana tim yang lebih enjoy sangat penting untuk menciptakan harmonisasi. Kita harapkan tim tetap kompak, enjoy dan fokus konsentrasi,” tambahnya.

Secara mental, fisik dan teknis, pria berdarah Belanda-Madura itu menilai skuad Laskar Sape Ngamok menunjukan perkembangan yang positif meski masa persiapan yang dilakukan tergolong minim sekitar dua bulan, terhitung sejak tim kembali menjalani latihan perdana pada awal Februari 2017.

“Kondisi pemain cukup baik dan sejak awal persiapan menunjukan perkembangan positif. Sekarang bagaimana caranya buat kita untuk memanfaatkan sisa waktu yang ada sebelum pertandingan pertama,” pungkas Rudy.

Reporter: Rifqi
Editor: Ahmadi

Telat Ngantor, 35 PNS dan Tenaga Magang Sampang Terjaring Razia Satpol PP

Sampang, 20/4 (Media Madura) – Sebanyak 8 PNS di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sampang terjaring razia oleh Satpol PP setempat. Mereka diamankan bersama 27 orang berstatus magang karena telat ngantor dan masih berada diluar jam efektif.

Selain merazia PNS dan tenaga magang itu operasi yang digelar sejak pukul 08.00 WIB di Jalan Raya H Abdullah, Desa Panggung, Kecamatan Kota Sampang, juga mengamankan dua unit sepeda motor dinas nopol M 2342 PP milik Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB) dan milik Dinas Pendidikan nopol M 4229 NP. Sebab, sepeda motor pelat merah itu dikendarai oleh orang yang tidak berhak.

“Dari 27 tenaga magang itu rata-rata sebagai guru, bidan, dan tim medis di puskesmas. Kemudian 8 PNS dari staf kecamatan, perawat puskesmas, guru, pengawas UPTD, penyuluh perikanan,” kata Moh Jalil Kasi Penyidik dan Penindakan Satpol PP Sampang, Kamis(20/4/2017).

Ironisnya, ke-8 PNS itu satu oknum abdi negara menjabat sebagai Kepala Sekeloh di SDN Taman Sareh 1 terjaring razia. Ia adalah Shahibul Izat. Alasan telat ngantor karena masih tambal ban kendaraan motor.

Jalil menuturkan, tidak ada alasan bagi dirinya dalam menertibkan aturan sesuai pasal 3 Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010. Apalagi, PNS terjaring razia tidak bisa menunjukkan bukti secara sah telah mengantongi izin keluar kantor dari atasannya.

“Karena itu kami langsung memberikan pembinaan kepada PNS yang melanggar. Nanti akan dipasrahkan kepada Inspektorat serta Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Sampang,” tegasnya.

Sementara alasan salah satu oknum PNS terjaring razia, Ila Hiastina bertugasdi Puskesmas Jerengoan Omben, mengaku telat ngantor karena masih banyak mengurusi rumah tangga.

“Makanya telat, anak lagi sakit masih minta gendong dan beli sarapan untuk keluarga,” dalihnya.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Napi di Pamekasan Gelar Khataman Al-Quran

Pamekasan, 20/4 (Media Madura) – Sebanyak 120 narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIA Pamekasan, Madura, Jawa Timur, menggelar khataman Al Quran bersama di masjid setempat, Kamis (20/4/2017).

Menurut Kepala Lapas Klas IIA Pamekasan Kusmanto Eko Putro, Khataman Al-Quran itu terselenggara berkat kerja sama antara Lapas dengan organisasi kemasyarakatan (Ormas) Nusantara Mengaji.

“Khataman Quran ini, dalam rangka memeriahkan Hari Bhakti Pemasyarakat Ke-53 dan untuk mendoakan keselamatan bangsa dan kemajuan lembaga pemasyarakatan,” katanya.

Selain itu, kegiatan tersebut, merupakan kegiatan serentak di seluruh Lapas dan rumah tahanan negara (Rutan) se- Indonesia. Dengan kegiatan doa bersama dan khataman Al Quran ini, ia berharap agar keamanan di Lapas Pamekasan tetap terjaga.

“Harapan kami dengan acara ini aman, tidak ada permasalahan,” tambah Eko Putro.

Naluri setiap narapidana, sambung dia, sebenarnya ingin selalu kabur. Oleh karenanya, pihak Lapas berupaya untuk mengurangi naluri ini melalui pembinaan, dan salah satunya melalui doa bersama dan khataman Al Quran.

