Sampang, 20/4 (Media Madura) – Sebanyak 8 PNS di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sampang terjaring razia oleh Satpol PP setempat. Mereka diamankan bersama 27 orang berstatus magang karena telat ngantor dan masih berada diluar jam efektif.

Selain merazia PNS dan tenaga magang itu operasi yang digelar sejak pukul 08.00 WIB di Jalan Raya H Abdullah, Desa Panggung, Kecamatan Kota Sampang, juga mengamankan dua unit sepeda motor dinas nopol M 2342 PP milik Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB) dan milik Dinas Pendidikan nopol M 4229 NP. Sebab, sepeda motor pelat merah itu dikendarai oleh orang yang tidak berhak.

“Dari 27 tenaga magang itu rata-rata sebagai guru, bidan, dan tim medis di puskesmas. Kemudian 8 PNS dari staf kecamatan, perawat puskesmas, guru, pengawas UPTD, penyuluh perikanan,” kata Moh Jalil Kasi Penyidik dan Penindakan Satpol PP Sampang, Kamis(20/4/2017).

Ironisnya, ke-8 PNS itu satu oknum abdi negara menjabat sebagai Kepala Sekeloh di SDN Taman Sareh 1 terjaring razia. Ia adalah Shahibul Izat. Alasan telat ngantor karena masih tambal ban kendaraan motor.

Jalil menuturkan, tidak ada alasan bagi dirinya dalam menertibkan aturan sesuai pasal 3 Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010. Apalagi, PNS terjaring razia tidak bisa menunjukkan bukti secara sah telah mengantongi izin keluar kantor dari atasannya.

“Karena itu kami langsung memberikan pembinaan kepada PNS yang melanggar. Nanti akan dipasrahkan kepada Inspektorat serta Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Sampang,” tegasnya.

Sementara alasan salah satu oknum PNS terjaring razia, Ila Hiastina bertugasdi Puskesmas Jerengoan Omben, mengaku telat ngantor karena masih banyak mengurusi rumah tangga.

“Makanya telat, anak lagi sakit masih minta gendong dan beli sarapan untuk keluarga,” dalihnya.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan