Beranda blog Halaman 993

Begini Cara PCNU Pamekasan Mencetak Ahli Ilmu Falak

0

Pamekasan, 9/5 (Media Madura) – Guna terus mencetak generasi yang ahli ilmu falak, yakni bidang ilmu astronomi yang mempelajari perbintangan, peredaran benda-benda langit, khususnya bumi, bulan dan matahari, PCNU Pamekasan melakukan berbagai kegiatan dan langkah-langkah strategis termasuk menggelar kajian serta diklat.

Ketua PCNU Pamekasan KH. Taufik Hasyim menuturkan, ilmu falak merupakan bidang ilmu yang sangat penting, dan generasi muda muslim harus ada yang ahli di bidang ilmu ini.

“Ilmu falak ini sangat penting, dan kita harus menciptakan generasi yang ahli dalam ilmu ini,” katanya saat menghadiri diklat kaderisasi ulama falak angkatan 1 yang diadakan oleh Badan Hisab Rukyat (BHR) yang bekerjasama dengan Kemenag Pamekasan, Lembaga Falakiyah PCNU Pamekasan dan kompas kulminasi yang akan berlangsung selama 3 hari, mulai tanggal 9 sampai 11 Mei.

Nantinya, kata dia, dengan program pendidikan dan kegiatan kajian ilmiah tentang ilmu falak dalam menciptakan generasi yang benar-benar memahami ilmu yang juga berguna dalam menentukan waktu sholat, arah kiblat, gerhana bulan dan matahari serta penentuan awal bulan bulan hijriyah ini secara menyeluruh.

“Semoga Kader-kader militan yang fokus pada Ilmu falak nantinya bisa memberikan kontribusi penuh terhadap maayarakat pamekasan,” uranya dalam acara yang dihadiri oleh perwakilan takmir masjid se-Pamekasan, perwakilan penyuluh KUA se-Pamekasan, perguruan tinggi dan pondok pesantren, di Aula Muzdalifah Kemenag Pamekasan.

Tidak hanya kegiatan diklat itu, mencetak generasi yang memahami ilmu falak juga dilakukan di lembaga pendidikan dan pesantren-pesantren NU yang ada di kabupaten pendidikan ini.

Sementara itu, ketua lembaga falakiyah PCNU Pamekasan, Hosen mengatakan, kaderisasi keilmuan di bidang falakiah ini sangat penting di tengah-tengah masyarakat khususnya di tingkat bawah, sehingga berbagai kajian dan diklat terus akan digelar oleh pihaknya.

“Bidang ilmu ini salah satunya berfungsi untuk meminimalisir perbedaan-perbedaan waktu sholat, perbedaan arah kiblat dan penentuan tahun baru hijriyah,” katanya.

Kedepan, kata dia, atas instruksi dari ketua PCNU Pamekasan, pihaknya akan menggelar pelatihan dan pendidikan khusus ilmu falak mulai tingkat ranting dan MWC NU.

Penulis : Arif
Editor : Ahmadi

Satpol PP Pamekasan Amankan Sepasang Kekasih Tak Beridentitas di Losmen

Pamekasan, 9/5 (Media Madura) – Sepasang kekasih berinisial WJS (35) dan IY (33) warga jalan Ploso nomor 10b Surabaya diamankan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pamekasan, Madura, Jawa Timur saat asyik indehoi dalam Losmen di Jalan Trunojoyo Pamekasan, Selasa (9/5/2017) pagi.

Kepala seksi penyelidikan dan penyidikan Satpol PP Pamekasan, Yusuf Wibiseno mengatakan, penangkapan itu merupakan tindak lanjut dari operasi gabungan yang melibatkan TNI-Polri dan Denpom beberapa waktu yang lalu.

“Ini merupakan operasi tindak lanjut, karena orang tersebut tidak mengantongi kartu identitas maka kami amankan,” katanya kepada wartawan.

Yusuf mengakui, sepasang kekasih itu ternyata sudah resmi berstatus suami isteri, itu berdasr setelah dirinya menghubungi pihak keluarga di Surabaya.

“Ternyata keduanya sudah menikah, hanya saja surat-surat identitasnya dalam pengurusan,” tambahnya.

Oleh karenanya ia akan memulangkan keduanya, untuk mengurus administrasi kependudukan, setelah itu ia diperbolehkan masuk ke kota Gerbang Salam lagi.

“Setelah di BAP, kami sarankan agar tidur tidak satu kamar atau dipersilahkan pulang mengurus kartu identitas, karena disini ia sales,” tutupnya.

Reporter: Rifqi
Editor: Ahmadi

Operasi Patuh Semeru 2017, Polres Sampang Tekan Tindakan Represif

Sampang, 9/5 (Media Madura) – Operasi Patuh Semeru 2017 serentak digelar seluruh jajaran polisi di Jawa Timur selama 14 hari ke depan, mulai hari ini Selasa (9/5/2017) hingga Senin (22/5/2017) mendatang.

Pukul 08.00 WIB tadi pagi, Kepolisian Resort Sampang, menggelar apel pasukan Operasi Patuh Semeru di halaman Polres Sampang dan dipimpin langsung Kapolres Sampang AKBP Tofik Sukendar.

“Kita melibatkan pasukan dari TNI, Polri, Satpol PP, Dishub, dalam menggelar operasi patuh semeru 2017. Ini juga sebagai cipta kondisi sebelum melakukan operasi ramadhania,” ujar Tofik usai apel pasukan, Selasa (9/5/2017).

Tofik mengatakan, target dalam operasi patuh semeru kali ini di prioritaskan kelengkapan surat kendaraan motor, dan kelayakan kendaraan. Bahkan, operasi patuh semeru itu lebih ditekankan terhadap tindakan represif.

Sehingga, menindak tegas setiap pelaku pelanggaran lalu lintas dengan memberikan surat tilang. Agar pegendara bermotor yang tidak tertib dan melanggar lalu lintas jera tidak mengulangi perbuatannya.

“Meski dalam penindakan ini petugas tidak pilih kasih terhadap mereka yang melanggar tata tertib lalu lintas di jalan, demi menciptakan kondisi kondusif di wilayah hukum Kabupaten Sampang,” tegasnya.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

7 Situs di Kraton Sumenep Resmi Jadi Cagar Budaya

Sumenep, 9/5 (Media Madura) – Sedikitnya 7 situs yang berada di kompleks Kraton Sumenep, Madura, Jawa Timur resmi ditetapkan sebagai cagar budaya oleh Bupati Sumenep, A Busyro Karim. 

Penetapan dilakukan setelah adanya rekomendasi dari tim ahli cagar budaya bahwa situs-situs tersebut bernilai sejarah dan layak ditetapkan sebagai cagar budaya.

“Dari sekian objek yang sebelumnya diduga sebagai cagar budaya, saat ini baru ada 7 situs yang sudah ditetapkan oleh Bupati sebagai cagar budaya,” kata Kabid. Kebudayaan Diaparbudpora Sumebep, Sukaryo, Selasa (9/5/2017).

Ketujuh situs tersebut adalah Labang Mesem, Pendopo Kraton, Mandiyoso (koridor menuju pendopo kraton), Kantor Koening, Kraton Tirtonegoro, Kantor Ambtenaar (sekarang kantor Disparbudpora), Toghur Ghenta dan Taman Sare. 

“Semua situs ada di kawasan Kraton Sumenep,” jelasnya. 

Konsekuensi dari ketetapan cagar budaya, terang Karyo, menjaga dan melestarikan menjadi kewajiban semua pihak, tidak hanya kewajiban pemerintah melainkan juga masyarakat. 

“Jangankan merusak, mengubah dan memindahkan pun menjadi sangat terlarang. Oleh sebab itu, merupakan keeajiban kita semua untuk menjaga dan melestarikannya,” serunya. 

Sementara untuk Objek yang Diduga Cagar Budaya (ODCD) yang masih belum ditetapkan sebagai Cagar Budaya, masih akan terus dilakukan pengkajian serta verifikasi oleh tim ahli cagar budaya. 

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

Lini Pertahanan Jadi PR Pelatih Baru Perssu Sumenep

0

Sumenep, 9/5 (Media Madura) – Hingga pekan ke 3 Liga 2 Indonesia bergulir, Perssu Sumenep bisa dibilang merupakan tim dengan pertahanan terburuk.

Betapa tidak, dari tiga laga yang sudah dilakoni, selisih gol memasukkan dan kemasukan sangat tidak sebanding, ditambah dengan hasil akhir laga yang juga kurang baik. 