“Mudah-mudahan dengan adanya doa dan khataman Al Quran ini, naluri untuk kabur bisa hilang. Apalagi jumlah petugas, tidak seimbang dengan jumlah narapidana yang ada disini,” ucap Eko.

Ke-120 narapidana peserta khataman Al Quran itu, dibagi empat kelompok. Masing-masing sebanyak 30 orang dan setiap kelompok dikomando oleh anggota Nusantara Mengaji.

Sebelum khataman Alquran berlangsung, disampaikan ceramah agama oleh Kiai Ketua Dewan Pembina Dewan Nusantara Mengaji, Kiai Ahmad Khotib.

Usai mengikuti ceramah agama, para narapidana peserta khataman Al Quran ini selanjutnya melaksanakan shalat sunnah dhuha berjemaah dan dilanjutnya dengan khataman.

Reporter: Rifqi
Editorh Ahmadi

Mayoritas Tower di Pamekasan Tak Bayar Pajak

Pamekasan, 20/4 (Media Madura) – Sejumlah pemilik tower atau menara telekomonikasi yang berdiri di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, hingga kini banyak tidak bayar pajak kepada pemerintah setempat sesuai dengan nominal yang ditentukan.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Pamekasan, M Bahrun mengatakan, menara telekomunikasi yang berdiri di bumi Gerbang Salam sebanyak 167 tower, 70 persen diantaranya tidak bayar pajak.

“70 persen tower disini tidak bayar pajak, kondisi ini harus menjadi perhatian bagi para pemilik provider,” katanya, Kamis (20/4/2017).

Padahal pihaknya, sudah mengirim surat kepada provider pengguna menara agar segera melakukan pembayaran pajak sesuai dengan ketentuan, jika para provider tersebut tidak mengindahkan hingga surat teguran ketiga, maka pihaknya akan mencabut izin menara sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Kami berharap para provider segera membayarnya, selama ini mereka selalu membayar, tetapi lambat saja. Mungkin karena tidak sempat atau bagaimana,” harap Bahrun.

Menurut kebiasaan lamanya, lanjut Bahrun, para provider baru membayar pajak apabila mendapat teguran atau surat peringatan dari instansinya. Padahal, pajak yang dibayarkan tersebut untuk kepentingan pembangunan daerah, bukan untuk pribadi atau instansi.

“Pemilik provider biasanya bayar kalau sudah ada surat tegoran,” tutunya.

Reporter: Rifqi
Editor: Ahmadi

Peter Odemwingie Dibawa Lawatan ke Markas Persela Lamongan, Ini 19 Pemain Madura United Lainnya

0

Pamekasan, 20/4 (Media Madura) – Madura United siap menggempur perlawanan Persela Lamongan dalam lanjutan Liga 1 di Stadion Surajaya, Lamongan Jawa Timur, Jumat (21/4/2017), pukul 18.30 WIB.

Dalam lawantannya kali ini, pelatih Gomes De Oliviera membawa 20 pemain termasuk empat pemain asingnya, di antaranya marquee player mereka, Peter Osaze Odemwingie.

Rizky Dwi yang sebelumnya sempat diragukan tampil lantaran cedera engkel, namanya masuk dalam skuad yang diboyong ke Lamongan. Namun, kiper utama Laskar Sape Kerrab, Herry Prasetyo yang baru pulih dari cederanya masih disimpan.

Ke-20 pemain itu adalah, Angga Saputra (PG), Reza Pratama (PG), Andik Rendika Rama, Rendy Siregar, Fachrudin Aryanto, Munhar, Fabiano Beltrame, Rifat Marasambessy, Asep Berlian, dan Redouane Zerzuori.

Kemudian, Dane Milovanovic, Rizky Dwi F, Slamet Nurcahyo, Fandy Eko Utomo, Engelberd Sani, Greg Ngokolo, Peter Osaze Odemwingie, Bayu Gatra, Elthon Maran dan Saldy.

“Semua pemain fit, semua pemain semangat. Semua tunjukkan kemauan untuk bermain menjadi pemain inti. Mereka bersaing dengan sehat,” kata Pelatih Madura United, Gomes De Oliviera.

Pelatih asal Brasil ini menegaskan bahwa anak asuhnya tak akan bermain bertahan saat mengunjungi markas Laskar Joko Tingkir.