Perssu menderita dua kali kekalahan dan hanya satu kali meraih hasil seri, tim berjuluk Kuda Terbang ini kalah dari PSMP Mojokerto 1-2, dibantai Persik Kediri 4-0, dan terakhir seri kontra Persewangi dengan skor 4-4.

Artinya, dari tiga pertandingan awal, Perssu sudah kebobolan 10 gol dan baru menjebol gawang lawan sebanyak 5 kali.

Setelah ditinggal coach Danur Dara, praktis tugas membenahi kekurangan-kekurangan tim menjadi PR pelatih caretaker yang sudah ditunjuk managemen.

“Ya, sebelum kita mengahadapi Kalteng Putra tentu yang akan kita benahi adalah pertahanan dulu, tapi saya masih akan melihat kualitas anak-anak seperti apa, karena saya juga masih baru bergabung dengan tim,” ujar Pelatih Baru Perssu, Yusron Sikumbang.

Menurut Yusron, dirinya perlu memberi penjelasan kepada anak asuhnya bagaimana cara dan sistem bertahan yang baik.

“Selain itu saya juga belum melihat pemain gelandang sayap pandai menjadi gelandang yang masuk ke dalam. Akan saya perbaiki juga bagaimana transisi bertahan ke penyerang dan sebaliknya,” terangnya. 

Sementara itu, dipertandingan berikutnya, Perssu akan menjalani laga tandang ke Kota Palangkaraya, markas Kalteng Putra, pada Kamis (18/5/2017).

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

Bupati Sumenep Santai Tanggapi Banyak Destinasi Wisata Belum Kantongi TDUP

0

Sumenep, 9/5 (Media Madura) – Bupati Sumenep, Madura, Jawa Timur, A Busyro Karim menanggapi santai soal banyaknya destinasi wisata yang ternyata belum memiliki Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP).

TDUP merupakan bukti tanda daftar yang wajib dimiliki oleh berbagai jenis usaha yang berkaitan dengan sektor pariwisata, seperti usaha jasa perjalanan wisata, dan penyediaan akomodasi.

Selain itu, jasa penyediaan makanan dan minuman, jasa pramuwisata, penyelenggaraan pertemuan, dan beberapa usaha lainnya termasuk kawasan destinasi wisata.

“Yang pertama, kita sepakati dulu bahwa Visit Year 2018 adalah awal dari program menggalakkan pariwisata di Sumenep, Lombok saja butuh bertahun-tahun untuk seperti sekarang ini,” jawab Busyro, Selasa (9/5/2017).

Sehingga kata Busyro, pihaknya masih proses membenahi segala sesuatu yang berkaitan dengan pariwisata, termasuk kelengakapan administrasi seperti TDUP. 

“Yang pasti semua masukan kita tampung, dan semua proses persiapan juga kita jalani, segala sesuatu kan butuh waktu,” tukasnya singkat. 

Seperti diberitakan, sejumlah wisata di Sumenep, termasuk destinasi unggulan pemerintah ternyata belum mengantongi TDUP, seperti Gili Labak dan wisata kesehatan Giliyang. 

Sejauh ini, baru satu tempat wisata yang yang sudah punya TDUP, mulai mengurus, yaitu Bukit Tinggi yang dikeloa swasta dan Pantai Sembilan, yang informasinya pantai tersebut akan dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) setempat. 

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

Curahan Kekecewaan Gomes Usai Madura United Ditahan Imbang

0

Pamekasan, 8/5 (Media Madura) – Pelatih Madura United, Gomes De Oliviera mencurahkan kekecewaannya saat timnya bermain imbang kontra Perseru Serui. Dia menegaskan akan melakukan evaluasi pada timnya.

Laskar Sape Kerrab sempat terlihat bakal meraih poin penuh di kandangnya sendiri, Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Pamekasan, Senin (8/5/2017) malam. Madura United unggul lebih dulu lewat gol Peter Odemwingie sebelum dibalas Mariando Dio Unok Uropmabin.

“Kita akan bicara, kita akan evaluasi lagi. Tapi yang nomor satu, masyarakat Madura suka pemain yang fight,” kata Gomes.

Pelatih asal Brasil itu menganggap, upaya Perseru Serui untuk merusak permainan anak asuhnya cukup sukses. Meski hal itu dilakukan secara negatif.

“Mereka (pemain Perseru.red) sering jatuh tanpa alasan. Bikin pemain kita emosional,” sesalnya.

Harusnya, Fabiano Beltrame dkk. tidak terpancing ulah pemain lawan di lapangan. Akibatnya, sejumlah peluang gagal berbuah gol lantaran timnya kurang sabar dalam penyelesaian akhir.

“Kita tidak pernah berhenti berjuang untuk mencetak gol. Pemain Madura United seharusnya lebih sabar finishing touch,” ucap Gomes.

Tercatat, dua kali Madura United gagal mendapat hasil maksimal saat tampil di markas sendiri. Hal itu diakui sendiri oleh Gomes.

“Dua kali kita gagal memberikan kemenangan untuk masyarakat Madura. Terutama Pamekasan. Dan, dua pertandingan di kandang belum mendapat sentuhan untuk mencetak gol lebih banyak. Jadi kita harus lihat ke depan lagi,” tuturnya.

Kendati tidak meraih hasil maksimal, semangat tim besutannya diminta tidak surut. Tetap kerja keras dan berjuang di setiap laga. Sebab, baginya hal itu menjadi poin plus menatap kompetisi yang masih panjang.

“Pemain Madura United punya fight dan spirit bagus, yang tidak boleh hilang, apalagi kompetisi masih panjang,” tandas Gomes.

Selanjutnya, Madura United akan bertandang ke markas Arema FC pada pekan keenam Liga 1, pada 14 Mei mendatang.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Dua Laga tanpa Gol, Persepam MU Asah Ketajaman Lini Depan

0

Pamekasan, 8/5 (Media Madura) – Persepam Madura Utama (Persepam MU) terus berlatih mengasah ketajaman mencetak gol, sebab pada dua laga melawan Persinga Ngawi dan Madiun Putra, laskar sape ngamok tanpa gol.

Pelatih kepala Persepam MU, Rudy William Keltjes mengakui di lini depan timnya masih lemah, dalam mengeksekusi bola di mulut gawang lawan.

“Kalau tim kami saya akui tampil gemilang dari dua laga tersebut. Mereka banyak menciptakan peluang, tetapi gagal dikonversikan gol,” katanya, Senin (8/5/2017).

Menurut pelatih berdarah Belanda-Madura itu, yang perlu dievaluasi adalah finishing akhir yang masih mentah.

“Kami harus segara berlatih lagi, baik cara mengeksekusi penalti maupun eksekusi bola dari peluang yang diciptakan anak-anak,” tambah Rudy.

Untuk itu, Opa Rudy sapaan akrabnya Rudy William Keltjes akan menggembleng Fauzan Jamal dan kawan-kawan dengan shooting jarak dekat di mulut gawang.

“Setiap kami latihan anak-anak terus digembleng, kami tak ingin hanya cerdik menciptakan peluang, tetapi harus diimbangi dengan gol,” tegasnya.

Seperti diketahui, Persepam MU kalah 0-2 atas Persinga Ngawi di stadion Ketonggo Ngawi beberapa waktu lalu, dan ditahan imbang Madiun Putra 0-0 di Stadion Gelora Ratu Pamelingam (SGRP) Pamekasan. Saat ini, Persepam MU mengoleksi 4 poin dari tiga laga yang dilakoni.

Reporter: Rifqi
Editor: Ahmadi

Madura United Ditahan Imbang Perseru Serui di Kandang

0

Pamekasan, 8/5 (Media Madura) – Pertandingan tuan rumah Madura United kontra Perseru Serui pada pekan kelima Liga 1 berakhir imbang 1-1. Gol Laskar Sape Kerrab dicetak Peter Odemwingie, sementara gol balasan dikemas, Mariando Dio Unok Uropmabin.

Bermain di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Senin (8/4/2017) malam, kedua tim langsung tampil menyerang untuk mencetak gol cepat. Setidaknya hingga 15 menit babak pertama terjadi aksi jual beli serangan.

Tuan rumah masih kesulitan untuk menembus pertahanan rapat yang diperagakan tim tamu. Demikian pun Perseru Serui.

Kedua tim saling melepaskan tembakan, namun sedikit yang on target. Madura United yang mengincar tiga poin terus menampilkan permainan agresif. Lebih banyak mengandalkan aksi individu Greg Nwokolo, namun belum mampu membuahkan hasil.

Gol yang ditunggu-tunggu akhirnya pecah di menit ke-22 untuk Madura United. Tendangan bebas Slamet Nurcahyo mampu dimaksimalkan dengan baik oleh Peter Odemwingie melalui kepalanya.