“Kita akan lebih banyak vareasi menyerang agar peluangnya lebih banyak lagi. Siapa saja yang main, akan main maksimal dan baik. Saya yakin mereka semua siap untuk bermain,” tegasnya.

Madura United punya catatan buruk ketika menyambangi markas Persela. Mereka pernah menelan kekalahan pahit yang mungkin hinggi kini belum hilang dari ingatan pemain. Itu terjadi pada kompetisi ISC A musim lalu. Namun kondisi itu tidak membuat Gomes gentar.

“Kita harus kumpulkan semaksimal mungkin poinnya dimana pun kita bermain untuk bisa juara. Sekalipun di kandangnya Persela,” ujarnya.

Lawatannya ke Lamongan menjadi laga away perdana bagi Fabiano Beltrame dan kawan-kawan di Liga 1. Gomes menyatakan, bermain di kandang maupun tandang tidak berimbas terhadap mental pemainnya.

“Saya lihat pemain di sini sudah punya mental luar biasa, dan pemberani. Di mana kita tampil sama saja,” pungkas Gomes.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Pulau Sepudi Haus Darah, Pembunuhan Sadis Kembali Terjadi

0

Sumenep, 20/4 (Media Madura) – Seperti tak ada habisnya, kisah pembunuhan terus terjadi di Pulau Sepudi, Kecamatan Gayam, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Jika beberapa hari lalu warga pulau setempat dihebohkan dengan penemuan tulang belulang manusia yang diduga korban pembunuhan.

Kali ini, warga setempat kembali gempar dengan kasus penganiyaan berujung meninggal dunia yang menimpa Matrasan (50), seorang warga Dusun Banasem, Desa/ Kecamatan Gayam.

“Korban diserang dan dianiaya dirumahnya sendiri oleh orang tidak dikenal,” terang Kabag Humas Polres Sumenep, AKP Suwardi, Kamis (20/4/2017).

Kronologi pembunuhan sadis ini bermula pada Rabu (19/4/2017) sekira jam 19.30 WIB saat korban tidur seorang diri, lalu sekira pukul 22.00 WIB korban dibangunkan oleh isterinya bernama Marwiya agar pindah ke kamar dalam.

Saat korban bangun dari tidurnya itu, sejurus kemudian ada orang masuk ke dalam rumah, salah satu pelaku memegang kedua tangan isteri korban, sedangkan yang dua pelaku lainnya langsung melakukan penganiayaan terhadap korban dengan menggunakan senjata tajam.

“Senjata yang digunakan dperkirakan berupa parang atau pedang, sehingga korban langsung meninggal dunia di TKP, ” bebernya.

Menurut Suwardi, pelaku diperkirakan berjumlah tiga orang, masuk melalui pintu belakang rumah dan juga melarikan diri usai membunuh dari pintu yang sama. 

“Jadi, pintu belakang atau dapur ini hanya ditutup saja, tidak dalam keadaan terkunci,” tambahnya.

Akibat penganiayaan yang membabi buta tersebut, korban mengalami luka bacok dibagian leher belakang/tengkuk, luka dibagian punggung sebelah kiri sebanyak empat sayatan dan luka di bagian kepala kanan bagian atas.

“Petugas kami sudah melakukan olah TKP, mengamankan barang bukti berupa sarung warna coklat kekuning-kuningan, mencatat para saksi, dan mengevakuasi korban ke Puskesmas Gayam. Selanjutnya kami akan dalam kasus ini untuk mengungkap pelakunya,” pungkasnya.

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

Sempat Dicoret, Bek Muda Madura United Dipanggil Timnas Lagi

0

Pamekasan, 19/4 (Media Madura) – Pelatih timnas nasional (Timnas) Indonesia U-19, Indra Sjafri batal mencoret nama M Rifat Marasambessy dari skuad. Buktinya, bek muda Madura United itu dipanggil kembali dalam pemusatan latihan timnas Indonesia U-19.

Kepada media, Rifat mengaku sempat tidak percaya bakal dipanggil lagi. “Saya kemarin sempat tenang-tenang saja karena saat diumumkan tidak ada nama saya. Infonya salah ketik saat saya ditelepon,” kata Rifat.

Rifat tidak mempermasalahkan namanya sempat dicoret dari skuad timnas Indonesia U-19. Dia mengaku ingin berkonsentarasi penuh bersama klubnya, andai namanya tidak dipanggil.

Rifat adalah salah satu di antara pemain muda andalan pelatih Gomes De Oliviera milik Laskar Sape Kerrab. Dia juga berjasa membawa Madura United menang atas Bali United pada pekan pertama Liga 1, Minggu (16/4/2017).

Bahkan, Rifat menyatakan siap jika pelatih Gomes ingin memakai jasanya saat bertandang ke markas Persela Lamongan dalam lanjutan Liga 1, Jumat (21/4/2017) mendatang.

“Kalau saya diminta untuk datang besok, Kamis saya akan segera datang untuk menghadapi Persela Lamongan,” pungkas pemain bernomor punggung 12 itu.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Empat Bulan Ngendap, Rastra di Sumenep Akhirnya Bisa Ditebus

Sumenep, 19/4 (Media Madura) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa Timur akhirnya mengumumkan soal pendistribusian beras sejahtera (rastra) untuk tahun 2017.

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Pemerintah Kabupaten Sumenep, Heri Koencoro Pribadi mengatakan, rastra untuk empat bulan terakhir mulai saat ini sudah bisa ditebus. 

“Ya, sekarang Kepala Desa sudah bisa menebus rastra untuk beberapa bulan terakhir ini,” terang Heri, Rabu (19/4/2017).

Untuk hal itu, Heri mengaku pihaknya sudah melakukan sosialisasi kepada masing-masing kecamatan yang secara administrasi berada di Kabupaten Sumenep.

“Disamping juga kami telah meminta pemerintah desa untuk melakukan pendataan penerima manfaat rasta, agar masyarakat yang memang benar-benar masuk kategori tidak mampu bisa mendapatkan,” ungkapnya

Dia menjelaskan, tahun ini ada sekitar 128.016 Rumah Tangga Sasaran (RTS) penerima manfaat, dengan jatah 1.920.240 ton setiap bulannya. 

“Berasnya sekarang sudah tersedia di gudang Bulog, asal ada dananya untuk menebus anggaran beras selama beberapa bulan, silahkan Kades boleh menebus,” tandasnya.

Seperti diketahui, jatah rastra di Kabupaten Sumenep tahun ini mengalami kenaikan  sebesar 10 persen dibandingkan tahun 2016 lalu. Tahun ini pagu mencapai 23.042.880 ton dalam satu tahun atau sebanyak 1.920.240 ton per bulan.

Penulis : Rosy
Editor : Arif

Pelatih Madura FC “Tak Senang” Dibelikan Pemain Bintang

0

Sumenep, 19/4 (Media Madura) – Gebrakan manajemen Madura FC mendatangkan pemain berlabel eks tim nasional mungkin sukses memberikan kejutan bagi publik Madura. 

Sebagai tim pendatang baru, memang penting bagi Madura FC untuk menyuguhkan hal baru, itu supaya eksistensinya segera dapat dukungan penggemar sepak bola Madura, khususnya Sumenep. 

Namun ternyata, hal itu tidak serta merta membuat sang pelatih, Coach Salahudin senang. Pasalnya, adanya pemain berkela juga akan menjadi tugas baru sang arsitek untuk mengadaptasikan kualitas sang pemain. 

“Ya, satu sisi adanya pemain bintang itu baik, tapi di sisi lain saya harus melihat kualitas pemain dan menyesuaikan tim yang sudah ada,” kata Salahudin, Rabu (19/4/2017).

Mantan arsitek Perssu Sumenep itu menjelaskan, walau laga perdana Liga 2 sudah di depan mata, saat ini timnya belum terbentuk sempurna, bahkan dirinya masih meraba para pemainnya untuk kemudian membentuk kerangka tim seutuhnya. 

“Termasuk Okto (Maniani) dan Aldair (dua pemain eks Timnas), tidak otomatis masuk tim utama, mereka masih akan kita lihat kualitas dan adaptasinya,” jelasnya. 

Lebih dari itu, Salahudin mengakui meski timnya sempat mengalami kesulitan mencari pemain, tidak berarti dirinya sembrono dalam hal menyusun kekuatan tim, setiap pemain masih akan dilihat dan dinilai sejauh mana pengaruhnya terhadap permainan tim.

“Yang saya inginkan tim ini dihuni pemain yang mau bekerja keras serta mampu menterjemahkan taktik dan strategi yang saya mau, jadi tidak cukup sekedar memiliki nama besar,” tukasnya. 

Penulis : Rosy
Editor : Arif