Namun keunggulan Madura United tidak bertahan lama. Perseru mampu menyamakan kedudukan lewat Mariando Dio Unok di menit ke-365. Gol terjadi memanfaatkan bola muntah kiper Herry Prasetyo di depan gawang. Skor 1-1 mengakhiri babak pertama.

Di babak kedua, serangan Madura United semakin sporadis dengan ditariknya dua pemain mudanya. Penyerang Boubacar Sanogo dimasukkan oleh pelatih Gomes De Oliviera.

Bertambahnya daya gedor milik Madura United, membuat Perseru bermain lebih bertahan terkesan memang mengejar satu poin di kandang tim tuan rumah. Anak asuh Yusak Sutanto lebih mengandalkan skema serangan balik.

Sebenarnya Madura United mampu menambah keunggulan lewat kerja sama satu dua Greg Nwokolo dan Boubacar Sanogo, namun kiper Hendra Mole sigap mengamankan bola sebelum merobek gawangnya.

Madura United terus menekan pertahanan Perseru dan menciptakan peluang. Bayu Gatra yang baru masuk menggantikan Dane Milovanovic melakukan percobaan, tapi tembakannya masih melabung dari gawang memasuki menit ke-80. Peluang Boubacar Sanogo pun di menit ke-87 belum menemui sasaran.

Hingga babak kedua berakhir, skor 1-1 untuk kedua tim tetap tidak berubah. Dengan hasil ini, kedua tim berhak mengoleksi satu poin.

Susunan pemain:

Madura United – Herry Prasetyo (PG), Fabiano Beltrame, Andik Rendika Rama, Fachrudin Aryanto, Tanjung Sugiarto (Eriyanto), Dane Milovanovic (Bayu Gatra), Rizky Dwi (Asep Berlian), Saldi (Boubacar Sanaogo), Slamet Nurcahyo, Greg Nwokolo, Peter Odemwingie

Pelatih – Gomes De Oliviera

Perseru Serui – Hendra Mole (PG), Boma Aime, Kelvin Wopi (Jhon Alex Wayoi), Moch Zaenuri (Alba Zaves), Tony Rooy Ayomi, Franklin M Rumbiak (Lucas Mandowen), Omar Zein Eddine, Ronaldo Mesido, Irvan Yunus (Blibig Dian Mahrus), Mariado Dio Unok, Silvio Escobar

Pelatih – Yusak Sutanto

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Astaga! Kakek 79 Tahun di Sumenep Kepergok Petugas Lagi Indehoi

0

Sumenep, 8/5 (Medi Madura) – Jika biasanya yang digerebek polisi atau Satpol PP adalah pasangan muda sedang mesum di hotel. 

Namun, kali ini berbeda, seorang kakek di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur yang justru digerebek oleh Satpol PP setempat. 

Alih-alih bertobat, kakek yang sudah berusia 79 tahun itu digerebek petugas saat tengah indehoi dengan PSK di warung Pasar Bangkal. 

“Ya, kakek yang kami grebek bernisial N, merupakan warga Kecamatan Gapura, oleh anggota dia dan pasangannya digrebek dalam keadaan (maaf) telanjang,” tutur Kepala Dinas Satpol PP Sumenep, Fajar Rahman, Senin (8/5/2017).

Menurut Fajar, penggrebekan dimulai dari adanya informasi dari masyarakat bahwa ditempat tersebut kerap dijadikan tempat esek-esek. 

Lalu, untuk membuktikan, dirinya meminta anggotanya untuk melakukan pengintaian, dan ternyata benar, saat petugas kesana, disalah satu kamar ada pasangan yang hendak indehoi.

“Sayangnya, si perempuan melarikan diri, umurnya berkisar 50 tahun,” terangnya. 

“Menurut pengakuan si kakek, dia hanya sebatas pegang-pegang, belum bekerja. Dia juga mengaku tarifnya Rp 50 ribu” sambungnya. 

Setelah dimintai keterangan di Kantor Satpol PP setempat, kakek yang mengaku tidak punya istri tersebut kemudian dilepaskan, setelah berjanji tidak akan mengulangi perbuatan yang sama.

“Setelah kita gunakan pendekatan agama, dia mengakui kesalahan dan mau bertobat, akhirnya dia kami pulangkan,” tukas Fajar. 

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi